
Dengan, perlahan Alfonso melangkah masuk ke dalam kamar hotel. Lalu, menghempaskan tubuhnya di atas sofa panjang. Matanya, menerawang ke atas. Alfonso tidak menduga kalau pernikahan adik ipar dan temannya akan terganggu dengan isu penyerangan.
Leticia, mengerjap. tangannya mencari-cari keberadaan Alfonso disampingnya. karena tidak menemukan Alfonso. Leticia, bangun dan duduk kemudian menyenderkan kepalanya di headboard ranjang.
Terukir, senyum di bibir tipisnya, saat melihat sang suami yang tertidur pulas di atas sofa panjang.
" Tumben, tidur di sofa." gumam Leticia. kemudian turun dari ranjang. Dan, berjalan mendekati sang suami.
Tangannya, mengelus pipi Alfonso. Leticia, tau suaminya sedang tidak baik baik saja.
''Kenapa, Apa yang kamu sembunyikan dari aku. Sayang!"lirih Leticia.
Alfonso, yang merasa ada yang menyentuh wajahnya. Dengan, cepat tangannya menahan tangan Leticia dan dipegangnya dengan kasar. Hingga Leticia merintih ke sakitan.
'' Aduh, sakit!" pekik Leticia.
''Sayang, maafin aku. Tadi, aku pikir orang lain yang menyentuh aku." jelas Alfonso.
''Emang, selain aku dan kamu. ada orang lagi, yang masuk kamar ini?" Leticia mencebik.lalu, melepas tangan Alfonso. Dan, berjalan ke arah lemari pendingin.
Tangannya, mengambil sekotak es batu. Lalu, duduk dikursi. Leticia, mulai mengunyah tanpa memperdulikan Alfonso.
Alfonso, yang merasa bersalah .karna, telah menyakiti sang istri berdiri dan mendekati Leticia.
''Maafin, Aku sayang. Aku terbawa mimpi.''jelas Alfonso.
'' Lihat, Ini. Karna, pegangan kamu yang begitu keras tanganku sampe ada bekas merah. sakit!" balas Leticia. sembari menunjukkan tangannya yang dipegang sayang suami tadi.
Alfonso, mengambil kotak p3k. lalu, meraih tangan Leticia yang sakit dengan segera mengolesi minyak.
'' Aku, enggak sadar. Aku, pikir ada penyusup yang masuk. karna di mimpiku seperti itu.'' jelas Alfonso. tangannya terus mengolesi minyak penghilang nyeri.
''Kamu, tidak sedang menyembunyikan sesuatu dari aku kan?"tanya Leticia. sembari menelisik mencari kebohongan didalam bola mata Alfonso.
Alfonso, mengedipkan matanya. Karna, tidak ingin Leticia tau dan kwatir.
''Tidak, ada sayang!'' jawab Alfonso. lalu, berdiri untuk mengembalikan kotak P3K lagi.
'' Aku, merasakan itu. sekalipun kamu tidak mengatakan.'' ucap Leticia.
Alfonso, tersenyum tangannya mengelus perut Leticia.
''Selamat malam. Anak anak daddy, enggak kedinginan? masa sore, gini makan es batu.'' Alfonso berbisik diperut Leticia. matanya melirik ke arah sang istri yang asyik menikmati es batu.
__ADS_1
''Ayo, teriak. ke mommy, kami ke dinginan.'' bisik Alfonso lagi sembari menempelkan kepalanya diperut sang istri.
Leticia, mencebik dan terus mengunyah es batu.
'' Daddy, kalian cuma ngalihkan perhatian mommy.'' balas Leticia.
Alfonso, menggaruk kepalanya yang tidak gatal. kemudian duduk disamping Leticia.
''Aku, kwatir dengan pernikahan Steward. karna, ada rumor, kalau ada musuh lama Sergio akan menyerang. tapi, kamu tenang semua sudah di atasi dengan baik.'' jelas Alfonso.
Leticia, tercekam. mulutnya berhenti mengunyah es batu.
''Sebaiknya, acaranya tidak perlu sampai malam sayang.'' jawab Leticia cepat. lalu, meletakkan kotak es batu yang berada ditangan diatas meja.
Alfonso, mendekatkan tubuhnya dengan Leticia.
''Jangan, kwatir! aku, akan lakukan apa saja untuk keamanan pernikahan ini.'' ucap Alfonso lagi. kedua, tangannya memegang bahu Leticia.
Leticia, menggeleng, tangan mengelus perutnya.
'' Tatap, mataku sayang. selagi aku masih bisa bernafas, aku janji acara nikahan mereka akan berjalan dengan aman. kalaupun, aku kecolongan aku janji tidak ada satu pun yang berani menyentuh kalian.'' ucap Alfonso dengan penuh keyakinan.
