SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
bayi prematur


__ADS_3

Setelah, masuk ke dalam kamar. Leticia, yang merasa lelah karna harus melewati tangga yang panjang menuju kamar mereka, berjalan ke arah sofa untuk melepas lelah sesaat.


sedangkan..,


Alfonso, berjalan ke arah lemari dan mengambil obat Leticia. tapi, menyadari kalau leticia sedang hamil. Alfonso, melihat ke arah Leticia dan bertanya.


'' Sayang, apa tidak masalah, minum obat yang di resepkan dokter catlyn kemarin?"


Leticia menoleh ke arah di mana Alfonso berdiri.


'' Makanya, setelah tau kalau aku hamil. aku tidak minum obat yang itu lagi. takutnya efek ke janin.'' jawab Leticia.


''hmmm."


Alfonso berdehem.


"kalau gitu, kamu mandi lebih dulu ya.aku masih hubungi Ethan sebentar." pinta Alfonso.


Leticia, yang mendengar ucapan Alfonso, segera berdiri dari sofa dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri.


'' Ya, uda aku mandi dulu.'' jawab Leticia. sambil berjalan ke arah kamar mandi. mendorong pintu kamar mandi, leticia masuk ke dalam kamar mandi dan mulai menyalahkan shower.


Setelah selesai mandi, dengan menggunakan handuk kimono, Leticia berjalan ke kamar dan menuju lemari.


'' Ayo, mandi.'' ucap Leticia sambil membuka lemarinya, dan masih menoleh ke arah Alfonso, yang masih fokus ke Ponsel miliknya.


" Iya, ini tadi masih balas chat dari Glen. katanya, besok mereka akan tunangan." jawab Alfonso, dan meletak kan kembali ponselnya di atas meja depan sofa.


lalu..,


Berjalan, ke arah kamar mandi.


Leticia, yang mendengar Vani akan bertunangan. mengerutkan dahinya. karna, sejak leticia pulang dari rumah sakit. kedua sahabatnya itu sama sekali belum menghubungi dirinya.


"Hmmm."


"Tumben, vani ng ngabarin aku." batin Leticia.


lalu..,


Leticia membuka lemari, mengambil pakaiannya. dan, pakaian milik Alfonso.Kemudian meletakkan pakain milik Alfonso diatas sofa.


Setelah itu...,


Leticia menatap wajahnya di depan cermin,tangannya bergerak menggoreskan lipstik dibibirnya.warna nude menjadi pilihannya. dan memoleskan sedikit make up natural di wajah cantiknya. dengan mengenakan dresss tanpa lengan. dan sengaja membiarkan rambutnya terurai.membuat Leticia terlihat sangat seger di pagi ini.


Lalu...,


Menyemprotkan, sedikit parfum dipergelangan tangan dan lehernya.


hmmm...,


''seger bangat.'' batin Leticia.


Alfonso, yang sudah selesai mandi berjalan keluar dari kamar mandi.menuju kamar dengan lilitan handuk di pinggangnya.


Hidungnya, langsug tercium wangi parfum khas bunga lili dari salah satu brand parfum yang dipake Leticia.


hmmm..,


''ini tidak, seperti biasanya.'' ucap Alfonso yang mencium wangi parfum yang dipake leticia.


Sambil, berjalan ke arah sofa, dimana bajunya disiapkan leticia.

__ADS_1


kemudian, mengenakan bajunya. Alfonso terus menatap ke arah Leticia.


Alfonso, berjalan mendekati ke arah Leticia, dan memeluk Leticia dari belakang,sambil membenamkan hidungnya dipunggung leticia.


''kenapa wangi seperti ini, dan hari ini kamu terlihat cantik sekali sayang.'' sambil terus memeluk leticia seakan tidak ingin melepaskan pelukannya.


'' hanya, hari ini aku terlihat cantik? jadi, selama ini aku tidak cantik hmm.''jawab Leticia.


''Ayo, cepatan pakai baju nya.'' sambung Leticia, yang mulai kesal dengan Alfonso yang tidak ingin melepaskan dirinya.


'' hmmm.''


'' Tidak, pagi ini belum ada jatah.'' ucap Alfonso. memasang muka melas. dan melepaskan pelukannya dari tubuh istrinya.


'' sayang, kamu tidak ingin melihat anakmu.'' jawab Leticia menatap tajam ke arah Alfonso yang sedang mengenakan bajunya.


''Apa kita bisa lihat mereka?" tanya Alfonso yang memang benar benar tidak mengerti bagian kandungan. yang, Alfonso tau cara mengambil organ manusia.


jadi, soal specialis kandungan. Alfonso, benar benar tidak memahami.


setelah selesai mengenakan baju Alfonso berjalan ke arah cermin merapikan rambutnya.


'' Ayo, berangkat sayang.'' ucap Alfonso.


Sambil, menggandeng tangan istrinya. Leticia dan Alfonso berjalan keluar dari kamar.


'' Siapa yang mengemudi.'' tanya Leticia. sambil mengeratkan gandengannya di lengan Alfonso.kemudian menatap mesra ke arah Alfonso.


''kenapa, hmm." tanya Alfonso. dan menundukkan wajahnya ke arah Leticia. lalu, menatap lekat wajah Leticia.


''Aku sendiri yang menyetir.'' jawab Alfonso lagi. yang seolah tau akan kemauan istrinya.


'' hmmm '' sambung Leticia. sambil menunjukkan deretan gigi putihnya.


Karna Leticia, lebih nyaman kalau hanya berduaan dengan Alfonso.


Lalu..,


Pintu mobil di buka oleh Bale.


