SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
terlanjur kecewa


__ADS_3

"Shiff.., sial*n.., "gerutu Leticia.


Pria itu bangun dari sofa dan berjalan mendekati ke arah Leticia.


"Kamu mau ke mana?" tanya Pria itu.


"Aku mau pergi, sekarang apa urusanmu ? aku pikir, kamu sudah melupakan rumah ini dan melupakan aku." ucap Leticia kesal.


"A...k...u" ucap pria itu terbata-bata.


"Aku kenapa? ayo jawab! jangan terus memberi alasan yang sudah basi." sergah Leticia.


"Apa 6 bulan kamu menghilang , kamu pikir aku tidak bingung, aku yang sejak bayi kehilangan sosok ibu, berharap kamu bisa menjadi ahh.., sudahlah itu hanya impian bodoh ku semata, harapan aku yang tidak mungkin terwujud, iya kan? itu benar bukan?" ucap Leticia kesal.


"Tutup mulut mu! jangan pernah menyebut wanita itu. dia tidak bersalah." bentak pria itu sambil mengangkat tangannya ingin sekali menampar Leticia, tapi tangan itu tidak mampu terus bergerak ke arah pipinya.


"Hahahahah..., tawa Leticia yang tidak bisa digambarkan.


"Iya dia tidak bersalah. dan, kamu juga tidak, tapi aku yang bersalah.hadir di kehidupan kalian berdua." sambung Leticia.


Air matanya mulai menetes mengingat masa-masa di manaa hidupnya hanya tinggal bersama sang Nani. mengingat semua ucapan dokter membuat Leticia semakin tidak mengontrol emosi. di tambah kondisinya saat ini Leticia semakin histeris.


"Sekarang apa yang akan kamu bicarakan. maka, bicara saja akan aku dengarkan. walaupun itu akan sulit bagi aku untuk mendengar dengan baik." Lirih Leticia.


Air matanya yang terus menetes. dibiarkan membasahi pipinya yang putih mulus. tanpa diseka Leticia.


Sebenarnya, ada rasa bahagia dalam hatinya.karna bisa melihat orang yang dia rindukan akhirnya datang berada di depannya. tapi, karna terlanjur kecewa rasa rindu itu berubah jadi amarah.


Semua kata, yang terlontar dari mulutnya. berlawanan dengan apa yang dirasakan dihatinya. tapi itu tidak bisa merubah keadaan yang terjadi saat ini.


Pria berkepala plontos itu berusaha meraih tangan Leticia tapi leticia berhasil menghindarinya.


"Jangan menyentuh! bukan nya tadi ingin menampar? kenapa tidak jadi menampar."ucap Leticia dan melangkah pergi meninggalkan pria itu diruang tengah.


"Leticia, hentikan langkahmu, atau, aku akan bertindak lebih jauh lagi!" teriakan ancam dari pria itu. tidak membuat Leticia menghentikan langkahnya.


"Lakukan apa yang ingin kamu lakukan. bukan kah aku sudah terbiasa hidup sendiri dengan para pelayan dan security?" jawab Leticia dan terus berlalu meninggalkan pria itu sendirian.


"Hahahahaha...,


"Bodohnya diriku. aku pikir si brengs*k itu tewas aku akan lebih bahagia dan keluargaku akan menjadi utuh lagi tapi aku salah." teriak pria itu, menarik kasar rambutnya, melihat ke sekeliling ruangan rumahnya yang penuh kenangan hanya mengerutuki dirinya.


"Tuhan..., apa aku salah? apa aku tidak layak kembali hidup bahagia seperti dulu. sebelum si brengs*k itu .datang merampas kebahagianku? bukan kah Engkau selalu mengatakan diriMu adil? Maka tunjuk kan keadilanMu" Teriak Mason.tubuhnya yang kekar dibiarkan tersungkur di lantai.


"Apa ini namanya? anakku aja berani berlaku kasar dengan aku, istriku tidak percaya dengan aku lagi. apa sesulit itu aku mendapat kan kepercayaan dari orang-orang terdekatku?" teriak mosan


Leticia yang berlari ke halaman depan rumah dan masuk ke mobil yang sudah ditungguin Reno sejak tadi.Reno yang melihat leticia sedang kacau tidak berani bertanya.


"Ayo, Ren. berangkat." ucap Leticia sambil memasang seatbeltnya.


Reno menginjak pedal dan melajukan mobil ke arah taman hiburan, ditaman itu tempat Leticia melepas semua kekesalan,beban perasaan disana.


Leticia, yang melihat mobil melaju, ke arah taman hanya dia dan menurut.


Reno yang fokus menyetir tidak menyadari kalo Stolen diperintahkan mosan untuk mengikuti mereka dengan moge miliknya.

__ADS_1


Sedangkan dibelakang Stolen ada Ethan yang tidak kalah terus mengikuti dengan mobil Fortune hitamnya.


Mereka saling iring-iringan dan tidak disadari Reno dan stolen.kalo di belakang ada suruhan mafia gila mengikuti mereka.


...----------------...


Ethan, yang sedang fokus mengejar Leticia tiba- tiba ponselnya berbunyi.


Drthhh.....,


Ethan, melihat ke arah ponselnya. yang diletakan Ethan di atas kursi sebelah dieinya menyetir.terlihat nama Alfonso memanggil.


"Alfonso?" gumam Ethan.


Karna Ethan menggunakan car kit earphone. jadi, panggilan telpon diterima tanpa mengganggu Ethan mengejar Mobil Leticia.


"Hallo, Al. kenapa menelpon ada perlu apa?"jawab Ethan. yang sedikit kesal.


