
Mason terdiam, saat mendengar ucapan Alfonso, sebagai sebuah tamparan keras untuk dirinya.
Alfonso tersenyum menatap leticia, sambil mengelus perut leticia,
''Sudah selesai?klo sudah selesai biarkan bapak diantar oleh anak buah ke rumah kamu. tapi, sesuai perjanjian bapak menanda tangan surat perjanjian terlebih dahulu sebelum pulang.''' ucap Alfonso matanya menatap ke atas langit langit ruangan sambil menyenderkan tubuhnya disofa,
Mason duduk disofa, berhadapan dengan Alfonso dia bisa menebak perasaan menantunya ini.
''Aku tau, ini berat buat kamu. karna harus melihat orang yang membunuh kedua orang tuamu bebas didepanmu, jangan menyiksa dirimu nak. untuk itu, sementara waktu aku tidak akan menampakkan diriku didepan kamu.'' ucap Mason. yang mengerti dengan gejolak jiwa yang saat dirasakan Alfonso.
'' Ahhh...., itu tidak perlu. mungkin aku hanya merasa lelah saja hari.'' jawab Alfonso matanya enggan menatap Mason.
Mason hanya menggelengkan kepalanya.
Leticia, mengelus punggung Alfonso, sambil tersenyum.
'' Ayo. kalau mau berangkat USG.'' ucap Leticia pada Alfonso.
'' Iya, tunggu sebentar. jose, antar surat perjanjian untuk daddymu tanda tangan dulu,''jawab Alfonso. tangannya memijit pelipisnya.
Tok..,tok...,tok..,
Pintu ruangan diketuk.
''Masuk.'' perintah Alfonso.
Setelah, mendengar jawaban dari dalam ruangan. Josepun, masuk dengan membawa Amplop berwarna coklat yang didalamnya ada surat perjanjian.Jose menyerahkan surat perjanjian ke Alfonso.
Alfonso, meletakan surat perjanjian diatas meja, dan Jose memberikan sebuah pena untuk Alfonso. dengan teliti Alfonso mengeluarkan enam lembar surat perjanjian yang akan ditanda tangani Mason.
Setelah, membaca Alfonso menyerahkan ke Mason untuk ditanda tangani.
'' hmmm...,'' Alfonso menarik nafas dalam.
'' Dibaca dulu, kalau bapak keberatan silahkan untuk membatalkan perjanjiannya.'' sambung Alfonso lagi dengan menatap dingin Mason.
'' Ahh..,, saya tidak perlu membaca karna saya percaya kamu.'' sahut Mason, tangannhya menarik lembaran perjanjian untuk mulai menanda tangani.
Tapi..,Alfoso menahan surat itu dengan menekan kertas diatas meja.
__ADS_1
'' Tidak, bapak baca dulu agar dikemudian hari tidak terjadi salah paham, aku hanya ingin kita kedua belah pihak sama sama enak tanpa merasa salah satu pihak merasa dirugikan.'' sergah Alfonso dan menahan tangan Mason agar tidak membubuhkan tanda tangan dulu.
Mason, akhirnya menurut, dengan seksama membaca isi surat perjanjian yang dibuat oleh pihak Alfonso. Leticia, tersenyum menatap sang suami yang begitu besar hati mampu menahan ego dan emosinya.
saya, yang bertanda tangan dibawah ini Mason, berjanji untuk tidak mngganggu kehidupan Alfonso De Armando dan kehidupanan klub red devil, hingga turun temurun. jika, saya melakukan lagi, saya siap dihukum mati.
Setelah, memahami semua isi surat perjanjian Mason mengangguk kepala, dan menatap putrinya yang sedang bersender dibahu Alfonso. lalu, menatap lagi ke arah Alfonso, yang wajahnya dingin menatap lurus kedepan.
'' Saya setuju. saya, juga sudah berjanji diLeticia. kalau saya dan mommynya akan menikmati masa tua kami. dan saya akan membakar markas yang memiliki kenangan buruk itu.'' ucap Mason mantap.
Alfonso, yang mendengar itu hanya menaikkan ujung bibirnya.
'' Terserah, apa urusan ku. aku, hanya ingin hidupku damai dengan anak dan istriku.'' batin Alfonso.
Lalu, Masonpun menanda tangan surat perjanjian. selesai ditanda tangan Mason menyerahkan pada Alfonso untuk dilihat lagi. dan, Alfonsopun membubuhkan tanda tangannya.
kemudian...
Mason dan Alfonso bersalaman.
'' Terima kasih nak, atas kemurahan hatimu. saya, tidak bisa menjanjikan apa apa tapi saya akan bertobat dan saya dan ibu Felisia akan menikmati masa tua kami, dengan baik. walaupun cara kemarin itu sangat salah tapi, membawa saya pada pertobatan. sekali lagi maafkan saya anak anakku.'' Ungkap Mason dengan penuh penyesalan.matanya berkaca kaca menatap dalam bola mata Alfonso.
