SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Club sepi.


__ADS_3

Sesuai, permintaan Fani. malam ini, setelah makan malam mereka akan pulang kembali ke Aparteman Glen.


''Sayang! ayo pulang.'' panggil Glen dari balik pintu Nabila.


''Iya, sebentar.'' jawab Fani.dari dalam kamar Nabila. karna, Glen yang sudah panggil. Fani, segera pamit pada Nabila kalau malam ini dia akan pulang ke Apartemen mereka.


''Nad! malam ini aku pulang ke Apartemen milik Glen.kamu tau sendiri selama ini kami dari lamaran sampai nikah. belum pulang ke Apartemen Glen.'' Fani, menjelaskan untuk Nabila.


''Aku, juga besok pagi akan ringkas barang barang di Apartemenku untuk dipindahkan ke Apartemen Glen.'' sambung Fani lagi.


''Iya, enggak apa apa. aku, paham. aku, besok baru pulang.'' jawab Nabila sesunggukan.


''Ya, udah kamu, jangan nangis terus, kalau kamu sudah berubah pikiran telpon aku cerita ke aku.''jawab Fani.tangannya menyentuh pipi sahabatnya itu.


'Sekarang, kamu enggak boleh berdiam diri di kamar terus. duduk diruang tamu ada mommy Feli juga yang belum pulang. biar kamu enggak kesepian di kamar sini.'' Fani memberi saran.


Fani kwatir kalau Nabila sendirian dikamar, akan membuat Nabila makin stres dan sedih.


''Iya, sana pulang laki lu uda nunggu itu."Ucap Nabila, sembari tersenyum.


Saat, Fani ingin pergi. Nabila, menahan tangan Fani.


" Fan! kamu uda malam pertama.'' goda Nabila.


'' Apaan sich, anak ini tadi nangis nangis sekarang sempat sempatin godain aku.'' jawab Fani terbahak.


''kali aja, uda.'' jawab Nabila sembari mengedipkan matanya.


''Belum, nanti aja kalau sudah di Hawai baru malam pertama disana.'' jawab Fani, kemudian melangkah turun dari ranjang. lalu, berjalan ke depan, menemui sang suami yang sudah menunggu didepan pintu.


''Bye.., sana keluar cerita cerita sama mommy Feli.'' ucap Fani lagi. sebelum benar benar pergi meninggalkan sang sahabat dikamar sendirian.


Nabila, hanya tersenyum.kemudian melambaikan tangannya ke sahabatnya itu.


''Fani, maafin aku ya.'' batin Nabila.


Ceklek..,


Pintu kamar dibuka Fani.


''Lama sekali. dikamar sama Nabila.'' protes Glen.


''hmmm! kasihan Nabila sepertinya dia ada masalah tapi aku tanya dia enggak mau cerita,'' jelas Fani.tangannya menggandeng lengan sang suami mereka berjalan ke ruang keluarga untuk pamit pulang.


''Jangan jangan masalah sama Kevin, mengingat Kevin juga tidak ada, pergi juga tidak pamit sama semua orang.'' sambung Glen.


''Ya, uda kita doakan semoga aja masalah mereka cepat selesai, karna Reno juga seperti memiliki masalah.'' sambung Fani lagi.


''Iya, Amin.''sahut Glen. ikut mendoakan yang terbaik untuk sahabat satu satunya itu. dan, juga kedua temannya.


Polievera, juga pamit pulang kembali ke Itali. sengaja berangkat malam karna waktu penerbangan Spanyol Itali cukup lama.


Garet, dan Andre juga pamit pulang ke Apartemen mereka masing masing. ecuali Nabila, mommy Felisia dan Daddy Mason. mereka yang masih nginap diMansion Alfonso.


''Cia, aku pulang Ya,sehat sehat bumil cantikku.'' pamit Fani.kemudian mereka saling menautkan pipi.


''Iya, kamu juga cepat nyusul aku.''jawab Leticia. sembari mengelus elus perut Fani.


''Amin.'' jawab Glen cepat. Fani melirik sang suami sembari memutar mata malasnya.


''Karla, aku pulang ya.''pamit Fani.dan saling menautkan pipi mereka juga.


''Iya, cepatan honeymoonnya.'' seloroh Karla.


Fani, hanya tertawa. tapi tidak dengan Glen dia berharap malam ini dia bisa menembus gawang miliknya.

__ADS_1


Polievera tersenyum nakal pada Glen.


Glen, mendengus kesal.


''Asik.., ada yang girang.'' sindir Andre.


Alfonso, yang melihat teman temannya saling goda hanya menggelengkan kepalanya.


''Ndre, biarin. setidaknya sekarang Club sepi.hahaha.'' celetuk Gareth.


Mendengar, godaan temannya yang mengatakan Club Sepi, Fani, menatap tajam ke arah sang suami.


Glen, hanya menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.


''Itu dulu sayang.'' bisik Glen ditelinga Fani. sembari mengepalkan tangan dan menunjukkan ke arah Gareth.


Gareth tertawa girang karna berhasil membuat kesal.


Fani, memutar mata malasnya.


Kemudian, Fani, melangkah ke arah Felisia, yang sedang duduk di sofa, tangannya memeluk Felisia lalu mereka saling menautkan pipinya.


''Happy honeymoon ya,'' bisik Felisia ditelinga Fani.


''Mom!" wajah Fani memerah.


Felisia, tersenyum. dia, tau karna dia juga pernah mengalami masa masa seperti mereka, saat awal awak dia menikah dengan Mason.


