SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Terima kasih


__ADS_3

Alfonso, terus menyesap bibir tipis Leticia. lidah mereka saling bertautan hingga ke dalam rongga mulut.


Leticia, memejamkan matanya mengikuti permainan Alfonso.


"Aku kangen." ucap Alfonso. dengan lembut tangannya menahan punggung belakang sang istri. kemudian, tangan yang satunya menahan pinggang Leticia. dengan menyenderkan tubuh Leticia dibalik pintu.


Alfonso, terus menyesap bibir tipis nan indah itu dengan semakin lama dan dalam. setelah beberapa menit. Akhirnya Alfonso, melepaskan tautan bibir mereka.


Kemudian, Alfonso tersenyum, hatinya sudah kembali tenang. Leticia, merona wajahnya disembunyikan didalam dada Alfonso.


Alfonso, mengecup ujung kepala Leticia ''' TERIMA KASIH! i love you.'' Leticia, hanya menganggukkan kepalanya.


''Ayo, kita temui dokter.'' ajak Alfonso. tangannya merapikan rambut Leticia kemudian menyelipkan dibelakang telinga Leticia.


Leticia, menatap wajah sang suami. Alfonso, tersenyum kemudian menarik hidung Leticia. Kemudian, Alfonso menggandeng tangan Leticia. Lalu, mereka melangkah keluar menemui dokter Grace yang sudah mnunggu Alfonso dan Leticia hampir tiga puluh menit lamanya, diruang tamu.


''Malam, Dok.'' sapa Leticia dan Alfonso. serentak.


''Malam, juga ibu Leticia, pak Alfonso. apakabar?''jawab Dokter Grace dengan ramah.


''Baik dok,'' sambil duduk disofa depan dokter Grace duduk.


''Apakabar, Dok? maaf, sudah membuat dokter menunggu." sambung Leticia lagi.


''Baik, buk. enggak apa apa belum lama buk.'' jawab Dokter. tangannya mengambil cangkir dan menyesap minuman yang disediakan. lalu, meletakkan lagi diatas meja.


''kita, langsung periksa saja ya buk. apa ada yang dikeluhkan?" tanya dokter lagi kemudian berdiri mengikuti langkah Alfonso dan leticia ke ruangan yang dikhususkan untuk Leticia.


''Ada, dok.'' seloroh Alfonso.


''Oke, kalau begitu kita lakukan pemeriksaan dulu setelah itu baru Usg ya buk.'' sambung dokter lagi. kemudian, dokter Grace meletakan tasnya diatas meja yang disediakan juga oleh Alfonso diruangan pemeriksaan itu.


Leticia, berbaring diatas ranjang pasien dengan dibantu oleh Alfonso.kemudian, Alfonso berpindah ke sisi kiri ranjang.


Dokter Grace, datang dengan membawa tetoskop ditangannya.

__ADS_1


''Ada, keluhan?" tanya Dokter lagi. lalu, tangannya memasang tetoskop ditelinganya. dengan pelan Dokter menempelkan tetoskop diperut Leticia.


''Ada, dok.'' jawab Alfonso lagi. tangannya terus menggenggam tangan Leticia.


''Apa, yang ibu kelukan?" tanya dokter lagi.


"Kemarin, sore tiba tiba perut saya terasa sangat kram dan sakit. tapi, tidak sering hanya, sesekali. terasa sangat sakit dan kram dibagian bawah perut ini tapi setelah itu hilang lagi. saya, pikir sudah waktunya mau lahiran.'' jelas Leticia. Alfonso terus menatap wajah Leticia.


Dokter masih berdiri ditepi ranjang, untuk mendengarkan keluhan Leticia.


''Itu, namanya kontraksi palsu, buk. atau biasa disebut dengan bahasa medis namanya kontraksi Braxton-Hicks. yakni, ibu rasa kencang dibagian perut atau rahim tapi hanya sesekali saja. itu, biasa bu. mungkin, beberapa hari ini ibu kecapean? atau bisa juga kelelahan karna aktivitas sek..,sualitas. atau bisa juga karna dehidrasi.'' ungkap dokter.


Leticia, menatap Alfonso. karna penembakan Alfonso dirahasiakan dipublik. hanya, keluarga terdekat yang tau. jadi, Leticia tidak mungkin mengatakan kalau dia kelelahan karna menjaga Alfonso dirumah sakit. dengan tersenyum Alfonso yang menjawab.


''Mungkin, karna efek dua hari kemarin sibuk mengurus pernikahan saudara.'' jelas Alfonso. Leticia, tersenyum.


''Makanya, ibu mengalami kontraksi palsu. kalau ibu, merasakan itu lagi ibu bisa beristirahat yang cukup, atau minum teh hangat.'' dokter memberi saran.


''Iya, kemarin mertua yang memberikan teh hangat, setelah diminum. sakit perutnya hilang begitu saja.'' jawab Alfonso lagi.


''itu, benar pak. dan bagi usia kandungan sudah delapan bulan itu. nanti, banyak hal yang nanti ibu rasakan, susah tidur apalagi ibu ada empat bayi didalam sana. mood sering berubah ubah, benar enggak bu?" tanya Dokter dengan candaan.


