
Gareth, dan Mason sudah menunggu didalam mobil.
''Aku, berangkat, ya sayang.'' pamit Alfonso sembari mengecup kening Leticia.
''Hmmm..,hati hati sayang.'' jawab Leticia.
"dimana Steward?" tanya Alfonso. yang mencari keberadaan Steward.
''disini.'' sahut Steward yang baru melangkah keluar dari kamar menuju ruang tamu. tangannya terus memutar mutar pistolnya.
''Sayang, kalau sudah dieksekusi jangan lupa di foto.'' teriak Karla. yang baru keluar dari kamar menyusul sang suami.
Felisia, menatap putrinya dengan tatapan aneh.
''Dasar anak mafia.'' batin Felisia.
''Siap, sayang!" balas Steward.sembari melambaikan tangan ke arah Karla.
Felisia, yang melihat kelakuan Steward dan Karla hanya menggelengkan kepalanya. tapi, tidak dengan Leticia yang langsung mencubit lenghan Karla.
'' Ingat lagi hamil, kamu mau anakmu besar nanti jadi mafia seperti daddynya?" omel Leticia.
''Enggak, masalah. buktinya Alfonso tajir karna mafia.'' seloroh Karla masa bodoh.
''Adek!" dengan menatap tajam ke arah Karla.
''Lagian, kakak terlalu mendramastiskan hidup. Mafia itu enak lho, bunuh tinggal bunuh pengen siksa orang tinggal siksa orang.'' balas Karla lagi.
''Terserah lu Dek." jawab kesal Cia.
Kemudian berjalan masuk kembali ke arah kamarnya. seperti biasa Leticia, selalu menulis setiap moment dibuku diary miliknya.
***
Dengan, dikemudi oleh Gareth. Alfonso, dan ketiganya meluncur ke arah markas.
''Kamu sudah memikirkan untuk mengeksekusi wanita itu.'' tanya Gareth,.
''Sudah! karna, sebentar Leticia akan melahirkan tinggal tiga minggu lagi.kalau Cia sudah melahirkan aku tidak bisa ke markas lagi karna aku fokus untuk anak dan Cia.'' jawab Alfonso. jarinya digerak gerakkan didagu miliknya.
''Nanti, kalian yang tangani markas aku hanya pantau lewat Mansion saja.'' imbuhnya lagi.
''Daddy, setuju dengan keputusan nak Alfonso. jangan seperti, daddy nyesel kemudian sudah tidak berguna.''sambung Mason.
Pria berkepala plontos itu menyadari, semua moment masa kecil Cia putri satu satunya itu sama sekali dia tidak tau. bahkan alasan Cia jadi model juga sama sekali gelap diotaknya.
__ADS_1
''Hmmm, ikuti semua moment anak anakmu nak.'' tambah Mason lagi.
''karna, itu hari ini Al, berskan semua setelah itu Al akan fokus Cia dan anak. nanti, Gareth kamu dan Ethan segera seleksi baby sitter. dan bawa ke Mansion.'' jawab Alfonso lagi.
''Siap, kenapa baby sittermu enggak kamu pake pelayanmu yang banyak banyak dimansion itu saja. ini, bukan masalah gajinya Al, tapi masalah kepercayaan, mereka rawat harta berhargamu, bukan rawat uang atau mansionmu. cari, orang yang sudah kamu kenal dengan baik.'' saran Gareth, karna Gareth ingat benar kisah kematian Ayah Alfonso.
''Benar, Nak. lagian ada mommy selama Cia hamil mommy nginap disini enggak masala, nanti saya suruh bibi sumi untuk ke sini lagi.'' tambah Mason lagi.
Alfonso, memikirkan semua saran Gareth dan papa mertuanya.
''Benar juga, dimansion pelayan ada lima puluh orang. lebih baik saya pilih empat orang untuk bantu saya dan Cia merawat the babies.'' batin Alfonso.
''Nanti, malan saya akan bicarakan dengan Cia.'' tambah Alfonso lagi
Steward, yang sedaritadi nyimak, mulai memikirkan nasib dia sebagai mafia, karna Steward sejak dulu dipercaya Alfonso, untuk mengurus markas yang berada California.
''Sepertinya, saya juga akan menyusul Al. karna Karla dan anakku akan menjadi prioritas utama saya.'' sahut Steward. karna, dari awal mengetahui Karla hamil Steward sudah berjanji untuk menjadi hot daddy.
''Markas, yang disana saya pantau tapi mungkin saya akan mengurangi waktu ke markas tidak sama seperti dulu yang hampir 24 jam saya dimarkas.''tambah Steward lagi.
