
Leticia yang ketakutan didalam mobil hanya melirik ke arah pistol.
Sedangkan bibi Yati dan margetha sudah histeris berlari ke Mansion.
para penjaga di Mansion mempersiapkand diri dengan senjata lengkap dan mengejar mobil yang membawa Leticia.
"Kamu?tidak kenal siapa suami saya?dan lu wanita bodoh! kenapa jebak saya? lu lupa?dimana kau bekerja, mau karier lu tamat ?" dengan berani Leticia menantang mereka.
wanita yang duduk didepan tidak memperdulikan omongan leticia.
"ciuhh..., aku sudah melupakan karier saya, sejak lu masuk dalam kehidupan Alfonso. paham lu!" wanita itu berdecih. dan membalikkan badan nya menatap tajam ke arah Leticia.
Leticia, diam. memikirkan perkataaan wanita itu, karna yang dia tau Alfonso sama sekali tidak memiliki kekasih selain wanita penghibur di luar sana. dan mengenal dirinya langsung menikah.
Leticia memincingkan matanya," aku tidak akan pernah percaya wanita ular seperti lu."
"Terserah lu. tapi kau lah yang membuat saya jadi jahat seperti ini."jawab wanita itu dengan ketus
"Ayo, percepat kecepatan karna bos menunggu disana." perintah wanita itu pada sopir.
Suara mobil dan suara tembakan saling bersahut sahutan.
Dan..,
__ADS_1
Mereka seolah tidak mendengar suara tembakan, dari luar sana.
Pria bertopeng, yang berada dibelakang Leticia. terus menodong kan pistol ke kepala Leticia.
"aku bilang jangan bicara, cukup jawab pertanyaan yang aku ajukan maka kamu akan selamat." ucap pria bertopeng itu dengan suara datar dan menakutkan.
"Dan, kau akan menjawab pertanyaan pertanyaan ku ."
Leticia, yang mendengar ucapan pria itu, menutup matanya sesaat.meredam rasa kepanikan Leticia mengangguk.
"Apa pekerjaan suami mu?"
Mata Leticia terbelalak dan untungnya pria itu menyingkirkan pistol tangan dari mulut Leticia. karna Leticia sama sekali tidak tau harus menjawab apa.
"Aku tidak tau apa yang kau bicarakan."
oliver menyentakkan tubuh Leticia, sehingga lengan atasnya mencekik jalur pernapasan leticia.
"Jawab pertanyaanku!kemarin dia ke California apa yang dia lakukan di sana."
Dengan napas tersenggal senggal Leticia menjawab.
"Aku tidak tau, sumpah!"
__ADS_1
Karna, yang Leticia tau Alfonso hanya seorang presdir muda dari perusahaan Katrindof.
Oliver mengubah posisinya, berada disamping Leticia.dan menekuk Lengan Leticia ke belakang.
"Jangan bohong kamu! aku tidak percaya." geram oliver karna dia tahu bosnya Blake habis dibunuh oleh Alfonso. dan dia lah yang sekarang menguasai markas Blake.
Karna itu dia bekerja sama dengan Mason untuk menjatuhkan Alfonso,dengan cara menculik Leticia.
Karna, Mason tau. kalau Leticia di tangan dia maka Alfonso akan menyerahkan semua bahkan siap mati. Mason mengakui betapa Alfonso begitu mencintai putrinya itu.
Karna, itu mereka bekerja sama dengan oliver dan Antonia. karna sejak Leticia masuk dalam kehidupan Alfonso. Mason melihat ada kekecewaan di hati Antonia. karna itu mereka manfaatkan situasi itu.
Flashback.
Mason yang waktu pernikahan Leticia dipaksa hadir oleh Alfonso, tidak sengaja melihat Antonia yang begitu kecewa berjalam ke arah toilet. dan pas itu Mason juga sengaja ke toilet tanpa pengawasan anak buah Alfonso.
"Nona, sepertinya nona lagi kesal?" tanya Mason pada Antonia.
"Siapa lu! se enaknya samparin saya." bentak Antonia sesunggukan.
"Hei..,, nona. siapa tau kita bisa kerja sama."jawab Mason.
"Maksud tuan?" Antonia kembali bertanya.
__ADS_1
"kamu, katakan apa yang menyebabkan kamu menangis. kalo itu sama dengan apa yang saat ini saya rasakan, saya kira ini tidak salah kalau kita bisa bekerja sama untuk saling menguntungkan." jawab Mason dengan tersenyum jahat.