
Al, menyibak selimutnya. lalu, turun dari ranjang berjalan ke arah Cia berdiri. Al, sebenarnya sudah tau apa yang sedang Cia cari. Cia sengaja mengalihkan perhatian Al dengan tersenyum, mata Cia fokus ke arah boxer Al. tapi Al sama sekali tidak menanggapi.
Dengan, tatapan tajamnya. Al berjalan terus ke arah Cia.
"Sayang, kamu mau apa? "tanya Cia. dengan wajah paniknya.
Cia panik, karna takut ketahuan tas kecil yang dia sembunyikan ketahuan Al. dan takut belakangnya yang uda merah berbentuk kupu kupu dilihat Al. dia, takut Kalo Al bertanya dia harus menjawab Apa.
Cia, tidak mau pernikahannya hancur karna Al mengetahui sakitnya. dengan hati hati Cia memutar badan perlahan berusaha menutupi gatal dibelakangnya yang sudah membentuk kupu kupu itu. dalam hati Cia berdoa semoga Tuhan berbaik hati padanya.
"Aku, haus. mau minum." jawab Al singkat. sambil terus berjalan ke arah kulkas.pintu kulkas dibuka oleh Al. tapi, mata Al terus melirik ke belakang Cia. ya, Al bisa saja langsung menanyakan ke inti masalahnya hanya Al masih ingin kejujuran dari Ci sendiri.
Dan, Al juga tidak ingin merusak suasana malam pertama mereka dengan perselisihan.
Aku, sudah kwatir tanganku gemetaran memegang ujung meja. ku berharap agar Al cepat kembali ke ranjang melanjutkan tidurnya. jadi, aku bisa mencari obat ku dengan fokus.
Tapi...,
__ADS_1
Al berjalan mendekati ku dengan mata sayunya, membuat aku sedikit ketakutan. tapi, aku mencoba berusaha tenang. dengan menyinggungkan ujung bibirku, ku coba menggoda dia. agar pikirannya teralihkan.
Langkah kakinya semakin mendekat dan terus mendekat ke arahku. Al menarik kursi didepan aku berdiri. lalu, duduk didepanku. aku tau dari matanya Al minta sebuah kejujuran dari aku.
Kedua tangan kekarnya memegang tangan ku yang sudah dingin karna ketakutan. matanya menatap tajam ku, seolah matanya sedang berbicara padaku.
" Cia, sayang ayo jujurlah aku sudah mengetahui semuanya."
"Sayang, apa yang sedang kamu cari? dengan tengah malam ini?katakan kita bisa mencarinya bersama sama."tanya Al padaku. pria yng terkenal dingin ini berubah jadi lemah dihadapan ku, bola mata birunya sudah berkaca kaca.
"Aku, hanya haus."jawabku singkat dengan menahan gatal ditubuhku.
Tapi, Al masih belum menyerah. dia masih saja memegang tanganku. sambil tersenyum sinis padaku.
"Apa, yang sedang kamu cari? jangan bohong sayang aku tau itu." ucap Al. aku dibuat dilema dengan suara lembut dan tatapan mata sayunya. kenapa pria ini seperti tau apa yang sedang aku rasakan.
sekali lagi aku masih berbohong.
__ADS_1
"Tidak, aku hanya haus." jawabku dengan ketakutan. telapak tangan ku berkeringat didalam genggaman tangan Al.
"Aku, benci pembohong dan bagi ku pembohong itu musuh terbesar ku."ucap Al.dengan tatapan tajamnya seolah ingin saja dia melepaskan satu pukulan diwajahku kalo saja aku adalah musuh mafianya.
Aku ketakutan, ku tutup mataku sesaat aku minta kekuatan Tuhan bersama aku. lalu, ku buka mataku lagi air mataku jatuh bercucuran dipipi ku.
Aku jatuh dalam pelukan nya. aku menangis histeris , aku tidak peduli dengan Cinta dan janjiku, kalo aku tidak akan menyentuh dia sebelum aku mencinta Pria yang sudah saat ini memeluk ku.
Al, memelukku. dan mengelus punggungku.
"Kamu cari apa katakan.dengan jujur.aku suami mu kan? kalo aku, suamim saat ini jangan ada kebohongan lagi di antara kita."ucap Al. dengan suara lembutnya.
Aku mengangguk, lalu ku angkat wajahku dari dekapan Al. ku tatap Al, dengan mata yang masih sembab efek ku menangis tadi.
"Kalo aku jujur, apa yang kamu lakukan bertahan dengan pernikahan ini atau memilih meninggalkan aku?" tanya ku dengan harapan masih ada kesempatan kedua untuk kami bersama. aku hanya ingin memiliki anak sebelum waktu itu tiba.
"Aku bersumpah, apapun itu seburuk apapun yang kamu katakan asal itu sebuah kejujuran. aku terima dengan iklas. dan aku tidak akan pernah meninggalkan kamu sampai aku mati.aku tidak ingin mengkhianati janjiku sama Tuhan." ucap Al. dengan tatapan mata kosong.
__ADS_1