Leticia dan Alfonso , masuk ke dalam mobil.


kemudian...,


Alfonso mulai menginjak pedal gasnya, melaju dengan kecepatan rata rata, menuju rumah sakit QUIRONSALUD.


Didalam mobil, Alfonso begitu cerewet.


''Sayang, nanti setelah ini kita adakan syukuran.''ucap Alfonso sambil terus fokus kejalanan.


Mendengar, Alfonsso mengatakan ingin mengadakan syukuran. wajah Leticia terlihat murung, seperti memikirkan sesuatu.


'' kenapa murung, apa tidak ingin kita ada kan syukuran ,hmm.''


Tapi, leticia hanya diam dan menunduk. tangannya terus fokus ke ponsel miliknya.


karna, merasa pertanyaannya di abaikan oleh Leticia. Alfonso pun, kembali fokus menyetir.


Setelah, hampir satu jam perjalanan ke rumah sakit. akhirnya, mereka pun tiba dirumah sakit. dengan cepat Alfonso membelokkan mobilnya ke arah rumah sakit.


Seperti, biasa Alfonso. selalu memilih area parkir vvip. jadi, mereka hanya turun di lobby. dan satpam yang membawa mobilnya ke parkiran.


Dengan, tersenyum Alfonso menggandeng tangan Leticia. dan berjalan masuk ke dalam rumah sakit.

__ADS_1


Disana, sudah ditungguin Ethan. yang membawa nomor antrian dokter. Ethan yang melihat Alfonso dan Leticia berjalan ke arah ruang antri dokter Catlyn dengan cepat menghampiri mereka.


"Tuan,ini nomor antriannya.saya permisi pulang." sapa Ethan dan memberikan nomor antrian pada Alfonso. dan, dengan cepat berlalu pergi, mengingat dulu dia sempat menyamar jadi Benz waktu ditaman bersama Leticia.


Alfonso, yang sudan mendapatkan nomor Antrian, menggandeng istrinya ke kursi, untuk duduk dan menunggu giliran mereka dipanggil.


Alfonso, yang sudah tidak sabar melihat anaknya sesekali menarik napas panjangnya.


''Sayang, apa kita sudah bisa lihat wajah bayinya?" tanya Alfonso lagi yang sudah tidak sabar melihat bibitnya yang tertanam dirahim Leticia.


Leticia hanya menggeleng dan tersenyum.


Saat, mereka sedang asyik bercerita, nama Leticia dipanggil perawat.


'' ibu, Leticia Virginia." sambil membuka pintu ruangan dokter.


Alfonso, dan Leticia. berjalan ke arah ruangan dokter Cathlyn.


Dokter Cathlyn tersenyum, saat melihat Alfonso dan Leticia masuk ke dalam ruangannya.


"Pagi, ibu Leticia. wah, makin cantik saja." sapa Dokter Catlyn.


"Pagi, juga dok. terima kasih dokter pujiannya." jawab Alfonso.


"Pagi, pak Alfonso." sapa Dokter Cathlyn lagi.


"pagi juga dokter." jawab Alfonso.


"Silahkan, duduk." sambung Dokter lagi dan mempersilahkan mereka untuk duduk.


"Terima kasih dok."jawab serentak sambil menarik kursi dan duduk.


Setelah, duduk Dokter Catlyn. berjalan ke rak buku, dimana tersimpan dokumen riwayat pasien(rekam medis).


Lalu...,


kembali ke tempat duduknya.


"Bagaimana, ibu? ada keluhan atau gimana."tanya dokter Catlyn.


"Ini Dok. istri saya saat ini sedang hamil. apa tidak masalah, rutin minum obat dan apa efek lupus bagi janinnya?" jawab Alfonso. sambil menautkan jarinya ke jari Leticia.


"Wah, selamat ya bu, pak.berita yang sangat bagus." Jawab Dokter Catlyn.


"Terima kasih Dokter." Leticia dan Alfonso menjawab serentak.


"Sama sama." sahut Dokter.


"Jadi, kalau mengenai efek kehamilan saya doakan semoga tidak terjadi hal buruk. karna, hanya 50%terjadi pada ibu penderita lupus dan 50% tidak. ada yang bisa nurun ke bayinya, ada yang bisa lahir secara prematur, dan menyebabkan ke guguran, tapi ada pula yang bayinya sehat dan tidak tertular sama sekali. semua itu dari kesehatan fisik, dari pola hidup dan dari pengobatan. karna, ibu sedang hamil saya akan memberikan obat sesuai kebutuhan ibu hamil. karna obat ini hanya untuk mencegah kambuhnya gejala lupus saja. tapi, saya observasi dulu. kalau memang ibu tidak membutuhkan obat, saya akan ganti dengan Vitamin saja sesuai takaran ibu hamil." jelas dokter Catlyn.


Alfonso, yang mendengar kalo nanti akan menular ke bayinya.


Dan...,


Bisa menyebabkan keguguran. seketika mengeraskan rahangnya. bLeticia, yang menyadari suaminya tidak suka mendengar penjelasan itu, segera mengelus punggung tangan Alfonso.


"Karna, itu saya akan observasi ibu dulu."sambung dokter Cathlyn lagi.


Leticia, segera bangun dari kursinya dan berjalan ke arah bed pasien. dan Berbaring di bed pasien.


Dokter Cathlyn, mulai melakukan pemeriksan. setelah selesai pemeriksaan lffeticia bangun dari bed dengan dibantu oleh Alfonso.


Dan mereka kembali duduk dikursi mendengar penjelasan lebih lanjut lagi.

__ADS_1


...****************...


maafin Author..tadi masih belajar puebi online lagi🙏


__ADS_2