SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Dimana Daddy


__ADS_3

Pagi pagi Alfonso sudah menelpon Ethan untuk datang di mansion mendekor kamar baby Fidel atas permintaan Leticia.


''Mereka sudah datang, sayang?" tanya Leticia. sembari turun dari tempat tidur. Dan berjalan ke arah sofa di mana Alfonso sedang melanjutkan pekerjaannya semalam.


''Iya sebentar lagi tiba.'' ujar Alfonso. lalu mengecup kening Leticia. " pagi sayang," ucap Alfonso lagi.


"Pagi juga sayang." jawab Leticia. Kemudian duduk di sofa samping Alfonso. Lalu, kepalanya di senderkan di bahu Alfonso.


"Kamu mandi dulu, sayang." pinta Alfonso sembari menatap wajah Leticia, tangannya merapikan rambut yang menghalangi wajah Leticia.


''Hmmm, '' jawab Leticia.


''Gitu dong.'' jawab Alfonso mengedipkan matanya.


Kemudian, Leticia berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Ethan juga sudah datang di mansion. Alfonso segera berjalan keluar dari kamar menemui Ethan untuk menunjukkan kamar bayi yang harus di dekor.


"Dekor yang bagus," perintah Alfonso sembari menepuk pundak Ethan


''Beres, Tuan.'' jawab Ethan. sembari tersenyum.


Setelah bicara dengan Ethan. Alfonso kembali ke kamar. '' Ethan udah datang?'' tanya Leticia yang melihat Alfonso baru masuk ke kamar mereka.


''Iya, sementara dekor.'' jawab Alfonso. sembari berjalan ke arah ranjang menemui anak anaknya yang sedang di urus oleh baby sitter.


''Anak anak sudah minum susu?" tanya Alfonso pada babysitter.


'' Sudah tuan.'' jawab susternya.


''Setelah ini kalian boleh istirahat.'' sambung Alfonso.


''Terima kasih, Tuan.'' jawab keempat suster serentak.


Selesai mengurus anak anak Alfonso, para suster juga keluar dari kamar Alfonso. Alfonso berbaring di samping anak anak nya sembari mengajak mereka bermain.


Leticia sudah selesai merias wajahnya. Lalu, berjalan ke arah ranjang bergabung dengan suami dan anak anaknya.


''Sayang, aku mau lihat kamar baby Fidel dulu.'' pamit Leticia pada Alfonso.


''Iya, biar aku yang temani anak anak disini.'' jawab Alfonso.


Tangan Alfonso terus memainkan boneka tangan didepan keempat anaknya.


Leticia segera berjalan keluar dari kamar. Untuk melihat kamar baby Fidel. bibirnya langsung mengembang saat tangannya membuka pintu kamar baby Fidel.



''Wow, cantik sekali kamarnya.'' ucap Leticia girang.


Kemudian dengan cepat menutup kembali kamar Baby Fidel. Dan kembali ke kamar mereka.


" Sayang," panggil Leticia.


Dan berjalan ke arah ranjang.


"Iya," jawab Alfonso matanya terus fokus ke anak anaknya.


"Bagus sekali kamar baby Fidelnya, aku yakin Karla pasti suka." ujar Leticia sembari mengambil ponsel di tangannya untuk menelpon Karla.


Drthh..,


Karla yang sedang menunggu Steward untuk bersiap siap pulang ke Mansion segera menerima telpon dari Leticia.


"Apa kak?" tanya Karla.


"Kamu jam berapa pulang dek?" ujar Leticia.

__ADS_1


"Ini mau pulang." jawab Karla.


''Ya udah hati hati.'' sambung Leticia.


''Kakak telpon hanya untuk tanya itu aja?" cebik Karla.


''Iya, emang kenapa? enggak boleh?" protes Leticia.


''Hehehe..., bukan begitu kak,'' jawab Karla terkekeh.


Setelah bertanya pada sang Adek. Leticia kembali duduk bersama Alfonso dan anak anaknya.


Didapur Felisia sibuk menyiapkan jamuan dengan di bantu oleh Koki dan dan para pelayan.


Stefani, Glen, Andre, dan Gareth. Mereka juga sudah datang di mansion. Leticia bersama Alfonso juga keempat anaknya keluar menemui sahabat sahabat mereka.


Gareth langsung menggendong Alonzo, yang sedang berada di dalam gendong suster.


''Biarkan saya yang mengendong Alfonso kecil.'' ucap Gareth pada susternya.


Alfonso tertawa mendengar ucapan Gareth. Karena memang Alonzo sangat mirip Alfonso.


Saat sedang menggoda anak anak Alfonso mobil yang membawa Karla, Baby Fidel, dan Steward. tiba di depan Mansion.


''Nah, Karla sudah datang.'' seru Leticia. karena sejak tadi matanya terus menatap ke depan mansion.


Denggan cepat Leticia berdiri dari sofa, Alicia yang berada di gendongannya di titip pada Mason.


''Daddy, tolong gendong Alicia. Cia mau sambut Baby Fidel.'' ucap Leticia.


''Sini sama Granpa, sayang.'' ujar Mason.


Lalu menggendong Alicia. Leticia segera keluar dengan membawa bucket bunga di tangannya.


''Hallo, baby Fidel welcome to home sayang.'' ucap Leticia bahagia.


Wajahnya berseri seri tanganya langsung memeluk tubuh Karla yang sedang menggendong Baby Fidel.


Leticia menautkan pipinya dengan pipi Karla. Lalu, memberikan bunga pada Karla. kemudian Tanganya meraih Baby Fidel dari gendongan Karla.


