SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Leticia Mual


__ADS_3

Leticia membaringkan tubuhnya diranjang. selimutnya ditarik menutupi tubuhnya. mencoba menutup pelan matanya tapi tetap tidak bisa lelap.


''Ada apa,dengan aku.kenapa hari ini tidak bisa tidur.padahal biasanya aku gampang sekali tidur.''gumam Leticia.


Leticia bangun dari ranjang dan berjalan ke arah ruang tamu mungkin dia butuh teman cerita.dengan langkah yang malas Leticia berjalan ke arah pintu, tangannya meraih handle pintu.


Lalu...,


Ceklek...,


Pintu, kamar dibuka Leticia berjalan ke arah ruang tamu.seperti biasa bibi Yati sedang duduk di ruang tamu sambil menonton.


Bibi membalikkan tubuhnya melihat ke arah bunyi langkah kaki. terukir senyum di bibir bibi Yati ,sambil berdiri.


''Non, apa yang bisa saya bantu Non.''ucap bibi Yati sambil berdiri


Leticia tersenyum.


''Tidak ada bi. tapi, saya bisa bergabung dan menonton bersama bibi.di kamar saya sendiri, saya tidak bisa tidur''ucap Leticia sambil tersenyum.


Leticia terus melangkah kan kakinya menuju ruang tengah.


lalu..,


menduduk kan tubuhnya di atas sofa,Leticia yang merasa aneh kenapa bibi Yati duduk di lantai mengerutkan dahinya.


''bibi, kenapa duduk di lantai. sini duduk disini. kita nonton bersama. saya bosan bi, di kamar sendirian.''ucap leticia.


''Tidak non, saya senang duduk dilantai biar bisa selonjoran.''jawab bibi Yati sambil tersenyum.


''oh seperti itu, wah ternyata bibi suka ya sama telenovela.'' ucap Leticia lagi sambil menatap ke layar tivi.


bibi Yati hanya tersenyum. mendengar ucapan Leticia.


'' o ..., ya, kalau bibi tidak keberatan, saya mau tanya. di Mansion ini ada berapa banyak pelayan, soalnya setiap hari saya lihat pelayan beda beda.'' tanya Leticia penasaran, karna setiap pagi ,siang dan sore Leticia selalu melihat wajah yang berbeda beda.


'' Disini ada lima puluh pelayan.dan empat rumah besar disamoing Mansion ini rumah khusus untuk lara pelayan. mereka juga kerja ada jadwal, dan masuknya pun sistem rolling''jelas bibi Yati.


Leticia, semakin penasaran siapa sosok suaminya itu, sampe memiliki banyak pelayan dan bodyguard.


Tapi, tidak etis juga kalau dia bertanya soal suaminya di bibi Yati.akhirnya Leticia diam dan tidak menanyakan mengenai Alfonso lagi.


Leticia dan bibi Yati melanjutkan nonton bersama di ruang tamu.tapi belum berapa lama menonton leticia sudah tertidur di sofa.


Leticia yang merasa badannya pegal, perlahan membuka matanya,melihat disekeliling ruangan.


"Bibi masih disini, maaf bi saya ketiduran."ucap Leticia. dan bangun dari sofa


"Iya, tadi Non, ketiduran. tidak apa apa Non.sebaiknya Non mandi dulu ini sudah sore."jawab bibi Yati.


"Baik bi, saya ke kamar dulu ya bibi. terima ksih bibi sudah menemani saya disini." jawab Leticia lagi dan beranjak ke kamarnya.


"Sama sama nak." jawab Bibi Yati sambil tersenyum.


"pengantin baru ditinggal sebentar saja sudah kebingungan." batin bibi Yati sambil berjalan ke arah kamar nya.


...****************...


''Al, bangun pesawat sudah mulai mendarat kamu tidak kabarin Leticia. karna kalau sudah di Mansion Red devil kamu tdak mungkin melakukan video call dengan Leticia kan.'' ucap Gareth sambil membangunkan Alfonso pelan.


