SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
melawan hati


__ADS_3

Alfonso, membuka matanya dengan perlahan melirik ke arah Leticia.


"hmmm.., masih pulas."batin Alfonso sambil tersenyum.


melihat wajah polos sang istri, yang tidur dengan mulut terbuka. dan terlihat jelas wajah lelahnya.


Disaat mobilnya, memasuki wilayah Mansion, hati Alfonso semakin tak menentu. sesekali Alfonso mengusap kasar wajahnya, lalu melihat keluar lewat jendela mobil, berharap mendapat ketenanganan batin, namun rasa takut akan kehilangan Leticia semakin mendominasi dirinya.



Rasanya, Alfonso. ingin menjadi seorang penderita Amnesia saja, agar lupa akan janjinya pada Leticia, tapi ini akan menunjukkan betapa dirinya sangat pengecut.dan itu bukan gaya seorang Alfonso.


Akhirnya, setelah melawan hatinya, tempat yang ia takut untuk tiba, telah sampai dan mobil telah berhenti tepat didepan pintu pagar Mansion.


Bale, dengan tangan gemetaran menekan tombol pagar, Mansion. pintu, pagarpun terbuka segera mobil Alfonso melaju masuk ke halaman Mansion.dan berhenti tepat dipintu masuk Mansion. dengan cepat sang sopir keluar dari mobil dan berlari kecil ke arah pintu kursi bagian belakang. lalu, membukakan pintu untuk sang majikan.


Para pelayan, dengan ketakutan sudah berbaris didepan pintu Mansion.sambil menundukkan kepala.


Bibi Yati, karna sudah sepuh hanya menunggu diruang tamu dengan perasaan takut yang mendominasi dirinya.


Alfonso, terpaksa harus membangunkan Leticia. karna, dirinya yang belum kuat menggendong Leticia karna peluru yang baru saja dikeluarkan dari bahunya masih terasa sakit, kalau dibuat mengangkat berat.


Dengan, sedikit menggoyangkan tangan Leticia. Alfonso , membangunkan sang istri. namun, yang dibangunkan hanya melengguh dan kembali menutup matanya.


''Sayang, ayo bangun kita sudah tiba diMansion. aku tidak bisa menggendong kamu. bahuku masih sakit sekali.'' bisik Alfonso ditelinga Leticia.


Leticia, yang merasakan deruan napas Alfonso ditelinganya. segera membuka matanya dengan perlahan.dan melihat ke arah sekitar lalu tersipu malu menatap Alfonso.


''kita, sudah tiba? maaf, karna lelah aku tidurnya pulas bangat.'' ucap Leticia sambil berusaha turun karna pintu mobil sudah dibukakan oleh sang sopir.


''hmmm. iya, ngga apa apa. maaf sudah membangunkan kamu.'' jawab Alfonso tersenyum.


Leticia, melangkah turun dari mobil disusul Afonso dari belakang leticia.mereka keluar dari mobil dan masih berdiri sebentar dihalaman Mansion.


Alfonso, mengabaikan sapaan para pelayan dan penjaga yang berbaris didepan Masion. tapi, tidak dengan Leticia yang meskipun lelah, tetap saja membalas salam dari para pelayan dan penjaga Mansion dengan tersenyum.


Alfonso, menatap para pelayan dan anak buahnya satu persatu. terutama Bale, yang merasakan napasnya sudah habis untuk bernapas hanya berdiri seperti patung hidup.


Rasanya, Alfonso ingin sekali mencambuk mereka satu persatu kalau saja sang istri tidak ditemukan atau terjadi masalah dikandungan leticia, dan menyebabkan keguguran. maka, mereka semua dijamin akan merasakan nikmatnya cambukan rantai berduri milik Alfonso.

__ADS_1


Namun, para pelayan dan anak buah yang berjaga di Mansion. sedikit merasa lega, karna, Alfonso yang menatap tajam mereka satu persatu satu segera disadarkan oleh leticia.


''Sayang aku yang salah, bukannya didalam kapal aku sudah menjelaskan semuanya ke kamu. kenapa masih menatap mereka seperti itu. kasihan mereka semua ketakutan melihat tatapanmu.'' ungkap Leticia. yang disambut lega oleh para pelayan dan anak buah yang berdiri didepan Mansion.


Alfonso, yang mendengar ucapan Leticia, menatap sesaat ke arah leticia lalu kembali menatap ke Bale dan para pelayannya.


''Tidak sayang, ini sebuah tanggung jawab. karna mereka sudah lalai dalam menjalankan tugas. nanti, pukul tujuh malam semua berkumpul digedung belakang ada beberapa poin yang harus saya sampaikan. mengerti semuanya!'' seru Alfonso. wajahnya yang dingin, dan tatapan mata yang tajam membuat semua tertunduk ketakutan kecuali sang istri yang tersenyum santai.


''Ayo, masuk aku uda lapar. mereka, juga sudah mengerti. ngga usah menakuti mereka dengan tatapan mautmu itu.'' Protes Leticia lagi.


Alfonso, yang mendengar sang istri protes, hanya tersenyum.


Lalu...,


Leticia, menggandeng lengan sang suami dan mereka berjalan masuk ke Mansion dengan menggunakan lift.


Leticia, menarik napas lega setelah kakinya menginjak dikamar milik mereka.segera Leticia, berjalan ke arah ranjang dan mulai membaringkan tubuhnya diatas ranjang.


