
"Nanti, malam saya sudah bisa berkunjung?" tanya Al. sambil mengelus kepala Cia.
Cia, membalikkan tubuhnya melihat ke arah Al. sambil mengangguk.
Ya, sejak. tadi ditinggal Al ke dokter Louis. Cia sudah meyakinkan hatinya.untuk menerima Al sepenuhnya.
Cia, mengingat semua yang dilakukan Al, bahkan saat dirinya mendapatkan Al pingsan dikamar Mandi itu sudah cukup pembuktikan Cinta Al padanya.
"Apa, kamu sudah yakin? menerima aku sepenuhnya.kalo belum aku tidak memaksa. aku akan menunggu dengan sabar."Jawab Al. sambil menatap mata Cia. menelisik kebohongan dimata Cia. dan Al tidak menemukan kebohongan didalamnya.
"Semoga hatiku, tidak salah menentukan pilihannya." jawab Cia sambil menarik bulu dada Al.
Al, menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak bisa menjanjikan bulan atau bintang. tapi, aku bisa menjamin hidupku. aku tidak akan pernah menyakiti kamu sekalipun.bahkan aku tidak rela melihat kamu sedih apalagi sampai mengeluarkan air mata. tapi semuanya kembali kepada hatimu. karna cinta tidak harus dipaksa." jawab Al. sambil menatap tajam Cia.
Ya. empat hari menikahi Cia. Al, merasa hidupnya berubah. dulu setelah makan, Al merokok. tapi, setelah mengetahui Penyakit Cia. Al mulai berhenti merokok, dan membuang semua kebiasaan buruknya. Al, mulai tidak beralkohol bahkan sudah empat hari ini Al sama sekali belum menyentuh obat penenangnya.terakhir kali Al minum dihari pertunangan mereka.
"Aku harap kamulah cahaya itu. membantu aku perlahan keluar dari kegelapan."batin Al.
Setelah lama bercerita jam sudah menunjukkan pukul empat sore.
Cia yang sudah empat hari belum olahraga memutuskan akan berenang sore ini.
Melepaskan pelukan Al, dan saat Cia hendak berdiri. Al menarik lagi tubuhnya untuk kembali duduk.
"Mau ke mana?" tanya Al.
"Aku mau renang.bukannya siang tadi aku mengatakan kalau sore aku mau renang." jawab Cia dan berdiri meninggalkan Al sendirian di sofa.
"Tapi, bajumu. aku lupa menyuruh anak buahku untuk beli" jawab Al. sambil menepuk jidatnya.
Al, yang lupa dengan janjinya ke Cia. kalo akan menyuruh anak buahnya membelikan baju renang untuk Cia.dengan segera mengambil ponselnya.unyuk menghubungi Vani.
Cia menggerutu.
"Kolam renang di balkon ini khusus milik mu kan? " tanya Cia. yang sudah memiliki ide. kalau dia akan berenang dengan apa yang ada saja.
"Hmmmmmm." jawab Al
Sambil fokus ke ponsel miliknya.
"Ya sudah. aku akan renang dengan ini saja." ucap Cia. sambil menunjukan hotpants dan Bra nya.
Al, melirik ke arah Cia. memperhatikan celana dan bra yang dipegang Cia.
"Hmmm, tidak buruk. tapi, tidak bisa menunggu 5 menit lagi." ucap Al.
Mendengar ucapan Al, menunggu lima menit lagi. Cia menatap ke arah jam.
"Sekarang sudah pukul empat sore. kalo menunggu lima menit lagi aku diperkirakan akan renang jam 4:30 sore?" jawab Cia. dengan menjelaskan secara detail waktu yanag akan dia gunakan.dengan tidak ada nya titik koma.
"hmmm,, what ever." jawab Al.
Cia menarik napas. dan membanting kan kakinya dilantai layaknya anak kecil yang tidak dikasih permen.
Al, yang melihat Cia kesal berdiri dan mendekati Cia.
__ADS_1
" Ya, sudah. kalau mau renang sekarang ayo kita renang bersama." ucap Al. sambil menggendong Cia berjalan keluar menuju kolam renang.
Al, sengaja membuat kolam renang khusus untuk dirinya dan teman temannya di lantai dua puluh. karna Al, memang bukan tipe orang yang menyukai keramaian.kecuali di Club malam.
Mungkin, karna kebiasaan hidup didunia gelap membuat Al tidak suka berbaur dengan banyak orang kecuali hanya bertarung dengan musuhnya.
Saat kaki Al menginjak dibalkon. pintu kamar diketuk.
"Sebentar, sepertinya bajunya sudah dibeli." ucap Al.
sambil menurunkan Cia, dan kembali berjalan ke pintu depan.dengan hanya menggunakan boxer dan bertelanjang dada.
Al, membuka pintu. karna Al sudah tahu yang datang itu anak buahnya yang disuruh Al membeli baju renang untuk Cia dan dirinya.
Al, membuka pintu.
"Tuan, ini pesanan tuan. Nona Vani dan tuan Glen yang menyuruh saya mengantarkan pada tuan." ucap anak buahnya. dan menyerahkan paper bag ke Al. sambil menunduk.
"Hmmmmm."jawab Al. dan menerima paper bagnya.
Dan anak buahnya pamit kembali ke Markas.
"Ternyata seperti ini kalo bulan madu."gumam anak buahnya. yang melihat Al, keluar hanya dengan Boxer dan bertelanjang dada.
Al, kembali menutup pintu. dan berjalan masuk ke dalam kamar.
"Sayang, baju renangnya sudah datang . ayo ganti baju renang saja." panggil Al.
"Lho, ko cepat.tadi katanya lupa." jawab Cia sambil berjalan kembali ke kamar.
