SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
saya Bella


__ADS_3

Dengan, tersenyum sinis Alfonso berjalan mendekatai wanita yang sudah berani menembak dirinya. tatapannya tajam bak seekor elang yang siap menangkap ular didepannya.


''Breng..,sek. beraninya kau mau nembak istriku?''


plak.., plak..,plak..,


Tamparan keras dari telapak tangan kokoh milik Alfonso. tepat diwajah wanita itu hingga Ia tersungkur dibawah kaki Alfonso.


Namun, bukannya kesakitan wanita itu tersenyum sinis dengan mulut yang masih disumpal kain.


Alfonso, berjongkok untuk menyamai tinggi nya dengan wanita itu. Belatih kecilnya, diletakkan dileher wanita itu, belatih itu perlahan digoreskan dileher wanita. hingga terjadi goresan goresan kecil dileher wanita itu.


''Jose! lepas sumpalan mulutnya, tidak seru kalau orang yang disiksa hanya menatap saya dengan sinis. setelah itu lepaskan juga rantai diitangannya.'' perintah Alfonso.


Dengan, cepat Jose melepas sumpalan kain dimulut wanita itu.kemudian, melepas ikatan rantai ditangannya.


'' Cihh..,'' wanita itu berdecih. napasnya masih tersenggal senggal karna lamanya disumpal.


''Ssrettt...,''satu sayatan belatih dipipi wanita itu.dengan wajah dinginnya Alfonso menatap tajam wanita itu.


Darah, seger mengalir dari pipi wanita.


''Ingat, ini belum seberapa! katakan, dengan jujur siapa kau!" bentak Alfonso.


Wanita itu, masih diam. matanya menatap tajam mata Alfonso.


""Saya, tanya siapa kau! beraninya kau menodong pistol ke arah istri tercintaku?" Alfonso terus mencerca wanita itu dengan pertanyaan.


"Saya? kenapa kau ingin sekali mengetahui siapa saya?" wanita itu balik bertanya.


"Breng..sek! beraninya kau membentak di depan saya!" Sergah Alfonso. lalu, mengambil cairan Hcl dan disiramnya dilengan wanita itu.


Wanita itu menggeliat karna panasnya cairan asam klorida yang mengalir ditubuhnya.


"Semakin, kau diam semakin banyak siksaan yang kau terima. ingat! saya tidak pernah kasih ampun untuk siapa saja yang berani menyentuh orang orang tercinta saya. mengerti kau!"bentak Alfonso lagi.


Tangannya yang sudah memakai sarung tangan, meraih tangan wanita itu. untuk , memotong jarinya. Namun, mata Alfonso membulat saat melihat jari jarinya sudah tidak ada.


''Kemana, jari kaki dan tangannya?' tanya Alfonso. matanya, menatap tajam ke arah Jose dn Nuel yang berdiri didepan Alfonso.


''Sudah, dipotong Polieveera.'' jawab Steward cepat.


Alfonso, memang tidak mengetahui karna waktu Polieevera mengejar dan menembak wanita ini, Alfonso sudah tidak sadarkan diri.


''Kenapa, kornea matanya enggak sekalian diambil!" tanya Alfonso sembari menautkan kedua alis tebalnya.


Wanita itu, masih menggeliat karna tubuhnya yang kepanasan.perlahan kulit lenganya mulut terkupas.


''Shiftt.., laki penge..,cut! beraninya kurung wanita baru disiksa.'' Teriak wanita itu sekencangnya.


''LU, PIKIR SAYA TAKUT MATI? TIDAK!!!!!'' wanita itu terus saja menghina Alfonso.

__ADS_1


Bagi, Wanita itu menghina Alfonso sebelum dia dikirim Alfonso ke mulut harimau suatu kepuasaannya tersendiri untuk dirinya,.


''Plak..,'' satu tamparan lagi melayang diwajah wanita itu.


''Siapa kamu?" tanya Alfonso.karna, info yang tadi pagi Alfonso baca dia bos mafia dari perancis yang sering beli senjata dan obat terlarang dari Alfonso. bahkan, Alfonso. sangat senang bekerja sama karna mafia ini benar benar tidak rewel melakukan transaksi. Namun, semua diluar dugaan Alfonso. yang, Alfonso tau ketua mafia asal perancis itu seorang pria bukan wanita bahkan polieveera juga tertipu dengan pemalsuaan data pribadinya.


''Hahahaha.., bagaimana dengan permainan saya? keren tidak!''tanya wanita itu dengan sombong.


Dorr.., dorr.., dorr..,


Satu, tembakan mengenai paha wanita itu.


''shift.'' maki wanita. dan tersungkur dilantai.


''Ayo, tertawa lagi." tantang Alfonso lagi.


Diambilnya, air mani dan dipaksa tuang kedalam mulut wanita itu dengan bantuan Steward.


Steward menutup kembali mulut wanita itu hingga menelan air mani itu sampai tidak tersisa dimulutnya.


''Siapa, kau!'' tanya Alfonso lagi. dan terus melangkah mendekati ke arah wanita itu.


