
Banyak yang menikah tanpa cinta....tapi dengan berjalannya waktu, cinta itu tumbuh dengan sendirinya diantara mereka. kenapa kita tidak bisa?" Alfonso berusaha menjelaskan pada Leticia. dan, meyakinkan Leticia. sambil mengelus rambut panjangnya.
Tapi...,
Saat dirinya menyakinkan Leticia, Alfonso teringat rencana awalnya, sejenak Al terdiam.
"Jika, ingin harus dimiliki.antara dibeli, direbut atau dicuri sekalipun yang penting menjadi milikku." batin Alfonso.
"Aku, tidak tau. kenapa perasaan ku dan hatiku meyakinkan kalo kamu. yang terbaik buat aku."lanjut Alfonso lagi sambil mengedipkan matanya pada Leticia.
Leticia, tersenyum. dan terus menatap ke arah Alfonso.mencoba menjadi pendengar yang baik. dan disaat Alfonso menatap dirinya, Leticia berusaha mencari kebohongan di mata Alfonso. tapi, iya tidak menemukan kebohongan sama sekali, tatapan Alfonso begitu meyakinkan dirinya.
"Tapi, bisakah kamu. memberiku waktu seminggu untuk aku berpikir. karna kalo besok kita adakan pernikahan.akan ada asumsi yang berbeda di di mata publik."jawab Leticia dengan wajah manjanya.
Leticia yang sudah tidak takut atau kesal terhadap Alfonso.sudah bisa diajak bicara oleh Alfonso.
Alfonso yang kaget dengan kata Asumsi publik. membuat Alfonso emosi.tangannya yang tadi mengelus kepala Cia seketika berhenti.dan menatap tajam Leticia.
"Sayang, dengarin aku baik baik. setelah kita menikah kamu akan berhenti dari dunia modelmu. dan hanya fokus mengurus aku dan anak anak kita. aku tidak mau kamu kecapean dalam bekerja. terus, kenapa kamu harus memikirkan publik dan publik. bukannya tadi sudah speak up ke publik? mulai saat ini aku tidak akan mendengar ucapan itu lagi."ucap Alfonso kesal.
Leticia, sedikit kaget. karna tidak menyangka dengan reaksi Alfonso. yang marah dan memanggil dirinya dengan sebutan sayang.
pufffthhh...,
Leticia menahan tawanya.karna, merasa lucu. dan melanjutkan pembicaraan nya.
"Kenapa?"tanya Leticia.
"Aku hanya ingin sellau bersama kamu."jawab Alfonso.
Melihat Alfonso yang terdiam. Leticia menjadi bingung." kamu seperti memikirkan sesuatu." tanya Cia.
"Ahh.., itu, ng aku lagi memikir konsep pernikahan kita." jawab Alfonso sekenanya. dia tidak mau Cia berpikir yang bukan bukan terhadap dirinya.
Saat mereka sedang membahas pernikahan, ponsel Alfonso berdering.ada pesan masuk dari Walker. Al mengambil ponsel miliknya. lalu, mengusap layar ponsel.
__ADS_1
"Al, jam kantor sudah habis. "tulis walker.
Setelah, selesai membaca. Alfonso membalas chat Walker.
"Uda pulang saja duluan, aku yang akan mengantar Cia."
Selesai mengirimkan pesan pada Walker, Alfonso kembali meletakkan ponselnya diatas sofa samping mereka duduk.
"Siapa yang mengirim pesan?"tanya Cia.
"kekasihku." jawab Alfonso, sambil terkekeh.
Leticia memasang wajah cemberut, dan memajukan bibirnya membuat Alfonso gemas.
"Jangan pasang wajah cemberut seperti itu, aku tidak mungkin berselingkuh karna tidak ada wanita yang berani dekat dengan aku."ucap Alfonso.
"Terus? siapa yang tadi ngirim pesan."ucap Leticia lagi.
"karna aku tidak pernah mencintai siapapun, sampai kamu datang ke duniaku." ucap Alfonso lagi.
Membuat Leticia melayang sesaat, namun iya tersadar lagi kalo dia dan Al. tidak ada rasa saling mencintai.
"Ayo, kita pulang."ucap Alfonso pada Leticia yang masih membenarkan dressnya.
