SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Ide Kamu


__ADS_3

Didalam mobil Alfonso, yang duduk dibelakang bersama sang istri, terus mengelus kepala sang Istri.sesekali mengecup ujung kepala Leticia.


''Anak anak kita tidak menendang?mmm.'' tanya Alfonso yang sesekali mengelus perut sang istri.


Leticia, hanya menggeleng, senyum dibibirnya terus mengembang.Leticia, sangat bahagia akhirnya sang suami sudah dijinkan kembali ke Mansion.


Nabila, yang duduk didepan bersama sopir hanya diam. melihat kemesraan suami istri itu, melalui pantulan kaca spion depan mobil.


''Non!" panggil sopir itu mengajak Nabila bicara. karna Nabila yang hanya diam dan fokus diponselnya.


''Iya, pak ada apa?" jawab Nabila.dengan kepala terus menunduk menatap layar ponselnya.


''Sudah, jangan dilirik. Tuan, sejak menikah berubah jadi romantis. padahal dulu muda wajahnya dingin seperti gunung es dikutub selatan.'' bicaranya begitu perlahan. Ia, berharap bosnya tidak mendengarnya.


Alfonso, tersenyum.'' fokus menyetir enggak usah ngegosip.'' ucap Alfonso.


Sopirnya, kaget saat mendengar Alfonso menegur dirinya, dia pikir Alfonso tidak mendengar karna fokus bermesraan dengan Leticia.


''Maaf, tuan!" jawab sang sopir. lalu fokus dijalan lagi.

__ADS_1


''Hmmm.., sekarang punya hobi baru, gosipin majikan.'' sindir Alfonso lagi.


Sang sopir, hanya tersenyum dan terus fokus menyentir.'' semoga saja enggak dipotong bonus bulanan.'' batin sopir itu.


Setelah, hampir 30 menit menyusuri ramainya kota Madrid. akhirnya, mobilpun tiba di Mansion milik Alfonso.


Alfonso, menatap ke arah sang istri sembari menautkan kedua alis tebalnya.


''Ini, bukan ide kamu kan sayang?" tanya Alfonso, sembari menelisik bola mata sang istri.


''Maksudnya?" tanya Leticia. yang tidak mengerti dengan pertanyaan Alfonso.


Leticia, menggeleng.'' kamu, sendiri lihat. selama kamu tertembak ponsel saja, aku sama sekali tidak menyentuh. apalagi meninggalkan kamu.'' jawab Leticia. yang bingung siapa yang melakukan semua ini. mengingat semua teman temannya bersama mereka dengan mobil beriring iringan pulang ke Mansion.


Bale, juga tidak mungkin. karna, Anak buah yang di Mansion atau markas tidak ada yang tau soal kepulangan Alfonso ke Mansion.


Mobilpun, masuk ke dalam pekarangan Masion. Sopir, segera keluar dari mobil dan berlari ke arah pintu Alfonso, lalu tangannya membuka pintu mobil.


''Silahkan, Tuan.'' ucap sopirnya sembari membungkukkan badanya.

__ADS_1


''Terima kasih pak.'' jawab Leticia. dengan bergandengan tangan, Alfonso dan Leticia masuk ke dalam Mansion disusul Nabila, ketiga jomblo, juga Mason, Felisia dan Willy yang digendong Mason.


Tampak, didalam Mansion sepi seperti Masion tanpa penghuni. Tadi, didepan hanya ada Bale yang mengucapkan selamat pada Alfonso atas selamatnya Alfonso dari operasi dan tembak.


''Kemana, para pelayan semuanya? ini, tidak seperti biasanya.'' ucap Alfonso. tangannya terus mengandeng tangan sang istri.


''Iya, mana aku sudah lapar bangat.badanku juga pegal semua.'' jawab Leticia. tangannya yang satu terus menopang pinggangnya.


Karna, perutnya yang sudah memasuki usia delapan bulan membuat Leticia seakin susah untuk bergerak dan berjalan.


''Ya, sudah kamu isitirahat saja Nak, biar mommy yang masak untuk kamu, kasihan dari kemarin makanmu tidak betul.'' sambung Felisia. dan berjalan melewati menantu dan anaknya ke kamar untuk meletakkan barang dan membersihkan badannya yang terasa lengket semua karna keringat.


Namun, tiba tiba suara tepuk tangan dan teriakan ucapan selamat datang menggema diruang tamu. Alfonso, dan semuanya bingung dan saling menatap.


''Kalian!" tanya Alfonso. tangannya menunjuk ke arah kedua sahabat yang baru menikah dua hari lalu itu.


Mason, tersenyum sembari mengangkat kedua jempol ke arah Glen dan Steward.


'' Ide kalian keren!" ucap Mason.

__ADS_1


"Ini, ide daddy juga?" tanya Alfonso.


__ADS_2