SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
38.setitik cahaya


__ADS_3

"Bagaimana, dengan potongan pria itu?" tanya Andre.


Pada Gareth yang baru saja pulang melihat Harimau menyantap daging pria itu.Tangan nya masih fokus merekam adegan Steward dan Karla.


"Ya biasalah, kalau lama enggak makan. pasti lahap bangat makannya, sampai melupakan temannya yang mengantri." jawab Gareth melirik Steward.


Steward hanya tersenyum sinis. ketika mendengar dirinya disindir oleh kedua sahabatnya. Tangan Steward menarik tubuh Karla untuk berjongkok, agar untuk menyatukan tubuh mereka.


Karla yang sudah terbawa suasana permainan Steward hanya menurut. dan berjongkok siap menerima huja*man dari Steward. Karla berusaha mencari posisi yang nyaman karena tangannya masih dirantai.


Melihat Karla yang sudah berjongkok, dengan kasar Steward langsung mendorong masuk miliknya menyatu dengan milik Karla, tanpa memperdulikan tangan Karla yang masih dirantai.


Karla yang merasakan hentakaan Steward yang kasar, menjerit.


Auh...


Moment jeritan Karla dijadikan lelucon oleh Gareth dan Andre. mendengar ledekan kedua sahabatnya Steward semakin menggila, tangan Steward menarik kasar rambut Karla ke belakang, dan terus menghentakkan dengan kasar.


Ach...ach....ach...


Suara desah*an keluar dari mulut Steward dan Karla. Andre yang merekam tidak bisa menahan dirinya, bagian bawahnya pun ikut meronta-ronta.


****


Merasa sudah jauh lebih tenang. Alfonso berjalan keluar dari kamar.


ceklek....


Pintu kamar Alfonso terbuka, Alfonso melangkah keluar dari kamar menemui ketiga sahabatnya. Tangan nya menarik kursi dan duduk bergabung dengan kedua sahabatnya, yang masih menonton aksi Steward dan Karla. sembari terus memainkan ponselnya.


Alfonso mengangkat kedua bahunya sembari tertawa. ketika melihat Steward yang sudah seperti orang yang dikuasai setan.



"Bagaimana dengan organ tadi? sudah hubungi dokter Lee?" tanya Alfonso,


Bibirnya menarik rokok miliknya dan menyebul asap rokok ke atas langit-langit ruangan.


"Organ sudah saya simpan didalam lemari pendingin. mengenai dokter Lee, setelah ini akan saya hubungi dia segera." jawab Gareth.


"Andre nanti setelah adegan Steward selesai, kamu segera kirimkan video siksaan si bodoh itu pada Glen. Biar Glen secepatnya mengedit dan unggah di situs internet." sambung Alfonso, melirik Andre.


"Baiklah ." Jawab Andre.


Alfonso segera mencari nomor Walker. tangannya mulai menekan tombol memanggil.

__ADS_1


"Bagaimana, apa mereka masih mengganggu di kantor, Walker." tanya Alfonso.


"Selama tiga hari ini tidak ada mereka. Namun, enggak tau lagi nanti setelah penjagaan ditarik lagi ke markas." jawab Walker.


"Kata siapa penjagaan akan saya tarik kembli ke markas? justru akan saya tambahkan lagi." sambung Alfonso lagi.


"Hmmm... itu perkiraan saya saja, Karena...." pembicaraan Walker dipotong oleh Alfonso.


"Karena apa? Karena saya tidak peduli dengan perusahaan daddy? enggak usah mengada ngada. Apa pun resikonya saya akan pertahankan sekalipun nyawa saya jadi taruhannya. kamu pasti tau alasan nya." suara Alfonso meninggi.


Walker hanya diam, dia tau kalau jawab akan jadi panjang urusannya. Alfonso juga terdiam untuk menormalkan lagi emosinya.


"Wal...aku memang suka kegelapan.Karena, aku bebas melakukan apa yang aku mau. Tapi, sebelum aku semakin terjun terlalu dalam, aku harap ada sebuah cahaya yang akan datang membawa aku keluar dari kegelapan ini." kata-kata itu lolos begitu saja dari mulut Alfonso.


Entah sadar atau tidak. Karena kedua sahabat yang mendengar ikut merasakan emosi yang berbeda dari Alfonso. begitu juga dengan Walker, hanya tersenyum lega dia seperti mendapatkan angin segar.


