
Setelah, hampir sejam dalam perjalanan akhirnya merekapun tiba di museum Louvren. Nabila, segera mengeluarkan uang dari dalam tasnya untuk membayar.Namun, sesuai perintah Kevin. sopir itu akan mengantar Nabila ke mana saja Nabila pergi.
"Maaf, Non.kalau Nona berkenan saya tunggu disini Nona bisa memakai jasa saya selama Nona berada di Paris," tawar sopir itu dengan wajah memohon.karena, dia juga tau bagaimana sikap Kevin kalau dia gagal meyakinkan Nabila.
Nabila, tidak langsung menjawab. Nabila, masih berpikir beberapa menit.
"Hmmm..,benar juga." batin Nabila sembari mengetuk dagunya dengan jarinya.
''Selama setahun saya disini? kapan, saja dan ke mana saja?" tanya Nabila memastikan.
"Iya, benar. jika, Nona berkenan dan tidak keberatan. karena, saya membutuhkan pekerjaan ini." sambung sopir itu berpura pura sedih.
"Baik, pak kira kira setahun saya harus bayar berapap pak?" tanya Nabila .karena, Nabila takut keuangannya tidak cukup untuk biaya hidupnya selama berada dia di Paris.
''Saya,biasa minta murah Non. tetapi, Nona jangan cemas, karena Nona tidak bayar sekarang. karena, pembayaran biasanya diakhir masa kerja saya.''jelas sopir
''Tetapi,bagaimanapun saya harus tau berapa jumlah uang yang harus saya bayar. karena, saya tidak mau terjebak dengan utang.''sambung Nabila.
Kevin, yang sejak tadi dengar dari earphone tersenyum.matanya, terus fokus menatap Nabila dari dalam mobil.
''Amire, kamu minta nomor ponselnya.''perintah Kevin, dari sambungan telpon.
Amire,yang sudah mendengar perintah Kevin.segera minta nomor ponsel Nabila.
''Sudah, 30juta setahun bagaimana?"tawar Amire.
__ADS_1
''Awas,sekali saja kau minta bayaran atau tips dari wanita saya habis kau di tangan saya.''ancam Kevin dari sambungan earphone.
''Oke, pak kalau 30jt saya setuju.''jawab Nabila tersenyum.
Nabila, setuju karena 30jt biaya sopir di Paris itu sangat murah.dan, Nabila juga tidak curiga karena dia tau Amire memang benar benar membutuhkan uang,dengan cerita karangan Amire yang mengatakan kalau anak Amire sedang sakit.
''Deal, saya bisa minta nomor ponsel Nona. biar lebih gampang untuk saya hubungi Nona.''jelas Ammire agar tidak terjadi salah paham.
''Tumben, otak lu pintar.''jawab Kevin senang.
Amire, tersenyum ketika mendengar ucapan Kevin dari sambungan ponsel.
"Bisa, pak bentar ya."jawab Nabila.
Dengan,cepat Nabila mengambil ponselnya dari dalam tasnya dan menerima ponsel Amire dari tangan Amire. kemudian, Nabila mulai mengetik nomor ponselnya diponsel milik Amire.
''Baik, Nona terima kasih.nama saya Amire.''jawab Amire dengan sopan.
Kemudian, Nabila segera berjalan masuk ke dalam museum dengan tidak memikirkan transport lagi. begitupun, dengan Kevin segera turun dari mobilnya dan membuntuti kemana Nabila pergi.
Nabila, mulai mengelilingi museum dan mengambil foto, kadang Nabila meminta tolong orang untuk memfoto dirinya.
Kevin, yang berjalan mengikuti Nabila. matanya, melihat ada seorang anak lelaki kecil sedang menjual bunga mawar.dengan,cepat Kevin menghampiri anak itu.
__ADS_1
''Dek, kakak beli satu tangkai mawar itu.tetapi,kakak minta tolong kamu kasihkan untuk Nona yang sedang berfoto dibalik patung itu ya.katakan, ada seseorang menunggu kamu dibawah menara Eifel. dia, sedang sekarat karena tertembak peluru tetapi, dia tidak ingin diobati dan pergi dari bawah menara Eifel kalau bukan kakak yang pergi dan membawanya berobat.'' ucap Kevin.
Anak. Lelaki itupun menurut dengan berlari dan membawa setangkai mawar merah linclon. dan, mengingat semua pesan yang tadi dikatakan Kevin.
''Kakak!''panggil lelaki kecil itu.
Nabila, yang tidak merasa dirinya dipanggil terus memasang aksi untuk mengambil foto terbaiknya.
Lelaki kecil itu, mendekati Nabila dan memberikan setangkai mawar berpita pink itu untuk Nabila.
''Kakak, tolong terima mawar ini. dan, temui pria yang sedang sekarat dibawah menara Eifel.dia, sedang terluka karena tertembak dan sekarang sekarat. semua, orang membujuknya dan meminta dia untuk segera diobati karena kwatir peluru yang bersarang didadanya bisa membawa pada kematian.tetapi, pria itu menunjukkan foto kakak dan memberikan setangkai mawar ini untuk diberikan pada kakak, dan dia minta untuk kakak segera menemui dia setelah itu baru dia mau diobati.jadi, aku mohon kakak pulanglah dan temui pria itu dibawah menara Eifel.'' ucap pria kecil itu dengan mata berkaca kaca.karena,dia benar benar mendalami setiap perkataan yang diucapkan Kevin padanya.karena, dijanjikan Kevin bonus uang yang besar kalau Nabila benar benar menemui dirinya dibawah menara Eifel
Nabila, menerima mawar itu. Namun, dia bingung siapa pria yang sekarat dibawah menara Eifel.seingat dia yang tau klau dia sangat menyukai Paris dan Eifel hanya Kevin seorang. Lantas, Kevin kah yang mengikuti dirinya hingga ke Paris.
''Oke, terima kasih ya dek.'' jawab Nabila sembari tangannya menyentuh lelaki kecil itu.
''Iya, kak sama sama.'' jawab lelaki Kecil itu.lalu kembali ke tempat jualan mawarnya yang sedang ditunggui oleh Kevin dengan sebuah amplop coklat yang berisi lembaran dollar.
Nabila, yang cemas dan pikirannya langsung tertuju untuk Kevin, dan dia juga tau Kevin seorang Mafia. bisa saja Kevin mengejar dirinya sampai ke Paris dan akhirnya, ditembak oleh musuh yang melihat Kevin.
Nabila, kembali berjalam ke arah parkiraan dan benar Amire sudah menunggu didalam mobil.
''Pak, kita ke menara Eifel.'' ucap Nabila. mawar itu, masih berada ditangannya. dipandangi mawar itu Nabila terus membayangi wajah Kevin. karena, Kevin lebih mengerti semua tentang dirinya daripada Reno.
__ADS_1
Ingatannya, kembali ke bucket bucket mawar sebelumnya yang dikirim ke Apartemennya.
''Kevin kah,''batin Nabila.