"Kamu , di mana?" jawab Al.


"Aku sedang mengikuti Cia. kenapa?" jawab Ethan.


" Si kucing pergi ke mana? ya sudah ikutin terus." jawab Alfonso.


"Kayanya ke taman karna tadi aku mendengar dari penyadap kalo Leticia sedang berselisih dengan Mason." ucap Ethan.


Gleg...,


Alfonso menelan saliva dengan kasar. langkah kakinya berhenti.karna tadi melakukan panggilan, Alfonso berada jauh dari ke tiga temannya yang sedang minum.


"Ya mason, tapi sepertinya Leticia menolak kalo ayahnya kembali ke rumah itu. karna dari pembicaraan mereka, Leticia menolak diajak bicara Mosan.


"Ini menarik bukan? ikutin si kucing. trus di mana Glen?" tanya Alfonso.


"Glen ?sedang bucin-bucinnya dengan Stefani. dan mungkin kamu juga akan seperti itu nantinya."Ledek Ethan.


"Apa kamu bilang? " ucap Alfonso sedikit kesal.


"Terus apa ? kalo bukan bucin. kenapa aku disuruh pantau Leticia terus."jawab Ethan dengan nada menekan.


"Karna aku ingin dia jadi tameng aku berikutnya,"jawab Alfonsi tegas.


"ya..ya.. uda nanti aku kehilangan arah." jawab Ethan


Klik...,


panggilan di akhiri Ethan.


Setelah selesai melakukan panggilan Ethan kembali fokus mengejar Leticia.


"Terus bukan bucin apa namanya? tiap hari nyuruh pantau tiap saat.dasar mafia gengsian."gumam Ethan


"Untung saja aku melakukan panggiln dengan Ethan jauh dari tiga orang kepo itu, kalo ng bisa jatuh harga diriku." batin Alfonso.


Dan kembali bergabung dengan Ketiga temannya yang sedang menikmati minuman Alkohol.

__ADS_1


...****************...


Mobil Leticia. tiba di taman yang biasa didatangi Leticia. kalo dirinya lagi badmood atau keadaannya lagi kacau seperti saat ini.


Leticia ,membuka pintu mobil sendiri. segera keluar dari mobil. berjalan, ke arah taman yang sudah banyak didatangi orang-orang. ada yang, lagi bermain bola bersama anaknya, ada yang melihat anaknya berkejaran, ada yang sedang memadu kasih.banyak orang yang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.


Leticia yang melihat ada kursi kosong, dan terdapat ayunan, berjalan ke arah ayunan. duduk di atas ayunan. Leticia mengingat kembali tadi dirinya berdebat dengan sang daddy.


"Hemmmm...,kalo saja daddy lebih mengerti perasaan aku, mungkin tidak akan ada kata-kata yang tidak pantas keluar dari mulut aku." gumam Leticia.


" Aku hanya minta daddy coba memahami aku dengan memposisikan dirinya sebagai aku sebentar saja.sulit rasanya menerima sakit ini, tapi apa aku bisa melawan takdir?"sambung Leticia.


Ethan yang sejak tadi menyimak, mulai mengerti. dengan keadaan Leticia yang sekarang. berjalan perlahan dengan memakai topi hitam dan kaca mata hitam.pria yang memiliki tinggi 187 cm itu berjalan mendekati Leticia.


"Hai, Nona. apa aku boleh duduk disebelahnya?"tanya Ethan dengan sopan.


Leticia sedikit ragu, tapi akhirnya mengangguk iya.


"Silahkan Tuan."jawab Leticia.yang memasang tidak pernah melihat atau bertemu Ethan di Katrindof.


"Jangan panggil aku tuan.perkenalkan Nama ku Benz." Ethan memperkenalkan dirinya dengan nama samaran agar tidak terbongkar identitas dirinya.


Alfonso. yang sejak tadi menyimak dari suara panggilan. hanya, menahan tawa dn menggelengkan kepala.ketiga temannya yang melihat tingkah aneh Alfonso merasa bingung. tapi mereka mengabaikan Alfonso dan melanjutkan minum.


Alfonso .yang mendengar, percakapan Leticia dan Ethan dari Earphone blutooth. sesekali tersenyum karna merasa lucu saat Leticia memanggil Ethan dengan sebutan Benz.


"Aku, Leticia."jawab Leticia.


"Kalo gitu aku bisa panggil Nona? tuan putri? atau apa?" tanya Ethan.


puffthhhhh...,


Leticia menahan tawa nya.


"Jangan panggil Nona, Tuan putri. panggil saja aku Leticia. kalo kepanjangan panggil saja Cia." jawab Leticia.


"Oke, Leticia." Jawan Ethan.


" Benz kenapa datang ke taman? apa ke sini dengan sang kekasih?"tanya Leticia,. sambil terus bermain ayunan.


"Aku belum memiliki kekasih. pekerjaanku memaksaku menjomblo.tapi aku sering ke taman untuk refreshing." jawan Ethan.


"Oh, berati kamu orang yang sangat sibuk ya?" jawab Leticia.


"Iya , aku sangat sibuk."jawab Ethan.


Ethan berbicara seperti itu karna tahu Alfonso sedang menyimak.


"Awas saja kalo kamu goda dia."batin Alfonso.


...*ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mohon dukungan nya ya🙏🙏💖🥰*


setelah baca klik👍,komen. hari ini senin kan berikan vote boleh dong🤗.

__ADS_1


terima kasih sebelumnya.🙏semangat beraktifitas di ahri senin ini. semoga semua pekerjaan dan usaha kita semua dilancarkan dimudahkan rejekinya amin🙏🙏


__ADS_2