
"Aku, sudah tidak sabar. bermain main dengan putri dari bajing*n ini." ucap Alfonso. sambil mengepalkan tangannya menahan amarah.
"Pak, lebih cepat lagi laju mobilnya. karna, racun yang disuntik kan hanya bertahan enam jam." Perintah Alfonso.
"Baik Tuan." Jawab sang sopir.
Dan mempercepat laju mobil. mengambil lajur yang bukan lajur nya. sempat membuat, mobil lain yang dilewat kesal.
"Hati hati kalo melaju mobil, jangan sembarangan mengambil jalur lain."teriak pengendara lainnya karna kesal dengan mobil Alfonso.
Sang sopir menambah kecepatan mobil. dan, tidak memperdulikan teriakan mereka.
Mendengar teriakan mereka, Alfonso tersenyum sinis.
******
Dimarkas Corodile, Pria Brewok itu marah besar setelah mengetahui anak buahnya kalah dari Alfonso.
"Oliver, bawa mereka ke hadapanku sekarang!" perintah Blake.
"Baik, Tuan." jawab oliver.dan berjalan ke arah penjara bawah tanah di tariknya ke empat pria yang sudah di borgol tangannya ke hadapan Blake.
Brugghh...,
satu tendangan melayang diperut salah satu dari keempat pria itu.
Jatuh tersungkur dihadapan kaki Blake.
Blake berjongkok agar bisa menyamai tinggi mereka, menodong pistol tepat didahinya.
"Sudah, aku bilang. jangan pernah pulang dengan kegagalan! Mengerti?" Ucap Blake.
"Karna, aku masih berbaik hati. coba katakan pembelaanmu, yang bisa diterima akal sehatku!" Ucap Blake.
"Tuan, kami sudah berusaha masuk ke ruangan Party, tapi kami sama sekali tidak menemui Alfonso. dan kami mendapat info dari anak buah Sergio yang mengawasi Nona Karla. mereka juga kehilangan jejak Nona Karla." jawab Pria yang ditodongin Pistol itu.
"Bagaimana bisa? kehilangan jejak Karla. bukannya, mereka ditugaskan 24 jam disamping Karla?" sergah Blake.
Dorr...,
Satu tembakan, tepat mengenai paha kanan pria itu. sakit, tapi karna dilarang menjerit. pria itu hanya mengumpat. dan ,menahan sakit terlihat jelas diwajahnya karna menahan tembusan timah panas itu.
"Alasan receh !" sambung Blake lagi.
"Oliver, Kemari! " panggil Blake.
Tak...
Tak...
Tak....
Langkah kaki Oliver datang menghadap Blake.menatap tajam Oliver.
"Cepat, cari dan bawa anak buah Sergio yang menjaga Karla malam itu ke hadapan aku!" Perinta Blake.
" Baik Tuan! " Jawab Oliver.
Dan melangkah keluar membawa beberapa anak buah untuk mencari anak buah Sergio.
"Bangs*t ng becus disuruh kerja." Gumam Oliver.
Masuk, ke dalam mobil Fortune berwarna hitam, sengaja sunroofnya dibuka. agar, udara malam menjelang pagi ,menembus ke badan yang kekarnya. mulai, melaju mobil dengan kecepatan tercepat menuju Apartemen yang ditempati Karla.
Tiba di Apartemen, segera diparkirkan mobilnya. dan berjalan masuk ke dalam Aprtemen. mata Oliver membulat, saat melihat salah satu anak buah Sergio sedang berduan menyatukan bibir dengan seorang wanita.
__ADS_1
"Muka mesum. ng Tuannya, ng anak bossnya .sekarang anak buahnya pun sama. sama mesumnya." teriak Oliver yang sudah tidak tahan menahan amarahnya.
Dorr..,
Dorr..,
Dorr...,
Tiga kali, tembakan tepat sasaran. ketiga pria berotot itu, tersungkur dilantai tanpa melakukan perlawanan. segera, di dibawa oleh anak buah Blake ke dalam mobil. sedang kan Wanita penghibur itu berlari entah ke mana. Oliver juga tidak mempedulikan wanita itu.
Segera kembali ke mobil dan memastikan kalo ke tiga pria berotot benar aman dan tidak berusaha kabur. setelah, memastikan semua sesuai apa yang diinginkan.
Oliverpun masuk ke mobil dan menginjak pedal mobil melaju dengan kecepatan tinggi.
Brummm..,
mobil tiba, kembali ke markas Crocodile. Oliver, turun dari mobil. dan, memerintahkan anak buahnya membawa ketiga pria itu ke hadapan Blake.
"Pastikan, mereka. tidak kabur ! kalau mereka kabur kalian yang menggantikan posisi mereka. aku harapa kalian paham apa yang aku maksudkan." ucap Oliver.
Tak....
Tak...
Tak..
Berjalan masuk ke dalam ruangan Blake.
"Tuan , mereka sudah didepan." ucap Oliver memutar mata malas.
"Bawa, mereka ke hadapan aku!" jawab Blake.
Oliver, memberi kode ke anak buahnya. anak buahnya menggeret ke tiga pria yang tidak beruntung itu ke hadapan Blake.
Mendorong, mereka terjatuh tepat dikaki Blake. jatuh tersungkur memudahkan Blake menginjak kan kaki dibelakang mereka.
"Sakit." jerit salah satu anak pria itu.