''Sering manja dok.'' seloroh Alfonso. Leticia yang mendengarnya hanya memutar mata malas.


''Hehehe.., itu hal biasa bagi ibu hamil pak. tapi, ibu beruntung kaki ibu tidak bengkak. karna, ada ibu hamil lain yang usia kandungannya sudah delapan bulan atau biasa disebut trimester ketiga. biasanya akan mengalami bengkak pada kaki. sering bolak balik kamar mandi karna sering buang air kecil. sakit, pada punggung, lutut dan leher.karna, pertumbuhanan janin membuat ukuran rahim kian membesar dan menekan pembuluh darah serta saraf diarea punggung dan panggung. kondisi itu yang memicu nyeri pada punggung.''


''kaki bengkak karna rahim semakin membesar menekan pembuluh darah terbendung dikaki dan tungkai. dan juga ibu akan terus terusan buang air kecil janin bergerak turun ke area panggul dan hal ini bisa memberi tekanan extra pada kandungan kemih. Ibu, juga akan susah tidur, karna perut yang makin membesar membuat posisi tidur yang kurang nyaman. untuk itu, untuk mencegah kelahiran prematur karna bapak Alfonso sepertinya kwatir terjadi kelahiran prematur. nanti setelah, kita melakukan Usg saya akn memberikan obat penguat kandungan.''jelas dokter panjang lebar.


Alfonso, menganggukkan kepalanya,.karna, sejak tadi dia begitu konsentrasi mendengar penjelasan dari dokter.


Setelah, menjelaskan. dokter berjalan ke arah meja dan meletakkan tetoskopnya. kemudian mengambil Gel lalu mulai mengoleskan gel diperut Leticia.


Alfonso, terus memperhatikan langkah demi langkah proses pemeriksaan Leticia.


''Perutnya, kencang sekali ya bu.'' ucap Dokter.

__ADS_1


''Iya, dok kalau nendang kencang bangat.'' jelas Leticia.


''Iya, karna ini sudah delapan bulan bayinya. sudah matang, beratnya sudah dua kilogram. sudah sempurna dengan panjang 43cm.'' jelas dokter lagi. kemudian dokter mengambil tranduser dan menekan diperut Leticia.


''Ini pak. bayi bayi pak Alfonso. sudah tiga puluh empat minggu. beratnya sudah dua kilogram, panjangnya sudah 43cm. nah kepalanya sudah dibawah, jadi kalau mereka bergerak akan menekan kandungan kemih ibu.itu yang menyebabkan ibu sering balak balik kamar mandi.ini bu , lihat mereka sangat lucu lucu.'' Dokter terus menjelaskan.


Alfonso, menatap layar monitor dengan sangat serius, matanya berkaca kaca saat meliha bayi yang kedua terhimpit oleh ketiga saudaranya.


''Mereka sangat lucu sayang.'' ungkap Alfonso sembari mengecup punggung tangan sang istri. Leticia juga tidak kalah haru saat melihat anaknya siap menyapa dunia.


''Ibu, dan bapak tidak ingin mengetahui jenis kelaminnya?.'' tanya Dokter lagi bibirnya terus tersenyum.


''Enggak usah dok. biar surprise.'' jawab Alfonso. wajahnya berseri seri saat mellihat anaknya yng begitu lucu didalam rahim sang ibunda tercinta.


''Anggota tubuhnya, sudah lengkap semua bu.'' jelas dokter. tangannya mengambil tissu untuk membersihkan gel diperut Leticia.


Alfonso, tidak hentinya mengucakan terima kasih untuk Leticia.


''Terima kasih sayang.'' kata itu terus terucap dari mulutnya.tangannya, membantu Sang istri bangun dari ranjang. kemudian menggandeng tangan Leticia. lalu, Alfonso dan Leticia duduk dikursi untuk mendengar penjelasan dokter selanjutnya.


Dokter Grace, mencuci tangannya dan kembali duduk dikursi. kemudian mengambil hasil usg tadi dan memberikan pada Alfonso.


''Ini, hasil usgnya pak. dan, ini obat penguat kandungannya. dan ada vitaminnya juga.'' jelas dokter sambil menujukkan obat kepada Leticia dan Alfonso.


''OKE, dokter terima kasih banyak.'' ucap serentak Alfonso dan Leticia.


''Sama sama.'' jawab Dokter.


Kemudian, Alfonso mengeluarkan amplop dari kantong celananya dan memberikan pada dokter Grace.


Dokter Grace, segera pamit pulang.karna, hari yang sudah malam.


Kemudian, dengan membawa tasnya dokter melangkah keluar dari ruangan dengan dikuti Alfonso dan Leticia dari belakang.


Leticia dan Alfonso, mengantar dokter Grace hingga sampe depan pintu Mansion.

__ADS_1


''Selamat malam pak buk saya permisi pulang.'' pamit dokter Grace lagi.


''Sama sama dokter. hati hati dijalan dokter.'' jawab Alfonso dan Leticia sembari melambaikan tangan.


__ADS_2