
Al, membuka pintu mobil dan berjalan ke luar. Alfonso, sedikit dibuat heran. karna para pelayan tidak ada sama sekali yang datang menyambut kedatangannya.karna itu sudah kebiasaan di Mansion ini.
"Bale, kemana para pelayan?"tanya Al. yang bingung karna tidak seperti biasanya. dia pulang tidak disambut para pelayan seperti ini.
Bale, menunduk didepan, Al.
"Maafkan kami, Tuan. semua pelayan cuti pulang ."jawab Bale. dengan perasaan takut.
Kalau saja tuan marah, bisa habis dirinya ditembak.karna Bale sudah tau kebiasaan Al, selalu membawa dua pistol dipinggangnya.
"Lah, terus siapa yang menempel semua ini."tanya Al sambil menunjuk ke arah tulisan didepan pintu Mansionnya.
"Oh itu Tuan , itu ide saya. karna saya pikir hari ini Nona muda, pertama kali datang ke Mansion."jawab Bale. dengan ketakutan.
Tangannya sudah gemetaran, rasanya dia ingin jujur saja, sebelum dia disemprot oleh kemarahan Alfonso.
"Siapa yang mengijinkan, kenapa semua pergi secara mendadak?" tanya Al, menatap tajam Bale.
Bale, yang gemetaran tidak berani menjawab dan hanya menunduk.
"Ide tuan Glen ng lucu" batin Bale.
"pokoknya aku ng mau tau. sekarang juga kamu telpon, semua pelayan suruh mereka kembali ke Mansion. kalo hari ini tidak ada yang balik ke sini. akan aku pastikan mereka tidak kembali untuk selamanya."perintah Al, menatap dingin Bale.
Sambil, berjalan ke arah pintu Leticia yang masih tertidur pulas dikursi depan mobil. Al, membuka pintu mobil, Al tersenyum saat melihat Leticia yang sudah bangun.
"Sudah bangun?"Tanya Al. sambil menatap Cia.
Cia, yang masih kebingungan. dan terpukau dengan Masion Al. tidak mendengarkan apa yang dikatakan Al.
"Gile, gede bangat ini Mansion. ukuran Mansionnya sama besar dengan ukuran wilayah Barcelona."batin Cia. sambil mengucek matanya, agar lebih konsen lagi melihat di sekitar depan nya.
Al, yang merasa di abaikan Leticia, melambaikan tangannya tepat di wajah Leticia.
"Sayang, kalo kamu belum kuat jalan, akan aku gendong aja masuk ke dalam kamar kita." ucap Al. sambil melebarkan pintu mobil lagi.
"Ng, usah. aku bisa jalan sendiri."Jawab Cia. sambil melirik ke arah Bale yang masih berdiri dan menunduk.
Al, tersenyum dan mengulurkan tangannya ke arah Cia.
"Ya, sudah akan aku tuntun kamu ke dalam. di depan ada lift. kalau sakit buat naik tangga kita gunakan lift saja." bisik Al. ke telinga Cia. karna Al, tidak ingin rahasia ranjangnya didengar orang lain.
Cia, terkekeh. sambil sedikit miringkan kepalanya menjauh dari bibir Al. karna deruan nafas Al membuat Cia merasa sedikit terganggu. dan mencubit pelan pinggang Alfonso.
"Sakit sayang."ucap Al, sambil berkedip nakal ke Cia.
__ADS_1
"Makanya jangan mancing."jawab Cia sambil memonyongkan bibirnya ke depan.
Saat, mereka hendak melangkah ke arah tangga. Al, membalikkan badannya lagi ke belakang menatap Bale.
"Kopernya bawa ke kamar ku saja." ucap Al, kembali memasang wajah dinginnya.
Karna, Al tidak ingin seprei bekas semalam dilihat oleh para pelayan.
"Baik, tuan. saya mengerti." jawab Bale. sambil terus menunduk.dan membawa koper baju tuan dan nonanya masuk ke dalam Mansion.
Leticia, yang melihat perlakuan suaminya terhadap dirinya dan para pekerja di Mansion berbeda. merasa sedikit tidak adil.
"Sayang jangan galak galak, kenapa saat kamu berbicara dengan aku begitu manis. tapi kalo sama pekerja mu, wajahmu dingin seperti es." bisik Cia,
Al, hanya tersenyum. dan mereka mulai melanjutkan langkah mereka masuk ke dalam Mansion.
Al, yang melihat Leticia masih sulit berjalan, memilih menggunakan Lift ke kamar mereka.
Ting..,
pintu lift terbuka Al menggandeng tangan Leticia masuk kedalam lift.
Ting..,
pintu lift terbuka lagi, Al dan cia melangkah keluar dari lift.
