SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
steak


__ADS_3

Glen, yang sudah mengakhiri panggilan dengan Al. segera mengembalikan ponselnya ke kantong celananya. lalu, berjalan keluar dari kamar menuju pintu depan. hari ini, Glen memutuskan ke Mansion milik Al menggunakan Moge. setelah, sampe diparkiran Glen memakai helm brand ternama dari negara Itali. menaiki Mogenya dan melaju ke Mansion milik Al.


Al, mengenakan pakaiannya. yang tadi sempat tertunda karna masih menerima panggilan dari Glen. selesai berpakaian, tangan kekarnya meraih handle pintu kamar dibuka dan berjalan keluar.langkah kakinya menuruni anak tangga satu persatu menuju ruangan dapur.


Al, berjalan ke arah dapur, membuka kulkas, melihat isi dalam kulkas.membuat para pelayan yang sedang sibuk didapur bingung. karna, tidak seperti biasanya, Tuan mereka .mengunjungi dapur apalagi sampe memeriksa isi kulkas.


Karna, melihat Al tidak seperti biasanya. bibi Yati, memberanikan diri berbicara dengan Alfonso.


"Nak, apa yang kamu cari ? biar pelayan yang mencarikan." Tanya bibi Yati. yang sudah dianggap Al sebagai ibu penggantinya.


"Ng, bi. Al hari ini pengen masak.sudah lama kan Al ng masak."jawab Al. yang masih menundukkan kepala melihat isi kulkas. apa saja yang kurang dan apa yang harus dibeli.lalu menutup lagi pimgu kulkas.


"Oh, Nak Al mau masak." jawab bi Yati.


"Iya, bi."jawab Al.


Dan berlalu pergi meninggalkan ruangan dapur. menuju ke ruang tamu. menunggu sebentar. tapi Glen ng kunjung datang. akhinya, Al memutuskan berangkat ke supermarket terlebih dulu.


Mengenakkan baju casual dipadu sepatu kets dan kaca mata hitam, dan mengemudi mini cooper warna hitam miliknya, Alfonso membelah panasnya kota Madrid.


Bi Yati, yang sejak tadi melihat Al hari ini. merasakan, Aura yang beda.sebagai orang yang mengasuh Al dari bayi. bi Yati sudah sangat memahami sifat dan karakter Al.


"Nak, apa yang membuat kamu hari ini begitu bahagia? bibi, doakan hal apa itu semoga terwujud Nak. karna, hati bibi begitu sakit. melihat kamu menjalankan hidup saat ini seperti orang kehilangan arah."Batin Bi Yati. lalu berjalan pergi meninggalkan pelayan pelayan yang sedang sibuk didapur.


Setelah 30 menit menelusuri panasnya kota Madri. Al, tiba didepan supermarket yang dituju. supermarket terkenal. yang hanya berlaku bagi orang orang berkelas itu . Al mencari area parkir Vip . lalu. memarkirkan mobil mini coopernya.


Al, Turun dari mobil mini coopernya . berjalan masuk ke supermarket, tidak lupa mengambil troli ditempat trolly. dengan,santai tanpa mempedulikan ribuan mata yang melihat dirinya. Al terus mendorong troli belajaannya. berjalan ke arah daging, Al memilih daging Kobe strip steak. yang dibandrol dengan harga 350 USD. berjalan lagi ke arah bumbu Al memilih semua bumbu yang akan digunakan untuk steak.


Selesai mengambil belanjaan yang dibutuhkan. Al berjalan menuju ke kasir. mafia ini tidak pernah risih saat harus mengantri menunggu giliran walau harus mendengar ocehan ibu ibu yang melihatnya.


"Itu. lho presdir muda. yang saat ini dekat dengan model Leticia."


"Duh, tampan sekali. uda gitu mau belanja disupermarker."


"Iya nich si Leticia bersyukur ya dapat Pria setampan ini, tajir melintir. aduh pokoknya plus plus deh."ucap salah satu ibu yang berdiri bersebelahan dengan Alfonso.


"Padahal Leticia ng seberapa cantik. tapi heran, kenapa pria tampan ini mau dengan Leticia ya. apa Leticia merayu dia dengan tubuhnya? apalagi model, itu biasanya menjual tubuh mereka lho."jawab salah satu wanita.

__ADS_1


Al, yang sudah gerah dengan ocehan mereka. yang uda lari ke mana mana. berjalan, mendekati si wanita yang menggosip kalo Leticia membayar tubuhnya ke Alfonso.


"Bu, sudah pernah naik rollcoster belum?" tanya Al.dengan tatapan tajamnya.


Si ibu, yang ditanyain bingung. kenapa Al menanyai hal seperti itu padanya.dan ibu ibu yang lain mulai melangkah mundur perlahan ke belakang satu persatu.


"Ya, ampun pak presdir muda .menawarkan aku bermain Rollcoster?" jawab ibu itu . dengan polosnya tanpa memikirkan akibat apa yang akan dia terima.


"Iya, ibu akan saya ajak bermain Rollcoster di atas langit langit supermarket ini."Jawab Alfonso dan menatap tajam si ibu.


Ibu ibu, yang tadi bergosip. satu persatu mulai diam.melangkah mundur dan meninggalkan si ibu yang tadi mengatai Leticia.masih sendirian berada didepan Alfonso.


