
Siang ini Leticia tidak seperti biasanya dia masih terjaga menunggu kedatangan anak anaknya. "Sayang, tumben enggak tidur?" tanya Alfonso mengeratkan genggaman tangan mereka.
"Tidak, sayang! aku kwatir Tuhan tidak mengijinkan aku membuka mataku lagi.'' batin Leticia. terukir senyum manis dibibirnya.
"Kenapa?kangen dengan anak anak? cepat sembuh ya, biar kita cepat pulang kita main bareng mereka lagi." sambung Alfonso lagi.
Alfonso tau kalaupun Leticia tidak menjawab. Tetapi Alfonso bisa melihat dari mimik wajah dan gerakan tangan Leticia. terlintas dipikirannya untuk menggoda Leticia agar Leticia tidak stress dengan keadaan saat ini.
"Iya aku kangen bangat sama tingkah mereka." batin Leticia lagi.
Alfonso mendaratkan satu kecupan dipunggung tangan Leticia. "cepat sembuh sayang. kamu, tidak ingin kita melakukan lagi? bekalku sudah habis aku kangen, sayang." ucap Alfonso memasang wajah melasnya.
''Sayang, kamu harus semangat ya? aku akan usaha semampu aku.'' pinta Alfonso lagi.
Sengaja Alfonso katakan begitu untuk menggoda Leticia. Agar Leticia tidak stres memikirkan sakitnya.
'' Maafkan aku sayang, jika bekalmu habis aku iklas kamu cari bekal diluar.'' batin Leticia.
''Jangan lirik aku seperti itu! kamu, lupa aku sudah berjanji untuk tidak menyentuh wanita lain selain kamu.'' cebik Alfonso.
Leticia tersenyum diiringi butiran kristal membasahi pipinya.
''Aku juga kangen sayang, kangen bangat bersentuhan dengan kamu.'' batin Leticia.
Saat keduanya sedang bercerita. terdengar suara riuh dilorong rumah sakit.
'' Dimana, Mommy dan Daddy, Oma?" suara cempreng mirip Leticia terdengar begitu jelas.
''Sayang, anak anak kita sudah datang.'' ucap Alfonso tersenyum. lalu, mengecup kening Leticia.
''Bentar ya, aku bawa mereka ke sini.'' pamit Alfonso.
__ADS_1
Leticia hanya membalas dengan tersenyum. Setelah pamit pada Leticia. Alfonso bangkit berdiri dari kursi dan berjalan keluar menemui anak anaknya. Benar saja keempat anaknya sudah berbaris didepan pintu. Tangan kecil mereka sudah dicuci, karena mereka masih dibawah umur. Tidak diijinkan memakai baju pendamping pasien.
''Daddy... i miss you daddy.'' ungkap Alisha. sembari berlari memeluk tubuh kekar Alfonso.
''Miss you too my little angel.'' jawab Alfonso sembari membawa putri kecilnya ke dalam pelukannya.
Afonso juga memanggil ke tiga anaknya, Aleijo, Alicia dan Alonzo. Untuk memeluk keempatnya bersamaan.
Felisia hanya menunggu diluar ruangan. Karena sudah 5 orang berada didalam ruangan ICU. ia hanya bisa menatap putrinya dari balik kaca ruang ICU.
''Ayo, kita masuk lihat Mommy.'' ajak Alfonso. lalu, mendaratkan kecupan pada keempat anaknya.
''Daddy...'' panggil Aleijo.
''Kemalin Jo nangis kangen daddy dan Mommy." cerita Aleijo. sembari mengikuti langkah Alfonso untuk masuk ke dalm ruang ICU.
''Mommy sakit sayang. Kalau, Mommy sudah sembuh nanti Daddy dan Mommy pasti akan pulang kita kumpul lagi kita main bareng lagi, oke.'' jawab Alfonso.
'' Kenapa, Mommy sepelti itu daddy?'' tanya Alisha. Lalu menutup mata dengan kedua tangannya.
''Mommy sakit, Nak.'' jawab Alfonso mengelus kepala keempat anaknya bergantian.
Leticia hanya bisa tersenyum sembari menatap dalam diam. hanya dengan air mata Ia menyapa keempat anaknya.
''Kalian takut dengan Mommy? maafkan Mommy sudah membuat takut kalian.'' batin Leticia.
''Kata mommy kalau kita cakit kita halus beldoa cama Tuhan. Ayo, kita berldoa Daddy. bial mommy cepat cembuh.'' ajak Aleijo.
''Iya, ayo kita berdoa.'' jawab Alfonso menuruti kemauan anak anak.
Mendengar ucapan anak anak Leticia tersenyum. Tangannya digerakkan seakan ingin memeluk anak anaknya.
__ADS_1
''Ayo dek katup tangannya telus kita beldoa.'' pinta Aleijo kepada ketiga adiknya.
Alfonso dan anak anaknya mulai katup tangan dan berdoa.
''Tuhan, Jo mohon toyong cembuhkan Mommy ya. Jo janji kalau Mommy cembuh Jo engggak akan nakal lagi. Telima kacih Tuhan, Amin.'' ucap Aleijo, Lalu disahut ''Amin.'' oleh ketiga adik dan daddynya.
Selesai berdoa dan dijelaskan oleh Alfonso. Mereka mulai mendekati Leticia.
''Makanya, Mommy ma'am yang pintal sepelti Alisha. jadi, enggak dikacih celang cepelti ini.'' ucap Alisha.Berbicara sembari menganggukkan kepalanya.
''Terima kasih ya anak anakku, sudah mendoakan Mommy. Terima kasih sudah tidak takut lagi dengan Mommy. satu pinta dari Mommy tolong Nak, jangan aktif berlebihan jangan sedih. kalau suatu saat tidak bertemu Mommy lagi. Walaupun, kalian tidak menyentuh Mommy lagi. satu yang harus kalian tau cinta Mommy untuk kalian tidak akan hilang hingga Mommy di surga nanti.'' batin Leticia.
Alfonso mengajak anak anak bercerita didepan Leticia. Terkadang mereka juga berdiri didepan Leticia mencium punggung tangan Leticia yang tidak ada selang.
Haripun sudah sore, Dengan berat hati Alfonso dan Leticia harus berpisah dengan anak anaknya. Berat meninggalkan kedua orangtuanya. Bahkan, sempat mendapat penolakan dari keempatnya untuk tidak pulang ke Mansion. Namun, setelah mendapat penjelasan dan janji dari Alfonso mereka akhirnya mau pulang.
''Mommy, Jo puyang ya. Mommy cepat cembuh.'' pamit Aleijo mengecup punggung tangan Leticia dengan bimbingan Alfonso.
Begitu juga dengan ketiga saudaranya. Mereka pamit sembari mengecup punggung tangan Leticia.
Hati Leticia teriris ketika mendengar ucapan Alicia.'' Mommy, halus cembuh. Alicia cedih mayam bobo enggak dengal celita dali mommy.''
'' Maafin Mommy sayang. Mommy ternyata tidak bisa menjadi seperti Ibu Peri." batin Leticia menitikkan air mata.
Selesai berpamitan dengan di gandeng oleh Alfonso anak anak diantar keluar ruang ICU.
"Daddy, sudah janji enggak boyeh ingkar ya." tegas Alisha.
"Siap, Daddy janji." jawab Alfonso tersenyum.
Dengan berat hati Alfonso menatap anak anak pergi bersama Felisia. Lalu, Ia melangkah masuk untuk menemani Leticia lagi di ruang ICU.
__ADS_1