SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Nabila mulai bucin.


__ADS_3

Sementara, di Paris Nabila sudah bangun lebih pagi, untuk menyiapkan sarapan.


''Pagi, sayang.''sapa Kevin.


''Pagi, juga.sudah bangun?"tanya Nabila.menoleh melihat Kevin yang sudah bangun .dan, tangannya terus berkutat dengan alat dapur.


''hmm.., Aromanya enak. masak apa?''tanya Kevin.sembari menarik kursi dan duduk.


''Bikin, sandwich.dan, ini aku bikin wafer, nanti bawakan untuk Leticia dan Sefani, mereka suka wafer buatan ku.''jawab Nabila lagi.


"Hanya, untuk mereka?"goda Kevin.


Lalu..,


Kevin, menatap jam dinding.''bangun, jam berapa?"tanya Kevin.


''Jam empat tadi. entah, kenapa saya tidak bisa tidur gelisah terus.''jawab Nabila lagi.


Dari, kemarin Kevin memang sudah pindah di Apartemen milik Nabila. tetapi, sesuai janji Kevin, sebelum nikah Kevin dan Nabila tidur dikamar berbeda, dan kalau sudah nikah barulah mereka sekamar.


''Ya, sudah aku mandi dulu. karena, berangkat jam 6 pagi. nanti, jam 5 sore aku sudah kembali di sini. oya, semua persiapan pernikahan kita, diurus oleh Amire dan beberapa anak buahku.''jelas Kevin lagi. tangannya mengambil cangkir yang berisi air mineral lalu diteguknya.


''Aku, enggak suka pesta yang meriah. aku, mau sederhana saja, asal sakral."tukas Nabila.


''Iya, aku tahu itu. karena, itu aku hanya undang Alfonso dan beberapa orang saja. aku, juga tidak mau kejadian Glen terjadi di acara kita juga.''jelas Kevin.


Lalu, menggeser kursi ke belakang dan berdiri kemudian Kevin berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri.


Nabila, sudah selesai membuat wafer coklat. kemudian, dimasukkan di dua box yang berbeda satu untuk Stefani satu lagi untuk Leticia. karena dia tahu kedua sahabatnya selalu, suka apa yang dimasak oleh dirinya.


"Sudah, selamat menikmati."ucap Nabila tersenyum.


Kemudian, Nabila menyajikan dua gelas susu rendah kalori. dan, dua sandwich dan satu piring wafer. lalu, diletakkan diatas meja makan.


Setelah, itu Nabila juga masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan dirinya.


Nabila, bersyukur kehamilannya benar benar tidak merepotkan dirinya. hanya saja Nabila tidak suka daging sapi.


***


Di Apatemen, Stefani. sedang merengek minta dicarikan kelapa muda tetapi harus Glen sendiri yang mengambil dari pohonnya.


Sudah, hampir 3 jam mereka berkeliling di kota Madrid. dan, belum menemukan pohon kelapa yang berbuah.


Saat, hendak pulang ke Apartemen, tiba tiba Glen mendapat telpon dari Ethan kalau dipelabuhan ada pohon kelapa yang berbuah dan siap dipetik.


''Ethan, bilang apa sayang?"tanya Stefani bersemangat.


Glen, hanya menghela napas panjang.karena, Glen sudah senang tidak menemukan pohon kelapa.Tetapi, setelah mendapat telpon tubuh Glen jadi lemas.


''katanya, dipelabuhan ada satu pohon kelapa yang siap panen.'' ucap Glen tidak bersemangat.


Bukannya, Glen marah tetapi Glen sama sekali belum panjat pohon apalagi kelapa.


''Ya, sudah ayo kita ke sana.''ajak Stefani bersemangat.


Akhirnya, Glen dengan berat hati membelokkan mobilnya ke arah pelabuhan untuk memetik buah kelapa.

__ADS_1


Setibanya, dipelabuhan Glen memarkirkan mobilnya. lalu, menggandeng tangan Stefani.mereka, berjalan ke tepi pantai dimana ada banyak pohon kelapa, yang juga banyak buahnya.


''Sayang, itu.aku mau yang itu.'' ucap Stefani bersemangat menunjukkan pohon kelapa yang paling tinggi.


Glen, hanya mengusap kasar wajahnya.


''Sayang, itu terlalu tinggi. apa, kamu mau aku manjat terus aku jatuh dan mati.''ucap Glen memasang wajah melas.


Stefani menggeleng sembari mencebik.''enggak, mau.''jawab Stefani.


''Kalau, begitu aku minta tolong anak buah saja yang manjat boleh?'' sambung Glen lagi.


''Ya, sudah kalau itu tinggi, yang ini saja ini pohonya pendek.''tunjuk Stefani menunjuk pohon kelapa yang paling pendek.


Glen, akhirnya menurut dengan gemetaran Glen mulai manjat pohon kelapa. Stefani, yang melihatnya tertawa.


''Sayang, kamu lucu mirip katak kalau manjat kelapa.''ledek Stefani.sembari tertawa.


Glen, hanya menarik napas panjang ketika mendengar ledekan Stefani.


Dengan, susah payah Glen berusaha memanjat pohon kelapa dan akhirnya sampai di atas.


Gareth, dan Andre yang memang dari pagi sudah berada dipelabuhan untuk mengurus pengiriman senjata ke China. tertawa hingga jatuh di hamparan pasir pantai.


''Glen, anak lu unik.'' teriak Gareth. yang membuat Glen mengumpat dalam hati.


Boomm..,


Akhirnya dua buah kelapa muda jatuh. dan tiba tiba.


