SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Kekacauan dikamar.


__ADS_3

Hari berganti hari tak terasa keempat anak Alfonso dan Leticia sudah memasuki usia setahun.Leticia dan Alfonso sangat bahagia karena mereka dapat menyaksikan tumbuh kembang keempat anaknya bersama.


Bagi Leticia ini merupakan moment yang begitu menakjubkan bagi dirinya. Berbagai hal dilewati bersama, dimana suka dan cita menyatu menjadi satu. Dan mampu mempererat kedua kubu yang dulu bermusuhan kini hubungan keduanya sangatlah baik.


Leticia sangat menikmati semua moment berharga dalam hidupnya. Berawal saat dirinya mampu melahirkan keempat anaknya dengan selamat dengan kondisi dia yang sedang berjuang melawan Lupus.


Namun, rasa sakit karena penyakitnya tidak ada artinya. Ketika melihat keempat buah hati nya sekarang sudah bisa merangkak dan bahkan sudah bisa diajak bermain.


Pagi ini, Alfonso memilih bermain bersama keempat anaknya didalam kamar mandi.


''Ayo, sama daddy main busa yuk.'' ajak Alfonso sembari menuntun keempat anaknya masuk ke dalam kamar mandi.


Keempat anaknya sanggat girang. Karena memang mereka sangat suka bermain air apalagi lagi dikasih busa.


''Holeee! main busa.'' teriak keempat anaknya. walau bicara mereka masih cedal. Namun, orang orang terdekat mereka sudah mengerti bahasa planet mereka.


''ayo, berbaris yang rapi. diam, di tempat sebelum daddy suruh masuk, oke?'' titah Alfonso pada keempat anaknya.


''Ayo, balis nanti enggak dikasih busa.'' Aisha yang sangat dekat dengan Alfonso berlagak seperti pemimpin.


Semua kakaknya seperti terhipnotis dengan ucapannya langsung menurut. Mereka berbaris rapi menunggu daddy mereka memberi busa didalam bathtub.


''Nah... sudah boleh masuk. tunggu, daddy. enggak boleh masuk sendiri.'' pinta Alfonso.


Satu persatu Alfonso mengangkat keempat anaknya. dan di masukkan ke dalam bathtup dengan berhati hati.


Keempat anak itu sangat girang saat berada didalam bathtub. Mereka saling mengusap busa satu sama lain. ada yang meniup busa ada yang girang sendiri.


Alfonso berdiri hanya sebagai penonton. Namun, tetap waspada dan siaga mengingat mereka baru setahun. Walau anak Eropa memang umur setahun sudah mandiri. Namun, orang tua tetap menjaga karena kwatir terjadi hal yang tidak di inginkan.



''Ayo, cini! Cia aci cabun di lambutnya.'' panggil Alicia pada saudara kembarnya Alonzo.


''Enggak mau nanti peyih.'' Alonzo menolak.


Setelah sudah sejam lamanya mereka berada di dalam bathtub. Alfonso mulai memanggil untuk membersihkan tubuh mereka.


''Ayo siapa yang mau mandi duluan?'' tanya Alfonso


''Alisha daddy!" jawab Alisha dengan melipat ke dua tangannya di dadanya.


Putri Bungsu Alfonso ini memang sifat nya sangat mirip Leticia. Memiliki sifat cemburuan dan selalu ingin didekat Alfonso.

__ADS_1


''Ya, uda Alisha mandi lebih dulu. Aleijo, Alicia dan Alonzo, tetap didalam busa, ya.'' ujar Alfonso pada ketiga anaknya. yang sedang bermain busa sabun di dalam bathub.


''Oke, daddy! " jawab ketiganya.


''Daddy, nanti setelah salapan kita ain cayon cayonan, ya daddy." Alisha yang cerewet terus saja mengoceh.


''Iya, ayo gosok gigi dulu.'' ucap Alfonso, '' aaaa...'' sambung Alfonso lagi sembari memberi contoh cara membuka mulut.


''Aduh, daddy! mata aisha peyih.'' keluh Alisha. Tangannya mengusap sabun di mukanya.


Karena Alfonso memberi sampho kebanyakan di rambut hingga menetes ke dalam mata anaknya.


''Hahaha... maaf daddy enggak sengaja.'' Alfonso meminta maaf. karena dia tahu Alisha akan terus ngoceh kalau dirinya belum minta maaf.


