
Para tamu undangan sudah mulai berdatangan, teman model Leticia juga datang. karna, mereka mengenal Vani dengan baik. bahkan, Mason dan Felisiapun hadir.
Mobil, Alfonso tiba di hotel segera Alfonso dan Leticia turun dari mobil.
dan mobil Alfonso, segera diparkirkan di area parkir khusus oleh satpam hotel.
Alfonso, menggandeng tangan Leticia dan berjalan ke dalam hotel. semua yang bekerja di hotel menyapa bos mereka yang berjalan sambil menggandeng sang istri.
''Pagi, boss.'' sapa karyawan hotel.
''Hmmm..,'' Alfonso hanya berdehem. dan Leticia melempar senyum yang paling manis. dan membalas sapaan karyawan hotel.
Alfonso, dan Leticia segera masuk ke dalam lift untuk menuju ke ruangan Ballroom.tapi, sesuai permintaan Leticia, mereka masih melihat Vani yang saat ini sudah cantik dan duduk dikamar hotel.
Pintu lift, terbuka. Alfonso menggandeng Leticia dan keluar dari lift berjalan menuju kamar Vani.
Alfonso, membiarkan Leticia masuk. lalu, Alfonso, masuk ke kamar Glen.yang bersebelahan dengan kamar Vani dan Nabila.
'' Cia.'' sapa Vani dan Nabila serantak. saat melihat Cia masuk ke kamar. mereka berpelukan dan tidak lupa mengelus perut Leticia yang sudah menonjol.
''Hai, ponaan ponaanku. hari ini yang pintar ya, mommymu masih di acaranya aunty Vani.'' ucap Nabila sambil mengelus perut Leticia lalu matanya melirik ke arah Vani.
Vani, dan Leticia. tertawa bersama melihat tingkah Nabila.
''Iya, mereka hari ini sangat pintar lho, biasanya pagi pagi aku malas bangun. hari ini aku bngun masih jam lima pagi, aku mandi bahkan bikin sarapanpun mereka enggak rewel sama sekali.''cerita Leticia.
Nabila dan Stefani. yang gemas mendengar cerita Leticia. dan enggak sabar menunggu bayi bayi Leticia dan Alfonso lahir.
''Ahh.., aku semakin enggak sabar nunggu mereka lahir.'' sambung Nabila tangannya terus mengelus perut Leticia.
''sama aku juga.'' jawab Vani.
''kamu, juga kalau uda nikah jangan nunda.'' sambung Leticia.
diangguki Nabila.
'' Nad, kamu kapan. ayo, cepatan mumpung saya masih bisa jalan seperti ini saya bisa hadir.'' sambung Leticia lagi.karna, Leticia selalu takut kalau suatu saast dirinya tidak bisa jalan lagi karna sakitnya semakin parah.
'' Kalau, sudah dapat jodoh.'' jawab simple Nabila.
__ADS_1
Leticia dan Vani saling menatap dn tersnyum.
'' aku doakan kamu cepat nentuin hatimu.'' seloroh Vani.
yang membuat Nabila menatap tajam ke arah Vani.
****
Alfonso, masuk ke kamar Glen.
'' Al, mana Cia?" tanya Glen yang melihat Alfonso masuk sendirian.
"Dikamar, Vani. dari semalam itu dia maunya datang pagi mau lihat Vani terlebih dahulu sebelum pertunanganmu dimulai.'' jelas Alfonso dan duduk disofa.
'' Mereka bertiga memang tidak bisa saling melepas. sama seperti kita.'' jawab Glen.
'' Hmmm..., itu baru namanya persahabatan selalu ada untuk sahabatnya disaat susah maupun senang. selalu memberi solusi saat salah satu sedang mengalami kebuntuan. selalu saling membantu disaat salah satu kesusahan. selalu saling support. tidak, ada saling iri dan curiga diantara jalinan persahabtan itu. jika terjadi salah paham itu hal yang wajar karna kita hanya manusia biasa.''
'' Seperti kamu berlima Walker, ya biarpun walker bukan seorang mafia. tapi, dia dilayak diacungi jempol selalu ada untuk kita. dan kamu berempat juga tidak pernah meninggalkan saya. karna, itu kalaupun sudah menikah kita akan seperti ini terus. dan itu akan berlanjut untuk anak anak kita seterusnya. aku akan menceritakan pada mereka agar mereka bisa seperti kita.'' jelas Alfonso, sambil mengenang masalalu mereka.
''Benar, sekali kita akan menuntun mereka menjadi yang terbaik dan jangan ada yang nurun kita ke dunia gelap. karna sejelek apapun orang tua dia akan tetap menginginkan yang terbaik. untuk anaknya. tapi, intinya kita jangan sampai memaksa mereka mengikuti kehendak kita.'' sahut Glen.
'' Ayo.'' sambung Glen.
Alfonso, menepuk pelan bahu Glen. mereka pun berjalan keluar dari kamar hotel menuju Ballroom.
Begitupun, Vani dan kedua sahabatnya. mereka berjalan keluar dari kamar. masuk ke dalam lift menuju ballroom.
disana, semua para tamu undangan sudah hadir. Vani dengan digandeng Nabila diantar berjalan ke depan.
