SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Situasi markas.


__ADS_3

Setelah memberi kecupan mesra. Alfonso berjalan ke arah Lemari mengambil sweaternya. dan sebelum berjalan keluar Alfonso berjalan lagi ke arah ranjang dan mengecek Leticia.


"Tidurlah, aku pergi hanya sebentar saja." ucap Alfonso menatap bola mata Leticia.


"Iya, cepat lah pulang dan hati hati dijalan." jawab Leticia sambil tersenyum.


Setelah berpamitan dengan Leticia. Alfonso berjalan keluar dan menutup kembali pintu kamar.


Leticia, yang melihat Alfonso. sudah berjalan keluar segera menutup matanya karna obat yang tadi Leticia minum sudah mulai bereaksi.


***


Bale, yang melihat Alfonso berjalan keluar dari dalam Mansion. dan menuju arah parkiran mobil, segera menekan tombol pagar.


Al, sudah didalam mobil, saat hendak keluar dari halaman Mansion. Alfonso menyebulkan kepalanya keluar pintu mobil dan memanggil Bale.


"Perketat keamanan di Mansion, Nona sementara tidur siang. kamu tahu aku tidak suka kecolongan." ucap Alfonso.


" Baik,tuan. saya mengerti." jawab Bale sambil memberi hormat.


"Ok, aku berangkat." jawab Alfonso. lalu, menginjak pedal gas mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju Markas.


Sejak hari pertunangan hingga saat ini Alfonso sama sekali belum ke markas atau membahas soal kerjaannya.


Mengingat, Alfonso tidak ingin kerjaan gelapnya diketahui Leticia. karna, selam ini yang Leticia tau Alfonso seorang presdir muda dari perusahaan Katrindof, bukan seorang mafia.


Dalam perjalanan, Alfonso terus memikirkan Leticia. apa dia sudah bangun atau masih tidur. jangan jangan Leticia bosan dikamar. saat memikirkan Leticia, Alfonso baru menyadari kalau lupa memberitahu pelayan untuk membuat jus dan memotong buah untuk Leticia.


Shiff..,


Maki Alfonso.


Lalu, Alfonso segera mengambil earphone blutoothnya, dan segera melakukan panggilan ke Bale.

__ADS_1


"Bale, sampaikan ke pelayan, lihat Nona. kalo, Nona sudah bangun bikin kan jus alpukat dan potong buah semangka. dan berikan ke Nona. jangan sampai lupa, karna tadi aku lupa memberitahu ke pelayan." perintah Alfonso.


"Baik tuan. saya, mengerti." jawab Bale.


"Hmmm." Alfonso berdehem.


klik...


Lalu, paggilan diakhiri Alfonso.


Alfonso kembali...,


Melajukan mobilnya, dengan kecepatan tinggi. dalam jangka waktu sepuluh menit Alfonso telah tiba didepan Markas.


Matanya, menatap ke arah pintu pagar tinggi yang berwarna hitam, dengan dikelilingi pohon.bangunan yang besar terletak ditengah tengah hutan, banyak menyimpan kisah Alfonso dan ke empat temannya.Alfonso menunduk sesaat.


Lalu..,


Alfonso membelokkan mobilnya.masuk kedalam markas. Segera, anak buahnya menekan tombol pagar. mobil Alfonso meluncur masuk ke dalam halaman Markas.


"Hmmmm." seperti biasa Alfonso hanya berdehem. wajahnya nampak dingin dan melangkah dengan cepat ke dalam markas.


Glen, Gareth, Andre, Kevin. sudah menunggu Alfonso, dimini bar dalam markas.


tampak Glen sedang asyik mengebulkan asap rokok ke atas langit langit ruangan, sambil menopang kepalanya dengan tangan kirinya yang diletakkan disofa.


Gareth, sedang asyik menonton film action hollywood. sedangkan Kevin dan Andre sedang serius membahas masalah di California.


"Nah, akhirnya pengantin barunya, datang juga. setelah ditunggu dari pagi." ucap Glen sambil terus menyebulkan asap rokoknya.


"Ahh, lu Glen. seperti ng tau Alfonso. biasa dia kalo main sekali ng bisa." goda Gareth. sambil meneguk wine dicangkirnya.


Alfonso,tidak menanggapi. dengan wajah dingin, langsung mendudukkan tubuhnya disofa disebelah Glen duduk.

__ADS_1


Semua temannya, yang melihat Alfonso sangat serius. segera mereka menghentikan aksi mereka, dan mengambil posisi duduk mereka masing masing disofa.


"Mana, laptopnya." tanya Alfonso dengan tatapan dingin ke arah Jose yang setia berdiri didepan pintu ruangan Bar.


Mendengar pertanyaan Alfonso, dengan segera jose membawakan Laptop ke arah meja depan Alfonso duduk.


"Maaf, tuan. ini laptopnya."lalu Jose meletakkan laptopnya di atas meja. lalu, kembali berdiri dengan sigap didepan pintu bar.


"Hmmmmm."


Alfonso, menarik napas panjang, lalu menatap ke temannya satu persatu.


"Bagaimana, sudah lakukan pengirimam organ."tanya Alfonso ke Gareth.


"Sudah, kan kemarin kita masih menyimpan stok banyak ditempat pendingin. jadi, aku kirim itu." jawab Gareth


Hmmm..,


Alfonso kembali berdehem jarinya digerak gerakkan didagunya.


"jadi, tidak jadi membunuh tawanan kita."tanya Alfonso lagi.menatap ke arah Laptop tangannya terus menari di keybord laptop.


"Tidak, nanti saja kalau stoknya habis."jawab Glen.


"Ok, aku serahkan ke kalian,karna mungkin aku akan jarang ke markas.aku kerja dari rumah saja. kecuali ada yang mendadak baru aku ke sini." ucap Alfonso sambil menatap ke arah temannya satu persatu.


"Ya, kami mengerti."jawab Kevin.


"Bagaiman dengan Mason.karna, sepertinya Mason mulai bergerak.Kemarin dia dan beberapa anak buahnya pergi ke pelabuhan." sambung Andre.


"Itu, yang saya kwatirkan. tapi, kalau tidak menganggu kerjaan kita. abaiakan saja." perintah Alfonso.


"Nanti Gareth, kamu ikut aku ke California. kita bereskan masalah disana. karna, menurut Steward Blake saat ini sekarat. dan Clara berteriak tidak karuan didalam sana. " sambung Alfonso. sambil memijit pelipisnya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...



__ADS_2