'' ahh..., akhirnya. tidur lagi disini, setelah melewati kejadian yang luar biasa.'' gumam Leticia.


Alfonso. segera berjalan menyusul sang istri. dan duduk ditepi ranjang sambil menopang kepalanya dengan kedua tangannya.



''Ayo, bersihkan badan dulu biar lebih seger. dua hari ngga mandi sayang.'' ajak Alfonso. yang masih enggan menatap sang istri.


''Bentar, sayang seluruh tubuhku pegal semua. aku, hanya ingin berbaring, begitupun dengan anak anak kita?'' sambung leticia Leticia.


''Tumben belum menyapa mereka, kamu ngg kangen?" tanya leticia lagi.


Deg..,


Alfonso, terdiam. bukan tidak kangen bahkan dia sangat ingin melepaskan rasa kangennya dengan berkunjung ke mereka. tapi, Alfonso. masih ragu dan takut dengan kejujurannya nanti apakah Leticia bisa menerima atau sebalikknya.


''Huff..., lebih baik aku kuliti tawananku, atau aku ditembak. dan, terluka karna timah panas.daripada, harus menatap wajah polosnya untuk meminta saya jujur soal identitas saya.'' batin Alfonso, dan denga perlahan membalikkan tubuhnya dan menatap wajah sang istri yang berbaring diranjang.


''Kenapa, kamu seperti memikirkan hal yang sangat berat.'' ucap Leticia dengan menatap wajah Alfonso yang menatap dirinya dengan mata berkaca kaca.


'' kita mandi dulu sayang, setelah itu kita makan. kasihan anak anak butuh nutrisi.'' ucap Alfonso memberi alasan.

__ADS_1


Karna, Alfonso. sudah meminta berulang ulang, akhirnya Leticiapun menurut. dengan menggandeng lengan Alfonso, leticia bangun dari ranjang, kemudian merekapun berjalan ke arah kamar mandi.


Alfonso, merasa lega akhirnya masih ada waktu nanti untuk menceritakan semuanya. dengan cepat Alfonso, mencampur minyak esense dan aroma terapi ke dalam bathup. karna, badan mereka yang sangat pegal butuh riileks didalam bathup.


''Ayo, sayang mandi.'' panggil Alfonso.


''kita mandi bareng? kamu ngga nakalkan, ingat pesan dokter jangan macam macam dulu.ini masih trimester pertama.'' Leticia memberi peringatan. karna melihat bathup, ingatan leticia kembali ke awal mereka menikah dimana Alfonso berulang ulang minta bermain dibathup.


Alfonso, tersenyum nakal dengan badannya yang sudah polos mendekat ke arah Leticia.


''Aku ngga akan nakal, karna anak anak kita dan kamu sangat berharga dalam hidup saya.''


jawab Alfonso. tangannya membantu leticia melepas baju yang melekat ditubuh leticia, hingga menjadi polos tanpa seutas benangpun. .kemudian, menggandeng Leticia masuk ke dalam bathup.



'


kedua insan ini menikmati wanginya minyak esense yang tercampur diair membuat Alfonso, melupakan beban yang ada dihatinya. mereka bercanda dan tertawa bahagia sambil saling mengolesi busa sabun ditubuh mereka.


Leticia, yang selama hamil lebih manja, tersenyum bahagia melihat tubuh Alfonso penuh busa sabun. dan sengaja menggoda Alfonso. karna leticia sangat tau sang suami kalau digoda sedikit sudah sangat menginginkan dirinya.


Dengan perlahan Leticia, duduk diatas paha Alfonso, yang membuat Alfonso berdengus kesal.


''Kamu, membangunkannya sayang.'' ucap Alfonso, lalu menautkan bibir mereka dan mulai saling bersilang lidah didalam sana, tangan Alfonso mulai menjelajahi seluruh tubuh sensitif Leticia, yang membuat Leticia mendes.., sah.


'sayang, ingat pesan dokter,'' ucap leticia ditengah tengah des.., ahanya.


Alfonso, menunduk, diperut Leticia, lalu mencium dengan begitu lama, tanpa sadar Alfonso menitik kan air matanya.


''Maafkan daddy kalian, yang hampir saja mencelakakan kamu nak. daddy janji akan berada disamping mommy kalian dua puluh delapan jam.'' ucap Alfonso sambil mengelus elus perut Leticia.


Menyadari, kalau berlama lama dalam bathup maka dia akan menyakiti anak anaknya, karna, adik kecilnya semakin mengeras. Alfonso mengajak Leticia untuk membilas badan mereka dibawah shower.


''Ayo. sayang. kita bersihkan badan. kasihan anak anak sudah lapar.'' ajak Alfonso dan Leticia, yang memang sudah sangat lapar. dengan dibantu Alfonso, leticia keluar dari bathup dan membersihkan diri dibawah shower, berdua.



Setelah, selesai membersihkan tubuh mereka dari busa sabun dibawah shower.. merekapun mengenakan handuk, kemudia berjalan keluar dari kamar mandi, ke arah kamar, Alfonso mengeringkan rambutnya dengan handuk, dan sengaja membiarkan tubuh polosnya dilihat Leticia yang tersipu malu.

__ADS_1


Leticia, mengambil baju dari lemari dan meletakkan diatas sofa.lalu, leticia mengenakan bajunya setelah selesai mengenakan bajunay Leticia duduk dimeja rias dan mulai mengeringkan rambutnya dengan hairdry.


__ADS_2