SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Mungkin kah.


__ADS_3

Di dunia, yang berbeda.Leticia, terus menatap tajam ke arah Alfonso. ''cari Kevin, sampai dapat dan minta Kevin segera nikahin Nabila. jangan, hanya diajak kabur saja.''


Alfonso, menarik napas panjang.karena yang dikatakan Leticia benar.Dengan, cepat tangannya meraih ponsel diatas nakas,lalu Alfonso menggeser layar ponselnya.


''Hallo, Gareth. kamu, sudah ada Info soal Kevin?"tanya Alfonso.melalui, sambungan panggilan.


''Sudah, Al. hari, ini dia tiba disini.''jawab Gareth.


''Ahh.., anak itu.kalau, Kevin sudah tiba di Apartemen suruh dia cepat ke mansion.''sambung Alfonso.


''Gareth, bilang apa sayang?"tanya Leticia penasaran.


Alfonso, hanya memberi isyarat dengan meletakkan jari telunjuk dibibirnya.


Leticia, mencebik.


''Siap, nanti Kevin tiba baru saya suruh ke Mansion.''jawab Garet.


''Ya, sudah.kamu, dan Andre pantau di markas dulu. minta Ethan untuk segera kirim ke China.''sambung Alfonso.


''Oke.''jawab Gareth.


klik..,


Panggilan diakhiri Alfonso.


Kemudian, Alfonso meletakkan lagi ponselnya diatas nakas.


Lalu, kembali menatap Leticia yang sedang berbaring diatas ranjang dengan memasang wajah kesal.


''Jangan, marah. nanti, anak anak ikutan marah seperti mommynya.''goda Alfonso. sembari mencoel dagu Leticia.


''kamu, ditanya malah suruh diam.''Leticia mencebik.


''Ya,udah aku minta maaf.''sambung Alfonso. tangannya mengelus perut Leticia.


''Kata, Gareth. sudah, ada info dari Kevin. hari ini dia tiba di Spanyol.''jelas Alfonso lagi.


''Terus, bagaimana dengan Nabila. Kevin, tidak pergi bareng Nabila? kalau, tidak bareng Nabila pergi sama siapa, kalau bareng kenapa hanya Kevin sendiri yang pulang dan Nabila ditinggal dimana?" Leticia, terus mencerca Alfonso dengan banyak pertanyaan.


Alfonso, hanya tersenyum karena sudah biasa dengar pertanyaan ini dari Leticia sejak dari Nabila menghilang dua minggu lalu. karena, bagi Leticia, Kevin lah yang salah.


padahal, Alfonso sudah menjelaskan. dan menyampaikan sesuai apa yang dikatakan Reno entah itu benar atau bohong bagi Alfonso itu benar.

__ADS_1


Karena, itu Leticia kesal kalau saja Kevin juga tidak menyukai Nabila mungkin saat ini Reno lah yang menjadi kekasih Nabila.


''Aku, hanya mau ketemu Nabila.''ucap Leticia.


Alfonso, memeluk tubuh Leticia.''Sayang, kita tidak boleh mendengar dari satu orang saja.kita, tunggu Kevin datang lalu kita tanya siapa yang bersalah.''Alfonso mencoba memberi pengertian kepada Leticia.


''Baiklah.kapan, Kevin ke sini.''tanya Leticia, dengan menyembunyikan wajahnya didalam dada Alfonso.


''Sebentar, lagi Kevin sudah tiba.sarapan, dulu kasihan Karla dan Steward pasti sudah menunggu di ruang makan.''jawab Alfonso.


''Baiklah.''jawab Leticia.


Kemudian, Alfonso turun dari ranjang.lalu, mengulurkan tangannya membantu Leticia bangun dari tempat tidur.


''Kalau, semakin berat biar saya ambil makanan ke sini saja.''ucap Alfonso.


''Iya, ini berat sekali. aku, tidak kuat ditambah lagi belakangku yang merah semua, aku kwatir Karla melihat dan menannyakan alasan kenapa merah seperti ini.'' lirih Leticia.


Alfonso, hanya menahan sakit didadanya.''mumngkin, ini alasan Leticia ingin bertemu Nabila.''batin Alfonso.