Alfonso membuka matanya perlahan, setelah matanya terbuka dengan sempurna. tangannya mengambil ponsel disamping nya.dan mulai menggesek layar ponsel mencari nomor Leticia.

__ADS_1


lalu...,


Menempelkan benda pipi itu ditelinga nya, tapi sudah empat kali panggilan tidak ada jawaban.karna tidak ada jawaban dari Leticia.


Alfonso meletak kan lagi ponselnya dan berjalan ke arah toilet. setelah keluar dari toilet Alfonso duduk lagi dan mencoba melakukan video call.karna pesawatnya sudah mendarat sempurna.


Al melakukan panggilan video call, tapi satu kali panggilan belum di terima Leticia karna Leticia masih mandi.


''Shiff ke mana dia.''batin Alfonso.wajahnya kembali dingin, rahangnya mulai mengeras terdengar jelas oleh Gareth gertakan gigi Alfonso.


Karna kesal Alfonso meletakkan ponselnya di sembarangan.


Setelah hampir tiga puluh menit mandi akhirnya Leticia, berjalan keluar dari kamar mandi menuju kamar.


Saat kakinya hendak melangkah ke arah lemari terdengar ada deringan ponsel dari atas nakas. Leticia menghentikan langkahnya, dan berjalan ke arah nakas dekat ranjang, tangannya meraih ponselnya, dan mulai menggeser layar ponselnya. matanya membulat saat melihat ada tujuh panggilan di abaikan dan tiga panggilan video call juga.


Dengan cepat Leticia melakukan panggilan video kembali.


Drthhh...,


Bunyi dering ponsel Alfonsso.


Alfonso yang kesal karna panggilannya diabaikan hanya melirik ke arah ponselnya,saat melihat nama yang memanggil di layar ponselnya tertulis 'istriku''


terukir senyum di ujung bibir Alfonso, dengan cepat Alfonso mengambil ponselnya dan menggesekkan layar ponselnya.


'' Sayang, kamu ke mana saja. aku telpon berapa puluh kali di abaikan terus.''ucap Alfonso. dan cepat cepat menjauhkan ponselnya dari arah Gareth karna Leticia masih menggunakan handuk kimononya.


''Maaf, tadi aku masih mandi.kamu uda mendarat.'' ucap Leticia.


''Ini baru saja mendarat, uda minum jus uda makan buah.'' Alfonso mulai melemparkan banyak pertanyaan ke Leticia.


Gareth yang mendengar Alfonso yang cerewet seperti emak emak berdaster hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


wajah Leticia merona saat mendengar ucapan dari Gareth. Alfonso menatap tajam Gareth.


''hiss.., makanya nikah,''jawab Alfonso kesal.


Gareth yang suda terbiasa, karna bercanda seperti itu sering mereka melakukan di markas disaat mereka suntuk dengan kerjaan.


Hanya terkekeh.


hehehehe...,


Leticia yang merasa tidak enak dengan Gareth langsung menegur Alfonso.


''Sayang, ng boleh gitu.''tegur Leticia.


'hmmm.'' Alfonso berdehem


''biarin aja sayang, kami sudah biasa bercanda seperti ini. uda sana selesain itu dulu. nanti sudah selesai baru aku telpon lagi.'' sambung Alfonso lagi.


Karna tidak ingin dilihat Gareth.


'' Ya udah hati hati di sana, nanti esok aku telpon Vani ke sini ya.'' jawab Leticia sebelum mengakhiri panggilan.


hmmmm..,


Dan panggilan diakhiri Leticia.


'''''''''''''''''''''''''''''''''

__ADS_1


Pesawat mendarat dengan sempurna, anak buahnya datang mendekati Alfonso dan Gareth dengan sedikit membungkukkan badannya.


''Tuan, pesawat sudah mendarat, tuan Steward sudah menunggu didepan lobby airport.'' ucap anak buah yang berbaju hitam itu.