Saat mereka melangkah keluar dari lift, ada setangkai bunga mawar tepat didepan pintu lift.
"Aneh, apa selama saya tidak ada, Mansion ini tidak dibersihkan." gumam Al.
Cia, yang masih fokus dengan semua furniture di dalam Mansion.tidak mendengarkan Alfonso.
Alfonso menggandeng tangan Cia, melanjutkan langkah menuju kamar mereka. saat tangannya hendak meraih handle pintu kamar, sepatunya terinjak setangkai mawar lagi.
Al, mengabaikan itu. dan melangkah masuk ke dalam kamar. tapi, Al tidak bisa menahan emosinya lagi karna semua lampu kamar Al, padam.
"Apa lampu dikamar rusak."batin Al, lagi.
Cia, yang heran dengan kamar yang gelap mengeratkan gandengan nya dilengan Alfonso.
"Ko, gelap sayang?masa Masion segede ini. uang untuk bayar listrik ng ada?" tanya Cia dengan nada ledekan.
Al, yang sudah kesal memilih mengabaikan ledekan Cia. dan hanya mengangkat bahunya.
Mereka berjalan ke arah ranjang. saat Al, hendak mendudukkan Cia, diranjang tangannya menyentuh banyak kuntum bunga mawar diranjang.
__ADS_1
"Hmmmmm."batin Al.
Dan....
tiba tiba
Lampu dinyalakan bunyi terompet bersahutan.
"Welcome to home. pengantin baru." ucap serentak para penghuni Mansion.
Al, hanya menarik kasar rambutnya, dan berdiri sambil menggelengkan kepalanya.
Cia, menutup mulutnya karna masih tercengang dengan kejutan yang dibuat teman temanya.
"Katanya, kamu semua ke hawaii?"ucap Al, sambil menyambut pelukan para sahabatnya.
"Mana bisa, saudara kami pulang dari malam pertama. kami tidak adakan kejutan."jawab Gareth. sambil memberikan pelukan ke Al.
Ya, bagi mereka Alfonso, sudah seperti kakak mereka, bukan lagi atasan. karna, Alfonso lah mereka bisa hidup layak seperti ini bahkan bisa menjadi seorang mafia,
Van, Nabila juga memeluk Cia, mereka saling menautkan pipi satu sama lain.
"Thanks." ucap Cia, dengan mata berkaca kaca.
"Hei,,, please don't cry.today you are a queen,this is a happy day you welcome with happiness.(hei jangan menangis, hari ini kamu seorang ratu. sambutlah dengan kebahagian.) ."ucap Van. karna van sudah tahu apa yang dipikirkan Cia.sambil menggelengkan kepalanya.
"I know that.., but for a moment i felt i was like an orphan.( ya aku tahu itu, tapi sesaat aku pikir aku seperti anak yatim piatu." jawab Cia, sambil meneteskan air mata dibahu vani.
"Yeah,i know.( iya aku tahu itu.)" jawab Vani.sambil menuntun Cia berjalan ke arah Alfonso, yang masih berdiri menunggu Cia diruang tengah.
Alfonso dan Leticia di tuntun ke arah halaman belakang Mansion, disana sudah berjejer para pelayan Alfonso yang sudah menjelma menjadi pramusaji sehari. dan suara alunan musik menyambut datangnya Nyonya bos mafia Red devil.
Al, dan Cia hanya tersenyum, melihat kejutan yang diberikan teman temanya, bahkan mata Al. membulat saat melihat para pelayannya tidak ada yang cuti. sesaat Al mendengus kesal.karna telah dipermainkan Bale.
Malam ini, mereka semua berbahagia, ada yang berdangsa, ada yang saling berbagi cerita. hingga subuh menjemput. para anak buah Alfonso masuk ke acara bergantian, karna mereka bergantian menjaga keaamanan.
Bibi Yati, dan bibi Sum juga tidak ketinggalan, mereka orang yang paling merasa bahagia, melihat Al dan Cia hidup bahagia.harapan mereka kedua anak ini bahagia selamanya. jangan ada yang saling menyakiti.
...****************...
Authornya mau curhat, uda dikasih romantis, uda dikasih vulgar. tapi masih aja yang like dan komen sedikit.padahal mau dilihat yg masukin ke rak buku 425.
like dan komen itu sangat berarti buat aku.
aku juga setiap hari sehari selalu ss,,siapa saja yang dukung.untuk suatu saat kalo aku dibayar aku bisa hubungi yang dukung novel ini. aku tidak aakn pernah lupa semua dukungan yang diberikan begitu saja🙏
__ADS_1
selalu sehat ya para readers.🤗🥰😘