"Nak! ingat harus saling mengerti jangan egois dan ingat patuh sama suamimu."ucap Felisia.tangannya mengelus tangan Fani,


""Iya mom. terima kasin mom atas nasihatnya." jawab Fani sopan.


begitu juga dengan Glen.


''Al, cepat sembuh.'' ucap Fani.


''Hati hati anak mommy dan daddy.'' ucap serentak Mason dan Felisia.


Karna, bagi Mason dan Felisia. teman teman Leticia juga sama seperti Leticia dan Karla.


''Siap, mommy dan daddy.'' jawab semuanya.


Akhirnya, mereka pulang ke tempat tinggal masing masing.


''Anak anak pada pulang semua.jadi, sepi'' ucap Mason.


''Hehehe.., Iya dad. itu perusuh semuanya.'' jawab cepat Allfonso.


''Terus, kamu enggak sayang?'' jawab Leticia.cepat.


Karna, Leticia tau bossnya dari para perusuh itu suaminya.


Alfonso, terkekeh.''Itu, dulu sayang. sekarang beda.'' jawab Alfonso, lalu menggandeng tangan sang istri ke kamar.


"Sama saja, kan kamu bosnya."Leticia mencebik.


"Iya, sayang.ayo, kita lanjut yang tadi." bisik Alfonso. ditelinga Leticia.


''Mommy, daddy Cia istirahat dulu'' pamit Cia. karna Alfonso sudah menggandeng tangannya.


''Iya, nak. mommy masih ke kamar Nabila. kasihan anak itu.''jawab Felisia.lalu, melangkah ke kamar Nabila.


Tok.., tok.., tok..,


Felisia, mengetuk pintu kamar Nabila,

__ADS_1


''Nabila, ini mommy Nak!" ucap Felisia dari depan pintu.


Nabila, yang mendengar suara Felisia. segera bangun dari tempat tidur dan melangkah ke depan pintu.


Tangannya, meraih handle pintu.


Ceklek..,


''Mommy!'' sapa Nabila.


"Iya, nak.mommy boleh masuk?" tanya Felisia sembari tersenyum.


"Boleh, mommy." jawab Nabila.


Lalu, melebarkan pintu untuk mommy Felisia masuk.


''Masuk, mom. maaf tadi Bila, enggak ikut makan bareng karna Bila cape sekali.'' jelas Nabila.


Kemudian, Nabila dan Felisia melangkah masuk ke dalam kamar.


'''Duduk, mom.'' ucap Nabila sopan.


Nabila dan Felisia, duduk, ditepi ranjang. tangan Felisa meraih kedua tangan Nabila.


Matanya, menatap dalam bola mata Nabila. lalu, Felisia tersenyum. Nabila, yang terharu atas perlakuan Felisia terhadap dirinya layaknya seorang anak dan ibu, menitikkan air matanya.


''Mommy! Nabila, bisa pinjam bahu mommy?" tanya Nabila. butiran kristal itu terus saja mengalir dari netranya.


''Kenapa, harus ijin, peluk saja nak, mommy ini ibu kalian semua.'' Felisia menarik lembut tubuh Nabila ke dalam pelukannya. Nabila, sesunggukan didalam pelukan Felisia.


''Ada apa? bicara sama mommy.'' tanya Felisia. sembari mengelus rambut Nabila.


''MOMMY.'' panggil Nabila. Tangannya, mengencangkan pelukannya. Felisia terus mengelus punggung Nabila.


''menangislah! kalau, dengan menangis bisa membuat kamu lega.'' ucap Felisia. tangannya tidak henti mengelus punggung gadis malang itu.


''Mom, Nabila berdosa enggak kalau Na---" ucapannya terhenti. mulutnya tidak sanggup melanjutkan perkataannya.


''Kenapa, nak." tanya Felisia, perasaannya mengatakan ada rahasia besar yang Nabila sembunyikan. Namun, Felisia. enggan menebak sembarang dia kwatir itu akan semakin membuat Nabila terluka.


******


''Sayang, besok dokter Louis ke sini?" tanya Leticia.


''Iya, besokkan aku ganti forban.'' jawab Alfonso. matanya fokus dilayar tivi. sedangkan tangannya trus mengelus perut Leticia.


''Datang, sendiri?" tanya Leticia, matanya,menatap wajah sang suami.


Alfonso, menggeleng.''Tidak, nanti bareng suster.'' jawab Alfonso. matanya melirik ke arah Leticia.


Leticia, mencebik.''Ya, udah aku mau tidur.'' jawab Leticia, kesal.


Dengan kesal Leticia membelakang Alfonso. tangannya memeluk ujung bantal hamilnya.


''Katanya ganti suster, tapi nyatanya, engga mau. bilang saja suka dipegang seperti itu. ganti forban terus saling tatap tatapan'' gumam Leticia.


Alfonso, yang mendengar ocehan Leticia, tersenyum.sambil menggelengkan kepalanya.


''Katanya, tidur?" Sindir Alfonso.


"Ini, juga lagi tidur."sahut Leticia.


"Emang, orang tidur bisa bicara?"jawab Alfonso. dan, merapatkan tubuhnya dekat sang istri.


"Bisa, buktinya aku bisa." jawab Leticia lagi.menitikkan air mata.

__ADS_1


Alfonso, yang mendengar suara Leticia parau seperti orang yang sementara menangis. mengerutuki dirinya.


"Ahh,, kenapa aku lupa. kalau ibu hamil sangat sensitif." batin Alfonso.


__ADS_2