SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
bisa kah dia hamil


__ADS_3

Bremmmm...,


Mobil Alfonso tiba didepan markas. Anak buahnya segera membukakan pintu pagar hitam itu, mobil Al masuk dan diparkirkan oleh anak buahnya di parkiran bawah tanah.


Al, turun dari mobil berjalan ke dalam markas disana sudah ditungguin ke empat sahabatnya.


"Wah, yang lagi bucin baru datang."goda Glen.


Al, tidak menghiraukan godaan mereka. karna, wajahnya masih kusut, otaknya masih kram mikirin Cia.


Al, hanya tersenyum kecut.berjalan mendekati mereka menarik kursi disebelah Andre. lalu, Al menduduk kan tubuhnya disofa hitam itu.


"Al. "ucap Gareth yang menunjukkan minuman ke Al.


Tapi Al menolaknya.


"Aku ng mau. oya, nanti acaranya jam 9 pagi undang orang yg penting aja. perintahkan pada Ethan perketat penjagaan."ucap Al.


"Emang, Cia uda mau?"tanya Kevin.


"Dia harus mau. kalau dia tidak mau akan aku lakukan berbagai cara untuk memiliki dia, menculik dia, merebut dia apapun itu yang penting dia jadi milik ku."ucap Al.


Semua teman temannya menertawai dia. tapi, Al tidak memperdulikan itu.


"Satu lagi perintahkan Ke Nuel dan Jose, tangkap Mason kalo dia macam macam, dan masih ngotot bunuh saja sekalian. lagian Cia juga tidak seberapa memerlukan kehadiran dia di acara pertunangan nanti." ucap Al. lagi.


Pandangan matanya kosong mengartikan banyak masalah yang dibebani dirinya. tapi, Al enggan bercerita pada teman temannya.


"Al, aku tau. sebenarnya kamu menyembunyikan apa sich?"ucap Glen.


Dan begitupun, temannya yang lain melihat kearah Al. mereka merasa kasihan. karna Al, tidak pernah seperti ini.


Teman temannya merokok, dia hanya melihat saja. ditawarin oleh Andre. tapi lagi lagi Al menolak.


"Aku, mungkin akan berhenti merokok. tapi, setelah aku tau alasan yang sebenarnya."ucap Al lagi.


"Apa, yang kamu sembunyikan Al? coba ceritakan, mungkin kami bisa kasih jalan keluarnya. "ucap Gareth.


"Aku, juga belum tau. tapi aku heran tadi di resto selesai makan aku mau merokok. Cia, mengatakan kalo aku merokok dia akan menunggu aku diluar. saat aku tanya alasan nya di dalam resto, dia mengatakan kalo dia tidak bisa menghirup asap rokok. tapi saat diperjalanan Cia mengatakan kalo aku tidak akan sanggup menjalankan hidup bersama nya, sambil menangis. aku bingung perasaanya sering berubah ubah, kadang dia bisa marah, cemburu, kesal bahkan bahagia sekali."Ucap Al. sambill memijit kepalanya.


"Mungkin, Cia ng mau kamu bau rokok."ucap Kevin dan disambung tawa Oleh teman teman nya.


Al, menatap tajam mereka satu persatu.mereka, yang merasa ini bukan candaan. segera berhenti dari candaan mereka.


"Tapi, emang benar. Fani, juga sering menceritakan perubahan Cia akhir akhir ini. perasaannya suka berubah ubah. dan Cia juga uda ng mau ke club. uda ng minum lagi bahkan kalo ada yang ngerokok dengan cepat Cia berjalan menghindari itu. Fani, juga mengatakan kalo Cia sering ke rumah sakit dengan alasan menemui kekasihnya, tapi Cia tidak pernah menceritaka siapa kekasihnya." ucap Glen.


Hahahahhha.....,


Al, menertawai dirinya.


"kenapa aku begitu terobsesi menikahi Cia? apa karna paksaan dari rencana awalku? sedangkan Cia sudah memiliki kekasih."Ucap Al. dengan wajah kacau nya.


"Tapi, bukannya. setiap saat kamu meminta Ethan. untuk, mengawasi Cia dari kejauhan.terus, laporan apa yang kamu dapat dari Ethan." tanya Glen lagi.


"Selama ini Ethan mengawasi Cia. Ethan mengatakan kalo Cia sama sekali tidak memiliki kekasih. Ethan juga sempati menemui dokter yang dikunjung Cia, tapi dokter wanita yang bernama Catlyn itu tidak mengatakan apa apa"sambung Al.


"Ya, coba saja kamu ke rumah sakit tanyakan pada dokternya. penyakit apa sich yang diderita Cia."Kevin memberi saran.


Al, seperti mendapatkan angin segar berdiri dari sofa. dan berjalan keluar dari markas.

__ADS_1


"Al, kamu mau ke mana?" tanya Andre.


"Mau, ke rumah sakit."jawab Al. dan terus berlalu.berjalan terus kedepan markas.


