
"Awas saja kalo sampe kamu goda dia."batih Alfonso.
Ethan dan Leticia saling berbagi banyak pengalaman hidup satu sama lainnya.
" Kalo boleh aku tanya, hemmm...,"Ethan masih ragu mengucapkan.
"Tanya saja, kenapa ragu.selagi aku bisa jawab pasti akan aku jawab."ucap Leticia.
Karna Leticia .tidak keberatan akhirnya Ethan bertanya.
"Apa, Cia sudah memiliki seorang kekasih?" tanya Ethan hati-hati.
"Hahahah..., aku juga sama seperti dirimu masih jomblo. aku ng mau cari pacar aku mau cari calon suami." ucap Leticia, menunduk.
Ethan yang melihat wajah Leticia sedih, jadi merasa bersalah.
"Lho ko sedih? bukannya tadi katanya ng apa-apa aku bertanya. sekarang malah mukanya ditekuk? apa pertanyaan ku menyinggung perasaan kamu?" Ethan terlihat menyesal.
" Ng , pertanyaan mu juga ng salah.mungkin karna aku yang terlalu sensitiv. "jawab Leticia sambil tersenyum.
Ethan yang mendengar penjelasn Cia merasa senang.
Stolen, yang mengawasi dari jarak 500meter. sangat kesal melihat Leticia yang begitu akrab bercerita dengan Ethan. yang baru saja dikenalnya beberapa jam yang lalu.
"Siapa pria itu? ko sepertinya sangat akrab dengan Nona Leticia? apa itu kekasihnya?" gumam Stolen.
Sesuai perintah Mason, Stolen harus mengambil semua gambar dimana Leticia berada. Stolen, mengambil gambar Leticia yang lagi bercerita dengan Ethan.lalu, mengirim ke Mason.
Ting...,
pesan chat dari Stolen, masuk ke ponsel Mason.
Mason yang sedang tertidur di sofa ruang tivi.terbangun karna bunyi ponsel miliknya. diambilnya ponsel dari kantong celananya, Mason melihat pesan chat yang dikirim Stolen.
"Ternyata, sekarang dia sudah memiliki seorang kekasih.rupanya, pria ini yang sudah menghasut Leticia. karna aku tahu gimana sikap Putri ku." gumam Mosan. saat melihat pesan dari Stolen.
Ting...,
Mosan membalas chatting stolen.
"Selidiki pria itu, dan tangkap dia.aku tidak mau kalo ada yang berani mencuci otak anakku."
Setelah membaca pesan chatt dari Mason, Stolen tersenyum sinis.Stolen yang tidak menyadari kehadiran Reno. asyik mengirim chatt ke anak-anak buahnya agar segera ke sini membantu dirinya menangkap Ethan.
Reno yang sudah sejak lama mencurigai gerak gerik Stolen.akhirnya bisa membuktikan ke Stefani dan Nabila kalo kecurigaan dia terhadap Stolen buka tuduhan palsu semata.
"Akhirnya, saat ini sudah terbukti. ternyata kamu bukan orang yang baik." gumam Reno.
Karna ng mau dicurigai Stolen. kalo dirinya sudah melihat tingkah Stolen yang memotret dan sejak tadi Stolen mengawasi Leticia dari jauh. Reno berusaha menghindari dan sengaja berjalan ke arah anak-anak yang sedang bermain bola, tapi matanya terus memantau ke mana Stolen pergi.
Karna waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore mereka pun memutuskan pulamg kembali.
"Benz, aku pulang y uda sore. mau istirahat esok ada kegiatan penting." ucap Leticia.
"Oke..., kamu hati-hati. aku juga bentar lagi mau pulang ko." jawab Ethan.
Leticia, berdiri dari ayunan mencari Reno, tapi Renonya tidak kelihatan sama sekali. Ethan yang melihat Leticia masih berdiri dan sedang mencari seseorang berjalan mendekati Leticia.
"Lho, ko belum berangkat?"tanya Ethan.
"iya masih nunggu sopir ku. ng tau ke mana, padahal uda aku bilang kalo tunggu aja di mobil sini."jawab Leticia kesal.
"Ya uda kamu coba telpon aja dulu. mungkin dia juga lagi jalan-jalan ditaman sini."Ethan memberi saran.
Leticia juga baru sadar coba sejak tadi dia menelpon Reno kan. dirinya ng menunggu lama di sini.
Mengambil ponsel di dalam tas nya, mengusap layar ponsel. mencari kontak ponsel Reno,lalu Leticia melakukan panggilan. Reno yang sedang duduk sendirian dan kaget dengan suara getaran ponsel di kantong celananya.
Ethan masih menunggu dan berdiri di dekat mobil Leticia.sambil menunggu Leticia menelpon Reno. matanya Melihat Stolen yang sedang berbicara dengan seorang Pria bertubuh kekar pendek.
