SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Strategi ala Kevin.


__ADS_3

Kevin, begitu kesal dengan pikiran Nabila yang tidak bisa melupakan Reno sepenuhnya.Ia, berdiri dari sofa dan berjalan ke kamar. Kevin melemparkan tubuhnya diatas tempat tidur. matanya terus menatap ke layar ponsel melihat Nabila yang masih tertegun disofa.


Terlihat, dilayar ponsel Kevin. Nabila, menangis sembari memukul didadanya.


''Sudah, cukup jangan menangis.''gumam Kevin sembari menyentuh layar ponselnya.ingin sekali, Kevin memberikan pundaknya untuk Nabila bersender.Tetapi, waktu itu tak kunjung tiba.karena, sudah berulang kali Nabila menolak dirinya.


Nabila, meletakkan lagi kartu itu,diatas bucket mawar. Nabila kembali masuk ke dalam kamar.Diambilnya ponsel miliknya yang terletak diatas nakas dekat ranjangnya.


Nabila, mulai menggeser layar ponsel. Nabila, menatap nomor ponsel Reno yang masih tersimpan diponselnya. kemudian, Nabila meletakkan lagi ponsel itu diatas nakas.


"Ahh.., Bil. ada apa denganmu?"batin Nabila. kemudian, Nabila berjalan ke arah kamar mandi. Dan mulai membersihkan diri dari keringat.


Karena, bagaimana pun Reno lah yang menyentuh dirinya pertama kali. Reno,juga yang memberi dirinya seorang janin yang saat ini sedang dikandung oleh Nabila.


Sedangkan , pria yang berada diunit sebelah sedang memikirkan cara apalagi untuk meluluhkan hati Nabila.Kevin, yang sudah tidak bisa menahan diri lagi untuk berlama lama memiliki Nabila secepatnya, mulai memikirkan ide gilanya.


"Oke, Fine. jika dengan cara ini saya tidak meluluhkan hati kamu. saya, akan menggunakan jasa orang ketiga."gumam Kevin. dengan cepat Kevin meletakkan ponselnya dan berjalan ke arah kamar mandi.


Kevin,mulai membersihkan diri karena keringat jogging tadi, rintikan air shower membasahi tubuh kekarnya membuat Kevin mendapat ide baru.selesai membersihkan diri dari busa sabun.


Dengan,cepat Kevin mengambil handuk dan dililitnya ditubuhnya. Kevin, berjalan keluar dari kamar mandi menuju kamarnya.

__ADS_1


Diambilnya, baju yang baru saja diantar jasa Laundry.Kevin, mengenakan celana pendek dipadu kaos casual berwarna hitam dengan sepatu Ketznya.


****


Diunit berbeda, Nabila sedang memoles wajahnya didepan meja rias.bibirnya digoresi lipstik berwarna pink. Nabila, memastikan lagi riasannya.setelah memastikan riasannya pas, Nabila mengambil tas selempangnya. Lalu, berjalan keluar dari kamar menuju ruang tamu.


"Hari, ini kita akan jalan jalan."batin Nabila sembari tersenyum.


Kemudian, Nabila mulai melangkahkan kakinya keluar dari kamar. Nabila duduk disofa, tangannya memasang sepatu Ketz dikakinya.


Lalu..,


Nabila, berjalan keluar dari Paartemennya, tangannya kembali menutup pintu. Nabila, yang jalannya fokus ke depan tidak menyadari kalau ada seorang pria yang sedang mengikuti dirinya dari belakang.


Ting..,


Kevin, sudah lebih dulu tiba dilobby dengan cepat. Kevin berjalan ke arah Taxi yang sedang menunggu dilobby Apartemen. selesai, berbicara dengan sopir Taxi yang merupakan salah satu anak buah Kevin yang berjaga di markas Paris. Kevin, segera masuk ke dalam mobilnya yang memang sudah parkir diparkiran Vip depan lobby dari awal Kevin menyewa Apartemen ini.


Ting..,


Nabila, segera keluar dari lift.dan berjalan ke arah lobby depan.untuk, menunggu Taxi. dan, benar tidak menunggu beberapa lama Taxi itu datang dan menawarkan jasa pada Nabila.

__ADS_1


"Non, where are you going?"tanya sopir Taxi.tangannya merekam semua pembicaraannya lewat ponsel.


"Antarkan, saya ke museum Louvre." jawab Nabila.kemudian, dengan cepat Nabila masuk ke dalam Taxi dan kembali menutup pintu.


Daridulu, Nabila memang bercerita pada Kevin.kalau, dia ingin menjelajahi kota Paris.Karna itu, hari ini Nabila memutuskan ke museum Louvre yang terletak di tepi kanan sungai Siene di Arondisemen ke 1.


"Baik, Non." jawab sopir Taxi itu. Lalu,dengan cepat mengirim pesan suara yang tadi direkamnya,pada Kevin.


"Pasangkan earphone ditelingamu. biar saya dengar semua pembicaraan kalian." perintah Kevin lewat chatt.


"Baik, Tuan."jawab sopir Taxi itu.


Nabila, yang melihat sopir Taxi, masih terus fokus diponselnya mulai kesal.


"Pak, niat enggak ngantarnya, masa penumpangnnya disuruh nunggu didalam taxi daritadi?"omel Nabila.


"Maaf, Non.ini pesan dari istri saya. anak, saya lagi sakit sekali lagi, saya minta maaf Non." jawab sopir taxi itu.memberi alasan karena dia tidak ingin Nabila mengetahui kalau yang diajak chatt itu Kevin.


"Ya, sudah pak.tapi cepatan keburu mood saya jelek."jawab Nabila ketus.


Kevin, yang mendengar dari Earphone tertawa." emang enak diomelin?"ledek Kevin lewat sambung ponsel.

__ADS_1


Anak buahnya, yang diperintah Kevin untukberpura pura jadi sopir Taxi hanya mengumpat dalam hati, karena tidak berani menjawab kwatir didengar oleh Nabila.


Kemudian, anak buah Kevin mulai menginjak pedal gas dan melaju menuju museum Louvre. Kevin, juga segera mengikuti dari belakang mobil yang membawa Nabila.


__ADS_2