
"Karla histeris saat melihat sang ayah disiksa.
" Iblis, hentikan! sudah cukup aku mohon hentikan semuanya. kalo menginginkan daddy meninggal. sebaiknya, tembak saja biar sekalian tewas jangan siksa seperti ini aku mohon."Karla memohon.
hikzz...,
hikzzz...,
Karla, terus saja menangis. melihat daddynya, yang dicambuk Alfonso dengan membabi buta.
"jangan kwatir sayang, daddy baik baik saja."Sergio yang ditengah tengah menahan sakitnya sayatan duri sabuk besi masih berusaha menenangkan sang Putri.
"Tidak, Daddy. Karla tau pukulan itu sangat sakit dad. karna Karla juga sering dicambuk dengan sabuk itu."jawab Karla.
Mendengar ucapan Karla. hati Sergio hancur, membayangkan betapa menderitanya sang putri. yang menjadi korban dari ketamakan dirinya.
Biuhh...,
Sergio berdecih disaat dirinya menahan sakitnya cambukan.
"kepar*t bisa bisanya kamu mencambuk Putriku dengan sabuk kotormu itu." maki Sergio.
Saat ini Sergio tidak peduli keselamatan dirinya, karna yang ada dalam pikirannya dia harus menyelamatkan Putrinya dari tangam Alfonso.
Mendengar Anak dan daddynya saling menguatkan. dan makian Sergio terhadap dirinya. membuat Alfonso, makin tidak bisa menahan emosi.
Plakk...,
Plakk...,
Plakkk...,
Hanya bunyi sahutan sabuk berduri dan suara jeritan Sergio yang terdengar diruangan itu.
plakk...,plakk..,plak..,
auh...,auh...auh...,
Luka sayatan duri sabuk mulai mengeluarkan darah, darah menetes ke tubuh bagian bawah.Sergio tertunduk menahan sakit.
Karla masih menangis.terus meggerakkan tubuhnya berusaha melepaskan dirinya agar bisa menolong sang ayah. ingin sekali Karla menampar Alfonso, dan membersihkan darah -darah yang masih menetes ditubuh kekar sang daddy.
"Daddy, are you oke?" tanya Karla dengan sesunggukan.
Sergio , yang tidak sanggup menahan sakit lagi . akhirnya ambruk, dengan tubuh yang masih diikat dikursi. tangan Sergio di ikat kebelakang, membuat sergio susah bergerak.
Pasrah!
Ini bukan pilihan tapi suatu keharusan.
"Apakah ini yang dinamakan karma? akhirnya dendam itu ada."batin Sergio.
Blake melihat ke arah Sergio.merasa kasihan.bagaimana, tidak pria angkuh. setiap saat mengatakan dirinya lah yang terkuat dirinya lah yang hebat, kini, saat ini membela diri saja dia tidak sanggup. apalagi menyelamatkan putrinya.
"Bodoh!" Blake berdecih.
Alfonso yang sudah kelelahan karna mengangkat sabuk seberat 5 kg. berjalan keluar dan meninggalkan mereka diruang siksaan itu.
Bekas luka tembakan Alfonso. terasa nyeri lagi.
Duh...,
keluh Alfonso sambil memegang perutnya dimana ada bekas luka tembak yang masih ada perban.
__ADS_1
"Aku ke kamar sebentar. "ucap Alfonso.
"Oke, apa kamu perlu dibantu?" Steward menawar.
"Tidak!, aku hanya butuh istirahat sebentar. "jawab Alfonso,
Tak...,tak..., tak...,
Langkah kaki Alfonso menuju kamar.
Ceklek...,
Pintu kamar dibuka, dan Alfonso masuk berjalan ke arah ranjang.merebahkan tubuhnya yang sejak tadi menjerit minta beristirahat sebentar.
Karna ,belum minum obat. Alfonso , bangun lagi dan berjalan ke arah nakas dibuka laci nakas, mengambil obat anti nyeri dan diminumnya.
Setelah diminum, Alfonso merebahkan tubuhnya lagi diranjang yang dilapisi kasur empuk.tubuhnya benar benar lelah ditambah bekas luka tembakan belum benar benar pulih.
Melihat langit langit kamarnya.Alfonso, tersenyum kecut.menyapu kasar wajahnya .lalu menggelengkan kepala.serasa semua ini seperti mimpi.
"Ahh.., entahlah." batin Alfonso.
Akhirnya tubuh yang lelah memaksa Alfonso tertidur.melupakan sesaat beban yang mungkin tidak ada orang yang tau. atau, sengaja Alfonso tidak memberitahukan pada mereka.
**********
Poliveera, Gareth, Stewar, dan Andre sedang bercerita ditemani sebotol minuman Alkohol.
"Steward, kamu sudah ada kekasih."tanya Gareth.yang penasaran soal kelanjutan hubungan Steward dan Laura.
"Ahh...,itu? ma..a ..sih." Jawab Steward dengan terbata bata.karna yang sebenarnya . hubungan dirinya dan Laura sudah berakhir .setelah Karla ditangkap. saat itu juga Steward meminta Laura menemui dirinya. steward memberi bonus dan meminta Laura untuk segera menjauhi dirinya.Karna Steward tidak mau melibatkan Laura lebih jauh lagi.kalau bisa dicegah kenapa tidak. itu yang selalu dikatakan Steward.
