
Kedua mafia, ini mulai membahas hal penting yang saat ini sedang heboh, bahkan menjadi trending dunia.ada pro kontra, itu hal biasa didalam suatu hubungan. apalagi, Leticia yang seorang model terkenal, termasuk artis yang selektif dalam memilih pasangan.
Sementara, berbicara serius sang pelayan datang membawaka potongan buah, yang diminta Alfonso tadi untuk mengantar kan ke mereka.
"Permisi, Tuan." ucap Pelayan. sambil meletakan piring berisi buah didepan meja sofa.
"Terima kasih, Bi. "ucap Glen.
Dan, mereka mulai melanjutkan pembicaraaan mereka. Glen, kembali menanyakan rencana awal Al. yang , dulu hanya ingin menjebak Leticia ke dalam kehidupannya. supaya, Alfonso bisa dengan mudah memancing Mason keluar.
Karna, setiap kali anak buahnya mencari, Mason selalu saja menghilang. sejak, Sergio mati. dan Masonpun, mengetahui Ethan adalah anak buah Glen. yang kenal sangat berbahaya. membuat Mason kembali menarik anak buah nya Stolen dari bodyguard Cia.
Entah, kemana Stolen saat ini. tapi dari laporan Nuel. Stolen, sengaja ditabrak Mason saat Stolen mengendarai Mogenya. dianggap sebagai kecelakàan lalu lintas.
Jadi, Mosan seperti kehilangan kaki kanan, itu karna kebodohannya sendiri.
"Al, bukannya kamu. membawa Cia ke kehidupanmu hanya untuk memancing Mason keluar." tanya Glen.
"Ya, dan tujuan ku yang masih sama. apa kamu lihat ada yang diubah dengan tujuan awal aku?" Alfonso balik bertanya.
"Tapi, Al. kalo aku boleh jujur apa yang kamu katakan saat ini, berbeda dengan apa yang hatimu katakan . sudah lah apa salahnya, kamu mencoba berjalan ke arah terang." jawab Glen.
"Hmmmmm..," Alfonso hanya berdehem.
Karna, apa yang di katakan Glen itu semua benar. niatnya memang hanya mau menjadikan Cia sebagai tameng saja. tapi kemarin melihat Cia nyanyi berdua dengan Luiz. ada perasaan marah, dan tidak rela melihat Cia dekat dengan orang lain.tangan Alfonso masih berada dibawa dagunya memikirkan perkataan Glen.
"Kamu, benar Glen. kemarin saat aku melihat dia bernyanyi dengan Luiz. perasaan saya, seperti tidak merelakan dia dipeluk orang lain. karna emosi kemarin hampir saja ,saya melakukan kebodohan yang mumgkin bisa fatal."ucap Alfonso.
"Makanya, Al. jalani dulu. tidak salahnya kamu membuka hatimu. coba lah kamu menjadi diri kamu sendiri. aku tahu Al, selama ini yang kamu jalankan itu bukan diri kamu. makanya setiap kalo kita mengambil organ kamu selalu butuh obat penenang. karna kamu tidak kuat melawan hatimu." jelas Glen.
Saat, mereka sedang membicarakan hal serius. ponsel Al berdering. dengan cepat Al mengambil ponselnya dari kantong celana. mengusap layar ponsel Al melihat Walker menelpon. Al, melihat ke arah Glen.
"Wal. menelpon." ucap Al.
"Terima, mungkin saja penting." jawab Glen.
Alfonso mengusap layar ponselnya, dan dipasangkan ke telinga kirinya.
"Hallo, Wal."ucaap Al.
"Halo Al."ucap Walker.
"Ya, ada apa. "tanya Al.
"Kamu, segera ke kantor. karna, Cia dan staffnya sudah menunggu kamu disini." jawab Walker.
"Cia, ada apa dia ke sana?" tanya Al.
"Dia ke sini karna berita yang sudah menyebar ini. apalagi Cia sebagai publik figure. menjelaskan ke publik itu hal penting demi karier mereka." jelas Walker panjang lebar,
"Hmmmmm."Al, hanya berdehem.
"Al. kalo datang lewat pintu belakang. karna, didepan kantor banyak wartawan yang menunggu kamu dan Cia speak up." ucap Walker.
"Oke."jawab singkat Al.
klik...,
mengakhiri sambungan telpon.
__ADS_1
"Bagaimana, Al." tanya Glen. yang sejak tadi menyimak pembicaraan Al dan walker.
"Ya, kita sekarang berangkat ke kantor. Cia, dan kekasihmu sudah menunggu di kantor. dan tadi Walker juga mengatakan kalo didepan kantor banyak wartawan.mereka yang menunggu speak up dari aku dan Cia."jelas Al.
