
Alfonso, mengangkat Omelet dan menaruhnya diatas piring. kemudian, dibawa ke meja makan. dimana, sang istri yang sudah duduk menunggu.
'' Nah, sudah jadi. ayo, makan.'' ucap Alfonso dan menarik kursi lalu duduk disamping Leticia.
Leticia, mengambil piring untuk dirinya dan Alfonso. lalu, mengambil omelet, juga sandwich dan menaruh dipiring Alfonso kemudian meletakkan didepan Alfonso.begitu juga untuk dirinya.
Alfonso, yang melihat Leticia pagi ini begitu berubah. tidak seperti biasanya yang dilayani dirinya, hanya diam dan mengerutkan dahinya.
'' kamu, sudah mandi?" tanya Leticia dan menyuapkan Omelet ke dalam mulutnya.
'' Belum.'' jawab Alfonso. juga menyuap sandwich ke mulutnya.
'' kenapa? harusnya mandi dulu. aku enggak mau terlambat ke acaranya Vani.''sahut Leticia.
Leticia, yang pagi pagi sudah bangun. dan mandi. karna bayi bayi dalam perutnya hari ini sangat mengerti dengan kondisinya, mereka tidak rewel dan Leticia sama sekali tidak malas seperti hari hari biasanya.
'' Terus, kamu sudah mandi?" tanya Alfonso menatap wajah sang istri yang sudah cantik walaupun belum dipoles make up.
'' Lihat, diriku sudah cantik belum?'' Leticia balik bertanya sambil memicingkan bola matanya. tangannya menyuap Omelet ke mulutnya lagi.
'' Bagaimana aku bisa bedakan, kamu sudah mandi atau belum?karna, biarpun kamu belum mandi, kamu tetap terlihat cantik.'' jawab Alfonso sambil tersenyum nakal.
'' ishh.., sudah jam segini masih sempat sempatnya ngegombal.'' jawab Leticia sambil tersipu malu pipinya berubah jadi warna pink.
Alfonso, terkekeh meihat sang istri tersipu malu.
'' Aku, tidak mengerti apa itu ngegombal. yang aku tau, mengungkapkan apa yang ada dihatiku. dan mengatakan yang sebenarnya. kamu memang sangat cantik dan selamanya selalu cantik hanya untukku. mengerti!'' sahut Alfonso. yang tidak mengerti apa itu ngegombbal.
__ADS_1
Leticia, diam ambil menatap Alfonso yang lagi menikmati sarapan paginya.
'' Ya, Tuhan tunjukkan caranya, agar suamiku sadar kalau aku tidak bisa bersama dengan dia dalam waktu yang lama.'' batin Leticia menitikkan air matanya.
Leticia, memang sejak hamil dia juga takut, akan sakitnya. dia takut meninggalkan luka untuk Alfonso. Leticia, takut anak anaknya kebingungan mencari dirinya.
Tapi, Leticia pandai menyembunyikan semua perasaan kwatir dan ketakutan itu.
ia, tidak ingin Alfonso, tau dan ikut sedih.
Selesai, sarapan Alfonso, dan Leticia kembali ke kamar.
Alfonso, tidak pernah melupakan janjinya untuk selalu tepat waktu memberi Leticia obat. baik untuk kandungan Leticia maupun untuk sakit Leticia.
''Aku, mandi dulu. kamu siap siap lebih dulu saja.'' ucap Alfonso. dan mengembalikan cangkir dan botol obat di atas meja.
Leticia mulai memoleskan wajahnya dengan make up dan menggoreskan lipstik dibibirnya. memberi sedikit garisan dialis matanya.
Alfonso, yang sudah selesai mandi berjalan keluar hanya dengan lilitan handuk putih dipinggangnya menampilkan roti sobek palsunya. berdiri dibelakang leticia yang sedang merias wajahnya sambil tanganya terus mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.
'' Aku, merasa seperti kita yang akan menikah.'' ucap Alfonso. menatap Leticia dari pantulan dari kaca meja rias .
'' kenapa, begitu?'' jawab Leticia, sambil mengerutkan dahinya.
'' Karna, hari ini kamu seperti mempelai wanitanya.'' jawaB Alfonso dan kemudian menunduk lalu mencium punggung belakang sang istri.
''Hmmm..., Ayo. cepatan ganti bajunya. aku, tidak mau terlambat.aku ingin melihat vani sebelum vani duduk ke acaranya.'' jawab Leticia.
__ADS_1
Alfonso, segera mengenakan celana, lalu kameja dan mulai memasang dasi dikerah bajunya.
Leticia, berdiri dari meja rias dan mengambil gaun panjang brokat dipadu dengan perhiasan senada. lalu mengenakan ditubuhnya. sedikit sulit saat dibagian dadanya. karna perubahan tubuhnya.
Alfonso, yang melihat Leticia kesulitan menarik resleting gaunya segera Alfonso mendekat dan menarik resleting gaun Leticia.
''Sepertinya, kamu harus belanja pakaianmu lagi'' ucap Alfonso dan menarik resleting gaun.
''Iya, ini sedikit sulit. tubuhku sudah berubah.'' jawab Leticia yang setuju dengan saran Alfonso.
''Dan, kamu semakin cantik dan **** saat perutmu menonjol seperti ini.'' sambung Alfonso dan melingkarjankan tangannya dipinggang Leticia. tangannya, mengelus elus perut Leticia.
''kamu, juga akan sulit memelukku.'' jawab Leticia sambil menggenggam tangan Alfonso yang sedang menyentuh perutnya.
''Tidak, masalah aku akan memeluk dibagian ini.'' jawab Alfonso dan menaikkan tangannya diatas dada Leticia.
'' Ayo, berangkat.'' sahut Leticia dan melepas pelukan Alfonso kemudian berjalan ke arah kaca menatap tubuhnya yang seakin gendut.
Setelah, selesai merias dan mengenakan baju. Alfonso, dan Leticia keluar dari kamar dan berjalan ke depan. untuk berangkat ke hotel acara tunangan Glen dan fani dilaksanakan.
***********
Dihotel, Fani sudah selesai merias dan mengenakan gaun. Fani, yang begitu cantik dengan balutan gaun putih panjang tanpa lengan dengan make up yang dihias oleh Nabila. begitu sangat cantik bak cinderela yang habis disihir.
Glen, yang menggunakan jas hitam dipadu kemeja putih begitu tampan dengan dasi kupu kupu dilehernya.
__ADS_1
Kevin, Gareth, Andre, Walker juga Reno yang saat ini sudah bekerja dikantor Alfonso.sudah duduk di ruangan acara.