Gadis kecil yang usia nya baru setahun itu, cerewetnya benar benar seperti Leticia.


Selesai memandikan Alisha dan mengenakkan handuk kimino gambar karakter princes cinderella. Alfonso menuntun putri kecilnya ke luar dari kamar mandi ke kamar mereka.


''Alisha tunggu disini dulu, daddy mandiin kakak kakak dulu, okey?'' ucap Alfonso.


''Iya Alisha duduk diam disini enggak aktif. Tetapi, Sha enggak mau film itu. daddy tolong ganti yang plinces, please!" jawab Alisha sembari berkedip kedip matanya pada Alfonso.


Alfonso hanya bisa menggelengkan kepalanya, dengan tingkah Alisha. Dia yang paling super duper aktif. Tetapi, tidak mau dibilang nakal Alisha selalu bilang.


''Sha anak aktif!"



Kalau saja Leticia yang melihat kekacauan yang terjadi di dalam kamar mandi. Leticia pasti akan histeris dengan kekacaun itu. Namun, untung saja mommy Cia lagi sibuk di dapur. menyiapkan sarapan pagi si kembar dan untuk dirinya dan Alfonso.


''Ayo, sini Alicia dulu yang mandi.'' panggil Alfonso sembari mengangkat putri kecilnya ke luar dari bathub


Semua sudah selesai di mandikan. Leticia juga sudah selesai masak sarapan di dapur. Dan, segera berjalan ke arah kamar untuk membersihkan tubuhnya.


Namun, baru saja membuka pintu dan menyebulkan kepalanya masuk ke dalam kamar. Leticia langsung membuka mulut lebar lebar dengan mata yang membulat.


Bagaimana tidak kaget, seluruh kamar bahkan ranjang menjadi warna putih semuanya karena tumpahan bedak yang dimainkan oleh Aleijo, Alicia, dan Alisha.


Ketiga bocah itu berkejaran didalam kamar dengan tubuh mereka yang polos. karena belum dikenakan baju oleh Alfonso.


Leticia mengacak pinggang dan hanya bisa menggelengkan kepalanya.


''Daddy! " ucap Leticia sembari menarik napas panjang, tangannya ditepuk dikeningnya.

__ADS_1


Alfonso menatap Leticia dengan tidak bersalah. Tangan nya terus mengeringkan rambut Alonzo.



''Hehehe... Nanti pelayan yang beresin.'' kata kata itu lolos begitu saja dari mulut Alfonso.


''Bukan, soal membersihkannya daddy? Tetapi, ini menyangkut daddy terlalu menuruti kemauan anak.'' protes Leticia.


''Maaf.'' jawab Alfonso.


Mendengar ucapan Alfonso dengan suara melemah Leticia tersenyum. Lalu, mengambil baju untuk membantu Alfonso mengenakkan baju kepada anak anaknya.


''Mommy, kata daddy hali ini, adek Clarinda mau ke cini.'' ucap Aleijo.


''Iya, adek Clarinda, Fidel, Belinda. mereka semua ke sini. bahkan Clarinda juga mau punya adek lagi.'' jelas Leticia.


''Jo, enggak mau punya aderk lagi. pusing! " jawab Aleijo sembari menepuk keningnya.


''Kenapa? bukannya lebih rame? " tanya Leticia.


''Enggak, itu Jo uda ada 3 adek. Meleka aktif aktif Jo pusing.'' sahut Aleijo.


Leticia menatap Alfonso dengan tersenyum. Alfonso, hanya bisa tertawa.


Selesai mengurus keempat anaknya. Leticia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Namun, lagi lagi Leticia harus menarik napas panjang. Karena busa sabun bertebaran di mana mana bahkan sampai menutupi bathub.


''Daddy! '' panggil Leticia.sembari menyebulkan kepalanya keluar dari kamar mandi.


Alfonso yang sudah tau penyebab Leticia panggil. Hanya bisa memamerkan deretan gigi putihnya.


Leticia, kembali menutup pintu kamar mandi. Untuk membersihkan tubuhnya.



Selesai mommy Cia membersihkan tubuhnya. Alfonso dan Leticia menuntun keempat anaknya keluar menuju ruang makan untuk sarapan bersama.


Karena, mereka akan kedatangan Tamu special yang sudah lama mereka rindukan.


******


Selamat Tahun Baru 2022.

__ADS_1


Semoga semua kebaikan selalu bersama kita.


peluk sayang dari saya.


__ADS_2