"Ya, uda kita berangkat. apalagi yang kita tunggu."ucap Glen. dan berdiri dari sofa berjalan ke arah pintu depan.
"Glen, aku tau apa yang membuat kamu semangat ke kantor. karna disana ada pacarmu kan?" goda Al.
"Al, kamu akan tahu kalo sudah mengenal cinta." jawab Glen.sambil berjalan ke halaman depan.
Glen yang akan mengemudi. berjalan ke garasi mobil.
"Al, pake mobil yang mana?" teriak Glen dari arah garasi mobil.
"Pake mini cooper yang hitam aja Glen." ucap Alfonso dari halaman depan Mansion sambil terus berkutat dengan ponselnya.
Glen, sudah melajukan mobil datang ke depan, Alfonso, berjalan ke depan lalu membuka pintu bagian kanan sebelah pengemudi.
Al masuk dan duduk. Glen menginjak pedal mobil, dan melaju menuju kantor Alfonso. selama dalam perjalanan, Alfonso terus saja memainkan ponselnya. membaca berita online diponsel. Al membaca banyak pro kontra soal hubungan dia dan Cia. Alfonso membayangkan betapa beratnya menjadi artis.
Cihhh...,
Al berdecih.
"Emang siapa mereka sehingga seenaknya ngjudge orang?" ucap Al. yang gemas dengan komentar dari haters mengenai Cia.
Glen, yang melihat sikap Al, hanya tersenyum dan mnggeleng.
"Al, makanya menjadi seorang publik figure itu ng muda. hidup mereka itu semua diatur penggemar."jelas Glen.
Alfonso, hanya menggelengkan kepalanya.kita, lihat saja mereka masih atur Cia atau akan berhenti mengatur Cia setelah kami menikah nanti.
Glen menginjak pedal rem secara mendadak. dan membuat tubuh mereka maju kedepan untung saja. mereka menggunaka seatbelt kalo ng jidat mereka jadi taruhannya.
"Al, aku tidak salah dengarkan ? kalo itu benar aku orang pertama yang paling bahagia."ucap Glen.
"Menurutmu? apa wajahku terlihat seperti seorang aktor pelawak?" Alfonso balik bertanya.
"Lain kali kalo kaget jangan ngerem mendadak begitu."protes Al lagi.
Glen, memamerkan deretan gigi putihnya. sambil menggeleng. lalu. menginjak pedal gas melanjutkan perjalanan mereka. 20 menit sudah mereka dalam perjalanan. dan, akhirnya tiba dikantor.
Al, mengenakan topi hitam, dan Ethan yang sudah mengerahkan anak buahnya siap mengawal Al masuk ke dalam Kantor. semua wartawan tidak ada yanag berani mendekat. karna hampir 20an anak buah berseragam hitam mengawal Alfonso secara ketat.
Walker yang dari atas sudah mendapat info kalo Al, sudah datang tersenyum bahagia. Al dan Glen berlari kecil masuk ke Lift khusus presdir.
Ting...,
Pintu lift terbuka, Al dan Glen segera keluar dari lift berjalan ke arah ruangan Walker. wanita berparas cantik itu, sedang gelisah dengan gejolak hatinya yang tidak jelas. saat mendengar alfonso akan segera tiba dikantor. sesekali mengambil tissu dan menyeka keringat halusnya.
Tok...,tok...,tok...,
Pintu ruangan diketuk, Walker berjalan kearah pintu tangan nya meraih handle pintu dan membukakan pintu.matanya melihat ke Al dan Glen.
" Ayo, masuk.Al kamu makin tampan kalo mengenakan topi seperti itu."Goda Walker sambil melirik ke arah Leticia.
Leticia hanya menunduk.
"Aku, memang sudah tampan sejak lahir."ucap Alfonso sambil berjalan ke arah Leticia.dan duduk disampimg Leticia.
__ADS_1
"Kamu, baik baik saja kan?" Tanya Al pada Leticia. karna sejak Al masuk Leticia terus saja menunduk.dan fokus ke ponselnya.
Tangan Al meraih ponsel yang sedang dipegang Leticia. meletakkan ke meja sofa.
Leticia hanya pasrah tanpa adanya rasa menolak sama sekali.membuat semua mata yang berada diruangan itu hanya bingung dan semakin tidak mengerti.
"Sayang, apa benar, mereka memiliki hubungan?" bisik Fani ke telinga Glen.Tapi Glen hanya menggelengkan kepalanya.
