SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
sangat cantik


__ADS_3

Di Paris Kevin dan Nabila sedang menikmati moment pertama menjadi pasangan suami istri. mereka berdua duduk dibalkon kamar sembari menikmati indahnya lampion di menara Eifel.


''Vin, dimana ponselmu?'' tanya Nabila.


''Ada di kantong celanaku, untuk apa?" Kevin balik bertanya.


''Aku, mau ganti wallpaper ponselmu dan ponselku. biar orang tahu kalau kita sudah menjadi suami istri.'' jawab Nabila tangannya menyodor ke arah Kevin.


Karena, Nabila yang sudah minta Kevinpun mengeluarkan ponselnya dari kantong celananya.


''Ini,'' ujar Kevin sembari memberikan ponselnya pada Nabila


''Terima kasih, sayang.'' jawab Nabila menunjukkan deretan gigi putihnya.


Nabila, mulai mengganti wallpaper ponsel Kevin. melihat tingkah Nabila Kevin tersenyum. begitu juga dengan ponselnya Nabila mengganti dengan foto pernikahan mereka yang berdiri di dekat Eifel.



"Pokoknya jangan diganti wallpaper ponselmu, biar orang orang yang lihat tahu kalau kamu sudah menikah." titah Nabila.kemudian mengembalikan ponsel Kevin.


" Terserah kamu Nab aku tidak akan pernah melirik wanita lain selain kamu." tegas Kevin.


''Aku, akan menarik rambut mereka kalau ada yang berani mendekati kamu.''tukas Nabila.


"Terima kasih, jangan pernah berubah teruslah seperti ini padaku," pinta Kevin tangannya merangkul leher Nabila.


Saat, sedang bercerita berdua tiba tiba ponsel Kevin berdering. Nabila mengangkat wajahnya menatap ke arah Kevin.


"Siapa yang menelpon tengah malam, seperti ini?" Nabila mencebik


Kevin segera mengambil ponselnya dari kantong celananya, tangannya menggeser layar ponsel.

__ADS_1


"Alfonso, " jawab Kevin sembari menunjukkan pada Nabila.


"Ya, sudah dijawab." ketus Nabila.


Dengam cepat Kevin menerima panggilan video dari Alfonso.


"Leticia, sakit?" tanya Kevin.saat melihat Leticia yang berbaring diatas tempat tidur dengan infus yang terpasang ditangannya.


" Nabila, dimana Leticia ingin berbicara dengan dia." sahut Alfonso.dan mengabaikan pertanyaan Kevin.


"Baiklah, dia berada disampingku." jawab Kevin kemudian mengarahkan layar ponselnya ke arah Nabila.


"Nab!" panggil Leticia.


"Cia, ka---" ucap Nabila, namun dengan cepat Leticia memotong pertanyaan Nabila.


" kamu kapan ke sini aku sudah melahirkan." potong Leticia menitikkan air matanya.


"Apa, Kevin akan mengijinkan kamu naik pesawat? bukannya suami mu overprotektif," keluh Leticia.


"Dia, pasti mengijinkan aku pulang," jawab Nabila menoleh ke arah Kevin.


"Baiklah, aku dan keempat anakku menanti kedatanganmu," lirih Leticia. " cepat, pulang Nab aku ingin memeluk kamu." akhirnya Leticia menangis.


Alfonso menarik napas panjang, tangannya mengusap kasar wajahnya mendengar rengekan sang istri meminta Nabila segera menjenguk dirinya.


''Kenapa, menangis aku sudah menikah dan anakku juga akan segera lahir, mereka akan segera bermain bersama.'' bujuk Nabila.menenangkan Leticia.


''Iya, mereka juga akan saling menyayangi seperti orang tua mereka.'' ujar Leticia, sesunggukan.


Setelah, hampir satu jam Leticia dan Nabila berbagi cerita lewat sambungan video call.akhirnya, mereka berpamitan untuk istirahat.

__ADS_1


Leticia, mengembalikan ponsel Alfonso. Begitu juga dengan Nabila mengembalikan ponsel Kevin.


"Sepertinya ada yang aneh dengan Leticia, " cerita Nabila.


Kevin mengerutkan dahinya, " memangnya kenapa?" Tanya Kevin menatap wajah sang istri.


"Leticia menginginkan saya cepat pulang." jawab Nabila.


"Iya, aku pikir nanti setelah 7 hari pernikahan, kita akan berkunjung ke Spanyol." ujar Kevin.


"Terima kasih," jawab Nabila.


******


''Nabila sangat cantik.'' ujar Leticia.


''Kamu juga sangat cantik.'' jawab Alfonso cepat, karena bagi Alfonso tidak ada wanita lain yang jauh lebih cantik dari istrinya.


Alfonso, memeluk tubuh Leticia yang berbaring di atas tempat tidur pasien. malam ini, Alfonso terus terjaga Leticia yang sudah mengantuk akhirnya terlelap.


Alfonso berjalan keluar memanggil anak buahnya yang sedang menjaga didepan pintu. " kamu, tetap disini ingat selalu waspada. saya masih melihat anak anakku," pesan Alfonso.


"Baik, Tuan! " jawab Anak buah itu.


Alfonso melangkah ke ruangan Nicu di mana keempat buah cinta mereka sedang berbaring. Alfonso, melihat dari balik kaca, " anak anak daddy besok kita sudah pulang, daddy ingin tidur bersama kalian." gumam Alfonso tangannya menyentuh kaca ruangan itu.


"Daddy, tidak bisa kalau sejam saja tidak melihat kalian.Namun, daddy juga harus menjaga mommy kalian dia juga sangat membutuhkan daddy karena itu, besok kita pulang biar daddy bisa melihat kalian bersamaan." batin Alfonso lagi.


"oek.., oek.. " tiba tiba Alisha menangis.


Alfonso terkesiap, mencari keberadaan suster. akhirnya hati Alfonso lega setelah melihat ada seorang suster datang dan menenangkan Alisha.

__ADS_1


Setelah menunggu Alisha tenang dan tidur dengan tenang bersama ketiga saudaranya. Akhirnya Alfonso berjalan kembali ke kamar menemani Leticia lagi.


__ADS_2