SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
siapa kamu?


__ADS_3

"Maaf."hanya kata itu yang keluar dari mulut Alfonso. sedangkan Leticia masih dalam mode bingung.


"Kamu membuatku gila.aku selalu berhalusinasi kamu sudah hadir dalam hidupku."ucap Alfonso.sambil menarik kasar rambutnya.


Alfonso, yang melihat Leticia. yang masih bingung dengan kejadian tadi.mencoba mengajak Leticia bicara.


"Cia, ayo katakan sesuatu.kenapa diam?" tanya Alfonso.yang merapatkan badannya ke tubuh Leticia, sambil membenarkan rambut cia yang yang tadi ke wajahnya dikembalikan ke belakang leher.


Ting


Pintu lift terbuka.


"Ayo keluar, kita ke ruangan aku dulu.akan aku jelaskan disana."ucap Alfonso lembut.


Leticia masih terdiam tidak bergerak sama sekali.


"Cia, apa kamu mau selamanya dalam lift itu?"Alfonso mulai hilang kesabaran. ditarik, lembut tangan Leticia supaya keluar dari lift. di bawa ke ruangan khusus presdir di lantai 12.memang Alfonso tidak pernah bahkan selalu menolak jadi presdir di perusahaan ayahnya. tapi, tetap dikantor ruang presdir miliknya selallu dibersihkan dan rapi.karna Alfonso mafia yang terkenal dengan kerapian dan sangat bersih.


Setelah tiba didepan ruangan Alfonso. Leticia menarik tangan dari genggaman Alfonso.


"Mau apalagi! kamu bawa aku ke sini?siapa kamu, sehingga beraninya melakukan hal itu?" ucap Leticia sangat kesal. air matanya sudah tidak tertahan lagi, marah kesal.semuanya campur aduk jadi satu.dan solusinya hanya menangis.


"Ya uda masuk dulu, ng enak dilihat orang kalo rame disini. disini banyak wartawan juga." bujuk Alfonso.


Akhirnya, Leticia menurut karna ingin tahu alasannya.kenapa Alfonso melakukan hal itu dengannya padahal diantara mereka tidak ada hubungan sama sekali.


Leticia sangat kesal melihat wajah Alfonso.. ingin sekali menamparnya tapi Leticia masih mengontrol emosinya.


ceklek...,


pintu dibuka.


Alfonso menarik lembut tangan Leticia dibawa ke ruangannya.


"Ayo, duduk disini."ucap Alfonso. memanggil leticia sambil menunjuk sofa di disebelahnya.


Leticia sedari tadi hanya terpaku didepan pintu saja, akhirnya menurut berjalan ke arah sofa yang ditunjukan Alfonso. karna sudah tidak bisa menahan emosi


Plakkk...,


Satu tamparan tepat dipipi Alfonso.


Alfonso yang tidak menduga. kalo Leticia berani menampar dirinya. bangkit berdiri dari sofa dan menarik kasar tubuh Leticia.


"Lepas kan aku, atau mau aku teriak biar sekalian kamu malu dan perusahaan kamu ini akan rusak reputasinya."Leticia yang menolak tubuhnya ditarik Alfonso.


"Aku tidak suka, ada yang menyentuhku apalagi sampai menampar."tegas Alfonso dan semakin mengeratkan tubuh Leticia ke tubuhnya saat ini tubuh mereka sudah berhadapan.Tangan Leticia diputar ke arah belakang Leticia.


"ingat aku benci diinjak injak, lebih baik aku mati,"Alfonso memberi peringatan


"Kalo aku lembut, jangan pernah salah manfaatkan itu.sejak tadi aku sudah berusaha lembut dengan kamu. harusnya, kamu berterima kasih untuk itu gadis bodoh!" suara Alfonso makin meninggi. untungnya di ruangan Alfonso ada kedap suaranya. jadi, tidak didengar orang.

__ADS_1


"Aku juga, tidak suka ada pria tidak tahu diri seperti ini menyentuh aku." Leticia yang tidak pernah menyerah terus menatap tajam ke arah Alfonso.meskipun badannya susah digerakkan. karna tangan kekar Alfonso menahan kuat tangannya dari belakang.


"Hahaha..., Aku, tidak tahu diri?karna aku tidak tahu diri sekarang lihat ke tidak tahu dirian ku." ucap Alfonso dengan tatapan yang tidak kalah tajamnya.


Leticia ,membalikkan wajahnya ke kiri bahu.Alfonso yang melihat Leticia berpaling dari wajahnya hanya tersenyum sinis.


"Segitu saja? " tanya Alfonso.


"Aku perintahkan lepaskan tubuhku, tuan Alfonso! atau kamu akan rasakan akibatnya.ohh..., aku lupa kamu belum tahu siapa aku kan?" ancam Leticia.


"Kamu mengancam aku?kalo aku tidak melepaskan mu bagaimana?apa yang akan kamu lakukan?"tanya Alfonso.


Dan, semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Leticia. membenamkan bibirnya dicuruk leher Leticia. Alfonso mulai menci*m leher Leticia. beralih menyesap bibir manis Leticia, Alfonso tidak mempedulikan perlawanan dari Leticia yang selalu berusaha menghindari dari bibir panas Alfonso. tapi, itu tidak berhasil dan tidak membuat Alfonso menyerah.


Alfonso mulai kecanduan bibir manis Leticia, menyesapnya semakin dalam dan dalam. tapi Leticia sama sekali tidak membalas Alfonso.


