SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Surat dari Nabila.


__ADS_3

Dengan, kecepatan tiinggi Kevin terus mengikuti mobil Reno dari belakang. Reno, segera memutar balik mobilnya masuk ke dalam area parkir Nabila. dengan, cepat Kevin juga membelokkan mobilnya masuk ke dalam area parkir Nabila.


Kevin, segera mengeluarkan pistol dari pinggangnya dan dilihat peluru pistol,'' masih banyak,'' gumam Kevin.


Reno, yang sudah turun dari mobil dan berlari naik ke atas menuju unit Apartemen, milik Nabila. Kevin, segera mengikuti Reno dengan membidikkan pistol ke arah Reno.


Reno, yang sudah lebih dulu tiba didepan Apartemen Nabila dengan segera menekan bell.


Ting.., Tong..,


Kevin, segera menghentikan langkahnya dan bersembunyi dibalik tembok Apartemen unit sebelah yang tidak berjauhan dari Apartemen milik Nabila.


Kevin, terus menatapa ke arah Reno. Namun, hampir setengah jam bel berbunyi tidak ada yang keluar dari dalam Apartemen Nabila. terlihat oleh Kevin, Reno menekan bel dengan sangat kesal. Tetapi, lagi lagi sia sia tidak ada yang menjawab.


Reno, menatap jam mahal yang melingkar ditangannya." pukul 10 malam. tidak mungkin dia sudah tidur, biasanya dia mengeluh kalau bayinya tidak bisa membuat dia tidur dengan nyaman."batin Reno.


Karna, Reno yang sudah lama menunggu dengan kesal dan melayangkan satu tendangan dipintu Nabila, Renopun segera kembali ke Apartemen miliknya.


Kevin, menarik napas lega saat melihat tidak ada yang keluar dari Apartemen milik Nabila. Kevin, segera masuk ke dalam lift untuk ke area parkir mobil. sesampainya di area parkir tiba tiba ponsel Kevin berdering.


Dengan, cepat Kevin mengeluarkan ponsel dari dalam kantong celana. diusapnya, layar ponsel " Nomor, baru? siapa, yang menelpon?" batin Kevin.


Karena, rasa penasaran yang mendominasi dirinya Kevin segera menggeser layar ponselnya dan menempelkan ditelinga.


Si penelpon yang melihat Kevin sudah menerima panggilannya. menarik, napas dalam dan bergemetaran mulai berbicara.


"Hal_____lo Tu___an!" dengan suara terbata bata.

__ADS_1


"Iya, ini dengam siapa ya?" jawab Kevin tegas.


"Maaf , ini benar saya berbicara dengan tuan Kevin?" tanya orang itu lagi.


"Iya, ini saya Kevin, ada perlu apa?" jawab Kevin penasaran.


"Maaf, Tuan! saya, pelayan Nona Nabila. yang kemarin Tuan meninggalkan nomor ponsel Tuan untuk saya." jelas Amora.


"Oh.., kamu! iya, ada apa?kenapa, seperti ketakutan begitu?" Kevin terus bertanya.


"Maaf, Tuan! Nona, tidak ada dalam kamarnya. tadi, Nona pulang dari Apartemen Nona Stefani. karna, saya sudah memastikan Nona pulang dan sudah masuk ke kamarnya. saya juga, segera berjalan ke arah kamar saya untuk istirahat karena saya lagi tidak enak badan." jelas Amora.


Kevin, kembali mengunci mobilnya dan memasang earphone bluutoth ditelinga. Ponsel milik Kevin dimasukkan lagi ke dalam kantong celana. Dengan, cepat Kevin berlari kembali ke arah Apartemen Nabila.


''Terus apa!" dengan suara meninggi naik satu oktaf kevin bertanya.


Ting..,


Lift, berbunyi, Kevin, bergegas keluar dari dalam lift. Kevin, dengan cepat berjalan ke arah Apartemen milik Nabila.


Ting tong..,


Kevin, menekan pintu Apartemen Nabila. Amora yang sedang sesunggukan, masih mengintip dari lubang kunci Apartemen memastikan kalau itu benar Kevin.


''Buka, pintunya.'' ucap Kevin lewat sambungan Telpon.


''Baik, Tuan!" jawab Amora.

__ADS_1


Klik..,


panggilan diakhiri oleh Kevin.


Amora, segera membuka pintu untuk Kevin.


''Tuan!" sapa Amoro dengan menundukkan kepalanya.


''Hmmm.., mana surat yng ditinggal oleh Nabila untuk Kamu.'' tanya Kevin. dengan wajah dinginnya. Kevin terus menggertakan giginya membuat Amora bergidik ngeri.


Kevin, mulai membaca surat dari Nabila.


''Bibi, tetap disini ya. saya, masih pergi berlibur sebentar. saya, butuh refresing Bi. saya, kesepian semua sahabat saya sudah menikah, tidak ada yang bisa saya kunjungi untuk berbagi cerita. bibi tau sendiri saya anak yatim piatu sejak kedua orang tua saya meninggalkan karna kecelakaan mobil, saya hanya memiliki keluarga yaitu Stefani dan Leticia. Tetapi, bibi tau sendiri mereka sudah menikah semua. tidak baik kalau, saya terus terusan mengganggu mereka dengan masalah saya. Oleh karena itu, saya ingin mencari suasana baru dinegara orang. saya, janji bi. saya, tidak lama meninggalkan bibi, uang makan dan semuanya saya akan transfer setiap bulan. satu lagi yang penting, bibi, tolong jaga kepergian saya ini. jangan katakan pada siapapun, yang menanyai keberadaan saya. bibi cukup bilang saya hanya pergi berlibur sekalipun itu nona Stefani atau Nona Leticia. bibi, saya titip Apartemen ini, tolong dirawat seperti saya masih disini. sekian terima kasih dari Nabila.''


Kevin, meremas surat yang berada ditangannya. tangan dan bibirnya bergemetaran matanya berkaca kaca. terliha ada rasa kecewa didalam matanya. Namun, karna cintanya yang tulus, membuat Kevin terus mengejar Nabila.''kenapa, ketulusanku tidak dihargai oleh kamu Nabila.'' batin Kevin.


''Bibi, saya pergi dulu. ingat pesan Nabila dan satu lagi jangan buka pintu untuk sembarang orang kecuali, aku. Tapi, saya akan menelpon lebih dahulu sebelum saya kesini. bibi, tenang saja saya akan perintahkan dua orang anak buah saya untuk berjaga didepan Apartemen milik Nona Nabila.'' pesan Kevin sebelum meninggalkan Apartemen Nabila, sembari mengembalikan surat Nabila untuk Amora lagi.


''Baik, Tuan!'' jawab Amora mengerti. kemudian menerima surat dari tangan Kevin.


Kevin segera, meninggalkan Apartemen Nabila. matanya menatap jam yang melingkar ditangannya.''dia baru setengah jam berangkat.'' batin Kevin.


...----------------...


Pagi, ini masih part Nabila dan Kevin ya. karna, Leticia Alfonso hanya menunggu waktu lahiran saja. sehat sehat selalu ya.


mereka semua memiliki kisah tapi, tidak dominan seperti Alfonso dan Leticia.

__ADS_1


Terima kasih!!!


__ADS_2