"Ibu, kalo sekali lagi ibu gosipin Leticia seperti itu. maka, saya jamin organ tubuh ibu akan hilang. entah itu ginjal, bola mata ibu. akan saya cungkil." ucap Al.


Srettttt..., sambil menunjukan tangan ke arah lehenya.


Mendengar ancaman Al, si ibu mulai gemetaran dan meminta maaf.


"Maafkan, aku tuan. aku janji tidak akan bergosip tentang Leticia lagi." ucap wanita itu.


"Ya, sudah pergi sana."perintah Al.


Alfonso berjalan ke kasir,mengambil belanjaannya disimpan diatas meja kasir.


satu persatu.setelah dihitung Al, melakukan transaksi pembayaran dengan blackcards.


Dengan, membawa beberapa kantong belanjaan. Alfonso berjalan keluar menuju area parkiran. dimana, mobil mini coopernya diparkirkan. memasukkan semua belanjaan ke bagasi mobil. Al masuk kedalam mobil dan menginjak pedal melaju kembali ke Mansion miliknya.


Panasnya, kota Madrid hari ini. tidak membuat Alfonso lelah, dengan semangat dan sesekali ikut menyanyikan lagu yang diputar di mobilnya, sambil jarinya menari diatas setir mobil layak nya seorang ahli pemain profesional drum band.


mobilnya melaju memasuki Mansionnya,. Bale, yang melihat tuannya datang segera membuka pintu pagar, dan mobil berjalan masuk ke halaman depan Masion.Alfonso turun dari mobil, para pelayan berlari kecil menyambut tuan mereka pulang. pelayan pelayan itu, mengambil belanjaan Alfoso didalam bagasi mobil dan membawanya ke dalam dapur.


Meletakkan, semua belanjaan diatas meja.dan diikuti Alfonso menuju ke arah dapur.


Al, mulai mengeksekusi kobe strip steaknya. tangannya Alfonso layaknya seorang Chef profesional.memotong paprika, kentang, wortel dan mulai memasak. satu persatu bahan tahap pertahap.


Glen, yang sudah tiba didepan Mansion. berjalan. masuk kedalam rumah. menuju ruang tamu hidung Glen mencium aroma steak buatan Alfonso, yang membuat kantong tengannya memberi alarm.

__ADS_1


Karna, penasaran Glen berjalan ke arah dapur. matanya membulat saat melihat Al yang lagi berkutat dengan alat dapur didepan kompor panas. mengambil gambar secara diam diam, dan mengirimkan ke Fani.


"Hmmmmm...,


Glen berdehem.


"Wah, ada chef baru ya Bi? "ledek Glen sambil melihat ke arah pelayan yang setia ,enunghu di dapur.


Al, yang sejak tadi sudah melihat kedatangan Glen. hanya menggeleng.dan terus memasak tidak menghiraukan sama sekali dengan ledekan Glen.


"Sepertinya hari ini perayaan sesuatu yang penting." goda Glen.


Mendengar godaan Glen. Al hanya tersenyum, dan mengggelengkan kepala. kobe strip steaknya sudah selesai di masak.


"Bi, tolong ambilkan aku piring buat pletingnya."ucap Al. pada salah satu pelayan yang stay menunggu didapur.


Dengan, cepat sang pelayan berjalan ke arah lemari. membuka lemari mengambil 2 piring putih. diletakkan di atas meja makan. tangan Alfonso mulai menata Diatas piring, Glen yang sejak tadi memperhatikan Al. merasakan ada yang berubah dari diri Alfonso.


"Kamu seperti hidup kembali Al. sejak, kepergian orangtuamu. terlihat jelas di wajahmu kamu kehilangan arah. tapi hari ini aura wajahmu terlihat seperti kamu sudah kembali. kalo itu karna Cia akan aku minta tolong Fani membantu cinta kamu." batin Glen.


Setelah menata masakannya. Alfonso kembali menarik kursi dan duduk bersebelahan dengan Glen.


Glen , ang mencium bau aroma Steak. sudah tidak sabar makan masakan Mafia dingin itu.


"Ayo , makan. bukannya kamu ke sini karna penasaran dengan masakanku." ledek Al.


Tangan Al dan Glen. meraih garpu dan pisau . mereka mulai memotong daging steaknya, memasukan potongan demi potongn daging ke mulut mereka merasakn gurihnya daging karna campuran saus steak yang merata dan daging yang empuk. membuat Glen tidak berhentinya memuji Al.


"Al, kamu sudah bisa membuka resto steak." goda Glen.


" Aku ng suka. karna kalo buka resto kerjanya harus full dan selalu stay. mendingan saya kerja seperti ini. kalo, saya bosan saya hanya perintahkan anak buah saya yang kerja. "ucap Al.


"Hemmmm...,


Setelah makan, kedua pria ini bercanda layaknya pria biasa, yang sejenak melupakan peridikat mereka sebagai seorang mafia berhati dingin.


Berjalan, ke ruang tamu dan Alfonso meminta Pelayan untuk memotong buah dibawah ke meja ruang tamu.

__ADS_1


Alfonso dan Glen mendudukkan tubuhnya ke sofa diruang tamu. tangannya direntangkan di atas sandaran sofa. Glen dan Al mulai membahas hal penting yang saat sedang heboh bahkan sudah menjadi trending.


__ADS_2