Gareth, yang mengemudi dengan kecepatan tinggi, akhirnya mobilnya belok masuk ke arah markas.
Semua anak buah, yang berdiri didepan markas menundukkan kepala sementara yang lain membuka pintu markas untuk mempersilahkan Alfonso masuk.
Alfonso, keluar dari mobil dan melangkah masuk ke dalam arkas.
Tak.., tak.., tak..,
Bunyi langkah kaki menakutkan itu terus saja memasuki markas yang sudah lama tidak dia kunjungi.
Tatapan tajam dengan wajah dingin bak es dijutub selatan, sangat menakutkan. Alfonso yang tadi mengoceh didalam mobil kini diam dan senyumnya yang biasa terlihat diwajahnya ditinggalkan dimansion untuk sang istri.
Tangannya, terus memutar mutar kedua pistol yang sudah dikeluarkan dari pinggangnya.
Hentakan Kakinya, seperti malaikat pencabut nyawa yang turun dari langit untuk mencabut nyawa manusia. jiwa iblisnya, terlihat sangat jelas diwajahnya.
Andre, yang sudah menunggu di ruangan pertemuan tersenyum sinis.
''Mereka, bangunkan iblis yang sudah lama tertidur.'' ucap Andre yang sejak tadi berbincang dengan Ethan.
''Benar, sekali dari hentakan kakinya saja sepertinya dia haus akan darah.'' sambung Ethan.
Mereka, yang berada dipenjara itu ketakutan saling menatap.
''Kita, ke neraka atau ke surga.'' tanya salah satu anak buah wanita itu.
__ADS_1
''Pasrah saja! syukur syukur masuk surga.''jawab salah satunya
'' Itupun, kalau malaikatnya mengantuk jadi salah tulis.''Sergah salah satunya.
Ethan dan Andre saling menatap dan tersenyum, saat mendengar anak buah Thiago dan wanita itu saling menguatkan.
Thiago, tersenyum kecut.'' kenapa takut kita semua akan ke neraka. sebelum ke neraka tubuh kita pasti diolah dulu diusus harimau si breng..,sek itu.'' ucap Thiago.
Thiago, baru kali ini berurusan dengan Alfonso. tapi, Thiago sudah mengetahui seluk beluk Alfonso.
Thiago, menyerang bukan karna dendam dengan Alfonso, melainkan membalas dendam untuk putri Sergio. karna, Thiago, yang kekurangan dana, dan anak buah.meminta bantuan pada wanita yang memiliki dendam khusus dengan Alfonso.
Steward dan , Mason dan Gareth mengikuti langkah Alfonso dari belakang.
''Dimana, Glen dan Kevin.'' tanya Alfonso, yang tidak melihat keberadaan mereka.
''Glen, akan segera datang. tapi, kevin sejak dari kemarin ponselnya enggak aktif.'' jelas Andre.
''Ethan! pastikan keberadaan Kevin di Apartemennya.kalau, dia sakit bawa ke dokter. anak itu ngilang dari kemarin enggak ada kabar.'' sambung Alfonso lagi.
Ethan, yang mendapat perintah segera keluar dari Markas dan menaiki motornya meluncur ke Apartemen Kevin.
''Tuan!'' sapa Jose. yang baru datang. dari penjara bawah tanah.
''Bagaimana wanita sial*n itu. masih terus berteriak?" tanya Alfonso.
''Tidak, tuan dia tidak berteriak lagi.'' jawab Jose.
''Bagus! bagaimana semua sudah dipersiapkan?" tanya Alfonso lagi, tangannya menatap jam tangan yang melingkar ditangannya.'' sekarang, pukul 9; 30. saya sudah harus tiba kembali di Mansio pukul 12 siang. '' tambahnya Lagi.
''Baik, Tuan.'' jawab Jose, yang mengerti maksud dari Tuannya.
Dengan, dibantu Nuel dan beberapa anak buah lagi Jose membawa wanita itu ke ruang intrograsi.
Alfonso yang sudah duduk dikursi kebanggaannya sedang memegang belatih dan memutar mutar belatihnya. sambil melirik ke arah wanita yang sedang digeret kehadapannya.
Steward dan mason bersiap dengan pistol ditangan mereka masing masing.
Andre, sedang menghubungi dokter Lee menawarkan organ manusia.
Gareth sedang mengolesi sabuk berduri Alfonso, dengan minyak Zaitun.
Dua ekor Harimau itu terus saja meraung dikandang.menanti santapan lezat mereka.
__ADS_1