Ke empat temannya yang melihat Al, sudah berjalan duluan ke depan.segera, mereka pun menyusul Al.


Ank buahnya, yang melihat Al berjalan ke depan markas, berlari cepat ke parkiran dan membawakan mobil Al ke depan Markas.Al menerima kunci dari Ank buahnya dan segera membuka pintu.


Al masuk kebagian pengemudi, sedangkan teman temannya dengan cepat mengekor masuk dadan duduk dikursi belakang.sedangkan Glen memilih duduk di bagian samping Al.


Al, menginjak pedal gas dan melaju menuju rumah sakit Quironsalud. didalam mobil semua hanya diam tidak ada yang bersuara sama sekali. setelah hampir 25menit Al, tiba diruamah sakit.


Al turun dari mobil, lalu pintu mobil ditutup lagi, kunci mobil Al, serahkan ke Glen untuk mencari parkiran.


Gareth, Kevin, Andre segera mengekor dari belakang Al. berjalan menuju ke ruangan dokter Catlyn.


Al sempat terpaku membaca tulisan didepan ruangan Catlyn.specialis penyakit dalam. Langkah Al terhenti seolah tidak sanggup melangkah masuk ke dalam ruangan. Al, membalik kan wajhnya ke belakang melihat ke arah teman temannya. Gareth memberi isyarat kalo Al harus mengetuk pintu.


Karna, Gareth sudah memberi saran. Al mengetuk pintu.


Tok..., tok..., tok....,


Pintu, ruangan dokter Catlyn diketuk oleh Al. terdengar suara pintu dibuka seorang berbaju putih keluar dengan senyuman manisnya diwajahnya.tapi, Al terus menatap tajam.


"Maaf, tuan. ada perlu apa?" tanya perawat dengan sopan.


"Saya, ingin bertemu dokter Catlyn, apa beliau berada didalam?" jawab Al sopan. untuk saat ini Al melupakan harga dirinya sebagai seorang mafia, yang kalo mau harus terjadi saat ini tapi ini tidak. semua harus sesuai proses.


"Apa, tuan sudah membuat janji? karna, jika belum ada janji harus mengantri nomor dibelakang tuan."ucap perawat dengan sopan. dan tangannya menunjuk ke arah nomor antri.


"Aku bukan berobat suster. tapi aku dari kelaurga pasien cuma mau tau keadaan saudara saya.karna, sekarang sakitnya membuat dia tidak bisa ke sini."ucap Al berbohong.


"Tap___." sebelum selesai menjawab. seorang wanita cantik dengan testoskop dilehernya berjalan ke depan menemui Al.


"Sudah, suster. biarkan Tuan ini masuk. bukan kah, hari ini lagi sepi pasien?"ucap dokter Catlyn sambil menatap ke arah susternya.


Karna mendapat tatapan dari dokternya. sang suster meminta maaf.


"Maaf kan saya tuan."sambil menunduk.


Al dipersilahkan masuk oleh dokter Catlyn dan pintunya kembali ditutup.lalu, mereka duduk . Al duduk menghadap ke arah dokter Catlyn


"Ada, perlu apa tuan."tanya Catlyn.


"Maaf, dokter Catlyn. jangan memanggil saya dengan Tuan. panggil saja Alfonso, atau Al."jawab Al.


"Ok, baik lah. Al, ad perlua apa Al kesini?"ucap Catlyn lagi.


"Dok, apa dok. sering didatangi seoraang wanita cantik bernama Leticia virginia Mason?" tanya Al.


"Iya, dia pasien saya."ucap Catlyn.


Mendengar kata Pasien membuat tubuh Al lemas. lebih baik dia ditembak, daripada mendengar kata Pasien. Tapi, Al tetap tetang memang hatinya saat ini sangat kacau.


"Ap sakitnya kambuh, sehingga Al yang datang menemui saya?" tanya Catlyn lagi.


"Dok, aku mohon dok. jawab dengan jujur. sebenarnya apa maksud dokter sakitnya kambuh? penyakit apa yang diderita Leticia?" jawab Al, dengan mata berkaca kaca.ingin rasanya iya berteriak diruangan itu. tapi, dia masih menahannya.


"Maaf sebelumnya. ada hubungan apa Al dengan Leticia. karna ada peraturan yang mengikat kami untuk tidak sembarangan mengatakan penyakit pasien tanpa persetujuan pasien." jawab Cathlyn lagi.

__ADS_1


Al, yang sudah sangat emosi mengepalkan tangannya, kalo saja didepannya ini musuhnya mungkin saja timah panas sudah bersarang dijantungnya.tapi, Al kembali mengontrol emosinya.


"Saya, calon suaminya. Cia, sudah menyetujui kalo saya sendiri yang datang ke dokter untuk menanyakan sakit dari Cia derita."jawab Al tegas.


" ok, pak Al.tunggu sebentar."ucap dokter.