Bomm..,


Gareth cepat berlari mendekati pohon kelapa.melihat Glen yang sudah berguling diatas pasir, untung saja pohon kelapanya pendek dan jatuhnya diatas pasir.


''Glen,'' panggil Gareth membangunkan Glen yang sudah jatuh dan tertidur diatas pasir.


''Auh, lenganku sakit bangat,''keluh Glen.


Gareth, dan Andre dengan cepat menolong Glen bangun dan disenderkan dibawah pohon kelapa.


''Sakit, sayang.''tanya Stefani dengan panik.


''Enggak, sayang. tetapi, lain kali ngidamnya mikir lagi ya sayang.''pinta Glen.sembari melihat lengannya yang sakit.ternyata hanya memar saja.


Stefani, Gareth dan Andre hanya menahan tawa.lalu, seketika mereka diam setelah mendapat tatapan tajam dari Glen.


''Kamu, aneh Glen. masa ngidam disuruh mikir.''jawab Gareth.


''Aku, pikir bisa diganti.''jawab cepat Glen. kemudian berdiri dan membersihkan tubuhnya yang penuh pasir.


''Sayang, kelapanya dipotong.aku, mau minum sekarang.''rengek Stefani.


Glen, mengambil buah kelapa dan mulai membelahnya.dan


''Duarr..,''air kelapanya tumpah semua.karna Glen langsung membelah menjadi dua bagian.


Stefani, yang melihat air kelapanya tumpah mulai kesal.Andre, yang melihat Glen tidak bisa memotong kelapa dengan cepat mengambil satu buah kelapa itu dan memotongnya dengan benar.

__ADS_1


''Lihat, cara potong kelapa yang benar seperti ini.''ucap Andre sombong.


Glen hanya tertawa.karena, Glen pikir potong kelapa langsung dibelah dua.


''Terima kasih, Ndre. kalau, enggak ada lu mungkin aku akan disuruh manjat lagi.''ucap Glen pelan agar tidak didengar oleh Stefani.


''Makanya, kalau istri hamil itu kamu harus seperti Alfonso banyak baca diinternet.''jawab Andre, sembari mengedipkan matanya.


''Shiff.''umpat Glen.


Kemudian, Glen membawa buah kelapa yang sudah dipotong oleh Andre dan dibawa kepada Stefani.


''Sayang, ini kelapanya.''ucap Glen, sembari memberikan buah kelapa yang sudah dipotong dan siap minum.


''Terima kasih sayang.''ucap Stefani bersemangat.lalu, menerima buah kelapa dan mulai meneguknya.


Namun, baru sekali tegukan Stefani sudah tidak mau lagi.


''Ini, kamu aja yang minum.aku sudah kenyang.''ucap Stefani tanpa merasa bersalah.


Tubuh, Glen langsung lemas.''sayang, habisin dong. masa cuma sedikit minumnya.''ucap Glen memohon.


''Sudah, kenyang. kata baby papah saja yang minum.''jawab Stefani menunjukkan deretan gigi putihnya.


Andre dan Gareth saling menatap dan tertawa.


"Sepertinya, kita perlu memperpanjang masa jomblo kita." teriak Gareth dan Andre bersamaan.Lalu, mereka cepat berlari kembali ke gedung penyimpanan senjata untuk melanjutkan pengecekan pengiriman


''Damn it.'' umpat Glen lagi.sembari melemparkan kulit kelapa ke arah mereka Namun, tidak kena karena Gareth dan Andre berlari begitu cepat.


Glen, akhirnya menghabiskan satu buah air kelapa.


''Sudah, ayo pulang.''ajak Stefani yang sudah merasa lega.saat melihat Glen menghabiskan satu buah air kelapa.


Kemudian, Glen dan Sefani kembali pulang kembali ke Apartemen mereka.


*******


Kevin, yang sudah selesai mandi keluar dari kamarnya. dan berjalan ke ruang makan.Nabila, juga sudah selesai mandi dan ikut ke ruang makan.


Pagi ini, Nabila sudah ada teman sarapan bersama. begitu, juga dengan Kevin sudah ada yang siapin sarapan. tidak, seperti biasanya kalau sarapan Kevin selalu deliver.


Selesai, sarapan Nabila, membersihkan meja makan dan mencuci piring,dan gelas kotor. Kevin, masih setia menunggu Nabila yang masih membersihkan piring.


Selesai, membersihkan piring. Nabila, mulai mengambil dua paperbox dan dibawanya, mengikuti Kevin dari belakang mereka berjalan ke ruang tamu.


''Sayang, ini ada dua paperbox isinya wafer. tolong kasihkan untuk Stefani dan Leticia ya.''ucap Nabila.kemudian, ikut mendudukkan tubuhnya disofa samping Kevin duduk.


''Terus, bagian ku dimana?'' tanya Kevin bercanda.


''Ini, punyamu. muacch..,'' Nabila mendaratkan satu kecupan dipipi kiri dan kanan Kevin.


''Terima kasih,''ucap Nabila lagi.


Kevin, memeluk Nabila.


''Jangan, bilang Terima kasih terus.'' sambung Kevin.Lalu, mendaratkan satu kecupan dikening Nabila dan satu kecupan diperut Nabila.''sayang, jaga Bunda ya.Ayah, pergi sebentar.''ucap Kevin diperut Nabila.

__ADS_1


Nabila tersenyum.''Ayah, jangan nakal. jangan mampir di Club ya Ayah.'' bisik Nabila ditelinga Kevin.


''Enggak, aku janji sejak dua minggu aku disini aku sudah tidak ingin bermain di Club lagi.'' jawab Kevin meyakinkan Nabila.


__ADS_2