
Leticia sangat gelisah dengan Karla.
''Semoga kelahiranmu lancar ya dek.'' batin Leticia sembari menggendong Alicia.
''Non, kenapa gelisah?" tanya Bibi Yati
Karena sejak tadi melihat Leticia yang sangat Gelisah.
''Aku kwatir dengan Karla, bi.'' jawab Leticia.
''Non kalau kwatir, Non banyak berdoa untuk nona Karla.'' ujar bibi Yati.
''Iya bi. terima kasih.'' jawab Leticia.
****
Mobil sudah tiba dirumah sakit para perawat sudah menunggu didepan dengan brankar.
Alfonso segera parkirkan mobil lalu dengan cepat turun dari mobil. kemudian membukakan pintu untuk Steward. setelah pintu mobil dibuka Steward segera keluar dengan menggendong Karla dan dibaringkan diatas brankar.
Setelah memastikan Karla berbaring dengan nyaman para perawat mulai mendorong brankar ke ruang VVIP, Steward terus memegang tangan Karla.
Karla dibaringkan di ruang vvip milik Alfonso. jadi di dalam sana hanya ada satu bed pasien dan satu ranjang besar untuk penjaga dan fasilitas lengkap.
''Sayang sakit bangat.'' lirih karla menitikkan air matanya.
Sreward yang tidak sanggup melihat sang istri menangis hanya menarik napas dalamnya.'' sabar ya sayang. kita akan segera bertemu dengan anak kita.'' hibur Steward.
''Sayang aku enggak mau dioperasi.'' pinta Karla.
__ADS_1
''Iya sayang, kamu tidak di operasi.'' Steward menjawab dengan tersenyum.
''Dokter cepat, ini sakit bangat.'' teriak Karla.
Untung saja rumah sakit ini milik Alfonso. Dan, juga tenaga medis yang bekerja di rumah sakit itu semuanya sabar.
''Sabar ya bu. saya periksa dulu.'' ucap dokter Grace dengan sabar.
Steward tersenyum pada dokter, dia merasa tidak enak dengan nada teriakan Karla.
''Jangan teriak teriak sayang.anak kita pintar dia juga enggak mau ibunya dioperasi.'' Ucap Steward dengan berhati hati agar sang istri mau menerima pendapatnya.
''Iya sayang ini sakitnya menjalar dari punggung ke arah perut bawahnya sakit bangat.'' keluh Karla.
''Iya sayang, demi buah cinta kita.'' jawab Steward tersenyum.
'CTG nya dipencet ya bu selama 15 x saat ibu mengambil napas dan membuang napas.'' perintah perawat.
Karla pun menurut. Stewrd terus mengelus kepala Karla sembari bercerita kisah kisah indah mereka.
Selesai kala 1 perawat dan bidan memastikan Karla layak melahirkan normal. Karla didorong masuk ke ruangan bersalin, dengan ditemani oleh Steward.
Felisia, Mason dan Alfonso masih menunggu di lorong rumah sakit. Felisia berulang ulang memanjatkan doa.
Namun, beda dengan Alfonso yang bolak balik mengirim pesan pada Istrinya menanyakan kabar Leticia dan keempat anaknya.
__ADS_1
Diruang bersalin Karla terus merintih ke sakitan. '' sayang nekannya ke bawah.'' rintih Karla. Steward mendaratkan satu kecupan dikening Karla.
''Kita akan ajak dia keliling indonesia sayang.'' ucap Steward. karena sejak dulu Karla ingin sekali ke padang untuk menikmati rendang yang di buat langsung oleh orang padang.
Karla menganggukkan kepalanya. Steward memberi pijitan lembut dipunggung Karla.
Karla dipindahkan di ranjang bersalin dengan penyanggah kaki untuk memudahkan proses bersalin. perawat mulai menambah suhu ruangan agar lebih dingin lagi.
Bidan mulai periksa jalan lahir. steward duduk ditepi ranjang, dengan terus menggenggam tangan Karla.
Bidan mulai melakukan pemeriksaan jalan lahir.
''Sudah bukaan 6 bu, ayo ikuti perintah ya. ambil napas buang dengan perlahan. jangan mengejan sembarang tunggu aba aba dari kami ya bu.'' ujar Bidan.
''Baik, bu.'' lirih Karla dengan terus mengatur napas sesuai anjuran bidan.
Karla sudah hampir 8 jam berada didalam ruangan persalinan.Namun, bayinya tidak kunjung lahir bukaannya masih tetap di enam. karla terus merintih kesakitan karena itu bidan menganjurkan untuk induksi. Namun, ditolak oleh Karla.
"Tidak bu, saya ingin anak saya keluar alami." ucap Karla.
Karena penolakan Karla akhirnya bidan juga mengurungkan niat untuk memberi induksi.
" Mom, Dad. Al pulang dulu kasihan Cia dan anak anak." pamit Alfonso.
"Iya , nak kamu pulang aja mommy titip Willy ya nak." jawab Felisia.
"Baik, mom." jawab Alfonso.
Lalu Alfonso pun masuk ke dalam mobil dengan di antar oleh sopirnya menuju Mansion.
__ADS_1