
Yang mengerti akan kondisi mommynya yang sangat lelah. bahkan, Steward yang bangun karna ingin ke kamar mandi, merasa heran saat matanya melihat sangat istri yang tidur begitu pulas hingga mengeluarkan suara dengkuran.
Steward, tersenyum lalu bergegas lari ke kamar mandi karna panggilan darurat yang sudah tidak bisa ditahan lagi.
Setelah, beberapa menit melakukan ritual dikamar mandi, Steward yang merasa perutnya sudah lega kembali ke ranjang , dan berbaring disamping sang istri.
Tangannya. memeluk tubuh sang istri yang kini lebih berisi. kemudian, mulai memejamkan matanya dan melanjutkan mimpinya.
******
Dikamar, Glen yang memang lelah karna pertempuran kemarin. Namun, Glen sedang gelisah, karna sang junior yang sudah sangat kencang. karna, terus bergesekan dengan tubuh Stefani. bahkan, Boxernya juga tidak bisa menahan amukan juniornya.
Glen, mencoba memejamkan matanya. namun, lagi lagi tidak bisa. Fani, yang sesekali menggeliat dan menyentuh bagian bawahnya semakin membuat dirinya tersiksa.
Sempat, terlintas dipikirannya untuk solusi terbaik, pergi ke Club. namun, Glen menyadari kalau dia sudah bersumpah untuk tidak melakukan itu lagi setelah menikah dengan Fani.
Glen, yang terkenal suka tebar pesona dan bermain wanita, begitu tersiksa kala hasratnya tidak tersalurkan.
''Huff.., malam pertama seperti apa aku ini.bukannya senang malah tersiksa seperti ini.'' batin Glen. tangannya, sesekali mengusap kasar wajahnya.
sedangkan, yang membuat dirinya tersiksa, malah pulas dalam pelukan orang yang sedang tersiksa., sang suami.
Seketika, Glen memikirkan Alfonso. sahabatnya, yang sedang berbaring lemah diruang rawat inap sana.
''Al, kapan kamu sadar Al.''' batin Glen, yang belum mengetahui kalau sahabatnya sudah sadar.
Glen, pikir nanti dia akan tanya kan ke Alfonso. karna, Alfonso yang sebagai senior mereka. dia yang tau karna sudah melewati malam pertamanya. Glen, pikir dia akan tanya kiat kiat bagaimana membujuk istri untuk malam pertama.
__ADS_1
Mengingat, Alfonso dan Leticia. menikah bukan atas dasar cinta diantara mereka. melainkan, karna paksaan dari Alfonso.
Glen, berharap agar cepat pagi dan Alfonso sudah sadar. Glen menertawakan dirinya dalam hatinya.
'' lucukan, aku yang dulu digilai wanita di club club.giliran, sudah menikah malah istri sendiri takut dengan aku, benar benar tersiksa.'' batin Glen.
Akhirnya, karna tidak bisa melawan hasratnya, Glen memutuskan ke kamar mandi. dengan, perlahan Glen meletakkan kepala Stefani diatas bantal dengan sangat hati hati. karna sedaritadi Fani, tidur diatas lengan Glen.
Lalu, dengan perlahan Glen melepaskan tangan Fani yang memeluk tubuhnya, agar tidak membangunkan sang istri.
Setelah, memastikan sang istri benar benar nyaman dan tidak bangun. perlahan, Glen turun dari ranjang, dan berjalan mengendap ngendap menuju kamar mandi.
Tangannya, perlahan mendorong pintu kamar mandi, sembari melirik ke arah Stefani memastikan kalau Fani tidak akan bangun.
Glen, melangkah masuk ke dalam kamar mandi, kemudian dengan perlahan tangannya kembali menutup pintu kamar mandi.
Setelah, berada dalam kamar mandi. Glen, melihat ke arah bawah boxernya.
Akhirnya, Glen mulai bersolo karier dengan sabun dibawah rintikan shower. daripada harus ke club. bunyi gesekan tangan dan perpaduan busa sabun membuat Glen mende..,sah. kepalanya mendengak ke atas saat cairan vanilanya akan tumpah. dengan cepat Glen terus menggesekkan tangannya, dan terdengar suara era..,ngan dan tangannya semakin dipercepat.
''Achhh..,''suara kepuasan itu keluar dari mulut Glen. bersamaan dengan semburan vanila yang muncrat, hingga mengenai didinding kamar mandi.
Setelah, berkutat hampir 20 menit didalam kamar mandi.akhirnya Glen merasa puas.
Glen, membersihkan cairan didinding kamar mandi. dan lantai.kwatir kalau Fani ke kamar mandi melihat cairan susu itu.
Setelah, selesai membersihkan tubuhnya, yang sudah puas. Glen, segera berjalan keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
Stefani, mengerjap, matanya mencari sang suami yang tidak ada disampingnya.
''kemana dia, masa aku ditinggal dikamar sendirian.'' gumam Fani. karna Fani pikir Glen kembali ke ruangan Alfonso.
Tapi, saat kakinya hendak melangkah turun dari ranjang. terdengar suara pintu kamar mandi dibuka.
Glen, tersenyum karna sudah menuntaskan hasratnya dengan perasaan lega, Glen berjalan kembali ke ranjang.
''Sudah, bangun?" tanya Glen, yang melihat Fani duduk dan bersender diheadboard ranjang.
''hmmm.., aku pikir kamu ke Alfonso.'' jawab Fani.
''Enggaklah, sayang. kalau, ke Alfonso aku pasti ajak kamu. aku mandi, cuacanya gerah bangat.'' jawab Glen sekenanya.
''hmmm.., gerah?kamu tidurnya cuma pake Boxer, dengan pendingin ruangan yang sudah sangat dinding seperti ini masih ngeluh gerah? yang benar saja sayang!" jawab Fani dengan polosnya.
''Dasar tidak peka, enggak tau suaminya tersiksa, didalam kamar mandi.'' batin Glen, kemudian, duduk diranjang samping sang istri. tangannya merangkul tubuh Stefani, membawanya kedalam dada bidangnya.
''Sudah, ayo tidur lagi. nanti kamu akan mengerti sendiri.'' sambung Glen lagi.
Fani, mengerutkan dahinya.karna tidak ada dalam bayangannya tentang yang dimaksud oleh sang suami.
Namun, Ia berjanji besok akan menanyakan hal ini di Leticia. karna Leticia yang sudah lebih dulu menikah, pasti lebih memahami dari dirinya, mengenai apa itu gerah.
...----------------...
Maaf, saya tidak tau noveltoon eror kenapa. saya tidak bisa balas komen bahkan tidak ada notifikasi yang masuk. jadi saya belum sempat balas komen teman teman semua.
__ADS_1
Oya, mafia ini, sementara saya revisi lagi, sudah sampai bab 10, saya tau tulisan saya acak kadul. semoga dengan revisi ini setidaknya mengurangi sakit mata teman teman karna typo yang bertebaran di mana mana. dan saya tetap menerima saran dan kritik yang membangun. terima kasih, salam hormatku.
surabaya, 27-10-2021.