
''Kenapa, tidak boleh ini hanya mainan?'' jawab Alfonso.terus mengikuti langkah sang istri yang berjalan ke arah baju baju bayi.
'' ssttt..., pokoknya tidak sayang.aku harap kamu mengerti.'' jawab Leticia.sambil menunjukkan jari telunjuknya ke bibirnya.
''Baiklah, aku diam tapi, kalau mereka sudah menginjak masa remaja mereka boleh dong latihan belah diri demi keamanan mereka sayang.'' bisik Alfonso ditelinga sang istri. namun, kembali mendapat tatapan tajam dari sang istri.
'' Oke, sorry.'' jawab Alfonso sambil tersenyum.
Leticia serius memilih baju baju bayi.Alfonso juga tidak kalah antusias ikut memilih baju anak anak mereka.
''Sayang, lihat ini. sangat lucu bajunya bentuk hewan.'' ucap Alfonso sambil menunjukkan baju berbentuk harimau. dan menempelkan ke dadanya lalu berputar layaknya seorang penari balet.
''btbthhh.., sayang kamu dilihat orang. image mafiamu kenapa jadi penari balet sayang?'' jawab Leticia sambil menahan tawa.
'' Biarin, asal istriku tersenyum. dan, itu membuatku gila. karna, kalau melihat kamu tersenyum seperti ini kamu semakin cantik.'' goda Alfonso.
Leticia, memutar mata malas. membuat Alfonso gemas.saat sedang memilih baju bayi. Alfonso, yang penasaran dilorong khusus ibu menyusui.
segera, berjalan ke arah kebutuhan ibu menyusui. disana Alfonso melihat ada sebuah kotak kecil yang terdapat gambar ibu hamil dengan garis garis streetmark diperutnya.
'' Apa, fungsi cream ini?'' tanya Alfonso sambil menunjukkan cream itu ke pelayan toko.
'' ini, untuk dioleskan ke perut ibu hamil saat sementara hamil maupun sudah melahirkan untuk mencegah dan menghilangkan streetmark.'' jelas pelayan toko itu.
'' Apa tidak berpengaruh?kalau bayinya masih dalam perut ibunya.'' tanya Alfonso yang kwatir bayi bayinya kena efek dari creamnya.
'' ohh.., tidak apa apa. ini produk yang aman pak.'' jelas pelayan toko dengan sopan dan sabar.
'' Baik, kalau begitu aku beli 5 dos.tolong dibungkuskan atau aku gabungkan di belanjaan yang ada dikeranjangku ini saja?" tanya Alfonso .
'' Digabungkan dikeranjang juga tidak masalah pak.mau dititpkan ke kita juga boleh.'' jelas pelayan lagi.
'' Aku gabungkan disini saja.'' jawab Alfonso lalu menaruh lima dos cream cegah streetmark ke dalam keranjang belanjaannya.karna, bagi Alfonso selain kebutuhan anak anak, kesehatan kulit sang istri juga penting.
Alfonso, berjalan kembali ke arah Leticia. yang, sedang sibuk memilih baju bayi.
''Sudah selesai?'' tanya Alfonso.
''Sedikit lagi.'' jawab Leticia.tanganya terus memilih baju baju yang lucu.
''Oke, aku akan membantumu.'' jawab Alfonso.setelah selesai memilih baju. merekapun berjalan ke arah kasir.
Saat, ke arah kasir Alfonso dan Leticia melewati didepan stroler bayi Leticia melihat ke arah Alfonso. namun, Alfonso menggeleng.
"Kenapa?" tanya Leticia yang penasaran. tumben kali ini Alfonso menolak menolak perminta leeticia untuk membeli stroler bayi.
__ADS_1
"Kamu tau sayang. jika, anak kita dibiasakan di atas stroler mereka akan terbiasa dengan stroler.dan disaat kita jalan ke manapun mereka akan tergantung ke stroler. aku tidak ingin hal itu terjadi pada anak anakku. aku akan menggendong mereka dengan tanganku. bukan mereka berada stroler." jelas Alfonso.sambil memeluk sang istri.
"Tapi, anak kita empat sayang. kita akan kesulitan menggendong mereka."tanya Leticia.