Akan aku temukan cahaya itu.


Klik...


Panggilan diakhiri oleh Alfonso secara sepihak. Lalu, kembali menyesap rokoknya. Tangan nya meneguk Wine, Andre yang melihar sikap Alfonso yang hanya diam merasa heran.


Gareth kembali bergabung setelah menelpon dokter Lee,


"Bagaimana? apa kata dokter Lee?" tanya Alfonso.kepalanya masih menatap langit-langit ruangan itu.


"Lakukan dengan benar. agar kita tetap dipercaya." sahut Alfonso.


Merasa sikap Alfonso berbeda, Gareth melirik Andre.


"Ada apa dengan Alfonso?" Gareth bertanya dengan bahasa isyarat.


Andre mengangkat kedua bahunya, " saya enggak tau, setelah menelpon sikap Alfonso jadi berubah seperti itu." jawab Andre.


"hmmm.. biarin mungkin itu urusan perusahaan."jawab Gareth bijak. Andre mengangguk mengerti.


*****


Steward yang sudah puas, segera menghentikan permainan panasnya. Lalu, berjalan ke arah teman temannya dengan tubuhnya yang masih polos.


"Bersihin tubuhmu dulu." perintah Alfonso.


"Bentar, atur napas dulu."jawab Steward dengan napas terengah-engah.


Semua tertawa melihat Steward dan Karla, yang tubuh mereka masih polos tanpa sehelai benang, yang melekat ditubuh mereka.

__ADS_1


"Sudah puas?" tanya Alfonso dengan nada datarnya.


"Sedikit tersalurkan." jawab Steward.


"Gareth, Andre. kalian enggak ingin coba?" tanya Alfonso. dengan melirik ke arah Karla.


"Nanti, esok pagi saja. sekarang masih sibuk."Jawab Andre.


Andre, kembali sibuk didepan laptopnya.video yang tadi sudah dikirim pada Glen.


"Bagaimana, sudah beres?" tanya Alfonso.


"Beres." Jawab Andre.


Selesai mengirimkan file siksaan Karla. Keempat mafia ini segera pergi meninggalkan Markas menuju Mansion di California. mereka meninggalkan Karla yang masih terikat, tanpa busana.


Melihat keempat pria berjalan keluar. Karla menatap memohon belas kasihan, meminta untuk dilepaskan rantai agar dirinya bisa mengenakan baju lagi. Namun, tidak dihiraukan oleh keempatnya.


Gareth yang gemas dengan tubuh bugi*l Karla berhenti dan menyesap buah kembar Karla. Setelah berhasil membuat Karla mulai mendesah dan menginginkan lebih.


"Sudah siap? ayo berjongkok." bisik Gareth.


Karla yang polos hanya menurut, dan mengambil posisi yang diperintahkan Gareth. melihat Karla yang sudah siap Gareth tersenyum nakal.


Brugh...


Gareth melepas satu tendangang di boko*ng Karla. hingga membuat Karla jatuh tersungkur.


"Kalau menginginkan lagi, gunakan jarimu sendiri wanita pelacu*r." hina Gareth.


Lalu, berjalan menyusul ketiga temannya yang sudah berada didepan markas. sembari menggelengkan kepalanya. Karla hanya menahan sesak didadanya. Karena dirinya yang bodoh tidak bisa mengontrol naps*u birahinya.


*****


Alfonso dan ketiga sahabatnya sudah tiba di mansion. Mereka segera masuk je dalam kamar dan beristirahat, setelah 3 hari begadang.


Glen segera menyebarkan video kiriman dari Andre. Karena, Glen ahli dalam bidang IT, video yang dikirimkan hanya ditujukan kepada Blake dan Sergio. selain kedua pihak itu, tidak bisa mengakses.


Alfonso berharap setelah video pancingan itu dilihat oleh Blake dan Sergio. Mereka segera keluar untuk menyerang Alfonso.Setelah semua di edit dan terkirim Glen membunyikan jarinya.


Cikk...


"Beres...tinggal tunggu reaksi dari kedua kelompok Mafia payah itu." ucap Glen, tersenyum.


Visual dokter Lee.

__ADS_1



MOHON LIKE, VOTE, KOMEN, GIFTNYA KALO BISA.TERIMA KASIH SEMUANYA.💐🥰😘( sudah direvisi)


__ADS_2