"Ayo, ternyata sudah sore ya." jawab Leticia dan beranjak pergi dari ruangan Walker.
Alfonso dan leticia memasuki Lift saat tiba dilobby lift terbuka, mereka pun keluar berjalan berdua layakanya sepasang kekasih yang saling mencintai.
Mobil Alfonso sudah terparkir didepan lobby menunggu sang empunya datang dan membawanya pergi.Alfonso menerima kunci mobil dari satpam yang berjaga tepat didepan pintu masuk. pintu mobil dibuka oleh Alfonso, dan mempersilahkan Leticia masuk.
Leticia berjalan dan masuk ke dalam mobil dikursi bagian depan sebelah pengemudi. setelah meyakinkan Leticia masuk dan duduk. lalu, Alfonsopun berjalan ke arah Pintu dan masuk duduk dikursi pengemudi. Alfonso mulai menginjak pedal gas mobil dan melaju menuju rumah Leticia.
Dalam perjalanan, Alfonso mengajak Leticia ke butik langgangannya.untuk fifting baju lamaran dan di hari pernikahan mereka.
Saat melihat Alfonso, membelokkan mobilnya ke arah yang bukan arah rumahnya Leticia mengerutkaan dahinya dan mengajuka protes.
__ADS_1
"Lho, ko ng ke arah rumahku?" tanya Cia.dan melihat ke arah Alfonso.
"kita, mampir dulu dibutik langgangan saya.untuk mencari gaun dan jas saya."ucap Alfonso dan masih fokus ke dijalan.
"Tapi, tadi saya sudah bilang kasih waktu saya buat berpikir satu minggu."jawab Leticia, karna merasa Alfonso tidak mendengar apa yang tadi dia katakan.
"Saya, tidak suka dibantah."jawab singkat Alfonso.menatap Leticia sebentar, dan kembali fokus mengemudi.
Leticia yang kesal, hanya menggeruti, dan cemberut.Alfonso yang melihat itu hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.sesekali tangannya menarik hidung Leticia.tapi, itu tidak membuat hati Leticia luluh.
"Cia, kenapa kamu ini sulit sekali dibilangin."tanya Alfonso.
"Kata siapa?saya susah dibilangin."jawab Leticia masih dengan wajah cemberutnya.
"Terus, sekarng ini apa kalo bukan susah dibilangin."tanya Alfonso lagi.
Karna asyik berdebat, mereka tidak menyadari kalo sudah tiba didepan butik.Alfonso memarkirkan mobilnya dan mereka pun berjalan keluar dari mobil berjalan berdua masuk dalam butik.
"Selamat sore, Tuan Al. "ucap Spg butik itu.
Tanpa, menjawab. Alfonso berjalan ke ruangan,dimana dirinya datang dan menunggu disitu.
"Silahkan duduk Tuan."ucap Pemilik butik, nyonya claire.
Letcia, tersenyum dan mengucapkan terima kasih, tapi tangannya terus digandeng Alfonso yang membuat para pengunjung dan Spg disitu merasa iri. ya, mereka sudah mengetahui hubungan Cia dan Al. karna sudah menonton dan baca di media cetak sejak kemarin.
Ada yang berbisik kalo mereka iri dengan kekompakam mereka.padahal tidak dengan Leticia yang sudah emosi tingkat dewa karna tangannya yang tidak kunjung dilepas Alfonso.
"Tuan, apa yang bisa kami bantu?"- tanya Claire.
"Carikan , gaun yang cocok untuk calon istri saya .gaun tunangan dan pernikahan.esok dan lusa."ucap Alfonso.
Leticia yang mendengar Alfoso menyebutnya calon istri, membuat Leticia terkekeh dalam hati.ingin sekali dirinya tertawa terbahak. tapi mengingat dia seorang publik figure yang harus menjaga imagenya.
"Al, kamu ng berlebihan kan?" bisik Letici ke telinga Alfonso, dan Alfonso hanya menggeleng.
__ADS_1
"Ng, " jawab singkat Alfonso.
"Biak, tuan. mohon tuan tunggu sebentar akan saya minta karyawan saya untuk membawakan ke sini. ucap nyonya claire.dan berjalan keluar dari ruangan itu,