SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
berdebat


__ADS_3

Alfonso memang masih menggunakan Pil penenang, tapi itu hanya saat dirinya sulit tidur dan sulit mengatasi masalah berat.


Setelah minum, Alfonso sudah mulai merasa lebih tenang. karna sudah tidak memikirkan masalah di markas dan masalah perdebatan mereka mengenai nasib Karla selanjutnya.


Flash back...,


Sebelum ,mereka kembali ke mansion .Gareth sempat meminta Alfonso, kalo sebaiknya Karla dibebaskan dengan syarat tidak akan pernah muncul dikehidupan mereka. karna Gareth juga mengerti akan kekwatiran Alfonso ke depannya.


Tapi Alfonso, Andre, dan Ste. masih belum setuju. mengingat Karla mengalami trauma besar. karna , menyaksikan sendiri dengan mata kepala, bagaimana sang


ayah disiksa hingga tewas. bisa saja Karla akan bertindak seperti Alfonso yang sekarang.


Alasan Alfonso membunuh Sergio , karna trauma masa kecil yang menyaksikan bagaimana sang ibu diperkosa, disiksa hingga tewas dan tubuh sang ibu dicabik2 cabik singa lapar milik Sergio.


Karna itu Alfonso masih menahan Karla. bukan berarti ingin membunuh Karla hanya masih mencari solusi yang terbaik.mengingat Mason dan Oliver kaki tangan Blake dan Sergio selamat dari pertempuran.dan pasti mereka tidak akan tinggal diam begitu saja.


semua itu dipertimbangkan Alfonso dengan sebaik mungkin.tapi, tidak dengan Gareth yang menggunakan perasaan dan hati.


Gareth merasa prihatin dengan keadaan Karla yang semakin hari tingkahnya semakin aneh. ya bisa saja Gareth membunuh Karla saat ini juga. tapi ini bukan tujuan mereka membentuk kelompok Mafia dari Nol hingga menjadi besar seperti ini.


Misi mereka membalaskan dendam orang tua Alfonso, dan mereka akan membunuh atau menyiksa jika ada yang menghalangi bisnis gelap mereka.


Jadi, Karla. diluar dari misi mereka, Karla hanya dijadikan tameng agar sang ayah datang ke Markas Alfonso. dan semua sudah terlaksana dengan baik, bahkan kabar kematian Sergio sama sekali tidak didengar publik maupun tersebar di media sosial. karna semuanya ditangani Glen dan Kevin dengan sangat baik.


Berdebat panjang. tidak sampe merusak hubungan persahabatan mereka.bagi mereka berdebat dalam hal mengambil keputusan itu hal biasa.kalo sudah selesai semua akan baik baik saja.


...****************...


Dan saat matanya mulai diajak kompromi.ponselnya berbunyi ada pesan masuk.


Ting...,


"Ahh.., siapa lagi yang mengirimkan pesan malam- malam ini."gerutu Alfonso.


Alfonso ,memang sudah melupakan. percakapan dirinya dan Walker mengenai nomor ponsel Leticia.


Berusaha bangun dari ranjangnya, tangannya meraih ponsel yang terletak di atas nakas.diusap layar ponselnya tertera chatt dari Walker.


"Walker." gumam Alfonso.


Penasaran dengan isi chat yang dikirim. Alfonso segera membaca isi chat.


"Nomor ponsel Leticia?"


"Ada apa dia mengirimkan nomor ponsel si kucing ini.?"batin alfonso.


Menggeser masih ada pesan lagi.


"Ingat ,hubungi seperlunya saja. dan jaga sopan santunmu." peringatan Walker.


"Ada -ada saja.dia pikir aku ng ada kerjaan?jadi menghubungi orang yang tidak penting." gerutu Alfonso. sambil menggelengkan kepalanya.


Setelah membaca isi chat dari Walker. diletakkan lagi ponselnya di atas nakas.dan kembali membaring kan tubuhnya di ranjang, menarik selimut dan akan melanjutkan mimpinya yang tadi sempat tertunda.


Tapi, karna ingin tahu alasan. kenapa Walker mengirim nomor ponsen Leticia.


