
Kemudian, Pastor beralih ke hadapan Steward dan Karla. kedua tangan mereka disatukan dengan injil dan kain suci.
'' Saudara, Steward. sanggup kah engkau menjadi suami yang baik untuk saudari Karla. dalam suka dan duka di waktu sehat maupun sakit?" tanya pastor pada Steward.
''Ya, saya sanggup. menjadi suami yang setia untuk Karla. dalam suka dan duka. diwaktu sehat maupun sakit.'' jawab Steward. sambil menatap dalam sang istri.
''Saudari, Karla. sanggupkah saudari menerima saudara Steward sebagai suami. dalam suka dan duka. di waktu sehat maupun sakit?" tanya Pastor pada Karla.
'' Ya, saya sanggup. menerima Steward. sebagai suami saya dalam suka maupun duka. diwaktu sehat mapun sakit.'' jawab Karla. menitikkan air matanya.
''Untuk, itu dalam nama Tuhan. saya persatukan kedua pasangan ini dengan air dan dibawah kitab suci. Dalam sebuah ikatan suci. ingatlah, yang sudah disatukan Tuhan tidak diceraikan oleh manusia. Silahkan, saudara dan saudari kenakan cincin di jari pasanganmu sebagai simbol ikatan cinta kalian.'' ucap Pastor lagi.
Steward, mengambil cincin di kotak berwarna putih.
''Saya, meminta pada semua saksi yang hadir pada pernikahan ini, bahwa saya Steward. Akan, membawa Karla menjadi istri saya yang sah secara hukum dan Agama. Dengan pernikahan ini, saya bersumpah untuk melakukan segala yang terbaik yang bisa saya lakukan.agar, bisa selalu menjadi teman sejati seumur hidup Karla. Saya, akan selalu sehat. agar, bisa menjaga dan menujukkan kasih sayang pada Karla. Saya berjanji, akan selalu melindungi Karla dalam setiap langkah saya.'' ucap Steward. kemudian menyematkan cincinya dijari manis Karla.
Lalu, Karla mengambil cincin di kotak yang sama dan menatap Steward. air matanya tak henti berlinang,
''Saya, Karla.menerimamu sebagai suami saya dalam sebuah ikatan pernikahan. Saya berjanji akan mencintai, menyayangi, menjaga, menghormati, menghibur, mendukung anda dalam segala hal dalam hidup. Dalam suka, duka, jatuh, bangun, sakit, sehat, sedih, senang, miskin maupun kaya, kita akan selalu bersama. Saya, akan selalu bersama dan hidup dengan anda hingga waktu memisahkan.'' jawab Karla. lalu menyematkan cincin dijari manis Steward.
Kemudian, Steward meraih tangan Karla dan mendaratkan satu kecupan dipunggung tangan Karla. dan, mendapat sambutan tepuk tangan dari para tamu undangan. Leticia, yang terharu terus menitikkan air matanya. begitu juga, dengan Felisia yang terus berlinang air mata.
Lalu, ditutup doa oleh Pastor. untuk mendoakan kedua pasangan ini, agar hubungan mereka langgeng untuk selamanya sesuai ajaran yang mereka percaya.
Perayaan ikrar janji suci selesai. dengan diiringi oleh para undangan Karla yang digandeng Steward, begitu juga dengan Stefani yang digandeng oleh Glen.
Mereka, berjalan ke depan gereja dan ritual pelemparan bunga dimulai. dengan membelakangi para tamu undangan. kedua pasangan itu, melakukan pelemparan bunga.
Semua, mencari bunga yang dilempar jatuh ditangan siapa. Dengan, tersipu malu Nabila maju ke depan dan menunjukkan kalau dia yang menangkap bunga itu.
Semua, menepuk tangan. Dan, Leticia mendoakan dalam hati semoga Nabila pun segera melakukan pernikahan. sebelum dirinya pergi meninggalkan mereka semua .
Selesai, melakukan pelemparan bunga. para tamu undangan dibawa ke outdoor. disana semua makanan sudah dihidangkan. Dengan, penjagaan ketat oleh gabungan dua club Mafia yaitu Polievera dan Red devil.
Kedua pasangan itu, menggandeng pasangan mereka masing masing menuju stage yang disediakan. dengan diiringi musik romantis dari milik Cristina Perri[ A thousand years].
Nampak Glen, terus menatap Stefanni. Sesekali mengeratkan gandengan tangan mereka membuat wajah Stefani merona.
__ADS_1
Karla, nampak begitu bahagia. Ia, terus menebar senyum selama berjalan menuju panggung.
Pembawa acara sambutan, mulai meneriaki nama kedua pasangan itu disambut riuh tepuk tangan tamu undangan.