Mason, tanpa sadar menitikkan air matanya, dia tidak menyangka, anak kecil yang dulu ia bentak dan nyaris dia bunuh dengan tulusnnya memaafkan dirinya yang banyak dosa terhadap dia. hanya, karna cintanya yang tulus untuk putri semata wayangnya. dia, mampu menyampingkan semua dendam dia.
Alfonso, tersenyum lega setidaknya janji dia untuk Leticia telah ia penuhi.
Leticia memeluk Alfonso dengan sangat erat. hingga membuat Mason berdehem.
'' Ada daddy disini sayang.'' goda Mason, yang akhirnya berhasil membuat Alfonso tertawa lepas didepan Mason.
Setelah tanda tangan, dan usai bersalaman. Alfonso menggandeng tangan Leticia, berjalan keluar dengan diikuti oleh Mason, dan dikawal jose. dengan perasaan lega.menemui Garet dan ketiga sahabatnya yang sedang duduk di Bar mini.
'' Sudah, selesai? ayo, kita pulang aku akan mempersiapkan pertunanganku.'' ucap Glen sambill melihat jam tangan mewah yang melingkar ditangan kanannya.
'' hmmm..., aku sama Leticia juga harus USG , kami melakukan perjanjian tadi jam satu siang. sekarang, sudah jam dua belas. aku, pikir kamu bisa dibantu kevin dan kedua jomblo ini untuk mengawasi dekorasinya.'' jawab Alfonso, dengan sedikit meledek ketiga temannya yang masih nyaman dengan status jomblo mereka.
dan Alhasil, semua didalam markas tertawa.Masonpun akhirnya ikut tertawa.
'' hiss..., siapa yang jomblo? jodoh aja yang belum datang.'' sergah kevin yang tidak terima diledek Alfonso. dan diangguki kedua temannya.
__ADS_1
"Betul."jawab serentak Andre dan Gareth.
''Ya, sudah aku berangkat. tolong sekalian kamu antar bapak ke rumah ya.'' perintah Alfonso lagi pada Gareth.sambil melihat ke arah Mason.
'' Siap.'' jawab Gareth, sambil memberdiri dari sofa mereka berjalan keluar dari ruangan markas menuju halaman depan untuk masuk ke mobil masing masing.
"Pak, diantar mereka saja.saya, dan Cia akan periksa kandungan dulu."pamit Alfonso sebelum masuk ke dalam mobil miliknya.
"Baik, nak.hati hati dijalan." Jawab Mason sambil tersenyum.
Leticia, melambaikan tangannya ke arah Mason sambil tersenyum.dan dibalas lambaian tangan dari Mason.
Mason, dengan dikawal dua mobil dari belakang yaitu, mobil kevin dan Andre. Glen dan Nuel satu mobil. sedangkan, Gareth. Mason, dan Jose satu mobil. mobil tiga beriring iringan mengantar Mason kembali ke rumah miliknya.
Alfonso danLeticia, melaju ke rumah sakit menemui dokter Grace yang tadi pagi sudah mereka adakan perjanjian, untuk memeriksa kandungan dan usg lagi.
''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Alfonso, membelokkan mobilnya kehalaman rumah sakit dan berhenti dilobby rumah sakit. lalu, merekapun turun dari mobil. Alfonso, menyerahkan kunci mobilnya ke satpam untuk diparkirkan di area parkir vip.
kemudian...,
Alfonso, menggandeng tangan Leticia mereka melangkah masuk ke dalam rumah sakit.menuju ruangan praktek dokter Grace.
Disana, Alfonso dan leticia sudah ditunggui oleh perawat didepan pintu ruangan dokter Grace,
''Selamat siang pak dan ibu. mari silahkan masuk.'' sapa perawat dan membuka pintu mempersilahkan Alfonso dan Leticia. masuk menemui dokter Grace yang sejak tadi menunggu ke datangan mereka.
''Siang, juga sus.'' jawab Allfonso dan Leticia serentak.
kemudian, merekapun melangkah masuk ke dalam ruangan dokter.dengan didampingi sang perawat.
''Siang, dok.'' ucap Alfonso dan leticia serentak.
''Siang juga, ibu dan pak. mari, silahkan duduk.'' jawab dokter Grace dan mempersilahkan mereka untuk duduk dikursi yang sudah disediakan.
'' Terima kasih Dok.'' jawab Alfonso dan Leticia lagi.lalu, menarik kursi dan duduk.
''Sama sama'.'' jawab Dokter Grace. sambil tersenyum.
__ADS_1
...----------------...