
Selesai mandi, Alfonso dan Leticia keluar dari kamar mandi. Dan berjalan ke arah lemari, untuk mengambil baju lalu mengenakan baju.
Leticia, duduk di meja rias untuk merias wajahnya. Alfonso, duduk disofa menunggu Leticia berdandan.
"Jangan, terlalu cantik. karna, bukan kita yang menikah." sindir Alfonso. sambil melirik sang istri yang menurut Alfonso begitu cantik hari ini.
" Karna, aku ingin matamu cukup memandang aku. bukan, wanita lain." balas Leticia mencebik.
"Hahaha, tidak ada wanita yang bisa meluluhkan hatiku selain kamu." jawab Alfonso. kemudian berdiri dan berjalan ke arah meja rias. tangannya melingkar dileher Leticia. dan melihat ke arah kaca meja rias.
"Hati, dan hidupku, semuanya yang aku miliki. Hanya, untuk kamu dan anak anak kita." jelas Alfonso. lalu, mendaratkan satu kecupan dipipi Leticia. sembari mengelus perut istrinya.
Leticia, tersenyum lalu menatap dalam Alfonso.
''Terima kasih. aku, harap kamu tidak akan menggantikan posisi ku dengan orang lain saat aku tiada nantinya.''sambung Leticia. entah kenapa, akhir akhir ini perasaan Leticia begitu kwatir dan takut.
'' Kenapa, berbicara begitu. jangan berpikir yang aneh aneh.'' tepis Alfonso.
"Ayo, mereka sudah menunggu."sambung Leticia.kemudian, berdiri dari kursi meja rias dengan bantuan Alfonso.
" Semakin, terasa berat kalau dibuat berdiri."keluh Leticia. tangannya menopang pinggang belakangnya.
"Sabar tiga bulan lagi, mereka sudah lahir sayang." Alfonso memberi semangat. tangannaya terus menggandeng tangan Leticia.
Alfonso, dan Leticia. berjalan keluar dari kamar menuju ruang tamu. di mana terdengan gelak tawa dan suara candaan.
" Dengar, suara cempreng Karla."ucap Leticia. yang mendengar suara Karla begitu jelas saat tertawa.
" Biarin, sayang. Mansion kita jadi rame. nanti, kita akan sepi lagi. karna, mereka sudah kembali ke Apartemen mereka masing masing."sahut Alfonso.
" Hati hati." sambung Alfonso lagi.saat, mereka hendak melangkah menuruni anak tangga.
__ADS_1
"Iya, aku juga akan kangen berdebat dengan Karla." jawab Leticia. yang mengingat setiap kali ada saja yang dia dan Karla berdebat.
" Kamu, sebagai kakak harus mengalah sayang." sahut Alfonso. sembari tersenyum.
"Hmmm..., aku tau itu."Leticia mencebik.
" Pagi semuanya." sapa Leticia. yang melihat semua sudah berkumpul diruang tamu. menunggu Dirinya dan Alfonso untuk sarapan bersama.
Karna, hari ini semua akan fitting baju. Selesai fitting baju, mereka semua akan ke hotel untuk melihat dekorasi dilapangan yang akan digunakan besok.
Dan, malam nanti semua akan nginap dihotel. agar tidak cape bolak balik Mansion hotel.
"Ayo, semua sarapan." panggil Felisia. yang sejak subuh sudah bangun membuat sarapan untuk anak anaknya. dengan dibantu pelayan.
Semua, ke ruang makan untuk sarapana bersama.
Selesai, sarapan. Alfonso, dan semuanya. duduk sebentar diruang keluarga. sebelum berangkat ke butik.
******
''Ayo, Dek. berdiri yang benar.''ucap Leticia.camera besar bermerk brand itu ia bawa ke mana mana.
'' Sayang, ayo foto aku sama Karla. setelah itu, aku sama Stefani.'' ucap Leticia. dan memberikan camera ke Alfonso.
Leticia, berdiri bersama Karla. yang sedang menggunakan baju pengantin berwarna putih panjang. Alfonso, dengan hati yang hancur terus menurut dan mengikuti perintah Leticia. yang terus saja meminta untuk difoto.
Begitupun, saat bagian Stefani, Leticia masih heboh minta untuk mengabadikan setiap momentnya.
''Kak, kenapa kakak begitu antusias mengambil foto, ini hanya fitting saja.'' protes Karla. yang merasa tidak enak dengan orang orang berada diruangan itu.
"Enggak, kenapa kenapa. ini moment berharga. ini sekali dalam hidup kamu, dan Stefani fitting baju pernikahan."jawab Leticia mencebik.
__ADS_1
Karla, akhirnya memilih diam. karna, kalau berdebat dengan Leticia tidak akan ada habisnya.
Selesai, fitting baju. mereka semua meninggalkan butik langgangan Alfonso. dan semua meluncur ke hotel melihat sudah sejauh mana proses dekorasi. karna, outdorr di halaman belakang Hotel.
"Sayang, kamu tidur dulu. nanti kalau uda tiba di Hotel aku banguni." ucap Alfonso.
Karna, melihat Leticia yang sejak tadi terus saja cemberut.
"Aku, enggak cape sayang. hanya, kesal saja dengan Karla. sepertinya dia tidak suka kalau aku berfoto bersamanya." ucap Leticia kesal.
Alfonso, tersenyum pandangannya terus fokus dijalan.
"Bukan, seperti itu sayang. Karla kwatir kamu kelelahan. justru, dia sangat menikmati setiap kali memotret kamu dan dia." jelas Alfonso. tangannya meraih tangan sang istri dan menautkan kelima jari mereka.
"Benar kah? aku hanya ingin ada kenangan kebersamaan aku dan dia dihalaman catatan berikutnya." jawab Leticia. menitikkan air matanya.
Alfonso, yang mendengar itu. tiba tiba, melakukan rem mendadak yang membuat mobil yang mengikuti dari belakang kaget dan ikut berhenti.
Glen, segera turun dari mobilnya. dan berlari ke arah mobil Alfonso. yang sudah menepi ditepi jalan.
"Kenapa, Al? kalau kecapaia, kamu istirahat biarkan Kevin yang menyetir saja." ucap Glen. yang berdiri di pintu mobil Alfonso.
"Enggak, aku tidak kenapa kenapa."jawab Alfonso sambil melambaikan tangannya.
" Ya, sudah. hati hati menyetirnya. kamu, enggak lihat didalam mobil ada Cia dan anak anakmu." Glen memberi nasihat.
Karna dia tahu sahabatnya itu, bukan orang yang ugal ugalan kalau menyetir.
Leticia, masih terus diam. karna, dia tau semua itu dari jawabanya tadi.
"Siap."jawab Alfonso.mengedipkan matanya.lalu, menginjak pedal gasnya dan melanjutkan perjalanan menuju ke hotel.
__ADS_1
*********