SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
24. Alfonso&Leticia


__ADS_3

Nia yang sibuk dikantor karna banyak pekerjaan,ditambah Walker memberi dia kerjaan tambahan lagi.untuk,mengecek catering,dan nanti jam 1 siang ada pertemuan dengan klien Walker meminta Nia lah yang mewakili dirinya.


"Kenapa mobil Alfonso, barengan sama mobil Leticia? ah bodoh ah mungkin mereka tidak sengaja datang bersamaan.lagian mana ada pria dingin itu ada waktu buat wanita? Mustahil !" batin Nia.


klik..,


pintu mobil Alfonso dibuka.


Tak..Tak...tak..


Langkah kaki Alfonso dan keempat temannya masuk ke dalam ruangan kantor, dan seperti biasanya Gareth memberikan kunci mobil pada satpam untuk diparkirkan ke parkiran khusus Presdir.


Dimobil, yang berbeda Stolen dengan sigap membuka kan pintu untuk Leticia dan teman temannya.


klik...


pintu mobil terbuka.


"Silahkan Non." ucap Stolen.


"Baik, terima kasih. Kamu dan Reno tunggu saja disini enggak usah kawal aku karna aku diruangan kantor enggak bakal ada yang mendekati aku."Ucap Leticia.


"Baik Nona, saya mengerti." jawab Stolen dan kembali menutup pintu mobil.


klik...


...****************...


Alfonso, dan teman temannya sudah berada didalam Lift, Alfonso memilih lift umum yang digunakan tamu dan karyawan.karena, Alfonso justru tidak nyaman kalau menggunakan fasilitas khusus Presdir.


Leticia yang berjalan tergesa gesa dengan cepat menekan tombol lift dan lift nya terbuka.


Ting...


Pintu lift terbuka.


Deg..,


jantung Leticia seketika berdetak kencang.


" Ha?" Leticia kaget.


Kaget, karna ada Alfonso, pria yang selama ini mengganggu pikirannya di saat ia tidur.

__ADS_1


dan bergegas masuk ke dalam lift disusul Nabila dan Stefani.


"Pagi, permisi." ucap Leticia


"Pagi juga , silahkan."jawab ke empat teman Alfonso sambil tersenyum.


Berbeda dengan Alfonso yang hanya diam ,dan menatap tajam. pandangan matanyapun lurus ke depan.


berbanding terbalik dengan Leticia, jantung Leticia berdetak semakin kencang,aliran darahnya pun mengalir semakin deras.matanya berbinar binar, senyum manisnya selalu terukir dibibir tipis berwarna pink itu.


sesekali Leticia mencuri pandang ke Alfonso.


Alfonso yang menyadari, hanya bergedik dan sedikit tersenyum sinis diwajah tampan dinginnya.


Glen yang memilih berdiri dekat Stefani asyik ngobrol.


Ting..,


Gareth, menekan tombol pintu dan semua keluar, ke lima Pria itu berjalan menuju ruangan Walker, dan Ke tiga wanita itu berjalan ke ruangan tamu.


"Pagi semuanya." sapa Nia dengan tersenyum.


"Kenapa setiap kali aku ke sini, orang orang itu melihat aku serasa ingin menelan ya?" gumam Alfonso.


Tok..,


Tok..,


Tok..,


Pintu diketuk Andre,.


"Ya silahkan masuk."Jawab Walker. dan masih serius memeriksa beberapa lembar berkas didepannya.


"Selamat pagi, maaf sudah menggangu."ucap Kevin. dengan sengaja menirukan suara wanita.


"Hmmmmm".Jawab singkat Walker.


"Jadi, enggak pemotretannya. kalau, tidak jadi aku enggak menunggu disini."ucap Alfonso yang kesal karna dicuekin Walker.


Walker, akhirnya menghentikan kerjaanya.tangannya mulai merapikan semua berkas berkas di meja kerjanya, dan menatap ke arah ke lima pria yang sudah duduk disofa ruangan kerja Walker.


__ADS_1


"Kalian? sejak kapan kalian berada disini? terus wanita yang tadi ke ruangan ku sudah kalian apakan? " tanya Walker dengan wajah polosnya.


" Alasan saja, jelas jelas yang tadi berada diruangan ini kami, malah beralih ke wanita. dasar playboy cap kapak." ucap Alfonso yang kesal dengan kelakukan Walker yng sok polos.


Walker yang melihat kekesalan Alfonso hanya tersenyum sinis, dan melihat jam yang berada dilingkaran tangannya.


"Hayo, sudah mau jam 11, Leticia pasti sudah datang."ucap Walker.


Ceklek...


Pintu ruang kerja Walker dibuka, keenam Pria itupun berjalan menuju ke lantai atas tempat pemotretan.


Tak...


Tak...


Tak....


Merekapun tiba diruangan pemotretan disana leticia dan lainnya sudah menunggu, dan bersiapan pengambilan gambar.


"Pagi semua nya."Ucap Walker.


"Pagi juga." jawab serentak semua yang berada diruangan itu.


Alfonso kaget saat berpandangan dengan Leticia, Pria normal.


"Sempurna." kata pertama yang terucap dari mulut Alfonso .entah itu sadar atau tidak sadar tapi ini pertama kali Alfonso memuji wanita.


Leticia yang mendengar ucapan Alfonso hanya tersenyum malu, dan menunduk sambil berjalan ke depan dimana tempat yang sudah disediakan untuk pengambilan gambar.


Glen yang berdiri didekat Alfonso, bergidik geli karna pertama kali Glen juga mendengar Alfonso memuji wanita.


"Alfonso yang biasanya menganggap wanita sebagai pemuas hasratnya.kenapa hari ini melihat Leticia pandangannya tidak beralih?" gumam Glen.


"Berhasil." ucap Walker sambil berkedip kearah Glen.


Glen mengangkat kedua jempol tangannya dan menaik turunkan alisnya.


pengambilan gambar Leticia.



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Visual Alfonso dan leticia


__ADS_2