SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Alfonso menggila.


__ADS_3

Al, berjongkok didepan Leticia sambil terus ,menautkan bibirnya di bibir Leticia. Leticia mulai mendesah lagi, karna sapuan Alfonso dileher Leticia, seperti sengatan arus tegangan tinggi, desiran darah mengalir, nafas mereka tidak beraturan di padu dengan gesekan Alfonso yang masih sedikit sulit untuk masuk.


Leticia memejam kan matanya. merasakan sakit dibawah sana.


"Masih sakit?" ucap Al sambil menatap mata Leticia.


Leticia, berusaha menahan sakitnya. dengan menganggukkan kepalanya.


"Aku akan melakukan dengan lembut." bisik Alfonso sambil sedikit menghentak masuk ke dalam.


"Auww..., sakit." ucap Leticia sedikit mendengak kan kepalanya. air matanya menetes, karna ini kali kedua Alfonso melakukan kunjungan negara.


Alfonso, yang melihat Leticia meneteskan air matanya. berdiam sejenak membiarkan Leticia terbiasa. sambil menyesap dada Leticia.


Setelah beberapa saat, melihat Leticia sudah tenang Alfonso mulai lagi menghentak kan sekali.


"Sempurna" bisik Alfonso, ditelinga Leticia.karna miliknya saat ini sudah bersarang sempurna didalam sana.


Nafas Leticia tersengal sengal, Karna menahan sakitnya hentakan Alfonso yang sedikit lebih keras.


Alfonso mulai menggoyangkan tubuhnya, dengan sedikit lebih kencang. Suara erangan Leticia membuat Alfonso tidak bisa menahan, hasratnya. Alfonso menghentakkan semakin kencang dengan irama lebih cepat.


Membuat Leticia, mengeratkan pelukannya dileher Alfonso.


Suara satuan kedua tubuh berbeda jenis ini terdengar sangat jelas, dipadu gesekan sisa air dibathup dibawah dudukan, membuat gairah Alfonso semakin menggila.


Sungguh ini gaya baru yang Leticia sendiri baru tahu. karna sejak yang Leticia tau dari menonton dan search di google tidak segila yang Alfonso berikan.


Hujaman menggila terus diberikan Alfonso, membuat Leticia melengguh.


Achhh... sayang sepertinya mau keluar lagi." ucap Leticia sambil mengeratkan tangannya dileher Alfonso.


"Tahan sebentar sayang kita keluar bersama sama." jawab Alfonso dengan deruan napas tidak beraturan.

__ADS_1


Leticia mengangguk, Alfonso semakin lebih kencang dan cepat.


Akhirnya kedua tubuh menegang, Leticia nengkupkan keplanya dipunggung Alfonso.


Ada semburan hangata keluar sempurna, dibawah sana, Alfonso membiarkan didalam sana sesaat. agar benihnya tertanam sempurna dirahim Leticia.


Setelah merasa semuanya sudah sempurna tertanam, Alfonso melepaskan perlahan.


Tangannya memegang wajah Leticia, menatap sesaat dengan napas yang masih tidak beraturan, Alfonso mengecup lembut kening Leticia, lalu menunduk ke perut Leticia.


"Tumbuh dengan sehat didalam sana sayang, ibu mu sangat menginginkan kalian. jangan membuat ibumu kecewa."ucap Alfonso. tidak terasa air matanya menetes diperut Leticia.


Leticia yang merasa ada tetesan air mata mengenai perutnya mengelus pelan kepala Alfonso.


" Jangan menangis, kita baru menikah. dan baru dua kali melakukan. tidak masalah kalau gagal, kita bisa mencobanya lagi."ucap Leticia sambil tersenyum ke Alfonso.


Al yang melihat Leticia tersenyum, mengangkat kepalanya dan menyesap bibir Leticia lagi.


"Maaf aku jadi lemah, kalau mengingat itu. berjanjilah sakit ini cukup aku dan kamu yang tahu. aku tidak ingin mendapat belaskasihan dari teman teman kita." jawab Alfonso.


"Ayo, mandi. milikku perih. aku butuh istirahat." sambung Leticia. sambil menekan tombol bathup untuk mengisi air.


Al, mengangguk dan mereka mulai membersihkan tubuh, Alfonso menyabun tubuh polos Leticia, lalu membilasnya dengan Air. lalu, bergantian Leticia menyabuni Alfonso, dan membilas tubuh Alfonso.


Setelah mandi , Alfonso membuka pintu kamar mandi dan mereka berjalan keluar menuju kamar.


Leticia, membuka lemari. mata Leticia membulat saat melihat bajunya sudah tersusun rapi didalam lemari.


"Sejak kapan bajuku disini sayang." tanya Leticia.


Al tersenyum.


"kenapa tidak suka? itu Vani dan Nabila yang mengatur semuanya." jawab Alfonso. sambil menerima bajunya dari tangan Leticia.

__ADS_1


Leticia hanya menggelengkan kepala, merasa bahagia memiliki teman kerja sekaligus sahabat yang baik.


Setelah selesai mengenakan pakaian. Alfonso mengambil obat Leticia.menyiapkan di atas nakas.lalu, Alfonso berjalan keluar ke arah ruang makan. meminta pelayan menyiapkan makanan mereka.


Sementar Leticia masih mengeringkan rambutnya dengan hairdry, dimeja rias.


Pintu kamar dibuka lagi, Alfonso masuk diikuti pelayan yang mebawa makanan mengekor dari belakang Alfonso.


"Letak kan dimeja situ aja." ucap Alfonso pada pelayan.


" Baik, tuan." jawab pelayan. lalu meletakkan makanan Alfonso dan Leticia di meja. dan keluar.


Leticia, yang sejak tadi mau bertanya, tapi menahannya karna msih ada pelayan. karna merasa aneh kenapa makanan diantar ke kamar.


"Kenapa, makanannya dibawa ke kamar?" tanya Leticia. sambil terus mengeringkan rambutnya.


"Aku yang suruh. karna tadi, aku sudah membuat kamu lelah dikamar mandi. jadi, kamu makan disini saja.lagian jam minum obatmu sudah hampir lewat bukan?" jawab Alfonso. sambil menyiapkan makanan dipiring Leticia.


"kalau sudah selesai, ayo sarapan." sambung Alfonso lagi.


Leticia tidak menjawab karna bunyi bising hairdry ditelinganya. Alfonsso yang melihat Leticia kesulitan mengeringkan rambut dibagian belakangnya segera berjalan ke arah leticia, dan mengambil hairdry dari tangan Leticia.


"biarkan aku yang melakukan saja." ucap Alfonso sambil mengambil hairdry dari tangan Leticia.


Letica semakin dibuat melayang dengan sikap romantis Alfonso. sambil tersenyum.


"Apa semua ini? cinta kah, rasa empati karna aku seorang pasien?" tanya Leticia dengan perasan sakit.


"karna cinta." jawab Alfonso. sambil merapikan rambut Letica.


"Sudah selesai." sambung Alfonsso lagi, dan meletakkan hairdry diata meja rias.


Leticia berdiri dari kursi meja rias dan tangan memeluk pinggang Alfonso.

__ADS_1


"Terima kasih. terus seperti ini jangan berubah." ucap Leticia. sambil mengeratkan pelukannya dipinggang Alfonso.


__ADS_2