Panggilan Leticia tersambung.
"Hallo, Ren. kamu di mana?"tanya Leticia
"Aku duduk didepan kolam ikan," jawab Leticia.
__ADS_1
"Ya uda cepat ke sini, aku mau pulang." ucap Leticia.
Karna mendengar Leticia mengatakan ingin pulang, Reno mengakhir panggilan sepihak dan berlari kecil ke arah mobil.
"Maaf Cia. sudah menunggu lama disini ya?" tanya Reno. sambil membuka pintu mobil mempersilakan Leticia masuk. dan dan Reno pun berjalan ke arah pintu sopir membuka pintu lalu masuk dan duduk dibagian sopir
"Benz, aku pulang ya. makasih lho uda nemani aku disini."ucap Leticia dan masuk ke dalam mobil dibagian belakang sopir.
Ethan yang mendengar Leticia memanggil dan pamit, berbalik dan melihat ke arah leticia.
"Ok, Cia. sama -sama. kamu hati-hati dijalan ya." jawab Ethan dan melambaikan tangan.
Setelah mastikan Leticia sudah menutup pintu Mobil, Reno pun menginjak pedal gas melaju mobil dengan kecepatan rata-rata menuju ke arah rumah Leticia.
Sedang kan , Ethan mengendap perlahan ke arah Stolen yang tertutup bunga kembang sepatu. Ethan mendengar Ciri orang yang disebut Stolen mirip dengan dirinya.
"Boss, memberi perintah. untuk kita segera menangkap pria yang tadi duduk bersama nona Leticia." ucap Stolen ke anak buah yang sedang berdiri di dekatnya.
" baji*gan kau Mosan." batin Ethan.
Ethan yang tangannya sudah gatal, ingin sekali keluar dan menghajar mereka. tapi Ethan masih mengingat pesan Alfonso. "jangan menyerang terlebih dahulu."
Karna melihat Stolen dan anak buahnya sudah pergi dari tempat itu, Ethan pun segera ke mobilnya. membuka pintu masuk kedalam mobilnya, dan melaju pergi dari taman itu. didalam mobil Ethan kembali meletakkan ponselnya ke kursi disampingnya. dan menyambungkan ke Car kit earphone. Ethan melanjutkan pembicaraan dengan Alfonso.
"Al, apa kamu tau. tadi Stolen memberi perintah ka anak buahnya untuk menangkap aku. karna mereka mengira kalo aku adalah kekasih Leticia." ucap Ethan.
" Biarkan saja, mereka merencanakan. dan kamu juga harus selalu waspada. aku nanti jam 10 pagi akan kembali ke Spanyol. jadi kamu tenanglah, jangan gegabah mengambil keputusan." Jawab Alfonso.mencoba menenangkan Ethan. karna Alfonso tau siapa dan bagaimana karakter Ethan.
"Ok, kamu cepat datang karna esok pagi akan ada launching di kantor. aku akhiri panggilan dulu." ucap Ethan.
Klik...,
pangilan berakhir.
Ethan menlanjutkan perjalanam Ke markas. disana hanya ada kevin karna Glen sedang pergi berjalan-jalan dengan stefani.
"Tuan, sendiri saja. dimana tuan Glen?tanya Ethan.
"Tuanmu, masih mencari penghangat tubuh." jawab Kevin kesal.
******************
Leticia yang sudah tiba di rumah, langsung masuk ke kamarnya. disimpan tasnya ke Nakas dan berjalan ke arah kamar mandi.
Leticia merendam kan dirinya di bathub yang sudah dicampuri, garam mandi, minyak esensial, minyak aroma teraphi, dan bubble bath.Wangi minyak terapi membuat Leticia nyaman dan berlama-lama berendam di bathtub.
Memikirkan esok, akan menghadiri acara Launching Parfum baru, dan 3 harinya ke New york. Leticia sudah membayangkan, betapa dirinya akan capek.selain capek Leticia sedikit kwatir kalo sakitnya akan kambuh disana.
Setelah 2 jam berendam. dan merasa dirinya sudah rileks, Leticia keluar dengan memakai handuk kimononya. dan rambutnya yg ditutupi dengan handuk putih kecil berjalan keluar dari kamar mandi ke kamarnya.
Mendengar Ponselnya berdering, Leticia berjalan ke arah nakas dimana tasnya diletakkan.
Tangannya meraih tas yang dan mengambil ponselnya.
"Panggilan dari nomor pribadi?" batin Leticia.
Karna merasa, tidak mengenal nomor yang memanggil. Leticia memilih meletakkan kembali ponselnya ke Nakas dan mengabaikan panggilan itu.
berjalan ke meja rias Leticia duduk dan mengambil hair dry mengeringkan rambutnya. setelah selesai mengeringkan rambut. leticia memakai terusan karna sudah malam Letica lebih nyaman memakai terusan.