Menarik tubuh Leticia ke sofa panjang dan mendudukkan dengan kasar Leticia dia atas sofa. Alfonso mulai menindih Leticia dibawah, dan tidak melepas sesapan bibirnya.


Badan Leticia yang dikukung oleh tubuh kekar Alfonso, membuat Leticia menyerah. saat Alfonso sedang menyesap bibir Leticia dan tangannya mulai mencari kancing baju belakang milik Leticia.


Ponsel miliknya berdering.


Drthhhh....,


Shifff..., maki Alfoso.


Melepaskan, tubuh Leticia. tapi, tangan kanan masih terus memegang tangan Leticia, mengantisipasi kalau Leticia kabur.


"Hallo, Glen."sapa Alfonso.


Saat Alfonso, sedang menerima panggilan. Leticia, ingin berteriak ke arah ponsel. dengan cepat Alfonso memberi isyarat, kalo lebih baik diam dan menurut. tapi tidak didengar Leticia. karna,sudah kesal Leticia tidak menurut Alfonso menutup mulut Leticia dengan tangannya. dan mengapit leher leticia dibawah lengan kanan kekarnya.


"Hallo Al. kamu dan Leticia dimana?" tanya Glen.


"A...,ku "Alfonso susah bicara karna Leticia yang terus menggerakkan tubuhnya.


"Al, kenapa kamu jadi gagu begitu ?" ucap Glen. yang sudah merasa ada yang tidak beres dengan Leticia. tapi Glen tetap berusaha tenang agar tidak dicurigai oleh Stefani dan Nabila.


"Oh..., itu. tadi aku masih mengusir kucing." ucap Alfonso sekena nya.


"Ha? sejak kapan ada kucing Al?" tanya Glen mengintimidasi. karna merasa tidak ada yang beres Glen berjalan menjauh dari teman-temannya.


"Iya sejak hari ini."jawab Alfonso lagi.


"Ya uda kamu mau bicara apa, ganggu saja." ucap Alfonso kesal.


"Kamu, tidak pulang? acaranya sudah bubar, dan aku dan lainnya menunggu sudah hampir setengah jam.kamu di mana?" ucap Glen lagi.


" Ya, uda kamu pulang aja. nanti aku pulang sendiri." jawab Alfonso.


"Leticia di mana? "tanya glen karna sejak tadi tidak mendengar suara Leticia.

__ADS_1


"Ohh, dia masih di kamar mandi."jawab Alfonso. dan mengeratkan apitannya ke leher Leticia.karna apitannnya terasa sakit leticia bersuara.


Aduh....,


Tapi dengan cepat Alfonso menutup mulut Leticia.


"Al, itu suara apa? Leticia?" Glen semakin penasaran apa yang dilakukan Alfonso terhadap Leticia.


"Ahh.., sudah aku bilang itu kucing, dan kucingnya melompat keluar dari jendela jatuh ke bawah mungkin saja teriak karna kesakitan." jawan Alfonso, sambil tersenyum ke arah Leticia yang berada dalam dekapannya.


"Al, aku tahu.kamu jangan bertindak konyol. dan benar kamu yang akan mengantar Leticia?"tanya Glen.


Mendengar ucapan Glen jangan bertindak konyol Alfonso tersenyum dan bergumam.


Dia membuatku gila.


"Ya pulang sana. nanti aku yang mengantar dia pulang." jawab Alfonso kesal.


Klik...,


Panggilan diakhiri Alfonso.ponselnya diletakkan lagi di atas sofa sebelah mereka duduk.


Mengganggu saja! gerutu Alfonso.


Karna sudah selesai menelpon dan yakin kalo Leticia akan diantarkan Alfonso. Glen kembali ke Stefani dan yang lain.


"Kita pulang saja karna nanti Alfonso yang akan mengantarkan Leticia pulang. Fan, kamu dan Nad juga pulang saja dan bilang pada Reno kalo Leticia akan di antar pak Ceo. mereka masih ada urusan dengan Walker lagi." ucap Glen.memberi alasan dan meyakinkan Sang kekasih dan temannya itu.


Karna semua sudah cape, dan Leticia dan Alfonso juga akan pulang sendiri. mereka yang menunggu akhirnya pulang.


Alfonso mengirimkan pesan ke Walker.


Wal, aku diruangan Atas dengan Leticia, perintahkan pada Security dan anak buah untuk perketat keamanan disini.


Setelah sudah mengurus semuanya Alfonso kembali ke tujuan utamanya. Leticia.


Alfonso kembali melepaskan apitan leher Leticia.karna napasnya yang hampir habis Leticia batuk batuk. Alfonso yang melihat itu berdiri mengambil air, tapi sebelum berjalan ke dispenser. Alfonso berjalan ke pintu mengunci pintu.


"Waspada." ucap Alfonso. sambil menunjukkan kunci pintu ke arah Leticia dan memasukkan ke kantong celananya sambil tersenyum.


Tapi, Leticia memalingkan wajahnya.


Setelah memastikan pintu aman, Alfonso berjalan ke arah meja kerja. mengambil, cangkir yang berisi air.


"Ini, minum ini." ucap Alfonso dan memberikan air pada Leticia.


Leticia, yang menerima air di cangkir, bukannya di minum langsung menyiram ke wajah Alfonso. kaget karna siraman air dari Leticia.


"Bodoh, beraninya kamu. semakin aku sabarin kamu makin menjadi y?" ucap Alfonso.


Mendudukkan tubuhnya di Sofa. Leticia membuang muka tidak ingin melihat Alfonso sama sekali.

__ADS_1


__ADS_2