"iya, benar katamu sayang. tapi, pertanyaku. kita ajak anak jalan atau ajak stroler? kita mendorong mereka didalam stroler, yang orang orang lihat bukan anak kita tapi stroler kita.anak kita yang masih bayi butuh banyak interaksi dari kita orang tua. bukan membiarkan mereka berdiam diri didalam stroler itu akan membuat anak anak kita minim interaksi lama kelamaan akan memicu stres pada bayi kita itu bisa menyebabkan mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang mudah depresi dan cemas. aku, enggak mau beli. bukan, berarti aku enggak sanggup beli tapi aku memikirkan bayi kita ke depannya."
"Bayangkan, jika mereka diikat didalam stroler dan tidak bisa berpaling dari situasi yang sangat ramai itu akan memicu mereka tumbuh menjadi pribadi yang mudah cemas di masa depannya."
"penggunaan stroler juga membuat bayi, merasa sulit untuk mendapatkan perhatian orang tua. karna,apa? mereka butuh kita tunjukin apa yg kita lihat disaat berjalan jalan dengan mereka. bukan mendiamin mereka dengan membiarkan mereka berdiam diri didalam stroler. karna itu aku ingin menggendong mereka sendiri. agar aku ingin menciptakan suasana ceria bersama mereka, aku ingin mereka selalu dekat dengan kita .karna disaat kita menggendong mereka. anak anak kita, akan merasa lebih dekat dengan kita''
''kamu, tau sayang. saat, kita menggendong mereka. ada sentuhan sentuhan langsung yang membuat anak merasa tenang. karna, pada dasarnya anak butuh kondisi yang membuatnya merasa aman dan terlindungi. jadi, sayang kalau di stroler, kedekatan antara anak dan orang tua tidak terpenuhi.sayang.'' jelas Alfonso panjang lebar. sambil mendaratkan satu kecupan dipipi sang istri agar tdak membuat sang istri merasa sedih atau tersinggung.
Leticia, menatap dalam bola mata sang suami sambil tersenyum tangannya meraih pipi sang suami.
'' you're the best daddy. we are proud with you.[ kamu daddy yang terbaik. kami bangga denganmu].'' jawab Leticia sambil tersenyum.
'' Berarti sudah mengerti maksudku sayang.'' balas Alfonso. sambil menggandeng tangan sang istri menuju ke arah kasir. dan Leticia mengangguk manja pada sang suami.
Setelah, hampir dua jam didalam toko bayi akhirnya merekapun selesai berbelanja.
Alfonso, melakukan pembayaran. selesai pembayaran dengan membawa paper bag. Alfonso menggandeng tangan sang istri untuk kembali pulang ke Mansion.
'' Sebentar sayang, aku ambil titipan belanjaan tadi ditempat penitipan barang.'' ucap Alfonso dan berjalan ke arah penitipan barang.Setelah, mengambil belanja sang istri yang tadi dititipkan. Alfonso, dan Leticia keluar dari toko perlengkapan ibu dan bayi.
'' Sayang, perutku sudah sangat lapar.'' ucap Leticia. sambil menatap sang suami.
'' iya, ayo kita makan dulu. kamu mau makan apa?'' tanya Alfonso. wajahnya menunduk sedikit ke bawah untuk melihat wajah sang istri.
'' Terserah, asal aku tidak lapar.'' jawab Leticia. sambil tersenyum.
"Bagaimana kita makan steak? untuk, mengenang awal kita makan berdua?"Alfonso memberi saran.
Awal Alfonso, makan pertama bersama Leticia. di salah resto, mereka memilih menu steak dan dihari itu juga Alfonso mengetahui sakit Leticia.
"Boleh, lagian tidak sering kan aku makan daging?" jawab Leticia tersenyum geli. sambil mengenang kisah awal mereka bersama.
Alfonso, juga tersenyum. mereka berjalan menuju salah satu resto di mall itu.
''Selamat datang.'' sapa pramusaji resto.
''Aku mau ruangan vip saja.'' ucap Alfonso. karna Alfonso tidak ingin istrinya menghirup asap rokok dari pengunjung resto yang duduk disitu.
''Baik pak, mari ikut saya.'' jawab salah satu pramusaji.