Bagi, Alfonso tidak puas kalau hanya mengetahui dari info yang tersebar diinternet. Alfonso, ingin dengar dari mulut wanita itu sendiri.


Wanita, itu terus berdecih bahkan sampai mengeluarkan semua isi perutnya. karna baunya tampungn air mani dua hari lari yang lalu.


Setelah, merasa tenaganya terkumpul Wanita itu tidak kehabisan akal. dengan menatap tajam Alfonso,.


Alfonso, terperanjak, namun ia berusaha mengontrol agar tidak terbaca oleh orang orang yang berada diruangan intrograsi itu.


Mason, menatap tajam wanita itu, karna dia juga sering bekerja sama dengan Alex.


''Omong kosong, apa yang kau buat?" jawab Alfonso. lalu, menggoreskan belatih disayatan dada wanita.


''Kenapa, kau gores belatihmu itu didadaku? kau tertarik dengan tubuhku. bang..,sat?" ucap Wanita itu.


Alfonso, terkekeh mendengar pertanyaan wanit itu.


''SAYA, TERTARIK DENGAN TUBUHMU? tunjukin, bagian tubuhmu yang menarik untuk saya.''jawab Alfonso. sembari berjalan mengelilingi wanita itu.


Pistolnya. ditujukan ditubuh bagian belakang wanita itu. rambutnya ditarik kebelakang hingga wanita itu mendengakkan kepalanya.


''Segini, katamu menarik? sayangnya, tidak bagi saya. tubuh istriku lebih menarik.'' jawab Alfonso dengan sombong.


''Saya, tanya sekali lagi. kalau kau Alex tunjukin buktinya!.'' ucap Alfonso penuh penekanan.


''Saya, yang membeli semua sejata ilegalmu bulan kemarin dengan transaksi 300juta dolar. dan senjata itu yang saya gunakan untuk menyerang kau, pengecut!!!"


"Hahahahah...," Alex tertawa puas.


Dor..,

__ADS_1


Alfonso, melepas Satu tembakan melayang dibahu wanita itu.


"Jose! tarik kedelapan pria itu ke sini juga.saya ingin mereka mati bersamaan." perintah Alfonso. dengan tatapan tajamnya.


Dengan, cepat Jose dan beberapa anak buah berjalan ke arah penjara.


kletek..,


Pintu penjara dibuka.


Kedelapan pria, itu saling menatap dengan perasaan takut.termasuk Thiago.


''Bos!" panggil anak buah Thiago.


Thiago hanya melirik anak buahnya dengan tatapan tajam.


Dengan cepat mereka digeret ke ruang intrograsi, dimana, wanita itu sedang disiksa, tubuhnya berlumuran dara lehernya penuh sayatan pisau. sesaat Thiago memejamkan matanya.


''Oh, Tuhan! iblis ini benar benar kejam.'' batin Thiago.


''Jose, suntikkan mereka dengan racun itu!" perintah Alfonso.


''Baik, Tuan!" jawab Jose.


Dengan gerak cepat, Jose dibantu Gareth dan Andre. mereka mulai mengambil jarum suntik dan mulai menyuntikkan racun Botunilum,.


''Bagaimana, sakit?" tanya Alfonso. dengan melayangkan satu tendangan di tubuh Thiago.


''Kau?" tunjuk Alfonso ke arah Thiago.


''Ward, ini bagian kamu. urus dia terserah mau kamu apakan intinya diharus jadi santapan harimauku.'' ucap Alfonso, kemudian berjalan mendekati wanita itu.


''Lihat, semua teman dan anak buahmu sudah disini. saya. tanya lagi siapa kau?" tanya Alfonso. dengan wajah yang sangat menakutkan.


'' Saya. ingin membunuh kau! dan istri serta semua anak anak kau!" Teriak wanita itu. dia tidak peduli lagi ginjal dan korneanya diambil. asal dia bisa puas menghina Alfonso.


karna, Alfonso dia harus kehilangan sosok lelaki yang selalu ada setiap kali dia dalam kesepian dan masalah. kini, sosok itu telah tiada karna enam bulan lalu Alfonso telah mengirim pria itu lebih dulu ke neraka.


Alfonso, mengerutkan dahinya. karna yang Alfonso tau Blakelah, sosok pria yang dia bunuh terakhir enam bulan lalu.


''Ya. dia Blake! saya, wanita dari Blake. nama saya Bella! pria, seperti kau tidak layak mendapat cinta dari seorang wanita juga anak. iblis!!!'' teriak Bela, HISTERIS.


''Sekarang, Bunuh saya! saya, tidak takut mati." teriak Bella lagi.


Alfonso, yang geram karna terus terus diteriak Bela. dengan cepat melayangkan satu tendangan diperut wanita itu.


''Brughh..,' wanita itu tersungkur dilantai.


Mason, yang sedaritadi menahan emosi karna wanita itu membawa nama sang putri.


Dengan, tatapan pembunuhnya Mason datang dan melayangkan satu pukulan diwajah wanit itu. kini wajah wanita itu babak belur . hidungnya, mengeluarkan darah bahkan mulutnya juga.

__ADS_1


__ADS_2