Laura pun menyetujui itu, walau itu bertentangan dengan hatinya.
"Makanya,saat itu setelah menangkap Karla dan esoknya kamu menghilang itu.ditelpon engak dijawab kaget aja muncul lagi disini."tanya andre.
Steward hanya tersenyum menunjukan deretan giginya.
"Ayo, kita juga butuh istirahat." ucap Gareth.yang merasa badanya juga butuh istirahat.
Menarik kursinya kebelakang. dan berjalan menuju kamar dimana dirinya beristirahat.
Karna di markas juga Alfonso menyediakan kamar istirahat bagi dirinya dan teman temannya.
begitu juga dengan ke tiga sahabatnya, yang berjalan ke arah kamar masing masing.
******
Diruang , siksaan Sergio dan Blake. masih tidak percaya kalo mereka akan kalah bertarung dengan Alfonso.
Menyebut Alfonso.Sergio mengingat orang kepercayaan nya.siapa lagi kalau bukan mason.
"Dimana dia, apa dia tewas saat heli jatuh?"ucap Sergio.
Blake yang mendengar itu merasa kaget karna Oliver juga tidak ada.
pikiran Blake berada dimana mana.
"Apa mereka tewas?"ucap Blake.
"Aku harap begitu. lebih baik Mason tewas. karna ,Akan berbahaya bagi keluargaku kalau Mason masih hidup." ucap Sergio.kwatir.
Mendengar kekwatiran Sergio. Blake mengerti akan kegundahan hati rekan kerjanya itu.
__ADS_1
Karla, yang mendengar percakapan dua orang dewasa itu. memilih menyimak dan berpura pura tidur agar tidak dicurigai mereka. Karla,penasaran kenapa daddynya begitu kwatir kalau Mason hidup dan ketakutan akan kehilangan sesuatu yang berarti dalam hidup daddynya.
"Kamu benaran enggak lihat Mason tewas?"tanya Sergio.menatap tajam mata Blake.
"aku enggak lihat,lagian saat itu aku berusaha kabur dari kejaran si baji*g itu.
mana aku perhatikan Mason dan Oliver."jawab Blake.
"Hahahaha...,
Mendengak ke atas.Sergio menghela napas panjang.
"Aku harap.dia benar benar tewas,"harap Sergio.
"Makanya kalau ingin nikah.menikahlah dengan wanita yang tidak memiliki pasangan.jangan asal rebut istri orang saja."jawab Blake.
*Degg....
Jantung Karla seketika berhenti berhenti berdetak,
"Jadi? bunda, .kenapa semakin ribet begini? ayah ? aku harap aku salah dengar."batin Karla.
"Tanyakan pada penulis dia yang membuat semuanya jadi ribet"ucap Sergio
***********
Merasa, tubuhnya .sudah lebih baik dari sebelumnya. Alfonso bangun dan berjalan keluar dari ruang istrihatnya.
Di Bar mini, yang biasanya mereka sebut dengan ruang ngobrol.
sudah ada teman temannya yang sedang menunggu Alfonso.
Alfonso berjalan mendekati mereka.
"Sudah lebih enakan?" tanya Gareth.
"Iya, aku merasa lebih baik . dari sebelumnya, mungkin efek tadi aku terlalu banyk gerak. apalagi sabuknya berat sekali jadi menarik jahitan diperutku." jelas Alfonso.
"Ya , terus . sekarang gimana? mau lanjut atau kita pulang saja . mengingat kondisi kamu kurang sehat. dan saran aku sebaiknya kita ke dokter lagi memastikan agar tidak terjadi infeksi. " jelas Andre.
"Kenapa ke dokter? apa selama ini kamu kurang percaya sama keahlian Gareth?" Tanya Alfonso.
"Bukan, meragukan. tapi ini kan luka serius. jadi lebih baikkan ditangani dokter yang lebih ahli."jelas Andre.
Gareth yang mendengar keraguan dari Andre membuat dirinya sedikit kesal.
"Al, turuti aja apa yang dikatakan Andre."sindir Gareth.
Alfonso yang mendengar itu hanya tersenyum dan menggelengkan kepala.berjalan ke arah dimana Sergio ditahan. tanpa menghiraukan teman temannya mengikuti dirinya atau tidak.
Karna target Alfonso hari ini Sergio harus sudah tewas.mengingat kerjaan Alfonso di Spanyol sedang menunggu. ada rindu yang menanti.
Entah, rindu akan berakhir dengan cinta. atau rindu berakhir dengan benci . masih menjadi sebuah misteri .yang tentunya Alfonso sendiri belum bisa menebak.
...****************...
Selamat pagi readers sejati..semoga kabar kalian sehat sehat ya.
selalu bersyukur setiap apa yang kita dapat kan..
Jangan lupa support aku ya.setelah baca klik๐
pencet๐nya kalo ada yang belum mencet,
__ADS_1
tinggalkam komen kalian.kritik saran aku selalu terima untik membangun karya aku.terima kasih.slaam sehat selalu๐๐๐๐๐