SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Babysitter


__ADS_3

Alfonso, Leticia, Karla dan Steward mulai sarapan pagi bersama.


''Hmmm.., ternyata pasta buatan Steward benaran enak sayang.'' puji Leticia.


Karla, tersenyum karna memang Steward memang jago masak sejak dulu menurut kisah yang Karla dengar. Steward dulu ingin sekali sekolah Chef. Tetapi, karna bertentangan dengan kemauan Ayah Steward. akhirnya, Steward memilih ikut bergabung dengan Alfonso, daripada harus menjadi seorang bisnisman.


''Makanya, aku jatuh cinta. salah satu point yang bikin aku luluh karna Steward pintar masak.'' sahut Karla. yang membuat Steward menghentikan makannya. matanya menatap dalam wajah Karla.


''Really? bukan, karna cinta?"Steward terus menatap Karla.


Karla, menunjukkan deretan gigi putihnya.''bukan begitu, tadi aku bilang itu salah satu poin. kalau poin utamanya karna hatimu yang tulus menerima aku.'' jawab Karla, bola matanya menatap dalam Steward, membuat mereka saling mengunci pandangan sesaat.


''Ehem.., makan dulu. urusan hati setelah makan. lagian, disini ada aku dan Leticia.'' ujar Alfonso. yang melihat Karla dan Steward terus saling menatap.


Akhirnya merekapun melanjutkan makannya.selesai, makan Alfonso dan ketiganya masih duduk diruang makan. membahas soal kelahiran Leticia.


''Kak, sebaiknya pelayan yang kakak mau jadikan mereka babysitter segera dipilih dan panggil pelatih datang ke Mansion untuk melatih mereka, mumpung, sebelum kakak melahirkan.'' usul Karla.


''Ya, betul Al. yang dikatakan Karla! karna, Leticia tinggal menunggu hari saja.''sambung Steward.


Mendengar, usulan Karla dan Steward. Alfonso, segera memerintahkan salah satu pelayan yang berdiri didekat mereka untuk memanggil semua pelayan datang ke ruang makan.


''Panggilkan! semua pelayan khusus wanita ke sini''perintah Alfonso.


''Baik, Tuan.'' jawab Pelayan itu. lalu, dengan cepat Pelayan itu berlari ke belakang dan memanggil semua pelayan untuk menghadap Alfonso yang sedang menunggu diruang tamu.

__ADS_1


Para, pelayan segera menghentikan kegiatan mereka. dan,berlari keruang makan dengan perasaan yang tidak menentu. ada yang takut dipecat, ada yang berlari sembari memikirkan kesalahan apa yang di lakukan, bahkan ada yang berpikir akan mendapat bonus.


''Hari, Natalkan masih sebulan,masa Tuan akan segera membagi bonus Natal?'' tanya Margert.pelayan yang dekat dengan bibi Yati.


''Kalau kasih sekarang juga lebih bagus lagi, aku mau kirim ke desa.'' sambung salah satu pelayan.


Setelah, banyak pertanyaan yang aneh aneh muncul dalam pikiran mereka. akhirnya, , mereka sampai diruang makan dimana sedang ditunggu oleh dua mafia dan dua ibu hamil.yang, dua mafia wajahnya begitu dingin, senyumpun sangat susah mungkin mulut mereka sedang dilem dengan lem Alteco.jadi, susah untuk tersenyum.


Beda, dengan dua wanita hamil itu bercerita dan terus tersenyum, yang membuat para pelayan merasa nyaman dan hati begitu adem.Setidaknya ,masih ada dua orang yang tidak menakutkan diruangan itu.


Lima puluh Pelayan itu berdiri lurus dan menunduk dihadapan majikan mereka.


''Hmmm.., kalian tau kesalahan apa yang sedang kalian lakukan sehingga masih pagi begini sudah saya panggil untuk menghadap saya?"tanya Alfonso serius.


Para Pelayan, tidak menjawab mereka hanya diam dan menunduk. yang barisan dibelakang saling berbisik dan saling mencubit, mereka mulai melempar kesalahan satu dengan yang lain.


''Sembarang saja, kau yang tumpahin air deterjen masuk ke dalam kolam.''


Brakk.., Alfonso sengaja memukul meja.


''Saya, tidak suruh kalian berbisik dan dan saling cubit. jangan, bilang karna berdiri dibarisan belakang jadi saya tidak bisa melihat. itu salah, karna saya memiliki banyak mata.''tukas Alfonso, yang membuat para pelayan diam.


''Dengar, baik baik yang saya sebut nama, segera maju ke depan.''sambung Alfonso lagi.yang membuat Leticia dan Karla menahan tawa.


Alfonso, mulai melihat satu persatu pelayan kemudian menatap sang istri. Alfonso, menundukkan kepala dimulut Leticia untuk mendengar usulan dari Leticia. lalu, Alfonso mengangguk.karena, bagaimanapun keputusan harus diambil berdua.jadi, Alfonso mendengar saran dari Leticia.Semakin, membuat para pelayan ketakutan.

__ADS_1


'Sumpah, saya sama sekali tidak pernah membuat kesalahan dengan Nona.'' batin salah satu pelayan.


''Cecill, Alondra, margareth,catalina, maju ke depan!'' panggil Alfonso, dengan tatapan dinginnya.


Pelayan, yang namanya dipanggil dengan bergemetaran berjalan kedepan.


"Ini, kita mau diapain?dibunuh kah atau dicincang? Tuhan, tolong selamatkan kami."batin keempat pelayan itu.


''Kalian, tau apa yang membuat saya panggil kalian ke depan?"tanya Alfonso lagi. wajahnya yang dingin membuat para pelayan hanya diam dan menunduk.


''Lihat, saya panggil mereka berempat bukan berarti kalian juga tidak memiliki kesempatan. semua, boleh ambil kesempatan itu tapi mereka berempat ini akan memiliki tugas pokok dan sangat berat. karna, mereka akan dilatih oleh pelatih pengasuh anak untuk menjaga anak anak saya.dan, kalian yang tidak terpilih jangan bersedih atau iri karna kalian akan mendapat bagian untuk bermain dengan mereka.asal! harus hati hati.'' Alfonso, memberi pengertian.agar tidak ada saling iri di Mansion.


''Ingat, semua kerjaan kalian disini sama. naik gaji semua naik gaji. bonus semua sama. jangan bilang mereka berempat saya pilih jadi diistimewahkan itu tidak ada!'' Alfonso terus mewanti wanti mereka agar mereka tidak salah paham.


Karena, Alfonso tidak ingin ada perang dingin antar para pelayan.


''Baik, kamu berempat silahkan tunggu pelatih pengasuh anak datang memberi latihan untuk kalian dibawa pengawasan bibi Yati.'' perintah Alfonso.lalu, menatap keempat pelayan itu.


Ke empat pelayan dengan didampingi bibi Yati, mereka segera berjalan ke ruang olahraga dimana ruangan yang kemarin digunakan Leticia untuk yoga hamil.


''Apakah diantara kalian ada yang keberatan?" tanya Alfonso untuk para pelayan yang masih berdiri menunggu perintah selanjutnya.


'' Siap, tidak ada!" jawab serentak ke empat puluh enam pelayan itu dengan kepala tegak dan mentapa lurus ke depan.


''Oke, kalau begitu nanti salah satu dari kalian juga akan dipilih untuk menjaga anak nona Karla.'' sambung Alfonso lagi.lalu, Alfonso menatap ke arah Steward dan Karla.lalu, diangguki mereka Karla dan Steward.

__ADS_1


''Siap, tuan!" jawab para pelayan dengan ketakutan.


__ADS_2