Dorr...
Satu tembakan mengenai lengan kiri pria yang menjerit tadi.
"Oliver, katakan aturan kalo berada didepan aku." Perintah Blake.
"Dilarang mengeluh, ato menjerit kesakitan saat disiksa. tidak perlu menjawab ato berbicara kalo tidak disuruh berbicara." jelas Oliver.
Setelah Oliver, menjelaskan ke pada tahanan Blake. Oliver, memilih keluar dari ruangan penyiksaan. Blake berjalan mendekat ke hadapan mereka lagi.
"Bagaimana, sudah paham!" tanya Blake.
Tujuh pria itu tidak berani menjawab, mereka memilih diam sebelum diminta berbicara.
Blake berjalan ke arah ke tiga pria pengawal Karla, menaruh jarinya didagunya sambil melihat mereka.
"Sekarang jawab aku, kenapa kalian kehilangan Karla?" Tanya Blake.
Gleg...,
Menelan saliva dengan kasar mereka saling memandang satu sama lain, tidak ada yang berani menjawab.
Plakk...,
Blake, memukul keras meja yang berada tepat di hadapannya. aku minta kalian jawab, bukan saling pandang.
"No___." sebelum selesai menjawab. pembicaraannya dipotong Blake.
__ADS_1
"Nona , kenapa? kalian lupa kalo di akan menikah dengan aku setelah selesai sekolah? jangan katakan, seperti yang sementara aku pikirkan!" Potong Blake.
Flashback...,
"Perjanjian, Sergio dan Blake. kalo, Blake membantu keuangan Sergio, maka putrinya akan dinikahkan dengan dirinya. waktu Sergio menjalin kerja sama dengan Mafia berasal dari Itali, Polievera. Sergio , ditipu dan sempat jatuh. dan, yang menyelamatkan bisnis Sergio adalah Blake. saat itu, Blake meminta akan segera menikah dengan Putrinya. tapi, Sergio memohon agar putrinya menyelesaian kuliahnya dulu dan Blake menyetujui nya."
Semua terdiam, dan menunduk ketakutan. tatapan Blake, sudah seperti malaikat pencabut nyawa.
Beralih ke sebelah pria yang satunya lagi.
"Kamu !" perintah Blake.
Mendengar ucapan Blake, serasa seperti terkena bom.
" Aku menunggu jawaban dari kamu, bukan memandangi aku, kenapa? kamu sekarang tidak normal lagi?" ucap Blake.
Deg...,
Jantung serasa mau copot, kalo bisa meminta dan memutar balikkan waktu. pria ini, lebih baik menjadi seorang ayah pengangguran. dari pada, menjadi pria berbadan kekar tapi berakhir dengan tragis.
"Nona Karla , saat itu sedang berpacaran dengan kekasihnya. dan kami , diminta untuk menjaga jarak dengan dirinya di party malam itu. dan saat, kami menyadari kami kehilangam jejaknya .ada info yang mengatakan, kalo Nona dan kekasihnya berada di salah satu kamar di hotel tersebut." jelas Pria itu.
Plakk...,
Serasa ditampar, wajah Blake berubah menjadi dingin.
"Ternyata dugaan aku selama ini benar, dan si brengs*k itu selalu mengatakan kalo putrinya tidak akan bermacam macam.? puih...,"decih Blake.
"Siapa kekasihnya?" tanya Blake. mencoba menormalkan kembali detak jantungnya.
"Di_ii_a teman kuliah Nona Karla." jawab pria itu lagi.
"Masalah baru lagi." keluh anak buah Blake yang tersungkur disebelah pria yang menjawab pertanyaan Blake.
Karna mereka lah yang ditugaskan khusus memantau Karla , tapi selama mereka memantau dari jarak jauh. pria pria itu selalu melapor ke Blake kalo Karla baik baik saja.
Setelah mendengar semua alasan, Blake tersenyum sinis. berjalan ke arah anak buahnya.
"Apa, kalian juga bersekongkol? dan, diam tidak memberitahukan hal sebesar ini pada aku? atau, kalian pengen tau gimana sakitnya tubuh kalian saat di cabik cabik buaya sebelum kalian tewas?" Blake terus mencerca mereka dengan bertubi tubi pertanyaan.
Diam! itu pilihan yang tepat. dan percuma juga jawab atau tidaknya tetap mati dimakan buaya.
Dan..,
Dorr..,
Dorr..,
Dorr...,
Tujuh kali tembakan, mengenai perut ke tujuh pria itu dan tewas bersamaan.
Oliver, yang melihat semua itu hanya berdengus kesal.
"Tidak beruntung!" itulah ungkapan dari mulut Oliver.sekejam kejamnya , dirinya tapi melihat sesama rekannya tewas mengenaskan membuat hatinya sedikit terluka.
"Oliver bereskan brengs*k brengs*k ini, ke kolam buaya." ucap Blake. sambil berlalu ke ruangan khusus miliknya.membersihkan diri dari bercak darah yang menempel di baju nya.
Oliver, datang dengan beberapa anak buahnya. membereskan ke tujuh pria yang sudah tidak bernyawa itu dan membuang mereka ke kolam buaya.
Buaya buaya itu sangat menikmati santapan istimewa mereka.
...****************...
Mohon dukungannya. like ,vote dan komennya🙏
__ADS_1
terima kasih💐💖