Seperti biasa Alfonso tidak pernah menjawab kecuali berdehem dan menatap. itu sudah hal yang biasa bagi anak buahnya kalau bos nya tidak akan pernah menjawab kalau tidak penting sama sekali.


Alfonso, dan Gareth berjalan keluar dari pesawat menuju lobby bandara. dan diikuti enam orang anak buah berjaga dari belakang.


Steward yang sudah menunggu di lobby langsung melambaikan tangannya ke arah Alfonso saat matanya melihat Alfonso dan Gareth, yang sudah berjalan didepan Lobby.


Alfonso dan Gareth langsung ke arah Steward.


'' hai..,Alfonso happy wedding ya langgeng selalu ya.''ucap Steward yang tidak sempat hadir saat pernikahan Alfonso .


''Hmmm.., thanks.''jawab Alfonso sambil melangkah masuk ke dalam mobil,yang pintunya sudah dibukakan oleh anak buahnya.


''Apa kabar bro.'' tanya Steward pada Gareth sambil bersalaman.


''Baik.aku harap nanti kamu tidak bingung dengan dengan kelakuan pengantin baru ini.'' jawab Gareth sambil melirik ke arah Alfonso.


Steward yang mendengar itu hanya terkekeh.


dan ikut masuk ke dalam mobil dibagian kemudi.


Semua sudah di dalam mobil, pintu mobil ditutup lagi. Steward yang mengemudi mobil segera menginjak pedal gas mobil dan melaju dengan kecepatan tinggi. dan dikawal mobil anak buah Alfonso dari belakang.


DIdalam mobil Alfonso, tidak banyak bicara kecuali kalau ditanya.itupun jawab seperlunya.


Alfonso terus saja memijit pelipisnya, memikirkan banyak hal dan tiba tiba merasakan sesuatu yang tidak enak di hatinya, yang dia sendiri tidak tau perasaan apa itu.


Di California pukul delapan pagi di spanyol sudah pukul tujuh malam. Alfonso memikirkan Leticia yang sudah makan atau belum,minum obat dan bisa tidur tidak, karna ini kali pertama Alfonso meninggalkan Leticia dengan waktu yang lama.


hmmmm'


Alfonso menarik napas panjang. Gareth dan Steward yang sudah tau sifat Alfonso yang diam tanpa bersuara.


''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''


DI Spanyol Leticia merasa badan nya pegal semua, hanya berdiam di meja makan tidak menyentuh makanan sama sekali.


Bibi Yati yang merasa kasihan dengan Leticia berjalan mendekati Leticia.


''Nak, apa makanannya tidak sesuai selera Nak? biar saya masak lagi yang lain."tanya bi Yati.


'' Tidak bi, hanya saja, saya tidak ada selera makan apa karna ini pertama kali saya makan tanpa di temani Alfonso.''jawab Leticia dengan mata berkaca kaca.


''Tapi, nak.kamu harus makan walaupun hanya sedikit.kalau non tidak makan nanti bisa sakit.dan kasihan para pelayan.bisa bisa dipecat oleh nak Alfonso.'' jawab bibi Yati.


Leticia yang mendengar kalau nasib para pelayan dipertaruhkan kalau dia tidak makan,segera mengambil makanan dan meletakkan didalam piringnya.


'baik bi saya makan bi.''jawab Leticia sambil memasukkan satu suapan makanan ke dalam mulutnya.


Tapi..,


Baru saja mengunyah makanan Leticia sudah mulai mual dengan cepat segera berlari ke wastafel dan mengeluarkan isi perutnya.


Badan Leticia lemas.air matanya menetes karna ini tidak seperti biasanya,kepalanya mulai pusing. dan Leticia merasakan ada yang aneh dengan perutnya.



''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''

__ADS_1


selamat liburan semuanya, jangan lupa pake masker.


Apakah ini benar?🥰🥰🤗🤗😘


__ADS_2