''Baiklah, aku akan mengambilkan makanannya. kamu, duduk bersender diheadboard saja.''sambung Alfonso lagi.


''Hmmm..,''Leticia hanya dehem.


''Kakak ipar, dimana Kak Cia?"tanya Karla.


''kamu dan Steward makan saja. saya, akan membawa makanan untuk Leticia di kamar. kasihan Leticia, perutnya berat sekali.''lirih Alfonso.


''Baiklah, nanti setelah makan saya akan hubungi mommy ke sini.''jawab Karla.


''Iya, Terima kasih.''sambung Alfonso.


Kemudian, Alfonso menyiapkan makanan dipiring dan jus buah untuk Leticia. lalu, dibawahnya ke kamar.


''Sayang, Leticia dan Alfonso sepertinya menyembunyikan sesuatu. kemarin, yang datang periksa Leticia bukan dokter kandungan.''tanya Steward bingung.


''Iya, kemarin saya mau tanya tapi lupa.''jawab Karla, kemudian menaruh makanan dipiring dan diberikan kepada Steward.kemudian, mengambil lagi untuk dirinya.


''Sebaiknya, kamu suruh mommy ke sini secepatnya.lalu, kamu minta mommy yang tanya di Leticia.''Steward memberi saran.


''Hmm..,''Karla mengangguk.


Lalu, Steward dan Karla mulai sarapan bersama.

__ADS_1


Didalam,kamar Alfonso sedang menyuapi Leticia.


''Makan, yang banyak. ingat kemarin apa kata dokter Cathlyn, kamu harus banyak makan, dan banyak komsumsi buah.'' ucap Alfonso. sembari terus menyuapi Leticia.


Leticia, hanya diam karena apa yang dibilang Alfonso benar. sekarang, Leticia, malas makan bahkan buah dan jus kadang dibuat kan Leticia tidak mau minum atau makan.


Alfonso, hanya menarik napas. dia, tidak bisa membayangkan bagaimana kalau Leticia habis lahiran dan pergi.


Mengingat Itu, Alfonso diam tangannya meremas kasar piring yang sedang dipegangnya.


''Sayang ayo aaa..,'' ucap Leticia, yang minta disuap lagi.


''Ahh.., iya.ayo aaa..,'' Alfonso, segera sadar dan menyuapkan makanan kepada Leticia lagi.Akhirnya, hari ini Leticia berhasil habisin pizza satu dan susu hamil satu gelas.


''Jusnya.''tawar Alfonso.


''Masih kenyang.''jawab Leticia.


''Ya, sudah. jusnya aku yang minum nanti sebentar lagi baru aku bikinkan lagi untuk kamu.''sambung Alfonso.


Kemudian, Alfonso minum jus alpukat satu gelas hingga habis.karena, kesal dengan sakit yang bernama lupus itu yang sekarang sedang menggrogoti darah Leticia.


Leticia, yang melihat Alfonso begitu cepat menghabiskan jus Alpukat satu gelas besar hanya menggelengkan kepalanya.


''Sayang, kamu belum sarapan?"tanya Leticia.


''Sudah, ini minum jus. tadi pagi sudah ngopi juga.''jelas Alfonso sembari menunjukkan gelas kosong yang berada ditangannya.


Leticia, hanya menggelengkan kepalanya sembari tersenyum.


''Maaf, saya tidak bisa menyiapkan kamu makanan.''ucap Leticia dengan penuh penyesalan.


''kenapa, minta maaf. justru saya akan marah kalau kamu dengan perut seperti ini menyiapkan saya makan.''sambung Alfonso.


Lalu, Alfonso membuka botol obat dan memberikan obat lupus untuk Leticia minum juga vitamin.


''Minum ini, biar sebelum mommy datang merah merahnya sudah hilang.''ucap Alfonso,.


Leticia, mengangguk lalu menerima obat dari tangan Alfonso dan diminumnya.


''Terima kasih, atas semua perhatian dan kesabaranmu merawat saya.''lirih Leticia. Lalu,mengembalikan gelas Kepada Alfonso.


Alfonso, hanya diam tidak menjawag.karena, sebenarnya hatinya lagi sakit dan kacau.Alfonso, takut waktunya bersama sang istri semakin sedikit.

__ADS_1


__ADS_2