Menerima paperbag dari Al. dan mulai ganti baju renangnya.
"Bagus, dan sempurna." jawab Al. sambil menggendong Cia ke kolam renang.
Cia dan Al, mulai berenang. Al, yang melihat Cia begitu bahagia.
Bingung dengan keputusannya. harus membunuh Mason atau membiarkan Mason hidup. belum lagi, Karla dan Blake masih belum selesai.
Al, berdiri ditepi kolam sambil melihat Cia renang.
"Aku terjebak didua pilihan yang sulit, gadis ini begitu polos dan baik. apa pantas disakiti?" batin Al. yang pusing memilih pilihan yang tepat.
Setelah lama berenang dan sang mentari berpamitan. Cia berenang ke arah Alfonso yang sejak tadi hanya berdiri di tepi dan menjadi penonton.
"Ko, renangnya bentar doang. uda menepi aja. kenapa ada yang dipikirkan?" tanya Cia sambil menatap wajah Al.
"Hmmm, Ayo bersihkan badanmu lebih dulu hari sudah sore. kamu ng boleh terlalu cape."Ucap Al. dengan tatapan dinginnya.
"Terus kamu."tanya Cia. sambil berjalan keluar dari kolam renang.
"Aku suruh kamu.bukan malah balik bertanya."Jawab Al.dengan nada sedikit meninggi.
"Aku tidak suka dibentak. bisa ng bicara lebih pelan." jawab Cia kesal. dan pergi meninggalkan Al sendirian di kolam.
"Kenapa tiba tiba dia berubah. jangan jangan karna baju renang ini. kenapa dia berubah dingin lagi seperti dulu."batin Cia.sambil berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badannya.
Selesai mandi Cia berjalan ke kamar dan mengenakan baju piyamanya karna hari sudah malam. Cia berjalan ke balkon mencari Al. yang tidak terlihat di kolam renang.
__ADS_1
"ke mana dia. bukannya tadi dia berdiri di tepi itu ya." batin Cia.
Cia , yang sudah cape berenang. akhirnya berjalan masuk lagi ke kamar membaringkan tubuhnya diranjang sambil menonton drama kesukaannya.
Baru menonton beberapa menit Cia sudah ketiduran.efek terlalu cape renang.
*****
Al, yang sudah selesai berbicara dengan anak buahnya dipojok balkon. berjalan masuk ke kamar dan mendapati Cia yang sudah mendengkur halus.
"Sudah tidur. jam berapa."batin Al, yang melihat Cia sudah tertidur pulas diranjang.
Dengan perlahan Al, berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.selesai mandi Al berjalan masuk ke kamar dengan menggunakan lilitan handuk dipinggang. Al mengambil piyamanya.
Setelah mengenakan piyamanya. Alfonso, ikut membaringkan tubuhnya diranjang.
Mengambil ponselnya di nakas. Al, mengecek ada beberapa email yang masuk salah satunya dari dokter Lee yang meminta kornea mata.
Al, menarik kasar rambutnya. karna malam seperti ini dia tidak mungkin meninggalkan Cia sendirian di hotel. apalagi tadi dia sudah membentak Cia. itu akan membuat Cia sangat sedih, dan Cia bisa mencurigai dirinya.
Beberapa lama berpikir, Alfonso turun dari ranjang dengan membawa ponselnya.
Al, mengusap layar ponselnya.menghubungi Glen.
Menyuruh Glen, melihat tawanan yang akan dibunuh untuk diambil korneanya.
Setelah menghubungi Glen. dan menghapus pesan masuk dan keluar di ponselnya. Al berjalan ke kamar. meletakkan lagi ponsel nya ke nakas.
Menatap wajah Cia yang tertidur pulas.
"Sangat cantik dan polos. maaf tadi aku sudah berlaku kasar dengan mu" batin Al sambil mencium kening Cia.
Cia yang merasa ada yang meyentuhnya. membuka matanya, mengabaikan Al yamg masih berdiri menatapnya.
Tangannya meraih ponsel miliknya di nakas. matanya membulat sudah pukul sembilan.
"Ah, aku ketiduran." gumam Cia.
Dan berjalan turun dari ranjang ke arah kulkas. Cia mengambil buah Apel.Cia, mendudukkan tubuhnya disofa sambil makan buah Apelnya.
Cia mengabaikan Alfonso yang berjalan mendekati dirinya dengan wajah menyesal. tapi, itu tidak membuat Cia melirik sama sekali.
Setelah makan Apel, Cia hendak berdiri dari sofa untuk mengambil obatnya. tapi, tangan Cia ditarik Al.
"Maafkan Aku.sudah berlaku kasar dengan kamu. tadi aku banyak pikiran dengan kerjaan."Ucap Al dengan penuh penyesalan.
Cia mengabaikan Al. dan terus berusaha melepaskaan tangan Al dari pergelangan tanganya.
"Lepaskan aku. jam minum obatku sudah lewat." Ucap Cia sambil menangis.
Al, merangkul tubuh Cia. membenamkan kepala Cia kedalam dadanya.
"Maaf, sekali lagi aku minta maaf. harusnya aku bisa membedakan pekerjaan dan dirimu."Ucap Al.
"Iya, dan aku tidak bisa membayangkan ke depannya akan jadi seperti apa. karna setiap kali kamu stres dengan pekerjaan. aku yang akan menjadi pelampiasan amarahmu? "Jawab Cia. dengan sesunggukan.
"Tidak, itu tidak akan terjadi lagi. aku berjanji cukup kali ini saja.aku mohon maafkan aku." ucap Al.
__ADS_1
Cia, terdiam sesaat.
"oke, kali ini aku maafkan kamu. tapi, jangan sampai terulanga lagi."jawab Cia.