SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Titip Nabila.


__ADS_3

Acara berlanjut, Kevin dan Nabila berjalan menuju pelaminan.melanjutkan acara demi acara. satu persatu tamu undangan datang memberikan ucapan selamat


Glen menggandeng tangan Stefani, berjalan ke depan pelaminan untuk memberi selamat disusul Gareth, Mason, Andre, Walker juga Reno dari belakang.


''Selamat ya, Nabila. bahagia selalu.''ucap Stefani kemudian mereka berpelukan seperti biasa kedua sahabatnya ini melepas rindu dengan menitikkan air mata mereka.


''Terima kasih, Fani. sudah merepotkan kalian semua datang jauh jauh dari Spanyol ke Paris.''jawab Nabila.


Stefani tersenyum. ''sama sekali tidak merepotkan, saya kesini karena ingin bertemu calon ponakan saya,''bisik Stefani.


Nabila, tersenyum lalu menatap Kevin. Kevin, hanya mengangkat kedua bahunya.


Lalu, Stefani beralih ke Kevin. ''Vin, titip Nabila ya, tolong jaga dia dengan baik,'' pesan Stefani.


''Fan, aku tidak mau berjanji, tetapi aku ingin membuktikan pada kalian semua.,'' tegas Kevin. "kalau, Nabila sangat berarti dalam hidup aku," ujar Kevin.


kemudian Stefani berjalan ke samping memberi ruang pada sahabatnya yang lain untuk memberi ucapan selamat.


''Vin, selamat ya. akhirnya kau susul aku dan Alfonso.''ucap Glen.sembari menepuk bahu Kevin.


''Terima kasih. Glen, maaf sudah merepotkan kalian semua.'' jawab Kevin.


''Nak, selamat ya semoga langgeng, terus pertahankan cintamu nak.''ucap Mason pada Kevin.


''Daddy, Terima kasih.'' sambung Kevin.


''Akhirnya, masa jomblo lu berakhir. ingat, jangan lembur dulu.''bisik Gareth sembari memeluk Kevin.


''Saya, pasti bersabar. aku, juga menunggu kabar baik dari kalian berdua.'' celetuk Kevin.


''Nab, awasi Kevin kebiasaan kalau malam suka kelayapan di club.'' goda Gareth.


Nabila tersenyum. "Nanti, kakinya saya rantai, Reth, ''jawab Nabila.


Andre, datang langsung memeluk Kevin. "selamat, vin. kau membuat saya terharu,'' ucap Andre.

__ADS_1


''Bisa saja lu Ndre.''jawab Kevin lalu menepuk bahu Andre.


lalu Andre beralih pada Nabila. "Nab, selamat ya,''ucap Andre


''Terima kasih.'' jawab Nabila.


Begitupun Walker juga memberi ucapan selamat. Reno, berjalan mendekati Kevin sembari tersenyum.


''Selamat, semoga bahagia.''ucap Reno.dingin matanya enggan menatap Kevin.


Kevin, mengepalkan tangannya. "Sabar, vin,"batin Kevin.


Lalu, Kevin memeluk Reno sambil berbisik. "Urusan kau dan aku belum selesai," bisik Kevin. ditelinga Reno.


"Tenang, santai jangan panas ini acara lu, aku enggak lari," balas Reno dengan tersenyum sinis.


" oke," gumam Kevin.


Kemudian, Kevin melepas pelukan Reno. lalu, Reno beralih pada Nabila.


"Jangan, macam macam lu, Reno."gumam Kevin.


Reno, yang kesal mengangkat kedua bahunya dan berlalu pergi. Nabila, meraih tangan Kevin dengan gemetaran. "Sudah, setelah ini dia akan berurusan dengan saya, jangan sedih di hari bahagia kita," bisik Kevin.


Nabila, mengangguk. '' Dia, benar benar sudah melewati batasannya, aku tidak bisa membiarkan dia terus seperti ini,'' gumam Kevin. matanya, terus menatap Reno.


Selesai tamu undangan memberi selamat. Kevin, dan Nabila berjalan ke arah meja dimana Stefani dan Glen sedang makan. Kevin, menarik kursi untuk Nabila.


''Kamu, mau makan apa?' tanya Kevin. pada Nabila.


''Itu, escargot.'' jawab Nabila.


Kevin, mengerutkan dahinya. ''Enggak, boleh kamu sedang hamil Nab,'' enggak baik buat janin,'' ujar Kevin.


Nabila cemberut. ''Ya, uda aku mau pai aja,'' gumam Nabila.

__ADS_1


Kevin, mengambilkan Pai lalu di taruh di piring dan memberikan pada Nabila. ''ini, kamu makan disini dulu dengan Stefani, saya masih ada urusan dengan Glen,'' bisik Kevin.


Kemudian, Glen dan Kevin berjalan menjauh dari jangkauan tamu undangan yang sedang menikmati hidangan.


''Glen, sepertinya saya perlu kasih pelajaran pada si brengsek itu." tegas Kevin.


''Tidak, Vin. ini acara lu mana bisa lu bikin kacau. nanti, saja setelah bubar baru kamu bicara dengan dia.'' saran Glen.


Kevin, mengusap kasar wajahnya.karena, Kevin tidak bisa menahan emosi saat melihat Reno yang bersikap semau nya.


''Baiklah,''jawab Kevin. kemudian, mereka berjalan kembali ke kursi dimana Fani dan Nabila sedang makan sambil bercerita tentang awal Nabila kabur hingga membuat Stefani menatap tajam pada Reno yang sedang tertawa bersama Walker.


Waktu, sudah pukul 16:00. sesuai perjanjian acara pernikahan selesai. rombongan Spanyol bersama Kevin dan Nabila pulang ke Apartemen Nabila dengan menggunakan mobil.


''Mampir, dulu di apartemen. nanti kami akan mengantar kalian ke Airport.''pinta Nabila.


''Baiklah.''jawab Stefani.karena sebenarnya dia juga belum puasa bercerita dengan Nabila.


Setelah, tiba di Apartemen Kevin. semua masuk ke dalam apartemen. Tetapi, tidak bagi Reno yang memilih di lobby.


"Kenapa, enggak ikut masuk."tanya Walker.


"Enggak, ahh aku malas. pengap didalam enak disini kena udara segera."ketus Reno.


"Ya, sudah aku masuk dulu. enggak enak sama Kevin dan Nabila." pamit Walker. Kemudian, menyusul Glen dan teman teman masuk ke dalam apartemen Nabila.


Reno, mengibaskan tangannya. "Ya, udah sana pergi," usir Reno.


Dengan, kesal Reno duduk di lobby sembari mengebulkan asap rokoknya. Kevin, yang melihat Reno tidak berada didalam ruangan tamu mencari keberadaan Reno.


"Dimana, Reno?" tanya Kevin.


"Itu, dilobby katanya pengap didalam."jawab Walker.


"Oh.., gitu kalian minum dulu ya. saya dan Nabila ke lobby dulu." pamit Kevin.

__ADS_1


__ADS_2