Karna merasa perutnya sudah lapar. Leticia, berjalan keluar kamar tangannya meraih gagang pintu,
Ceklek...
Ponsel miliknya berdering lagi.
Kembali berjalan ke arah nakas, diambil ponsel miliknya mengusap layar melihat panggilan yang sama dari nomor yang sama. karna tidak mau penasaran Leticia menerima panggilannya.
Digeser layar ponselnya.
"Hallo... selamat malam." ucap Letica sopan.
"lho ko malam. bukannya pagi?" jawab pria penelpon.
"suara barito ini? sepertinya aku pernah dengar tapi dimana ya?"batin Leticia.
__ADS_1
"Hallo, nona kenapa diam?" tanya pria itu lagi.
"Maa...aaaaff anda siapa ya? karna sepertinya aku tidak pernah mengenal anda." jawab Leticia. terbata-bata.
"Aku, orang yang akan bersama kamu selamanya."jawab pria itu.tegas.
"Apa? jangan meneror karna aku tidak mengenal siapa anda." jawab Leticia yang sangat kesal.
klik...
panggilan diakhiri sepihak oleh Leticia.
"Orang aneh,tapi suaranya seperti aku pernah mendengarnya.? tapi dimana ya? kenapa aku bisa lupa?" batin Leticia.
Meletakkan kembali ponselnya ke nakas, Leticia kembali berjalan keluar, menuju ruang makan.
"Bi..., " panggil Leticia.
"Ya, non." jawab pelayan.
"Masak apa, tolong siapkan makanan ya bi, aku mau makan uda lapar bangat." ucap Leticia.
Menarik kursi dimeja makan dan duduk. menunggu makanan nya disiapkan Leticia menanyakan sang ayah.
"Bi, tadi setelah aku pergi daddy langsung pulang atau masih disini?"tanya Leticia.
"Tadi, setelah Non. pergi, Tuan masih marah-marah disini. dan tertidur di sofa depan tivi." cerita sang pelayan.
"lalu?" tanya Leticia.
"Setelah itu tuan, menerima telpon dan marah-marah. lalu, tuan mengambil kunci mobilnya dan pergi." jawab sang Pelayan.
"Baguslah, bi, dari pada daddy disini juga sama sajakan?"sambung Leticia.
"Bibi, aku minta bibi disini kerja bertahan disini temani aku bi, karna bibi yang sudah merawat aku. jadi , aku mau bibi disini sampe kapan aku mati." Lirih Leticia.
"Non? kenapa non bicara seperti itu? bibi ng suka dengarnya.Non, ng usah kwatir bibi kerja disini sampe kapan Non meminta bibi berhenti kerja." jawab pelayan yang sudah tidak muda lagi itu.
Merekapun mengakhiri pembicaraan mereka, karna makanan sudah selesai disiapkan.
Leticia yang sudah kelaparan, mulai menikmati makanan masakan bibinya.
*******
Alfonso yang kesal karna panggilannya diakhiri sepihak oleh Leticia. terus menatap layar ponselnya.
Steward, yang melihat keadaan Alfonso yang kacau berjalan mendekati Alfonso.
Plakk...,
Menepuk bahu Alfonso.
"Bro, kamu kenapa? ada masalah apa."tanya Ste.
"Ng aku ng kenapa-kenapa." elak Alfonso.
"Hei, bro. mulut bisa berbohong. tapi mimik wajahmu mengatakan lain. jangan bilang kamu sedang jatuh cinta." goda Ste.
"Hahahaha, aku dibilang jatuh cinta? itu mustahil. karna akan sulit bagi orang itu menerima aku dengan kerjaan aku seperti ini." jawab Alfonso tegas.
"Maka rubah lah hidupmu." jawab Ste.
"Kamu menyuruh aku berubah. trus apa bedanya dengan kamu." jawab Alfonso.
"Karna aku belum menemukan yang tepat, kalo aku sudah menemukan akan aku rubah hidup aku." jawan Ste yakin.
"Akan sulit, karna aku akan melukai hatinya." jawab Alfonso.
"Dimana Andre dan Gareth? sejak tadi aku tidak melihat mereka."sambung Alfonso lagi.dan mengalihkan pembicaraan mereka.
"Kamu lupa Al. bukannya kamu, meminta mereka menyiapkan kepulangan kalian." jawab Ste.
...****************...
mohon dukungannya ya ,like komennya. aku tau karyaku receh, jadi akan sulit mendapatkan hadiah dan vote.tapi aku berterima kasih.ππππ€pada beberapa orang yang selalu membaca dan memberi support.terima kasih banyak.setidaknya dengan beberapa org yang membaca dan meninggalkan jejak ini memacu saya untuk berusaha menulis sampai tamatπππππ€π
__ADS_1