SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Awal Yang Baik.


__ADS_3

Kevin, yang mengenakan kaca mata hitam sesekali melirik ke arah Nabila.lain hal dengan Nabila, tangannya sesekali mengelus perutnya.


''Sayang, kita akan mulai hidup baru di Paris. bunda, yakin kita akan bahagia di Paris. bunda, janji kita akan mengunjung mommy Cia dan mommy Fani setelah kamu lahir nanti.'' batin Nabila.


Pesawat lepas landas pukul satu malam waktu Madrid, dan akan landing di Paris pukul empat pagi. karna, jarak tempuh antara Madrid dan paris dua jam lamanya.


Nabila, yang merasa mengantuk dan janin yang sangat mengerti dengan kondisi sang bunda, membuat Nabila bisa memejamkan matanya.


Kevin, yang tidak tidur terus melirik ke arah Nabila.


Tak terasa dua jam berlalu. pesawat mendarat dengan sempurna di Airport Paris. waktu, menunjukkan pukul empat pagi. Nabila, mengerjap tangannya mengelus perutnya.


''Baby.., kitas sampai di Paris.'' batin Nabila. lalu, mengambil tas berwarna coklatnya dan ditaruh dibahu kirinya. lalu, Nabila mulai berdiri dari kursi dan mengantri untuk turun.


Kevin, yang sudah lebih dulu turun dari pesawat sudah menunggu diruang pengambil barang dari bagasi. Karna, Kevin yang sering bolak balik Paris sudah mengerti dibagian mana harus mengambil barang dari Bagasi.


Kevin, yang hidupnya bergelud didunia gelap begitu lihai dalam hal mengawasi musuh, apalagi sekarang yang diawasi adalah wanita pujaan hatinya.dengan, cepat Kevin berdiri diruangan dengan memakai topi dan kaca mata hitam kedua tangannya dimasukkan kedalam saku mantelnya. sembari menunggu Nabila masuk ke dalam ruangan Airport.


Dengan, sangat berhati hati Nabila menuruni anak tangga pesawat. perubahan cuaca diparis yang saat ini adalah musim dingin membuat Nabila memasukkan ke dua tangannya dalam kantong mantelnya.'' Ah..,lupa tidak pake syalku.''' batin Nabila. sembari terus berjalan,mata Nabila disuguhi pemandangan indah susunan warna warni akibat paparan dari lampu yang ada disekitar landasan.


Adapun cahaya lampu yang terlihat yakni berwarna kuning,merah, biru, dan hijau.semakin menambah indahnya pemandangan malam hari.

__ADS_1


''Ahh..,'' Nabila menarik napas dalam lalu mengambil sebuah foto di runway itu.



''Awal, yang bagus.'' batin Nabila lagi. lalu, dengan bersemangat Nabila terus melangkahkan kakinya masuk ke ruangan untuk mengambil koper miliknya dibagasi.


Kevin, yang sudah melihat Nabila segera membalikkan tubuhnya untuk membelakangi Nabila. dengan, cepat tangannya, mengirim pesan untuk salah satu anak buah Alfonso yang berjaga dimarkas Alfonso yang berada di Paris.


''Jemput saya di Aiport sekarang. bawa dua mobil. nanti biarkan saya menggunakan satu mobil sendiri. dan, kamu boleh kembali ke markas. saya, tunggu didepan lobby sekarang!" isi chatt Kevin untuk anak buah itu.


Nabila, yang sudah mengambil kopernya. segera menarik kopernya dan berjalan ke arah depan Lobby.


Nabila, yang sejak kemarin sebelum datang ke Paris sudah menyewa salah satu Apartemen di Paris selama setahun untuk dirinya tinggal hingga melahirkan Nanti.


Setelah, sekian lama menunggu Taxi jurusan Apartemen Nabila yang terletak dekat menara Eifeel akhirnya datang. dengan dibantu oleh sopir Taxi yang membantu membawa koper Nabila dan dimasukkannya dibagasi Taxi.


Nabila, segera masuk ke dalam Taxi. Kevin, masih terus mengawasi dari dalam mobilnya. karena, mobilnya sudah parkir didepan lobby siap untuk mengejar taxi yang di tumpangi Nabila.


''Pak, Antar saya ke Apartemen xxx blok D34.'' ucap Nabila.kemudian, Nabila memasang sabuk pengaman dengan baik.


''Baik, Nona. dekat Eifell ya Nona.'' jelas sopir itu.

__ADS_1


''Yupz, benar sekali pak.'' jawab Nabila lagi.


Sopir Taxi, segera menginjak pedal gas dan melaju menuju Apartemen yang dimaksud oleh Nabila.


Kevin, juga segera mengejar Taxi yang membawa Nabila dari belakang Taxi. jarak antara Taxi dan mobilnya tidak berjauhan Kevin berusaha agar sopir Taxi tidak mencurigai mobilnya kalau dia sedang mengawasi dari belakang.


Didalam, mobil ponsel Kevin terus berdering. ada panggilan dari Gareth karena hari sudah pukul enam berarti Spanyol sudah pukul delapan pagi.


''Shiff.., Gareth kenapa telpon mulu.'' umpat Kevin kesal.


Akhirnya, setelah hampir satu jam Nabila juga tiba di Apartemen yang dimaksud oleh dirinya. Nabila, segera mengeluarkan beberapa lembar dolar dan membayarnya di sopir Taxi.


Setelah, melakukan pembayaran Nabila segera keluar dari dalam Taxi. Kevin, memarkirkan mobilnya didepan Lobby Apartemen(Vip parking area) karna dia tahu Nabila tidak mengenali Mobil yang berada dimarkas Paris.


Dengan, menarik Kopernya. Nabila, berjalan masuk ke dalam Apartemen menemui seseorang yang sudah menunggu Nabila sejak tadi untuk menyerahkan acces card Apartemen yang disewa oleh Nabila.


Kevin, yang melihat Nabila yang sudah masuk ke dalam Lift. dengan, cepat Kevin berlari dan menarik orang tersebut ke arah pojokan lobby Apartemen.


''Ikut aku, ingat jangan pernah berteriak kalau kau masih sayang nyawamu!" ancam Kevin sembari menodongkan pistol di kepala pria itu.


''Baik, Tuan. tapi, tolong turunkan pistol anda.'' jawab Pria itu dengan ketakutan.matanya terus melirik diujung pistol Kevin.

__ADS_1


''Siapa kau? apa hubungan dirimu dengan wanita tadi!" tanya Kevin lagi.pistolnya masih terus ditodongkan dikepala pria itu.


''Ma---af, Tu--an! saya pemillik Apartemen yang disewa oleh nona Nabila.''jelas pria itu dengan terbata bata.


__ADS_2