Karna,Alfonso benar-benar lupa kalo dirinya lah yang tadi minta dikirimkan nomor ponsel Leticia.


Alfonso bangun lagi dari ranjangnya, dan membalas chat Walker.


"Apa tujuanmu. mengirimkan nomor si kucing? Emang aku ng ada kerjaan jadi menghubungi si kucing itu?"balas Alfonso.


Setelah yakin Chat nya terkirim, Alfonso kembali ke ranjangnya dan tidur .


Begitupun dengan ke tiga temannya. mereka masing-masing berada didunia mimpi di kamar yang berbeda.karna beberapa waktu belakangan ini mereka memang sama sekali tidak tidur. karna sibuk mengerjakan pekerjaan di Markas.


...****************...


"Pagi pak."sapa Nia.


"Pagi juga Nia."jawab Walker.


Hari ini Walker datang ke kantor lebih awal dari biasanya. berjalan menuju keruangannya, disusul Nia dari belakang.


Membuka pintu ruangan.lalu, masuk ke dalam , berjalan ke arah meja dan kursi kerja miliknya. ditarik Kursi kebelakang , Walker duduk. dan Nia yang berdiri disamping Walker membacakan Jadwal hari ini.


"Hari ini jam 10 pagi akan ada rapat dengan Leticia tim. membahas mengenai Launching dan lanjutan pemotretan di New york.


Jam 2 siang. setelah istirahat akan ada pertemuan dengan pemegang saham yang lainnya." setelah selesai membaca jadwal Walker. Nia kembali ke meja kerjanya.


Saat Nia hendak membuka pintu ruangan. ada suara dari belakang kembali memanggil namanya.


"Nia." panggil Walker.


Membalikkan badan dan melihat ke arah Walker.


"Ya, pak. apa ada lagi, yang akan saya kerjakan?" tanya Nia.


"Tidak ada. tapi kamu akan menjawab, apa yang belum kamu jawab. apa kamu sudah mempertimbangkan keputusanmu?" tanya Walker.

__ADS_1


Nia yang salah tingkah, dan bingung harus jawab apa. hanya tersenyum dan menunduk.


"Maa...af pak. masih banyak kerjaan yang akan aku kerjakan."jawab Nia.mengalihkan pembicaraan mereka.


Walker yang tidak memperdulikan alasan Nia trus menatap Nia mencari kebohongan yang berada di bola mata Nia. Walker menghela napas panjang.


"Hmmmm..., baiklah hari ini aku masih bebaskan kamu." ucap Walker.


"Terima kasih pak." jawab Nia dan berlalu pergi kembali ke meja kerjanya.


Saat Nia membuka pintu, langkah kaki Nia terhenti karna mendengar ucapan Walker yang begitu mendalam.


"Jangan mengharapkan, sesuatu yang belum pasti kamu dapatkan.karna, bisa saja yang kamu harapkan sedang menginginkan yang lain." ucap Walker.


Setelah mendengar ucapan Walker, Nia menghela napas.


"Begitu juga jangan memaksa, karna jika mendapatkan apa yang diinginkan. dengan paksaan hasilnya akan mengecewakan. Karna sesuatu yang iklas akan datang di saat dirinya siap." gumam Nia, yang masih didengar Walker.


Walker, yang mendengar .ucapan Nia hanya menggelengkan kepala.


Dan, Nia pun berjalan kembali ke meja kerjanya . melanjutkan pekerjaan yang sudah menumpuk.


Tangan Nia. mulai menari diatas keybord laptop miliknya, memeriksa laporan hari ini dan kemarin yang belum selesai di rekap.


Nia, memang terkenal sekretaris yang bertanggung jawab dengan kerjaanya. jadi, tidak heran kalo sudah bekerja kadang melupakan tugasnya yang lain.


Kringg...


bunyi telpon.tangan meraih ganggang telpon.dipasangkan ketelinganya.


"Hallo pak.selamat pagi" ucap Nia.


"Nia tolong bikin kan aku Kopi satu gelas. dan antar kan ke ruangan aku." jawab Walker.


mendengar suara Walker baru sadar kalo dirinya belum menyajikan kopi.