Alfonso , tersenyum. mendengar bisikan Fani.
" wal, aku sudah datang. terus apa rencanamu."ucap Alfonso. karna sejak dirinya masuk ke ruangan. semua diam seperti tidak ada yang bisa bicara.
"Hari ini kita adakan konfrensi pers, biar semuanya clear. karna banyak pegawai disini yang protes. mereka seperti tidak bebas bekerja dengan adanya banyak wartawan didepan kantor. begitupun, denga Leticia, yang terus didesak oleh pihak pihak yang bekerja sama dengannya. mereka tidak mau kalo dengan adanya berita ini berpengaruh pada project mereka." jelas Walker.
"Ya sudah. ayo kalo mau konfrensi pers. dimana? kalo memang diharuskan menikah ya menikah. kenapa semua dijadikan masalah." ucap Alfonso.
Mereka kembali kaget, kali ini semua mata membulat melihat ke arah Alfonso, sedangkan yang dilihat malah asyik melintiri rambut Leticia.
"Kenapa, melihat seperti itu? bikin tidak nyaman saja."gerutu Alfonso.
Walker, yang sudah mendapatkan persetujuan dari Alfonso. berjalan keluar menemui anak buah Alfonso yang berjaga di kantor. segera menyiapkan Ballroom untuk acara konfrensi pers.
Leticia memberanikan dirnya melihat ke arah Alfonso yang duduk saling berdempetan.
"Apa kamu bercanda Tuan Alfonso."ucap Leticia.
"Menurutmu? apa aku seorang pengec*t! apa menikah itu berat?" jawab Alfonso dan menatap tajam Leticia.
"Jangan bercanda Tuan, menikah tanpa cinta itu bukan hal yang mudah."jawab Leticia dan berusaha berdiri dari duduknya. tapi, tangannya ditahan oleh Alfonso.membuat Leticia kembali duduk.
"Akan, aku buktikan."jawab Alfonso.
Saat, semua yang bingung dengan sepasang kekasih dadakan ini berdebat.tiba tiba pintu diketuk dari luar.
Tok..., tok...,tok...,
Glen berjalan ke arah pintu dan membukakan pintu, Andre, Kevin, Gareth. mereka diminta Alfonso untuk ikut hadir di acara konfrensi pers. mengingat Alfonso hanya memiliki mereka.
"Ayo, kita ke Ballroom, semua sudah adakan?"tanya Walker. dan mereka berjalan menuju lift.menuju Ballroom ruangan teratas sendiri. setelah tiba dan mereka pun masuk ke dalam ruangn Ballroom. duduk didepan ang sudah disiapkan.
Paling pinggir kanan Andre, disusul Kevin, Gareth Walker Alfonso Leticia Nabila Stefani dan sudut pinggir kiri Glen.mereka sudah siap menunggu Wartawan masuk ke ruangan Ballroom.
Dari ruangan Ballroom Walker mengirimkan pesan ke Nia untuk menyiapakan Catering. dan Nia pun mulai menelpon Catering.
Semua wartawan sudah masuk ke ruangan Ballroom acara konfrensi pers segera dimulai. Glen mengambil microfon dan mulai berbicara.
"Disini, kami dari pihak pak presdir dan Nona Leticia. mau menjelaskan apa yang saat ini dipertanyakan oleh publik. jadi, waktu dan kesempatan kami berikan pada teman teman wartawan yang ingin bertanya. kami persilahkan. terima kasih."ucap Glen. dan kembali meletakkan microfon didepan Alfonso dan Leticia.
Salah satu wartawan dari berita gosip berdiri memperkenalkan dirinya. dan mulai mengajukan pertanyaan.
"Apakah , benar selama ini Nona leticia masih menjalankan hubungan diam diam dengan Luiz? karna, dari salah satu sumber. mengatakan, kalo anda dan Luiz masih menjalin komunikasi dengan baik." pertanyaan ini ditujukan pada Leticia.
Alfonso yang mendengar nama Luiz sangat geram, mengepalkan tangannya dan terdengar jelas gerahangnya dibunyikan. Walker, yang melihat Alfonso yang sedang emosi menyikut Alfonso agar menahan emosinya.
...----------------...
Ayo dukung yuk like komen nya.lempar juga bunganya ya🙏 oya aku sudah ada group chat. dan aku juga sellau melihat readers teraktif. dan setiap karya saya tamat. akan adakan give away. dan itu dilihat dari readers teraktif.
Ini aku kasih cluenya, apa anak anak ini akan tumbuh besar dengan Leticia?atau leticia meninggalkan mereka mengingat Leticia penderita lupus.
__ADS_1