SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Terima kasih.


__ADS_3

Mason hanya, tersenyum'' Bukan saya Nak, ini murni ide kedua pengantin itu.'' jawab Mason.


Glen, datang memeluk Alfonso. tangannya perlahan menepuk punggung belakang sahabatnya itu.dia mengabaikan pertanyaan Alfonso.


''Maaf, aku bukan teman yang baik. membiarkan kamu, terluka sendirian. Lu tau Al saat pertama kali dengar dari Polievera kalau kamu tertembak dan tidak sadarkan diri, aku merasa separuh nyawaku juga pergi.''ucap Glen. tangannya terus saja menepuk lembut punggung belakang Alfonso.


''Terima kasih. kalian tidak bersalah justru kalau saya tidak melakukan ini saya akan menyesal seumur hidup karna peluru akan mengenai istri saya.''jelas Alfonso.


''Aku, tau banyak yang mencintai aku. karna, itu aku harus hidup. sudah, lagian ini bukan pertama peluru bersarang ditubuh aku kan?'' jawab Alfonso lagi. tangannya juga memeluk sahabatnya.


Dia, tahu kalau hal buruk terjadi untuk dirinya, semua teman temannya juga akan hilang sosok Ayah dalam hidup mereka.


Glen, mengangguk ''tapi kali ini beda dari biasanya. kali ini benar benar sangat menakutkan seorang Alfonso harus koma dua hari.'' balas Glen lagi.


Leticia, duduk di sofa bersama lainnya sembari menatap ke arah kedua sahabatnya yang masih melepas kangen.


Kemudian, Glen melepas pelukannya, dan bergantian Fani datang memberikan bunga untuk Alfonso.'' Kakak, cepat sembuh.'' ucap Fani.lalu merekapun bersalaman.

__ADS_1


Pria dingin, ini kita telah cair sudah bisa menempatkan dirinya kepada siapa dia harus tersenyum begitu juga kepada siapa dia harus dingin.


Steward juga datang memeluk Alfonso.


''Maafkan, kami Al.saya, tidak bisa bayangkan hari itu, kalau hal buruk benar terjadi saya orang pertama yang akan menyesal.'' ucap Steward. Alfonso, tersenyum sembari memejamkan matanya sesaat. Alfonso benar benar merasakan cinta dari sahabat sahabatnya yang begitu tulus.


''Sudah, lupakan sekarang kita harus mengintrogasi mereka disana.'' jawab Alfonso.


''Itu pasti kak. dan biarkan saya yang mengurus wanita itu. tanganku, gatal kalau bahas wanita sia..,lan itu.'' sahut Karla.


Semua yang mendengar itu serentak menegur Karla.


''ups! sorry. saya tidak bisa menahan diri.'' sambung Karla lagi. semua yang berada diruangan itu tertawa dengan kelakuan Karla.


Kemudian Karla memberikan Bucket bunga rose berwarna putih.


''Cepat sembuh, kasihan Kakak Leticia nyiksa diri enggak mau makan.'' sambung Karla.lalu melirik ke arah Leticia.

__ADS_1


''Sama sama.'' sembari tersenyum.lalu, matanya menatap ke arah sang istri.


Sedangkan, disudut ruangan Wanita paruh baya itu terus menangis sesunggukan.


Alfonso, yang melihat itu berdiri dari sofa dan berjalan mendekati wanita tua itu.Tangannya, merangkul wanita tua itu dengan penuh cinta yang tulus dari hatinya.


''Bibi, jangan menangis lagi. Al, sudah pulang dengan selamat,'' ucap Alfonso.tangan kekarnya masih terus memeluk wanita yang dulu mengejar dia, dikala dirinya berlari ditaman bunga mengejar kupu kupu untuk ditangkap.


''Nak, bibi hampir mati disini.saat, mendengar Nak Alfonso tertembak dan tidak sadarkan diri. bibi, takut hal buruk itu, mana yang terluka nak.'' begitu banyak pertanyaan yang keluar dari mulut wanita paruh baya itu dengan suaranya yang hampir tidak keluar karna selama dua hari ini, bibi Yati terus menangis.


Alfonso, tau bibi Yati tidak akan lega kalau tidak melihat langsung luka tembak itu.dengan, melepas pelukannya, Alfonso membuka kancing kamejanya lalu, menunjukkan luka tembak itu pada bibi Yati.


Bibi Yati, tercekam air matanya terus menetes tangannya menyentuh luka operasi itu dengan lembut.


''Sakit, Nak?"suara itu seakan terdengar mewakili suara bunda Katrin. dengan, penuh cinta Alfonso memeluk lagi dan tersenyum.


''Al, tidak sakit. luka ini tidak sebanding dengan cinta dari bibi untuk Alfonso.'' jawab Alfonso. Iangan suara tadi masih terus berdengung ditelinganya.

__ADS_1


''Bunda!"panggilan lembut didalam hatinya.


Alfonso, dan bibi Yati melepas pelukanan. bibi Yati berjalan ke arah dapur dengan hati yang lega karna dia sudah memastikan sendiri kalau Alfonso baik baik saja.


__ADS_2