''Aku, takut. kamu terluka lagi. aku, takut aku tidak bisa lari untuk menyelamatkan anak anak kita.'' jawab Leticia.menitikkan air matanya. kepalanya, disenderkan dibahu sang suami.
Pikiran, Leticia sudah ke mana mana. membayangkan, ada baku tembak. dan tiba tiba peluru datang mengenai tubuhnya.
Leticia, mengangguk kepalanya.
'' Aku, bisa percaya kamu?" tanya Leticia lagi. sebelum diajak sang suami mandi.
'' hmmm.'' Alfonso menarik nafas panjang.
''Kamu, bisa percaya aku sayang! ayo, sekarang mandi.'' jawab Alfonso. sembari menutup matanya. karna kesal dengan ulah Thiago.
*******
Semua, berjalan ke restorant untuk makan malam bersama.
Diluar, kamar hotel sudah banyak anak buah berseragam dan bersenjata lengkap b earphone terpasang ditelinga masing masing. sesekali, mereka berbicara melalui earphone.
Felisia, yang belum tau permasalahannya. menatap Leticia yang bersikap biasa saja dengan kebingungan.
''Semua, anak buah Alfonso. berjaga disini?" tanya Felisia. matanya, menatap ke setiap anak buah yang berdiri diam bak patung itu.
__ADS_1
Hotel, sudah diblokir. yang ada disini hanya keluarga dari Leticia. dan teman mafia Alfonso.
'' Iya, enggak apa apa mommy. bukannya, dulu Cia nikah juga seperti ini?" jelas Cia. mereka, terus berjalan masuk ke dalam restorant.
Acara makan malam, berjalan dengan lancar. selesai makan malam. karna, tidak ingin besok cape, masing masing masuk ke kamar untuk tidur, mepersiapkan untuk besok.
Leticia, masuk ke kamar dengan digandeng Alfonso.
''Sayang, bantu aku tarik resletingnya.'' panggil Leticia. yang sedaritadi susah melepas Resleting gaunnya.
Alfonso, berjalan mendekat ke arah Leticia. tangannya menarik resleting gaun. wajahnya dibenamkan dipunggung sang istri.
''Hmmm..,kalau mencium aroma tubuhmu semua beban jadi hilang.'' ungkap Alfonso. tangannya masih memeluk perut buncit sang istri.
Wajahnya , terus dibenamkan dipunggung belakang Leticia sembari menutup matanya Alfonso terus mencium aroma tubuh Leticia.
Leticia, memejamkan matanya. sembari menautkan jarinya dijari sang suami.
''jangan, seperti ini. kau membuatku takut sayang.'' balas Leticia yang tiba tiba merasa hatinya gelisah.
Alfonso, mengangguk.
''Kaki, belum pegalkan sayang. karna, aku masih ingin seperti ini.'' tanya Alfonso. yang tidak, ingin menyiksa sang istri terus berdiri hanya karna keegoisannya.
' Belum, cape. peluk saja dulu. kalau dengan ini membuat kamu tenang.'' jawab Leticia.menitikkan air matanya.
''Jangan, menangis!" tegur Alfonso.
''Kata, siapa aku menangis.'' Leticia mencebik.sembari menyeka air matanya.
''Aku, tau. karna, hatiku mengatakan seperti itu sayang. Aku, tidak mau mata indah ini besok terlihat sembab.'' balas Alfonso. tangannya menyentuh mata indah sang istri.
'Leticia, memejamkan matanya.
'' Terima kasih. untuk, segalanya.'' jawab Leticia. yang akhirnya pecah dalam tangisnya.
Alfonso, menuntun leticia ke arah ranjang. tangannya memeluk tubuh sang istri.
Dengan, lembut Alfonso membaringkan tubuh leticia diatas tempat tidur. Alfonso, juga ikut membaringkan tubuhnya disamping Leticia.
Tangan, memeluk tubuh Leticia. sembari mengelus rambut sang istri.
''Jangan kwatir. doakan, semoga pernikahan mereka berjalan dengan lancar. kalau, kamu mengenal aku dengan baik. aku, yakin kamu tidak akan kwatir.''
__ADS_1
''Aku, tidak akan membiarkan kamu terluka. kalau, kamu sampai terluka, kemanapun mereka bersembunyi bahkan sampai ke ujung dunia sekalipun aku akan terus mengejar. sampai jantung dan hati mereka aku keluarkan baru aku berhenti.'' ucap Alfonso panjang Lebar.
Leticia, mengangguk. dan, akhirnya terlelap didalam dada bidang Alfonso.