Para Tamu undangan dipersilahkan maju untuk memberi ucapan selamat.
Felisia, dengan cepat berdiri dan didamping Mason sambil menggendong Wily maju ke depan.
Dengan, bercucuran air mata. Felisi, memeluk tubuh sang putri begitu erat.
''Selamat, menempuh hidup baru nak. jadilah, istri yang baik untuk suamimu. dan ibu yang baik untuk calon anakmu. Mommy, selalu mendoakan keluargamu dijalan yang baik.'' ucap Felisia dan menautkan pipinya dengan sang putri.
" Thanks, Mom. sudah, melahirkan Karla ke dunia ini dan mengantar Karla menuju ke pernikahan dengan baik." Jawab Karla.
Felisi, meraih pipi Karla. Lalu, tersenyum.
Lalu, Felisia beralih ke Steward.
''Mommy, titip Karla ya nak.'' ucap Felisia menitikkan air matanya.
Steward, tersenyum. Lalu, menganggukkan kepalanya.
Lalu, Felisi beralih ke Glen. Dan, Stefani dengan ucapan dan doa yang sama. setelah itu menautkan pipi mereka. begitu juga dengan Mason dan tamu undangan yang lainnya.
Leticia, dengan digandeng Alfonso, maju ke depan dengan diiring lagu dari ED SHEERAN yang berjudul[ perfect].
Dengan, terus tersenyum Leticia berjalan ke depan. sembari menikmati aluni musik yang dilantunkan. sesekali Leticia, tersenyum pada Alfonso.
Lalu, kembali menatap ke arah kedua pasangan itu dengan senyum bahagia, begitu juga dengan Alfonso.
Leticia, mengulurkan tangannya ke Glen.
''Glen, aku percaya kamu. jadi, tolong jaga sahabatku seperti awal kamu pacaran. sedikit saja aku dengar kamu menyakiti hati Fani, sekalipun aku sudah tiada, aku akan marah besar.'' ucap Leticia sembari tersenyum.
Glen hanya tersenyum.
'' Itu, tidak akan terjadi karna aku menjaga Stefani seperti aku menjaga ibuku dulu.'' jawab Glen.
Lalu, Leticia beralih ke Fani.
__ADS_1
''Terima kasih, telah mewujudkan mimpiku. Kelak, jadi ibu yang baik untuk anakmu. Dan, tolong jaga juga anak anak ku seperti kamu menjaga anak anakmu." ucap Leticia. menitikkan air matanya.
Fani, yang mendengar itu merasa aneh dengan ucapan Leticia. Fani, meraih bahu sahabatnya itu. Lalu, menatap Leticia sembari menggelengkan kepalanya.
''Jangan, berkata begitu kita akan bersama sama melihat anak kita tumbuh menjadi dewasa. Jangan, menangis hari ini, aku lagi bahagia. aku ingin kita tertawa bahagia bersama.'' ucap Fani. lalu membawa Cia kedalam pelukannya.
"Aku, terlihat sangat manja." jawab Cia. sembari menyeka air matanya.
Lalu, melepaskan pelukannya dan beralih ke Karla.
''Gadis nakal.'' ucap Cia. Sembari memeluk Adek sambungnya dengan cinta.
''Kakak, malu dilihat para undangan." jawab Karla. air matanya menetes dipipinya.
''Biarin, aku nangis karna bahagia,'' sambung Cia lagi.
Lalu,memberi ucapan untuk Steward.
" Aku, titip Karla."Ucap Cia. sambil menunduk.
" Kak, jangan Ragu dengan cintaku untuk Karla."jawab Steward.
Begit, juga dengan Alfonso. dan disusul Nabila, Reno, Walker, Andre, Kevin, Gareth,Juga Polievera.
Mereka, memberi ucapan dengan harapan cinta kedua sahabat dan pasangan mereka masing masing bisa langgeng hingga waktu yang memisahkan.
Tidak,lupa Gareth mendekatkan bibirnya ditelinga Glen.
"Entar, malam jangan Gaspol." bisik Gareth. sembari mengedipkan matanya.
" Uda, sana makan." balas Glen.yang kesal dengan tingkah para sahabatnya.
Selesai, semua tamu undangan memberi ucapan selamat.
Para Bridesmaid dan kedua pengantin mengadakan sesi pemotretan. terlihat dengan sangat jelas. para sahabat dan pasangan mereka begitu bahagia.apalagi Leticia, yang terus meminta di foto.
__ADS_1
Para, hadirin diperslilahkan untuk menikmati hidangan yang disediakan.sembari bergantian bagi yang ingin berfoto dengan para pengantin.