''Sini sama mommy Cia, sayang. Aduh.., anak siapa ini ganteng sekali.'' goda Leticia sembari menyentuh pipi Baby Fidel.


Steward tersenyum melihat sambutan hangat dari sahabat juga mertuanya.


Baby Fidel juga sangat tenang saat berada dalam gendong Leticia.


Stefani, Glen, Gareth, Andre. Alfonso, juga Felisia dan Mason. Mereka juga memberi ucapan selamat pada Karla dan Steward.


Selesai ucapan Selamatan. Leticia membawa Baby Fidel ke kamar yang sudah didekor.


''Nah, di sini kamar Baby Fidel.'' Leticia terus berbicara dengan Baby Fidel. Lalu, membaringkan Baby Fidel di dalam box bayinya.


Karla begitu terpesona dengan dekor kamar Baby Fidel.


''Kakak, Terima kasih.'' ucap Karla memeluk Leticia sekali lagi.


''Sama sama, jangan terus mengucapkan terima kasih.'' ujar Leticia.


Lalu, Baby Fidel beristirahat dikamarnya dengan ditemani suster.


Karla berisitrahat dikamarnya bersama Steward. selesai berisitirahat Sebentar semua diajak oleh Felisia untuk makan bersama.


Hari ini mereka semua berbahagia menyambut pulangnya Baby Fidel hingga malam hari.


****


Hari berganti hari Anak anak Alfonso juga semakin besar. Begitu juga dengan anak Karla sudah berusia satu bulan. Nabila juga sudah melahirkan anak perempuan yang cantik. Begitu juga dengan Stefani melahirkan Baby Girls juga.

__ADS_1


Mansion setiap hari selalu rame dengan tangisan anak anak kecil. Alfonso juga semakin over protektif dengan anak anaknya.Leticia sangat Bahagia karena apa yang diimpikan dirinya semuanya terwujud.


Pagi ini, Leticia bermain bersama Baby Fidel di kamar Fidel. Alfonso bermain dengan keempat anaknya di kamar mereka. Betapa kagetnya Leticia saat kembali ke kamar mereka.Ketika melihat keempat anaknya hanya menggunakan pampers, tanpa baju. Mereka asyik berdiri didalam Box. Alfonso bersembunyi dibawah Box, anak anaknya seakan mencari daddynya dengan bibir mungil yang tersenyum bahagia.



.


"Daddy di mana?'' tanya Leticia pada anak anaknya.


"Sttt.., jangan bilang pada mommy ya.'' ucap Alfonso sembari meletakkan jari telunjuk di bibirnya, kepada anak anaknya.


Leticia sengaja mencari ke beradaan Alfonso.


''Daddy di mana, ya?'' panggil Leticia.


Alfonso mengendap ngendap lalu perlahan berdiri dan memeluk Leticia dari belakang,


''Daddy disini.'' ujar Alfonso sembari mengeratkan tangannya dipinggang Leticia dengan erat kemudian dagunya diletakan dibahu Leticia.


Leticia tertawa sembari menoleh menatap wajah Alfonso. anak anaknya juga ikut tertawa ketika melihat kedua orang tua mereka tertawa.


*******


Di Paris Nabila dan Kevin sibuk melakukan photshoot pada baby Clarinda yang artinya jernih, terang, dan suci dan bercahaya.


Kevin memilih nama itu dengan harapan kelak Clarinda bisa menjadi seperti nama yang diberikan oleh papah Kevin.


''Sayang, kamu jangan telat makan.'' ujar Kevin.sembari menimang baby Clarinda.


''Iya, sayang. Clarindanya Asi dulu.'' ucap Nabila.


''Ohh.., anak papah minum cucu duyu setelah itu baru main sama papah Kevin.'' jawab Kevin.Lalu memberikan Clarinda pada Nabila.


Nabila duduk ditepi ranjang sambil memangku Clarinda untuk memberi Asi pada putri kecilnya. Kevin juga ikut duduk ditepi ranjang sembari mengamati Baby Clarinda yang menyesap susu dari n*p*le Nabila.


Terkadang Kevin sengaja usilin Clarinda dengan menarik keluar N*p*le Nabila dari mulut Clarinda.


Baby kecil itu spontan menangis. membuat Kevin tertawa bahagia.


''Sisain bagiannya papah dong, sayang.'' goda Kevin.


Nabila hanya menggelengkan kepalanya ketika meliha keusilan Kevin terhadap putri kecil mereka.



Visual baby Girls Clarinda Baby Nabila dan Kevin.


Yang artinya Jernih, Terang, bercahaya.


********


Di Apartemen Stefani juga sedang sibuk memandikan Bayi nya. Glen yang masih takut menggendong Belinda memaksa diri untuk memandikan Belinda.


''Sayang, aku aja yang mandiin Belinda.'' pinta Glen.


''Nanti dulu sayang. kamu masih belum bisa memandikan Belinda.'' jawab Stefani.


''Ya uda, nanti aku yang makein bajunya, ya.'' ujar Glen.


''Iya boleh.'' jawab Stefani.


Tangannya terus mengolesi sabun ditubuh putri kecilnya.


Selesai memandikan putri kecilnya.Stefani membawa bayi nya ke tempat tidur, untuk dipakekan baju oleh Glen tetapi masih diawasi oleh Stefani. Karena Glen tidak setelaten Alfonso dan Kevin.


__ADS_1


Visual Belinda.


yang artinya. perempuan yang cantik dan menawan


__ADS_2