Alfonso dan Leticia berjalan mengikuti pramusaji itu ke ruang vip.
__ADS_1
''Silahkan pak.''' ucap pramusaji.sambil membuka pintu ruangan vip untuk Alfonso dan Leticia masuk dan duduk.
'' Terima kasih.''jawab Leticia dan Alfonso bersama.
'''Sama sama.'' jawab pramusaji lagi.
Alfonso dan Leticia mulai memilih menu, setelah memilih menu pramusajipun kembali untuk mengambil pesanan Alfonso dan Leticia.
'' Sayang, perlengkapan bayi belum selesai dibeli kkan?'' tanya Alfonso sambil menatap Leticia.
'' iya, belum.'' jawab Leticia yang perutnya sudah tidak bisa diajak kompromi lagi.
'' Nanti, anak anak gimana sekamar dengan kita atau mereka harus pisah kamar dari kita?'' sambung Leticia lagi.
'' Enggak, anak anak sekamar dengan kita. dan selama aku masih mampu menjaga mereka babysitter tidak ikut merawat anak anak. mereka hanya cukup membantu urusan bayi yang lain.'' jelas Alfonso.
''Tapi, sayang kalau--------'' sahut Leticia. tapi, Alfonso cepat menggeleng kepalanya. meminta sang istri untuk tidak melanjutkan pembicaraannya.karna, Alfonso sudah tau ke arah mana Leticia akan bicara.
''Jangan, bahas disini. nanti kita akan bahas masalah ini dikamar kita.'' jawab Alfonso. dan diangguk leticia.
Pramusaji, sudah mengantarkan pesanan Alfonso dan Leticia ke meja mereka.
'' silahkan pak buk. selamat menikmati.'' ucap pramusaji. lalu, meletakkan pesanan Alfonso dan leticia diatas meja dan pergi.
Alfonso dan leticia pun mulai menikmati pesanan steak mereka.selesai, makan Alfonso dan leticia kembali ke Mansion.
*******
Didunia, yang berbeda. gadis manis, yang sekarang berwajah baru, bersikap sekarang lebih sopan dan manis. sedang berkemas bersama sang suami untuk kembali ke spanyol.
Karla, yang saat ini sudah berubah seratus persen. kini, bersama Steward sedang menanti kehadiran buah hati mereka.
Karla, dan Steward. akan ke spanyol untuk memperkenalkan steward ke ibu felisia.
''Ward, apa mommy akan mengenal saya dengan wajah baru saya ini?'' tanya Karla yang ragu kalau mommynya akan menolak dirinya.karna, sejak kematian sergio.Karlapun seolah hilang kabar. sama sekali, tidak menghubungi mom' Felisia.
'' Aku, pikir Alfonso sudah memikirkan semuanya dengan matang.sebelum melakukan tindakan. dan asal kamu tau ikatan batin seorang anak dan seorang ibu. tidak dengan perubahan wajah. tapi, dengan hati dan cinta. jika, dia mmommy mu seberapa berubah rupamu ibumu akan tetap mengenal dirimu. dan aku yakin Alfonso juga mungkin sudah menjelaskan semuanya.'' jelas Steward sambil memeluk sang istri yang sedang packing baju mereka didalam koper.
"Terima kasih sayang. kamu, selalu menguatkan saya dan selalu bersama saya. walaupun, kamu pernah melihat siapa saya sebelumnya." jawab Karla sambil menatap dalam Sang suami.
Karla, tau bahkan dia sempat tidak yakin akan cinta Steward untuk dirinya. dimana,dulu waktu dirinya di kurung ditahanan Alfonso. Karla, sempat meminta untuk dibunuh saja. daripada, harus melayani ke lima sahabat dari Alfonso.
Bahkan,Karla.juga tidak percaya kalau Steward akhirnya bisa mencintai dirinya dan menerima dia dengan segala kekurangan dirinya.
"Sama sama. jangan pernah merasa tidak percaya diri atau merasa rendah diri.karna, semua manusia memiliki jalan hidup yang berbeda beda sayang. karna, kamu sangat berharga dalam hidup aku." jawab Steward dan membiarkan bibir mereka saling menyatu.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maaf, baru up lagi karna ada kepentingan mendadak yang membuat saya tidak up🙏