SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
21.kegelisahan Glen 21+


__ADS_3

Tak..,


Langkah kaki Glen terhenti, mencoba fokuskan pandanganya ke wajah yang tepat berpapasan di depannya. "kamu?" tanya Stefani.


"Lho kamu? "tanya Glen.kedua manusia ini saling berpandang pandangan sedang bingung dengan keadaan mereka.


Setfani yang dibuat kaget karna sempat melihat ke arah dalam ruangan menyaksikan wanita wanita malam itu melakukan tugas mereka dan kembali melihat ke arah Glen dengan banyak pertanyaan.


"Kamu uda lama disini ?"tanya Stefani. dengan tingkah bingungnya.


"Hmmmm..,itu ya enggak juga mungkin dua jam yang lalu ."jawab Glen.


"Kamu juga uda lama di sini, ko sudah mau pulang atau baru datang?"Tanya Glen dengan menaik turunkan alisnya.


"Kami, kalau lagi suntuk biasanya lari ke sini, mungkin satu jam yag lalu.ini juga uda mau pulang,"Jawab Stefani sambil melirik ke arah Leticia dan Nabila.


"Ahh karna sibuk berbicara dengan Stefani aku sampe melupakan kalau ada kalian berdua juga."Ucap Glen. sambil berbalik ke arah Nabila Dan Leticia, dan mengulurkan tangan nya ke mereka.


"Oh , enggak apa apa dibawa santai aja."Jawab Leticia dan di ikuti anggukan Nabila.


Mereka saling berjabatan tangan.dan melanjutkan obrolan mereka.


"Kalian sering main ke sini juga?" tanya Glen.


"Iya kalau lagi suntuk, tapi aku punya members vip."jelas Leticia karna tidak mau dibilang wanita gampangan.


"Ya ya aku paham."jawab Glen.


"Bagaimana, mau bergabung ke ruangan kami disana ada Alfonso juga."tawar Glen melihat ke arah Leticia.


Leticia, yang tadi sudah sempat melihat sepintas situasi diruangan itu bergidik dan menolak.


" Terima kasih kami pulang aja ini uda larut malam."tolak Leticia dengan halus.

__ADS_1


"Ok, lah kalo begitu bagaimana aku yang mengantar kalian pulang aja?" Glen mencoba menawar diri.


"Terima kasih, tapi kita ditunggu Reno dan Stolen di tempat parkir."jawab Stefani.


Deg..,


Jantung, Glen sesaat berhenti berdetak.


Glen, seperti memikirkan sesuatu, yang pernah diceritakan Alfonso dan setiap kali mereka mengintai markas Lion Club mereka sering melihat orang yang dimaksud Leticia.


"Stolen? nama yang tidak asing didengar di telinga Glen, apakah dia yang dilihat dimarkas ?baiklah nanti akan aku suruh orang kepercayaan aku memyelidiki siapa dirinya." batin Glen.


"Aku ingin melarang stefani juga temannya, supaya enggak boleh bekerja sama dengan stolen. tapi itu tidak pantas karna, aku bukan siapa siapanya mereka .akan aku usahakan menjadi siapanya Stefani sehingga aku bisa pantas melarang dengan siapa mereka bekerja". batin Glen.


Setelah lama bercerita Leticia dan teman temannya pamit pulang.Glen yang sebenarnya tidak mengiklaskan Stefani pergi hanya menarik nafas panjangnya.


"Hah..,"


menarik nafas panjangnnya.


Dengan, langkah yang sedikit tidak bersemangat Glen kembali ke ruangan dimana teman temannya lagi asyik bermain dengan wanita wanita malam itu.


Glen yang tidak memiliki wanita segera meliht wanita yg sedang memeluk Alfonso.


"You , come here please server me!(kau, ke sini dan segera layani saya!)." perintah Glen.sambil menunjuk ke arah wanita Alfonso.


Wanita itu tidak langsung datang kepada Glen tapi masih melirik ke arah Alfonso.


"Apa, kamu tidak dengar dia memanggil dirimu? bukannya sudah aku bilang aku tidak membutuhkan dirimu lagi."perintah Alfonso dengan tatapan dinginnya.


Wanita itu mulai ketakutan, bergegas pergi dari hadapan Alfonso dan melayani Glen.


"Good!" ucap Glen dengan senyum sinisnya.

__ADS_1


Menampar ****** wanita itu dan wanita itu mulai melakukan tugasnya.


Resleting Glen mulai dibuka, seketika mata wanita itu terbelalak melihat ukurannya yang tidak kalah besar dengan milik Alfonso.


"Wow, it's so big!" menelan saliva kasar.dan langsung bermain dengan lolipop kenyalnya.


" You like?" tanya Glen dengan suara ******* khasnya.


Wanita itu hanya mengangguk karna mulutnya penuh dengan milik Glen yang ukurannya besar.


Malam ini wanita itu menjadi pelampiasan frustasi Glen. karna Glen yang merasa dirinya lamban mengungkapkan cintanya, kepada Stefani sehingga dirinya tidak bisa melarang Stefani, harus berteman dengan siapa, dan tidak dengan siapa dirinya berteman.


Malam semakin larut dan sudah menunjukkan pukul empat pagi. mereka yang sudah merasa puas, dengan pelayanan wanita wanita itu akhirnya mengeluarkan beberapa lembar dolar dan memberikan pada wanita wanita malam itu dan segera meninggalkan Club malam itu.


Tak..,


Tak..,


Tak..,


Langkah kaki kelima pria itu berjalan menuju tempat parkir mobil.


merasa ada yang mengawasi mereka, Alfonso melihat ke arah belakang mereka.Namun, ke dua pria itu cepat berlari dan pergi.


"Ada musuh baru lagi." batin Alfonso.



VISUAL Andre.


Dengan tidak mengurangi rasa berterim kasihku


klik👍nya

__ADS_1


Pencet 💖 nya.


__ADS_2