
Gareth dan Andre langsung berjalan menyambut Kevin dan keluarga kecilnya. Gareth tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini. Kevin begitu berbeda dengan Kevin yang dulu. Kevin sekarang lebih bijak, tangan kanannya menggendong Clarinda. Sedangkan lengan kirinya di gandeng oleh Nabila.
Gareth ingin sekali menggoda Kevin. Namun, sudah lebih dahulu di ancam oleh Andre.
''MULUTNYA DI REM! '' ucap Andre.
''Ya, ya enggak bisa biarin sahabatnya senang.'' gerutu Gareth.
''Bukan begitu ini ada Nabila. Apalagi, lu tau Nabila sedang hamil kalau tersinggung gimana? oke, fine! menurut lu itu candaan belum tentu menurut tanggapan Nabila.'' jelas Andre.
''Hmm...'' Gareth hanya berdehem karena Kevin dan Nabila semakin mendekat ke arah mereka.
Gareth dan Andre merangkul Kevin bergantian.
''Apakabar Vin,'' tanya Andre dan Gareth serentak.
''Kabar baik.'' jawab Kevin.
''Ibu baru, apakabar?'' sapa Gareth dan Andre pada Nabila.
'Baik juga.'' jawab Nabila tersenyum.
''Ehh... ada ponaan uncle. wah, cantik sekali. namanya siapa?" tanya Andre.
Bukannya, tersenyum Clarinda langsung menangis ketakutan dengan menutup wajah nya ke dalam dada Kevin.
''Anak ku takut dengan wajah kalian berdua. seram!!!'' celetuk Kevin tertawa.
Mendengar ucapan Kevin, Andre dan Gareth saling menatap sembari menahan tawa.
''Untung ya, Clarinda tidak melihat wajah papah nya pas lagi berhadapan dengan musuh.'' ledek Gareth.
__ADS_1
Langsung mendapat tatapan tajam dari Andre. Gareth yang melihat Andre menatap dirinya mengangkat ke dua jari berbentuk huruf V ke atas[ peace].
Setelah melepas kangen di lobby. Kevin, meminta Gareth mengantar mereka lebih dahulu ke Mansion karena perjalanan dari Paris ke Spanyol membuat Nabila sangat lelah.
''Ndre, kami duluan ya. kasihan Nabila sudah lelah bangat.'' pamit Kevin sembari menepuk pelan bahu Andre,
''Siip... oke. hati hati ya.'' pesan Andre.
Setelah berpamitan Kevin dan Nabila juga Clarinda berjalan mengikuti langkah Gareth menuju parkiran.
Dengan cepat anak buah Gareth yang menunggu di parkiran. Segera membukakan pintu mobil. Nabila masuk ke dalam mobil di ikuti Kevin. Begitu juga Gareth segera masuk ke dalam mobil mengambil posisi di kemudi.
Setelah seatbelt sudah terpasang dengan benar. Gareth segera menginjak pedal gas mobil melaju dengan kecepatan rata rata menuju Mansion.
******
Di Mansion, anak anak asyik bermain. Ada yang berlari lari ada yang bermain mobilan. Karena, di mansion Alfonso menyediakan ruang playground untuk anak anak nya bermain. semua permainan disediakan lengkap di ruangan itu. Jadi, mereka bebas bermain dan memilih. Namun, selalu diawasi oleh Alfonso dan Leticia.
Alfonso, yang melihat tingkah Leticia hanya menahan sesak didadanya.
''Maaf, pak. Setelah saya lihat hasil pemeriksaan darah ibu Leticia tadi. ternyata ibu Leticia mengidap Lupus langkah yaitu lupus GUILLAIN- BARREN SYNDROM.(GBS). lupus ini menyerang saraf dan jika sudah akut ibu Leticia akan mengalami lumpuh dan mata rabun. dan kalau sudah menyerang saraf maka ibu Leticia hanya bisa bertahan dua minggu. saya mohon maaf jika saya membawa kabar yang tidak di harapkan oleh Pak Alfonso. Tetapi ini kenyataannya dan ini hasil periksa darah kemarin."
Seketika ucapan dokter Cathlyn di rumah sakit setahun lalu kembali diingat oleh Alfonso. Takut, marah, sedih semua tercampur menjadi satu. Namun, apa daya nya Uang? tidak bisa menjamin kesembuhan Leticia, cinta? ya hanya cinta dan perhatian yang bisa Alfonso berikan pada Leticia saat ini. kesetian dan ketulusan merawat sang istri hingga saat ini tidak berubah dan tetap sama dari awal mereka menikah.
Glen yang melihat Alfonso termenung segera menyadari kan Alfonso.
"Kamu, kenapa Al?" tanya Glen.
__ADS_1
"Ahh... saya? tidak kenapa kenapa." lirihnya.
"Kamu, yakin tidak ada yang kamu sembunyikan?" tanya Glen.
"Tidak, hanya aku kepikiran bagaimana ya kalau Reno bertemu anaknya." Alfonso mencari alasan.
"Oh... soal itu biarkan saja. kita hanya bisa mengawasi Sikap Reno agar tidak memancing amarah Kevin." jawab Glen.
"Hmmm...aku juga berpikir begitu." jawab Alfonso. Lega setidak nya alasannya tepat juga jadi Glen tidak terus menerus menanyakan soal diri nya termenung tadi.
Setelah satu jam dalam perjalanan. Akhirnya, Kevin bersama keluarga tiba di mansion.
Leticia, yang sedang asyik bercerita dengan Stefani segera berlari keluar. menyambut Nabila.
''Ayo, Fan. sepertinya Nabila sudah datang.'' ajak Leticia berdiri dari sofa bersama Stefani.
'Kamu tahu dari mana?" tanya Stefani bingung.
''Itu pintu di ketuk," ucap Leticia sembari menatap ke arah pintu.
Karena sudah dipaksa oleh Leticia. Stefani pun akhirnya berdiri mengikuti langkah Leticia yang sudah berjalan ke arah pintu dengan menggendong Alicia.
Alfonso dan Glen saling menatap sembari menggeleng kepala.
''Ayo, para wanita selalu saja tidak sabaran.'' gumam Glen. sembari menggendong Belinda yang masih berada di dalam mobil mainan Alonzo.
Begitu juga dengan Alfonso menggendong Alisha. sedangkan Alonzo digendong oleh Mason dan Aleijo di gendong oleh Felisia.
Mereka segera menyusul Leticia dan Stefani yang sudah berada di depan Mansion.
__ADS_1
''Nabila!" pekik Leticia membuat Kevin menutup matanya sesaaat karena teriak Nabila yang memekak ditelinga.
"Ciaaaaa ...." teriak Nabila. yang masih berada di dalam mobil,