"Aduh.., sambil menepuk jidatnya. nia mengerutuki dirinya.


Walker, yang mendengar Nia menyebut *aduh.


"kamu kenapa? apa yang terjadi?" tanya Walker kwatir.


"Aku tidak kenapa-kenapa pak."Jawab Nia.


"ok, klo gitu tolong bikin kan aku kopi." lanjut Walker*.


"Baik pak ." jawab Nia .dan menutup panggilan telpon


"Hadeh,,ceroboh.., ceroboh..,"begitulah ucapan Nia.


Dengan Cegatan, Nia menyanjikan Kopi Late mocca secangkir dan 2 potong pastry kesukaan Walker setiap pagi sarapan.


menaruh di Napan dan membawa ke ruangan Walker.


Tok..., tok..., tok...,


"Ya silahkan masuk."ucap Walker.


pintu didorong dengan lututnya, karna tangannya memegangi Napan.


"Permisi pak." ucap Nia. sambil menyodorkan kopi latte mocca dan dua buah pastry kosongan. kedepan Walker.


"Terima kasih." ucap Walker dan meminum kopi buatan Nia.


"Sama-sama pak." jawab Nia. dan kembali melanjutkan pekerjaannya.


Walker yang sudah kecanduan kopi buatan Nia. sangat menikmati setiap tegukan kopi yang diminum. "Sempurna." ucapan pujian yang keluar dari mulut Walker setiap saat minum kopi buatan Nia.


Jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi, Leticia dan Staffnya sudah tiba didepan Lobby.


Dengan di kawal Stolen sang bodyguard dan didampingi, Stefani dan Nabila. mereka berjalan ke ruangan tamu Vip dilantai 10.


Dengan menaiki Lift, merekapun tiba di lantai 10 dimana biasanya ruangan meeting diadakan.


Tok...,tok..., tok...,


" Masuk." ucap Walker.


Karna sudah mendapat ijin Walker.Nia pun berjalan masuk.


"Permisi pak."


"Hmmmm...,


"Maaf leticia sudah datang, dan sekarang sedang menunggu diruangan vip."ucap Nia.


"Oke , aku akan segera ke sana."jawab Walker.


Merapikan meja kerjanya ,dan meminta Nia menyiapkan beberapa berkas yang akan dibawa untuk meeting nanti.

__ADS_1


"Tolong bawakan berkasnya juga ya." ucap Walker.


"Baik pak. jawab Nia.


Nia mengambil berkas yag dimaksud.


"Sudah pak." ucap Nia.


" Nanti tolong bawakan y karna kamu ikut dengan aku, ada beberapa point penting yang harus kamu catat." ucap Walker.


"Baik pak." jawab Nia.


Walker, keluar dari ruang .disusul Nia yang mengekor dari belakang Walker. dengan membawa berapa berkas dan Laptopnya.


Menggunakan Lift turun ke lantai 10.didalam Lift Walker tidak pernah berhenti memandangi Wajah Nia.


Nia yang merasa diperhatikan, wajahnya mulai merona. melihat pipi Nia yang merona Walker makin menggoda Nia.


"kenapa kamu terus saja menolak? apakah Kamu j kwatir, dengan menerima cinta aku. kamu tidak bisa bekerja disini lagi ?"ucap Walker.


Mendengar ucapan Walker, Nia kaget.


"Maaf pak mengenai itu alasan ku urutan ke dua. tapi ini mengenai perasaan aku yang belum menerima pak."ucap Nia polos.


" Bagaimana bisa timbul cinta . pintu saja kamu masih kunci. sebaiknya coba buka dulu pintunya biarkan aku masuk." Walker memohon.


" Hati mana ada pintu dan kunci."jawab Nia polos.


Dan karna, keasyikan berbicara, mereka lupa kalo Lift sudah berhenti dilantai 10.


Ting...,


Bunyi lift.


Walker melangkah keluar dan disusul Nia dari belakang.berjalan menuju ruangan y Meeting.


"Pagi pak." sapaan Leticia .


"Pagi juga Cia." jawab Walker Ramah.