Catlyn berdiri ke rak tempat menyimpan hasil rekam medis pasien.setelah mengambil map berwarna kuning itu Catlyn kembali duduk dikursi tepat berhadapan dengan Alfonso.membuka lembar demi lembar.


"Nona Leticia virginia Mason. menderita lupus atau biasa disebut penyakit seribu wajah. ini sudah memasuki Stadium 3."sambil menunjukkan hasil rekam medis ke Al.


Deg..., jantung Al setika berhenti berdetak.


Tubuh Alfonso lemas. tanpa disadari air matanya menetes dipipi dinginnya.kakinya yang sebagai penopang untuk berdiri terasa kaku dan tak berdaya. hancur hatinya. lebih baik, Alfonso mendengar kabar pesawat nya jatuh, atau kapalnya tenggelam daripada harus mendengar Sakit yang diderita Cia.


Catlyn yang melihat Alfonso begitu terpukul merasa sangat bersalah dan menyesal. kalo, saja dia menolak untuk tidak mengatakan penyakit Cia. pasti pria didepannya ini akan baik baik saja. tidak sehancur ini.


Al, sesekli membunyikan gerahangnya, terlihat sekali oleh Catlyn.


"Dok, apa penyakit ini bisa sembuh?" tanya Al. dengan harapan bisa ada pengobatan untuk penyakit Cia.


"Mohon maaf pak, untuk sementara penyakit lupus tidak ada obat yang bisa menyembuhkan, hanya ada untuk menahan sakit.dan kembali lagi ke nona Cia untu sellau menjalankan pola hidup sehat, dan terus berolah raga. jangan lupa komsumsi vitamin D dan kalsium. dan obat yang dapat dari saya." dengan sabar Catlyn menjelaskan pada Alfonso.


"Cara hidup sehat seperti apa yang harus dijalankan istri saya dokter?" ucap Alfonso lagi.


"Nona Cia, harus rajin berolahraga, jauhi asap rokok, tidak beralkohol, tidur teratur, komsumsi vitamin D dan Kalsium, dan makan sayur, buah buahan, dan kacang kacangan. jaga kebersihan diri dengan rajin mencuci tangan, dan teratur minum obat yang saya resepkan. tiap bulan selalu lakukan check up. hanya itu saja obat dari lupus." jelas Catlyn.


Alfonso fokus mendengar penjelasan dokter.


"Bagaimana tuan? sudah paham dengan penjelasan saya?"ucap Catlyn lagi, karna melihat Alfonso yang sudah sangat kacau.


"Dok, apa dengan berobat ke luar negri istri saya bisa sembuh total? dan apa kami bisa memiliki anak?dan apa efek kalo istri saya hamil?" Al, melemparkan banyak pertanyaam ke Catlyn.


Tapi, Catlyn selalu sabar, menjelaskan pada Alfonso.


"Tuan, sudah saya katakan dari awal. bahwa, tidak ada obat bahkan dimana pun penyakit lupus belum ada obat sama sekali untuk menyembuhkan penderita lupus.istri tuan.cukup jalani dengan apa yang sudah saya jelaskan sebelumnya,kalo istri bapak jalani dengan teratur menjalankan saran yang sudah saya berikan. saya yakin istri bapak akan bertahun 40 tahun kedepannya."jelas Catlyn lagi.


"Apa penyebabnya dok?" tanya Al lagi.yang masih penasaan dengan penyebab lupus.


"penyebab lupus.itu karna dulu kecil nona cia, kurang diperhatikan gizi dalam makanannya, sering terpapar asap rokok, sering beralkohol, sering terpapar sinar matahari dari jam 10 hingga jam 3 sore, sering terkena sinar dari kamera, dan mungkin dulu sering mengkomsumsi obat obatan tertentu seperti hydralazine daan procainamide.bisa juga karna hormon terutama peningkatan horrmon estrogen. dan faktor kondisi genetik. soal anak Cia bisa hamil bahkan bisa melahirkan secara normal."ucap Catlyn sambil tersenyum.


Al, yang sudah puas dengan penjelasannya, pamit pulang. sebelum berdiri dari kursinya Al mengeluarkan sebuah amplop berwarna coklat disana ada cek dengan nominal 1miliar dolar. Al, meletakan diatas meja dokter Catlyn. sempat ditolak Catlyn tapi karna dipaksa akhirnya Catlyn menerimanya.


"Ok, dokter terima kasih banyak."ucap Al dan saling bersalaman.


"Sama sama pak, semoga nona Cia lekas sembun." sambung Catlyn.


Al berjalan keluar dengan tubuh yamg lemas. matanya yang biasa terlihat tajam ini sayu tak berdaya. didepan semua teman temannya, sudah menunggu kabar apa yang akan mereka dapat.


"Ayo kita ke club. " Ajak Alfonso.



vissual abang Al yang fokus dengar penjelasan dokter.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


malam lagi ya up nya karna harus kerja. sehat sehat selalu dan terus dukung ya🙏 terima kasih yang sudah memberikan vote,bunga, like dan komen.


Terima kasih 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2