''Jangan gugup.'' pesan Nabila yang lihat sahabatnya sudah keringat dingin.
'' Terima kasih Bil.'' jawab Vani sambil tersenyum.dan diangguki Nabila.
Leticia, yang melihat sang mommy duduk bersebelahan dengan Daddy Mason, segera berjalan menghampiri mereka.
Lalu, duduk disampingnya kedua orang tuanya.dan diikuti Nabila yang duduk disebelah Leticia.
''Sayang, maafin mom. belum berkunjung ketempatmu.bagaimana, dengan cucu cucu mom semua, sehat kan mereka ?" tanya Felisia. sambil menautkan jari jemari mereka.
__ADS_1
Wanita paruh baya ini, matanya berkaca kaca menatap sang putri yang saat ini perutnya sudah menonjol badanya semakin berisi begitupun pipinya semakin cubby.ada rasa penyesalan dalam dirinya yang belum ia ungkapkan untuk putrinya.
Tangannya, terus mengelus punggung tangan sang putri.
''Kamu, tau? saat daddymu pulang dan mengatakan kalau kamu sedang hamil. mom's hanya bisa menangis. dan bedoa untuk kesehatan dan keselamatan cucu dan putri mom.''
''Anak mom's sebentar lagi akan menjadi seporang ibu.'' ucap Felisia lagi.
Leticia, tersenyum matanya melihat ke arah Alfonso, yang diduduk bersama Gareth dan ke empat pria lainnya dari pihak pria. sedangkan Leticia, Mason dan Yang lainnya duduk dari bagian pihak Wanita.
Alfonso, menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Leticia, membalas senyum sang suami karna mendapat ijin untuk duduk bersama kedua orangtuanya dan adik sambungnya.
'' Mom's apakabar? Cia, harap mom's dan daddy menikmati masa tua dengan baik.'' jawab Leticia menatap kedua orangtuanya bergantian.
'' Iya, nak. sesuai janji daddy.nanti setelah ini main mainlah ke rumahMu nak. biar bagaimanapun kamu tetap anak kami, sekalipun kamu sudah memiliki anak bagi kami kamu tetap putri kecil kami.'' jawab Mason. yang saat ini lebih banyak mengikuti perkumpulan para usia lanjut yang diadakan digereja, jadi semakin bijak dalam hidupnya.
'' iya, daddy. Cia mengerti, nanti Cia akan berkunjung.'' jawab Cia.
Acara, tunangan segera dimulai Glen masuk dengan membawa bucket bunga mawar merah dan kotak cincin ditangannya. dengan terus tersenyum pada tamu undangan yang hadir. dan diiringi lagu. dari dari ADELE yang berjudul one and only. dan diiringi tepuk tangan dari tamu undangan.
Glen mendekat ke arah Vani yang masih duduk. lalu glen berlutut dihadapan Vani .
'' Aku, datang dengan penuh yakin dengan sejuta cinta yang tidak akan pernah ada batasnya, dengan tidak melupakan masalaluku yang buruk. berharap kamu mau menerima aku, kita bersama mengarungi kehidupan dalam perjalan kehidupan yang akan banyak lika dan liku didepan sana. tapi, aku percaya, jika aku berjalan bersama kamu kita akan melewati lika liku itu dengan baik, kita akan bersama mengatasi semua angin badai dalam rumah tangga dengan damai dan penuh cinta. karna, itu Will you marry me?" ungkap aGlen. dan menyerahkan sebucket bunga mawar merah untuk Vani.
'' yes, i will. aku, menerimamu untuk menjadi calon suamiku dan calon ayah anak anakku. aku harap jangan pernh mematok sebuah cinta. aku juga tidak mempermasalahkan masalalu, karna semua manusia memiliki jalan cerita masing masing.'' jawab Vani lalu menerima bunga itu matanya berkaca kaca sambil terus tersenyum.
begitu juga para undangan tamu tidak kalah heboh, tepuk tangan dalam ruangan Ballromm terdengan begitu jelas hingga diluar ruangan.
Glen mengeluarkan kotak berwarna merah dan mengambil cincin kemudian menyematkan di jari manis Vani begitupun sebaliknya dengan Vani.
Lalu, Glen segera meluk vani. menyatukan bibir mereka dan men.., sap sesaat.
Glen, dan Vani saling menatap. terdapat rona bahagia diwajah mereka.
Setelah, acara romantis selesai, semua tamu undangan dipersilahkan untuk menikmati hidangan yang sudah disediakan oleh pihak hotel yang tentunya disajikan oleh chef pilihan dihotel milik Alfonso.
Alfonso, segera mendekati sang istri yang sejak tadi duduk bersama kedua orang tuan nya dan mengajak sang istri juga mertuanya makan bersama.
'mom's, daddy. ayo makan bareng.'' ajak Alfonso yang sekarang sudah menerima kedua orang tua Leticia dalam hidupnya.
__ADS_1
'' iya, nak.'' jawab Mason dan tersenyum pada Alfonso. lalu, merekapun berdiri untuk mengambil makanan yang sudah dihidangkan.