Semua sudah masuk dan ada beberapa pegawai yang terkait juga hadir dan beberapa pemegang saham juga hadir.


"Baik selamat pagi, hari ini kita akan membahas mengenai Launching Parfum kita yang sempat tertunda satu minggu lalu." ucap Walker dan memulai rapat.


Nia juga dengan cepat mengetik apa yang dianggapnya penting dan harus dicatat.


Meeting sudah berjalan hampir satu jam.


Walker kembali melihat ke arah Leticia.


"kamu tidak keberatan kalo kamu hadir disaat Launching, dan setelah 3 hari kita akan ke New york. Melanjutkan pemotretan yang sempat tertunda." tanya Walker pada Leticia.


"Maaf kan aku. yang sudah merubah semua jadwalnya. akan aku usahakan sebaik dan sebisa dengan kondisi aku. tapi kalo memang tetap tidak bisa, aku siap digantikan oleh model lain. yang aku yakin dan sadar , masih banyak model yang luar biasa hebatnya. siap menerima tawaran dari perusahaan bapak." Ucap Leticia.


Mendengar ucapan Leticia, Walker teringat ucapan Alfonso.


Deg...,


Jantung Walker sejenak berhenti, berharap ucapan dari Leticia itu bukan Karna mendapat Telpon dari Alfonso. karna Walker sangat mengerti dengan watak kerasanya Alfonso.


"Kenapa Anda berpikir seperti itu. aku pastikaan itu tidak akan terjadi." jawab Walker.


Dan setelah hampir 2 jam rapat dan Kerja sama Leticia dan Katrindof dilanjutkan. tanda tangan ke dua belah pihak. selesai.


Mereka menikmati, makanan dari Catering. langgangan Katrindof setiap kali ada acara di kantor.


Setelah semua sudah selesai, Leticia dan stafnya pamit pulang.dengan di kawal, Stolen dan didamping Stefani dan Nabila. Leticia kembali ke Lobbi yang sudah ditungguin Reno didepan.


Stolen membukakan pintu mobil. dan mempersilahkan Leticia masuk, disusul Nabila dan Stefani.


Dalam, perjalan pulang. mereka tidak menyadari Kalo Ethan, selalu mengikuti mereka dari jarak 1 km. atas perintah Alfonso dan Glen. Ethan ditugaskan memantau kedua gadis dan gerak gerik dari Stolen. mengingat Mason menghilang sejak saat Sergio ditangkap.


Di pertengahan perjalanan, Leticia meminta Reno mengantarkan dirinya Ke Rumah sakit. dan seperti biasa hanya dirinya saja yang ditinggalkan yang lain silahkan pulang terlebih dahulu.


"Reno, nanti turunkan aku dirumah sakit ya."ucap Leticia.


"Baik, non. "jawab Reno.


Karna, bukan pertama kali Leticia. meminta mereka pulang terlebih dahulu, Stefani juga tidak protes , anya menurut apa yamg dikatakan Leticia. dan akhir-akhir ini dua minggu sekali Leticia, selalu ke rumah sakit, dengan alasan mengunjungi sang kekasih yang berprofesi sebagai salah satu dokter di rumah sakit Quironsalud.


Ethan yang mengikuti sejak tadi, menghentikan mobilnya.karna melihat Reno yang sedang menurunkan Leticia didepan rumah sakit.


Setelah yakin mobil Leticia pergi. Ethan, melajukan mobilnya dan masuk ke parkiran Rumah sakit. bergegas turun dari mobilnya. dan, mengikuti Leticia, setelah melihat Leticia yang sedang duduk diruang tunggu sambil memainkan Ponselnya.Ethan lega, tidak kehilangan jejak Leticia.


Ethan yang memakai masker dan topi . agar menutup wajahnya. sengaja duduk agak berjauhan sambil memainkan ponselnya. sesekali memotret Leticia dan mngirimkan hasil potretan ke Alfonso.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mohon Like dan komennya ya. klo bisa berharap mau awal minggu bisa dong berikan Votenya🙏 ....sedih semakin hari readersnya makin menurun😔...

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2